Gadis 19 tahun, yang dijual sang Ibu tiri kepada pria asing. Pria itu mengakui dirinya adalah suami dari, Alena Grazia, gadis 19 tahun yang menikah tanpa sepengetahuannya. Hubungan satu malam terjadi, panas. Dendam pada sang ibu tiri dan kakak tirinya yang telah membuatnya menjadi tidak suci, bahkan diusir oleh ayahnya, membara. Dendam itu membutakan matanya, Alena bertekad untuk merebut kembali aset perusahaan sang ibu, yang meninggal ketika dirinya masih sangat kecil, dan mencari tahu, apa penyebab kematian sang Ibu yang mendadak itu.
Alena harus membesarkan kedua anaknya tanpa seorang suami. Dia membesarkan buah hatinya di negeri orang. Alena kembali, dengan dendam. Dia berusaha mendekati orang terkaya se-Asia. Arga Wilson, pria beristri. Identitas nya sangat tertutup, bahkan sang istri lebih misterius dari dirinya. Alena bertekad, mendekati Arga Wilson, untuk membantunya mengambil alih perusahaan sang Ibu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Black Lotus Ice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9. -Melakukan Hal Jahat-
Chapter 9. -Melakukan Hal Jahat-
Alena di tarik paksa oleh Arnon, dia membawa ku ke taman belakang dan duduk di kursi taman.
Koper dan barang barang yang ku bawa telah di rapihkan ke dalam kamarku yang dulu. Karena sebelum Alena dan Arnon datang ke taman, mereka sempat singgah ke kamar Alena.
"Kakak, apa masih sakit?" Tanyanya Arnon dengan wajah cemas. Alena menggeleng gelengkan kepala dengan cepat.
"Tapi ini bengkak loh..." Sambungnya lagi Arnon yang sedang menunjuk pipi bekas tamparan Tn. Bram.
"Udah..., Gak apa apa kok, kamu jangan terlalu cemas, cuma bengkak doang.." Ujar Alena berdalih mencoba menenangkan Arnon.
"Ughh!!! berani sekali pria tua Bangka itu menampar dirimu, kak!! Aku akan mengingat nya sampai kapan pun!" Kata Arnon dengan lantang.
"Udah ah..., Kita balik aja ke dalam. Sebentar lagi waktunya makan siang." Ucapnya Alena sembari berdiri dan melangkahkan kaki ke dalam rumah, Arnon mengikuti langkah Alena ke dalam rumah.
***
Saat waktu makan siang sudah tiba, semua orang berkumpul di meja makan sembari menunggu hidangan di siapkan. Alena sudah duduk di kursi makan sedari tadi bersama yang lainnya.
Keheningan terjadi di ruangan itu. Tak ada satupun orang yang berbicara kecuali langkah kaki para pelayan yang sedang berlalu lalang menyiapkan makanan.
"Ayah, aku ingin bekerja di Perusahaan..." Ucap Alena memecahkan keheningan. Seketika mata Tn. Bram terbelalak.
"Apa!? Kau mau bekerja sebagai apa? Tukang membersihkan toilet?" Tanya Tn. Bram menghina. Alena mengernyitkan dahinya.
"Boleh saja, tapi jangan salahkan aku jika berita kau memperlakukan nona Grazia dengan tak sewajarnya!" Ancamnya Alena dengan tampang tenang.
"Kau...!!!" Tn. Bram mulai marah dan hendak berdiri, tapi Ny. Rika menahan lengan Tn. Bram.
"Tenang lah suamiku..., Biarkan saja Alena bekerja di perusahaan..." Ny. Rika berpura pura baik di depan Tn. Bram.
"Bu...!!" Sahutnya Rara secara tiba tiba. Ny. Rika mengalihkan pandangannya dan mempelototi Rara.
"Diamlah sayang, kakak mu sudah waktunya bekerja, kau harus menyelesaikan kuliah mu dulu, satu 2 Minggu lagi kamu juga kan menjadi sarjana muda kan?"
Seketika Ny. Rika memasang tampang baik, Alena menyunggingkan senyumnya. Arnon melirik Alena.
"Bagus sekali..., Akting mu sangat bagus Ny. Rika, tapi tak lama lagi semua kebohongan ini ini akan terbongkar, dan semua kekayaan yang harusnya menjadi milikku, akan ku ambil kembali. Di lain hari, kau yang akan ku usir bersama anak perempuan mu!" Batinnya Alena.
"Baiklah..., Karena ibu mu yang memintanya, maka kau bisa bekerja di perusahaan." Ucapnya Tn. Bram dengan terpaksa.
"Aku ingin menjadi wakil direktur utama perusahaan!" Alena mengajukan hal yang tak masuk akal bagi Tn. Bram. Jika iya Alena menjadi wakil direktur, dia bisa melakukan apa saja.
"Tapi...," Ucapnya Tn. Bram terpotong.
"Dengar..., Apa anda mengkhawatirkan sesuatu? Ayolah ayah, nantinya juga siapa yang akan menggantikan mu menjadi direktur utama perusahaan?" Tanya Alena dengan senyuman liciknya. Rara yang sudah mengepalkan tangannya menahan amarah itu masih bersabar.
Tn. Bram terdiam. Alena bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Tn. Bram dengan langkah pasti.
Dia berdiri di belakang Tn. Bram sembari mengalungkan tangannya di leher Tn. Bram, wajah Alena mendekati wajah Tn. Bram. Sekarang wajah Alena berada di dekat telinga Tn. Bram.
"Apa kau takut jika kejahatan mu akan terbongkar ayah? Dengarkan baik baik, aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku dan membongkar semua kasus janggal di balik meninggal nya Mama...," Bisiknya Alena di dekat telinga Tn. Bram. Dengen Senyuman devil dia berhasil membuat Tn. Bram menelan Saliva nya bulat bulat.
"Apa yang kau maksud?" Tanyanya Tn. Bram berbisik, terlihat jika eskpresi gelisah mulai terlihat di wajahnya itu.
"Nanti juga kau akan mengetahui itu...!!" Balasnya Alena berbisik.
Dan... Cuuuppppp!!
Alena langsung mencium pipi Tn. Bram dengan wajah yang seketika berubah. Wajahnya berubah dari devil ke cute dalam hitungan detik.
"Ayolah Ayah..." Bujuknya Alena dengan wajah cute. Siapapun tak ada yang mengetahui jika Alena mengancam Tn. Bram tadi.
"Anak ini..., Sangat pandai dalam berakting! Aku tak boleh kalah begitu saja. Jika dia sampai membongkar kasus kematian Natalia yang sangat mendadak itu, maka aku dan Rika akan masuk ke dalam sel tahanan. Bahkan mungkin kami tak akan melihat cerahnya sinar matahari lagi selama nya!" Batinnya Tn. Bram penuh ke khawatiran.
"Ah.., Iya! Kau bisa bekerja di sana sebagai Wakil Direktur Utama." Balasnya Tn. Bram tersenyum paksa.
Alena kembali duduk di tempatnya tadi. Dengan memasang wajah tak berekspresi, dia duduk tenang.
"Kak, apa yang kau bisikkan pada Ayah? Kenapa dia bisa mengizinkan mu menjadi wakil direktur utama?" Tanya Arnon dengan berbisik.
"Hanya trik trik kecil...," Jawabnya Alena sembari mengedipkan salah satu matanya. Wajah Arnon memerah dan langsung memalingkan wajahnya.
"Kakak ini apa apaan sih? Pake rayuan segala. Tapi kakak Alena lebih cantik dari pada Nenek Sihir itu..." Batinnya Arnon dengan wajah malu malu kucing.
Tak lama dari itu makanan datang dan mereka semua mulai makan siang. Siang telah berlalu menjadi malam. Di kamar Tn. Bram, dia sedang mondar mandir tak jelas dengan wajah gelisahnya.
Sesekali dia menendang barang barang yang ada di sekitarnya hingga hancur. Ny. Rika tiba tiba saja masuk ke dalam kamar Tn. Bram.
"Suamiku, ada apa ini?" Tanya Ny. Rika mencoba menenangkan Tn. Bram.
"Tidak...!! jangan sampai anak sialan itu membongkar kasus kematian Natalia!" Jawabnya Tn. Bram dengan wajah marah. Mata ny.rika terbelalak saat mendengar kata kata kematian Natalia.
"Apa yang kau maksud?" Tanyanya lagi Ny. Rika sembari mengernyitkan dahinya. Tn. Bram duduk di atas ranjang dengan keadaan marah.
"Tadi saat makan malam, dia mengancam ku. Dia berkata bahwa dia akan membongkar semua kejanggalan dalam kematian Natalia, dan juga dia akan merebut semua kekayaan Natalia..!!!" Balasnya Tn. Bram agak membentak.
Ny. Rika terkaget kaget mendengar perkataan itu. "Jadi..., Dia sedang menyelidiki kita?" Ucapnya Ny.Rika malai panik.
Sementara itu, di kamar Alena, dia sedang mendengarkan pembicaraan Tn. Bram dan Ny. Rika melalui alat yang sudah di pasangnya.
Alena diam diam menempelkan alat perekam di kerah baju Tn. Bram saat dia melingkarkan tangannya di leher Tn. Bram saat makan siang.
Dia tersenyum jahat. "Hahah, aku hanya butuh waktu untung membongkar kejahatan kalian, dan menjebloskan kalian ke dalam penjara!"
Ucapnya Alena dengan tawa jahatnya. Tapi seketika berhenti ketika mengingat semua data data kekayaan sudah di ganti nama, atas nama Bram Sanjaya.
"Aku harus mencari orang berpengaruh yang mendukung di belakangku. Tapi siapa?" Gumamnya Alena. Dia menyalakan ponsel nya lalu mencari di internet, siapakan orang paling kaya di Asia.
"Arga Wilson, pewaris Keluarga Wilson. Dia mempunyai adik perempuan yang bernama Ara Wilson. Pria terkaya se-asia itu, di ketahui sudah menikah dengan wanita misterius..." Alena membaca bab per bab halaman dalam layar ponselnya dengan amat sangat teliti.
"Cih!! Sudah beristri? Tapi Bagiku tak masalah, aku bisa menyingkirkan istrinya. Bagaimana pun, aku harus memenangkan dukungan darinya!"
Gumamnya Alena dengan senyum Evil. Dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai terlelap.
akhirnya up
kemana arah ceritanya
ceritanya terlalu banyak rahasia...
next thor...
next....