NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:253.8k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Golongan

Apa dirinya harus bertemu dengan psikiater mengingat mimpi berulang yang dialami olehnya? Tidak! Hari ini sebelum berangkat kerja, lebih baik dirinya melakukan tes kesehatan terlebih dahulu.

Wanita yang membuka selimut bersiap-siap melakukan segalanya lebih awal. Tidak menyadari kala dirinya melangkah menuju kamar mandi mata Arkan Zoya tiba-tiba terbuka. Tatapan mata begitu dingin dan tajam. Entahlah... tidak seperti Arkan Zoya yang sebelumnya.

***

Seperti biasanya makanan delivery diberikan pada pelayan yang bekerja dan setia pada Fransisca.

Security maupun supir menikmati daging rendang pagi ini. Seperti perintah Fransisca, semuanya berjalan sesuai instruksi.

"Enak... nanti siang dapat apa ya?" Gumam sang security, mengamati koki yang hanya menikmati tahu dan sayur.

"Kamu sih enak bekerja pada nyonya Fransisca." Sang koki berusaha untuk tersenyum.

"Makanya, jangan salah pilih majikan." Sang supir menertawakannya."Nyonya Fransisca berencana memberikan THR tahun baru."

"THR tahun baru?" Tanya sang koki yang tidak memiliki selera makan tahu dan sayur sup hambar.

"Benar! Tapi kenapa kamu tidak makan makanan di dapur saja?" Tanyanya penasaran, pasalnya bukankah koki tugasnya di dapur.

Sang koki menghela napas."Tidak ada satupun dari kami yang diijinkan mengambil bahan makanan atau memasak sendiri di dapur lagi. Kami harus ikut makan makanan yang dikonsumsi karyawan pada umumnya. Jika ada bahan makanan yang hilang kami harus mengganti dengan gaji kami. Kalau dulu, sama sekali tidak ada aturan seperti itu. Makanan untuk karyawan juga lebih baik. Rencananya bulan depan aku mau berhenti." Tekad sang koki.

"Mau cari kerja dimana? Sekarang cari kerja di kota besar sulit. Kalau bisa buka usaha lebih baik buka usaha." Celetuk sang supir.

"Aku tidak punya modal." Sang koki menghela napas.

Kala itulah sang supir sedikit tersenyum. Seperti instruksi dari Fransisca. Tugas mereka bukan ikut, hanya sedikit memprovokasi.

"Kalau aku punya majikan seperti itu, mungkin aku akan bekerja sama dengan karyawan lain untuk merampok hartanya. Tapi syukurlah nyonya Fransisca dan nyonya Naya sudah memisahkan mana karyawan mereka, dan mana yang bukan." Sang supir menghela napas kasar.

Rumah mewah bak istana. Naya dan keluarganya terbiasa dengan deretan hidangan mewah setiap jam makan tiba. Ditambah dengan setiap orang di rumah ini memiliki sopir pribadi masing-masing. Dengan mobil mewah yang boros bensin. Dapat dibayangkan berapa pengeluaran setiap bulannya.

Sebelumnya semuanya menjadi tanggung jawab Arkan Zoya. Dimana pengelolaan keuangan rumah diatur oleh butler. Tapi sekarang tidak lagi, lebih tepatnya setelah Arkan Zoya kecelakaan kemudian semakin sulit keadaannya usai menikahi Fransisca.

Tentu saja untuk menjaga gengsi, Naya akan memilih mencekik karyawan daripada memecat mereka tapi harus memberikan uang pesangon.

Fransisca hanya bersedia membayar jasa pelayan yang bertugas membersihkan kamarnya, butler, para tukang kebun, supir pribadinya dan Arkan, serta security.

Selebihnya Fransisca tidak ingin ikut campur.

Karena itu hanya dengan provokasi kecil maka hati dan koki akan berkobar.

"Menurutmu aku harus bagaimana?" Tanyanya.

"Tidak tau, aku tidak berani memberikan saran. Tapi kalau aku jadi kamu, aku akan menunggu gaji bulan depan. Apa gajinya masih sama banyak atau ada banyak potongan. Jika ada banyak potongan barulah berdiskusi dengan pelayan dan para koki lainnya." Saran dari sang supir dengan mulut yang dipenuhi potongan daging rendang.

"Tapi---" Kalimat sang koki disela.

"Omong-ngomong bulan depan mau aku traktir bakso? Nyonya Fransisca menaikan gajiku dan karyawan lainnya 50%."

Lagi-lagi, api yang sudah berkobar harus disirami bensin. Bagaimana dirinya membandingkan majikannya dengan Naya.

Benar! Gaji besar dan perlakuan yang adil adalah hak mereka. Itulah yang ada dalam pikiran sang koki berusaha keras untuk tersenyum."Ya, bulan depan traktir bakso jumbo."

***

Tapi memang begitulah permainan strategi dalam catur harus dilakukan. Setiap pion bergerak, untuk menjerat musuh.

Fransisca melangkah, mulai sedikit mendengar beberapa pelayan berbisik-bisik tentang keburukan Naya dan keluarganya. Mereka tidak membicarakannya dan Arkan lagi, tidak juga mengatakan kalau dirinya benalu.

"Nyonya muda, aku tidak yakin sebelumnya dia sakit."

"Benar! Paling cuma pura-pura."

"Eh...eh...kalian tau tidak tuan Johan sebenar berselingkuh. Aku pernah mendengar dia menghubungi seseorang dengan nada mesra memanggil sayang."

"Memang ada yang beres di tempat ini. Majikan seperti mereka begitu kejam, sudah kejam pelit lagi."

Itu bagus! Sangat bagus sekali! Fantastis! Hingga kala dirinya melangkah turun menuju lantai satu. Orang-orang itu terlihat.

Mira telah menggunakan setelan jas rapi. Mungkin juga ingin berangkat menuju tempatnya bekerja. Tenang saja, Mira akan mendapatkan pesta penyambutan selamat datang yang begitu mewah. Serius! Ini tidak bohong! Bukan juga sebuah jebakan semata.

Sementara Fransisca melangkah menuruni tangga. Menghela napas tatapan matanya tertuju pada sepupunya yang malang. Dalam hati berdoa, semoga arwahnya akan tenang di sisi-Nya.

Hingga pada akhirnya langkah Fransisca terhenti. Dirinya bertanya dengan lembut, benar-benar nada lembut."Mira pagi ini aku mau chek kesehatan lengkap di rumah sakit. Kamu mau ikut?"

Mira membulatkan matanya, meyakini ini sudah pasti jebakan."Tidak! Aku merasa sudah sehat. Sudah ada juga surat hasil tes kesehatan resmi dari rumah sakit. Aku yakin, dokter Prass hanya salah diagnosa. Walaupun lulusan luar negeri, tapi human eror dapat terjadi."

Fransisca mengangkat sebelah alisnya. Tidak 100%, hubungan badan dapat menularkan virus HIV. Apalagi dengan penanganan tepat dan obat-obatan. Ditambah dengan anak di kandungan Mira. Mengetahui dan menangani lebih awal lebih baik. Ada kemungkinan sang anak tidak akan tertular ibunya. Dan Doni juga, memiliki kemungkinan tidak tertular.

Tapi sekali lagi, jika perkiraan dokter Prass benar. Mira menunjukkan gejala AIDS.

"Aku sarankan untuk tes kesehatan ulang tapi kamu tidak mau. Ini hanya saran dari bibimu tercinta. Sudahlah! Aku berangkat kerja duluan, Mira sayang..." Fransisca mengedipkan sebelah matanya.

Kala mobil mulai melaju ada banyak hal yang tergambar di otaknya. Dirinya mengamati deretan gedung pencakar langit. Menghela napas, matanya menatap ke arah Zedna yang tiba-tiba ingin mengantarnya melakukan tes kesehatan.

"Bagaimana dengan Arkan?" Tanya Fransisca padanya.

"Ada seorang perawat pria yang menjaga tuan Arkan hari ini." Jawaban aneh dari sang butler yang biasanya tidak terpisahkan dari Arkan.

"Kenapa anda mengira kemungkinan juga tertular?" Kali ini Zedna bertanya masalah pribadi? Tidak biasanya.

"10 tahun lalu aku terjatuh dari tebing saat piknik. Untuk menyelamatkan nyawaku Mira mendonorkan darahnya." Fransisca menghela napas kasar.

"Apa golongan darah Nyonya?" Tanya Zedna.

"O negatif, bukan golongan darah langka. Hanya saja cuma bisa menerima donor dari golongan darah O negatif. Tidak bisa menerima dari golongan darah lainnya." Jawab Fransisca.

"Kebetulan golongan darah tuan Arkan O negatif." Zedna seperti mencari celah untuk mengatakan sesuatu atas nama tuannya. Tapi entah apa...

1
Ummah Intan
😭😭😭😭 begitu tega sela melakukan hal biadab pd anak bayi itu
lin sya
ditunggu aksi naya, seorg istri, seorg ibu yg dikhianati, dibohongi dan kehilangan darah dagingnya krn keserakahan dan sft licik suami, jg sahabat, gunakan logika dan rencana yg amazing, jgn pke emosi🤭, bljrlah dri Fransiska jdiin sekutu dlm strategi 😄
Fa'iqoh Siti Elok
emang dasar anak kadal si doni nggak ada usahanya
yesi yuniar
masih beruntung naya memiliki adik dan adik ipar yg benar2 peduli padanya
Rahma Intan
lanjutkan lagi Thor semakin seru 💪 😘😘😘😘😘
Nureliya Yajid
lanjut thor
Nur Wahyuni
johan apa2 masih minta duit naya tapi gak tau diri..
Me mbaca
Naya kak
Wati Ningsih
cepetan kebongkar Thor kok di undur terus 🤦🤦🤦🤦🤦🤦
Anonymous
yaaa ampun menarik sekali ceritany. konfliknya klimak tapi karakternya tidak ada yg menye2. merasa puas aja tiap kali baca setiap episodenya. terima kasih atas cerita menariknya.
Indar
semangat Naya 💪💪 semangat utk membalas semua perlakuan sela terhadap mendiang anakmu
M M Athalla
kok ga ada adegan serigala menghukum polisi kelinci 🤭
Biyan Narendra
Johan johan
Iam Just
sakittt bgt sihhh jadii nayaaa🥲
Rossy Annabelle
next🤯💪
Iam Just
thorrrr akuu sukaaa akuuu sukaa aku sukaaaa
Iam Just
kerennnn😍😍😍 lanjutt thorrrrr
mimief
nyesek nya Ampe nembus layar ya nay 🥹🥹
mau marah,tapi....sudah lama berlalu
Johan, walaupun dan bagaimana pun itu juga adalah anaknya
apa, tidak ada rasa yg tertinggal 🥹🥹
mimief
aaakkkhhhh 🥹🥹😭😭😭😭😭
anggep aja nay.
setiap tetesan air yg turun
adalah waktu dia sedang menyapa dan berusaha memeluk kita🥹
dwi ka
Doni ga pny otak apaya. Dia blg smua harta naya haknya dia, walopun bukan anak kandungnya. Gmn konsepnya tu don? Beneran manusia ga berotak 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!