NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 - Pendekatan ala Fauzi

Sampailah Shakira dan Bunda Nurul di depan rumah kontrakan, sebenarnya bukan kontrakan, tapi lebih ke bentuk rumah tanpa penghuni, di sampingnya juga berdiri rumah besar dua tingkat model minimalis modern. Rumah itu ditinggali oleh Vaughan dan Mario.

"Kamu bisa tinggal disini dan orang yang menyewa rumahnya di samping rumah ini," tunjuk Bunda Nurul ke rumah besar di samping rumah Shakira.

"Silahkan masuk, istirahat lah disini, kami pamit dulu," sambung Bunda.

"Terima kasih untuk bantuannya."

Bunda Nurul mengangguk seraya tersenyum, lalu pamitan membiarkan Shakira istirahat disana.

Mata Shakira menyusuri setiap sudut rumah itu. Setiap ruangnya terlihat sangat rapi, terdiri dari ruang tamu, kamarnya ada dua, dapur, kamar mandi dan di belakang dapur ada halaman untuk menjemur mengarah ke rumah sebelah.

"Ini mah rumah bukan kontrakan kecil, tapi kenapa yang menyewanya baik banget mau menyewakan rumah ini padaku? Belum bayar lagi."

Langkahnya perlahan masuk kedalam, melihat setiap sudut ruangan. Ia menyimpan tas berisi bajunya di dalam kamar yang akan ia tempati, masih dengan mata menyusuri kamar itu. Beberapa kata yang terucap, rapih.

"Dari sini aku akan memulai semuanya, berawal dari rasa sakit dan dikecewakan berharap bisa menyembuhkan lukaku sendiri. Soal hubunganku, aku pasrahkan pada tuhan kemana akan dibawa."

*************

Kamar khusus putri.

"Ya ampun Luna, kamu masih saja berpikir penyebab pertengkaran mereka, ini bukan salah kamu, ini salah dia sendiri. Mendingan sekarang kita istirahat karena nanti sore kita harus kerja lagi menyambung hidup," seru Fira.

Luna belum bisa istirahat, ia terus kepikiran Shakira dan Fauzi. Pertengkaran keduanya terus terpikirkan dan mungkin saja karena ulahnya juga.

"Gak semudah itu Fira, aku tuh gak enak sama Shakira."

"Terus sekarang kamu mau ngapain? Mau bantuin mereka supaya tidak berantem? Ini bukan masalah kamu jadi mendingan lupakan itu deh, biarkan mereka yang menyelesaikan masalahnya sendiri. Udah ah, ayo kita tidur." Fira merebahkan tubuhnya ke atas kasur, istirahat sejenak mumpung hari libur sekolah.

"Kamu duluan saja, aku mau cari angin dulu sebentar," balas Luna melirik Fira.

"Hmmm."

Ia pun keluar kamar, mencari udara segar sekaligus mencari ketenangan. Tujuannya ke taman, disana ada bangku dan ia pun duduk seorang diri.

Pikirannya sedang kacau, bukan cuman memikirkan kehidupannya ia juga memikirkan cara menyelesaikan masalahnya sendiri.

"Hmmm, gak baik seorang gadis diam sendirian di luar," seru seseorang.

Luna terkejut, ia menoleh kebelakang.

"Kamu!"

"Ya, saya. Ini masih pagi loh, masa sudah ngelamun saja," balasnya berdiri di belakang Luna.

"Mas ehh Pak Fauzi ngapain disini?"

"Malah nanya lagi, pertanyaan saya gak kamu jawab? Terus saya minta saat kita berdua jangan panggil pak, mas aja. Pak terlalu tua, boleh sih panggil pak dan itu hanya berlaku ketika saya sedang mengajar."

Luna kembali menoleh kebelakang, heran sama pemikiran laki-laki itu,

"Saya sedang menenangkan diri," balas Luna kembali menatap ke depan memperhatikan lampu-lampu kendaraan di jalan raya.

"Saya minta maaf sudah buat kekacauan, karena saya kamu dan Shakira jadi berantem," sambung Luna merasa bersalah.

Mata Fauzi melirik sebentar, lalu kembali menatap ke depan.

"Bukan salah kamu, semua ini karena kesalahan saya dan wajar saja ada orang yang kurang suka sama tindakan yang dia lakukan. Seharusnya saya yang minta maaf sama kamu karena Shakira sudah berlaku kasar sampai mengancam kamu."

"Wajar sih, dia begitu karena merasa miliknya diganggu," balas Luna.

"Sayangnya saya bukan milik siapapun."

Selepas pertengkarannya dengan Shakira malah membuat Fauzi gila, bisa-bisanya dia mengaku seperti itu pada orang lain.

Luna mendongak menatap Fauzi, mengernyit bingung tidak paham maksudnya apa.

"Gak mungkinlah, buktinya dia sangat marah dan saya bisa melihat betapa dia mencintaimu."

Sudut bibir Fauzi tersenyum sinis. "Cinta? Justru saya tidak percaya dia mencintai saya atau bisa jadi hanya sekedar obsesi untuk menutupi kebohongannya saja."

"Untuk menyembunyikan kelakuannya," sambungnya dalam hati.

Luna tidak paham, ia tidak mau terlalu jauh ikut campur dalam urusan mereka.

"Boleh saya duduk?"

"Ya, boleh ini tempat umum kok," balas Luna seraya menggeser tubuhnya ke ujung kursi.

Fauzi pun ikut duduk paling ujung.

"Kamu menginap juga di sini?"

"Saya pulang pergi, pagi datang sekolah terus sorenya bantu masak terus pulang setelah makan malam. Kalau libur baru saya menginap disini."

"Kamu masih sekolah?"

"Iya, tahun ini lulus."

"Saya kira sudah lulus, wajahmu kelihatan udah dewasa." Jika dibandingkan Shakira, istri jauh kelihatan muda dari usianya. Bahkan banyak yang mengira Shakira anak SMP saking wajahnya baby face, beda sama Luna terlihat dewasa dari usianya.

"Banyak orang bilang seperti itu kok, mungkin karena keturunan juga." Interaksi keduanya mengalir begitu saja, kadang tertawa saat saling bercerita.

Kebersamaan mereka berdua tak sengaja diperhatikan oleh dua pasang mata berbeda di tempat berbeda pula namun masih satu Mario dan salah satunya lagi Raka.

"Sialan tuh si Fauzi, gue kira dia mikir setelah gue nasehati, eh tak tahunya makin menjadi mendekati Luna. Merasa bersalah gak sih, Shakira kelihatan terluka eh dia malah kelihatan biasa saja." Raka menggerutu kesal atas sikap Fauzi.

"Belum ada perpisahan dia malah mendekati wanita lain, sudah jadi suami malah tebar pesona, awas aja gue akan rebut Shakira dari tangan elo. Sekalipun gue bajingan tapi gue bukan orang yang suka cari pelampiasan," gumam Mario.

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!