NovelToon NovelToon
Setelah Kepergianmu

Setelah Kepergianmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: naisa strong

Hai teman-teman, aku masih berjuang konsisten tapi aku nggak tahu kalau akhirnya di tengah jalan aku menyerah dan tidak melanjutkan. Aku hanya rindu menulis. Tapi aku terjebak pada rutinitas harian yang tiada henti. Lanjutan dari Penantian panjang 1 dan 2. Padahal Penantian panjang 2 saja belum saya tamatkan. Tapi semua nama tokoh bermula dari sana.

"Apa kamu bilang?" Suara serak zahrin dengan air mata kemarahan namun dia tahan. Tenggorokannya tercekat sakit, ditambah harus mendengar permintaan suaminya yang dirasa tak mampu dia tunaikan.
Kembali dengan seorang pria yang pernah menyakitinya sangat dalam. Rasanya Zahrin tak terima.

Regi tak beralih tatap. Menatap Zahrin dengan mata sendu yang membuat Zahrin melengos sakit bertambah dengan dadanya yang nyeri.

Apa yang terjadi teman-teman? Sampai-sampai Zahrin begitu?
Ingatkah kalian, siapa pria yang menyakiti Zahrin dulu?
Aku tidak janji menamatkan ceritanya. Tapi aku dapat fell nya. Semoga bisa konsisten menggarapnya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naisa strong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nina sedih

Akhyar tampak gusar. Tidak lama kemudian Nina mengirimkan pesan padanya dan bertanya apakah Akhyar sudah pulang dari rumah sakit atau sudah pergi ke kantor. Akhyar segera membalas pesan Nina, bahwa Akhyar masih berada di rumah sakit. Akhyar juga menyampaikan permintaan maafnya terkait tadi pagi yang tidak jadi menjemputnya dan berjanji nanti malam akan mengantar Nina pulang.

Berbeda dengan Alma yang tidak peduli mendengar panggilan telepon dari papanya terkait ingin menyampaikan jika Regi masuk ke rumah sakit kembali. Alma cukup sedih ketika Armand sejauh ini sibuk dan menyuruh asisten pribadinya yang mengangkat telepon nya. Namun karena pak Hanung telepon Alma terus-terusan, ponselnya berdering tanpa henti akhirnya Alma mengangkat panggilan dari papa nya. "Apa?! Kak, Regi masuk rumah sakit lagi. Alma nggak usah di jemput, pah. Alma akan berangkat sekarang. Alma janji hati-hati." Jawab Alma yang sedikit khawatir dengan kondisi Regi. Alma masih belum siap kalau Regi akan meninggalkan nya selama nya.

Di rumah sakit.

Kondisi Regi sedikit serius. Dokter beserta perawat tidak mengizinkan seorang pun masuk ke dalam ruangan sampai kondisi pasien membaik. Zahrin, pak Hanung, ibu Olivia yang bertambah gelisah dan sedih karena Dokter berada di dalam sangat lama sedang memeriksa keadaan Regi yang semakin kritis. Baik Zahrin, ibu Olivia, tidak berhenti menangis menunggu dokter keluar dari dalam ruangan. Zahrin yang tengah melaksanakan sholat Ashar begitu sangat sedih mengadukan keadaan suaminya. Zahrin hanya meminta kesembuhan Regi. Zahrin tidak siap jika harus kehilangan Regi hari itu.

Alma menghampiri Zahrin, memeluk Zahrin dan berusaha menguatkan Zahrin. "Yang sabar ya, mbak." Alma yang sama menangisnya.

Pikiran Zahrin takut, takut kalau hari itu adalah hari dimana Regi akan meninggalkannya selamanya. Ketakutan Zahrin yang coba dia katakan kepada Alma. Sampai dimana Alma akhirnya bisa menenangkan Zahrin dan mengajak untuk kembali ke ruang tunggu.

Sekeluarga mulai pasrah, dokter tak kunjung keluar sedang ibu Olivia mulai tak tenang.

Sedangkan di tempat berbeda, Nina dan Akhyar sudah di hadapan pak Gundono dan bu Dini. Akhyar yang deg-degan ingin mengutarakan jika ingin melamar Nina. Sampai Bu Dini dan pak Gundono geleng-geleng kepala melihat Akhyar yang tak mampu bicara. Nina bahkan sengaja menertawakan pelan sikap Akhyar yang dia anggap pria gagah berani menghadapi apapun, ternyata bisa malu dan mendadak lupa terhadap rencana nya. "Sebelumnya saya mau minta maaf ya pak, bu, sepertinya waktunya belum tepat mengingat ini sudah malam. Jadi sebaiknya saya tunda besok saja, saya akan utarakan maksud saya." Akhyar yang mendadak berpamitan sembari melihat jam di tangan nya.

Nina yang tahu jika Akhyar grogi karena sebelumnya Akhyar sudah mengatakannya sepanjang perjalanan. "Jadi begini lho pah, ma, rencana nya mas Akhyar mau melamar Nina." Nina yang to do point sebelum Akhyar pergi.

Keduanya bertukar tatap. Akhyar dengan keringat dingin nya, sedang Nina dengan senyum mengembang di bibirnya.

"Wah bagus itu. Segera saja kalau begitu." Jawab pak Gundono. "Iya kan, ma?" Meminta persetujuan istrinya, karena jujur, pak Gundono dan bu Dini sudah jatuh hati kepada Akhyar sejak awal pertemuan mereka.

Bu Dini mengangguk. "Mama juga senang dengar nya. Jadi ini yang tadi pagi mau dibicarakan?"

Nina mengangguk, Akhyar masih malu-malu, lalu menjawab iya.

Setelahnya, pak Gundono berusaha mencairkan suasana supaya Akhyar tidak terlalu tegang. Mengajaknya minum kopi, namun sayang, kopi baru diseduh, ponsel Akhyar berdering dimana Arsyla melakukan panggilan.

Akhyar menjauh sebentar untuk mengangkat telepon, diikuti Nina. "Iya, sayang." Jawab Akhyar lewat panggilan telepon ke Arsyla.

Arsyla yang meminta Akhyar ke rumahnya. Arsyla juga bercerita kalau mommy nya jatuh pingsan karena daddy nya kritis. Arsyla menangis takut kehilangan daddy nya. Meminta papa A segera ke rumahnya.

Akhyar berusaha menenangkan Arsyla. Akhyar janji segera ke rumah Arsyla. Akhyar yang kemudian menutup ponselnya, membalik badan dan terkejut ternyata Nina mendengar semuanya.

"Mau sampai kapan mas Akhyar peduli terhadap Arsyad dan Arsyla?" Tanya Nina dengan tatapan kecewa dengan sikap Akhyar. "Mas Akhyar lupa? Katanya mas Akhyar mau punya keluarga kecil dan memulai lembaran baru dan menutup masa lalu. Tapi apa? Baru saja ditelepon anak-anak bu Zahrin, mas Akhyar langsung mau pergi dan meninggalkan aku. Papa mau ajak mas Akhyar ngobrol dulu. Mama masih seduh kopi buat mas dan mas Akhyar mau pergi?" Nina harap Akhyar tidak pergi.

Akhyar mulai bingung. Akhyar tak menjawab sepatah kata pun. Sepertinya Nina belum paham jika terkait Arsyad dan Arsyla. "Aku bisa jelaskan besok. Sekarang, aku mau temui Arsyad dan Arsyla." Akhyar hendak pergi namun Nina hadang langkah Akhyar.

"Apa kalau kita sudah menikah nanti, mas Akhyar masih begini? Ketika Arsyad dan Arsyla meminta waktu mas Akhyar, mas akan meninggalkan aku?" Nina pertegas pertanyaan nya.

"Nin, itu bisa kita bicarakan nanti, kan?" Pinta Akhyar.

"Mas." Nina berusaha meraih tangan Akhyar untuk tidak pergi. Namun sekali lagi, Nina tampaknya kecewa dengan sikap Akhyar malam ini. "Mas, Mas Akhyar." Panggil Nina namun Akhyar tak peduli dan semakin cepat langkahnya menuju mobil.

Pak Gundono beranjak dari tempat duduknya dimana melihat keduanya sepertinya tengah bertengkar. Pak Gundono memanggil istrinya untuk ikut melihat keduanya. "Iya, pah, ada apa ya mereka?" Ibu Dini heran.

Sedang Nina masih berkata-kata. "Mas, aku mau bicara sebentar!" Pinta Nina yang membuat langkah Akhyar terhenti.

"Nina, tolong! Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Kamu tahu sendiri kan, Regi sakit serius. Arsyad dan Arsyla butuh aku. Aku harus pergi, Nin." Akhyar memberi penjelasan, namun sayang Nina masih dengan keegoisannya.

"Kalau kamu pergi, semua rencana kita batal. Jangan harap ada pernikahan, mas!" Sedikit menantang, namun Nina harus terlihat tenang di depan Akhyar biarpun batinnya menolak.

"Apa-apa an sih kamu, Nin?!"

"Kamu, mas, yang apa-apa an." Kamu sampai tidak sempat pamitan sama papa, mama, atau permintaan maaf ke mereka karena kamu tidak bisa ngobrol sama mereka, minimal kamu pamitan lah, mas." Nina dengan kekesalan nya.

"Aku harus pergi, Nin." Akhyar yang membuka pintu mobil nya.

Nina tersenyum apatis. Geleng-geleng kepala kecil tidak percaya Akhyar tega meruntuhkan kebahagiaan nya yang baru saja.

Mobil Akhyar melenggang pergi. Buliran jernih dari dua mata Nina perlahan jatuh. Nina berusaha menyekanya dan berlari ke dalam rumah. Baik pak Gundono dan ibu Dini hanya bingung melihat putrinya menangis masuk ke dalam.

Nina melanjutkan tangis kesalnya di dalam bedroom nya. Sementara ibu Dini berusaha memanggil putrinya sembari mengetuk pintu bedroom anaknya. "Nina lagi ingin sendiri, ma." Jawab nya.

Yang membuat ibu Dini bertanya-tanya.

Sementara Akhyar tampak sedih di dalam mobil menuju perjalanan ke rumah Arsyad dan Arsyla. "Maaf kan aku, Nin." Lirih Akhyar dengan rasa bersalahnya.

Sedangkan di rumah sakit.

Dokter baru saja selesai memeriksa Regi dan keluar dari ruangan. Zahrin dengan infus ditangannya, ibu Olivia, pak Hanung dan Alma segera menghampiri nya.

"Bagaimana, dok, dengan keadaan suami saya?" Tanya Zahrin terbata-bata.

Bersambung

1
Vanni Sr
semua novel ny saling berkaitan , jd hrus baca semua ny. g seru. hrus ny stop pke crta baru tp ini saling berkaitan yg di wjibkn baca judul sblm nya biar ngerti hadeeeuh
naisa strong: 😄😄😄trik marketing kak🤣🤣 supaya kakak juga baca yang sebelumnya dan semakin banyak novel penulis yang terbaca oleh pembaca yang alhasil kalau banyak yang koment suka dan baca penulis dapat cuan kak....hehehhehe🤣🤣😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!