Di tahun 3000 terjadi kekacaun dunia. Banyak orang berpendapat itu adalah akhir zaman, bencana alam yang mengguncang dunia, Gempa bumi, lonsor, hujan yang disertai badai..
Saat mata mereka terbuka, dunia sudah berubah. Banyak orang yang tewas akibat tertimpa bangunan yang roboh dan juga tertimbun akibat tanah longsor.
Tapi, ada yang berbeda dengan Orang yang terkena air hujan. Mereka tiba-tiba menjadi linglung, bergerak dengan lambat, meraung saat mencium bauh darah.
Yah, itu Virus Zombie. Semua orang harus bertahan hidup dengan saling membunuh. Kekuatan yang muncul sedikit membantu mereka untuk melawan ribuan Zombie.
Lima tahun berlalu, Dunia benar-benar hancur.. Tidak ada lagi harapan untuk hidup. Sumber makanan sudah habis, semua tanaman juga bermutasi menjadi tanaman yang mengerikan.
Aruna Zabire, memasuki hutan yang dipenuhi hewan dan tumbuhan mutasi. Dia sudah bosan untuk bertahan, tidak ada lagi keluarga dan kerabat. Mereka semua tumbang satu persatu ditahun ketiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Menggunakan Elemen
Di tengah hutan, terjadi pertarungan yang tidak seimbang. Aruna dan yang lainnya melawan dua atau tiga sekaligus. Kekuatan lawan sedikit terkuras setelah ditekan dengan kekuatan mental.
Meski tidak seimbang, kelompok Aruna tetap bisa menjatuhkan mereka. Namun ada yang aneh, hanya berselang beberapa menit kekuatan para Bandit kembali dan begitu seterusnya, sehingga kelompok Aruna mulai kehabisan tenaga.
Teenggg..
Teengg..
Tenggg..
Yuan Zhi beradu pedang dengan sang Ketua Bandit, "Hahaha, menyerah saja! Kau tidak akan bisa mengalahkanku!" Dia tertawa mengejek melihat Yuan Zhi sudah mulai kelelahan.
Yuan Zhi tidak menghiraukan provokasinya, dia tetap bertekad untuk mengalahkannya, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, selama tiga bulan, baru kali ini dia menemukan sedikit jejak mereka. Tapi tak sangka Kekuatan Bandit itu benar-benar lebih kuat darinya, meski dia lebih tinggi setingkat.
Aruna sangat yakin, keanehan itu terjadi karena asap hitam yang masih ada di area sekitar. Dia juga sudah mulai kelelahan, dan saat ini dia tidak tau bagaimana cara menghilangkan asap hitam. Apakah dia harus membunuh mereka satu persatu menggunakan belati? Tidak, itu sangat melelahkan. Atau apakah dia harus membius mereka? Tidak perlu, kali ini dia tidak ingin jadi pengecut.
"Lin bersiaplah!" pinta Aruna sedikit berteriak, karena suara dentuman pedang lumayan berisik.
"Baik!" Lin sedikit antusias, akhirnya yang dia tunggu datang juga. Dia harus berterima kasih dengan para Bandit, karena mereka akhirnya dia bisa menggunakan Elemennya.
Aruna memintanya untuk memisahkan Ketua Bandit, sehingga Lin mengikatnya terlebih dahulu, sebuah sulur muncul di kaki dan melilitnya dan terjatuh.
"Apa yang kau lakukan? Ini, bagaimana bisa akar-akar bergerak?" Terkejut? Tentu saja, mereka tidak pernah melihat hal seperti ini. Sulur itu bergerak dan mengikat tangannya, dia berusaha menahan, tapi sulur itu sangat kuat.
Dia digantung di atas pohon dengan posisi terbalik. Para Anak buahnya tidak bisa datang membantu karena mereka masih beradu pedang.
"Waahh, ini sangat menyenangkan. Mari kita lanjut!" Dia kembali menggerakkan tangannya dan sulur di berbagai arah muncul di bawah tanah menarik mereka satu persatu.
Setelah terkumpul menjadi satu, Lin mengikat mereka sekaligus membentuk lingkaran. Sehingga Yuan Zhi dan yang lainnya bisa istirahat.
"Heii, apa yang kau lakukan? Lepaskan kami!" dia berteriak sambil berusaha untuk melepaskan sulurnya.
"Kau, jangan macam-macam! Jika kami mati, kalian tidak akan tenang!" ancamnya.
Lin mengikat lebih kuat, membuat mereka berteriak kesakitan. "Kalian memang pantas mati. Ya, hidup kami tidak akan tenang jika kalian masih hidup."
Aruna dan yang lainnya mengangguk setuju, para Bandit ini memang sangat meresahkan, orang-orang tidak bisa tenang dalam melakukan kegiatan, apalagi di luar rumah.
"Giliran kalian berdua!" Aruna membiarkan mereka untuk turun tangan.
""Baik!"
Chen dan Ozian berdiri di posisi yang berbeda, Keduanya berkonsentrasi, dan barulah mengulurkan tangan saat merasakan aliran api sudah berada di telapak tangan.
Cessss
Cessss
Bola api menghantam mereka, para Bandit berteriak minta tolong untuk dilepaskan, tapi sayang sekali api itu memakan mereka semua hanya dalam hitungan menit.
Ketua Bandit yang masih bergelantungan di atas pohon melihat semua kejadian itu dengan perasaan campur aduk, semua anak buahnya mati begitu saja di depannya, dan dia tidak bisa melakukan apapun. Dia memejamkan matanya menahan amarah, untuk saat ini, dia hanya bisa pasrah, dan akan memikirkan cara untuk kabur, dan membalaskan dendam para Anak buahnya.
Yuan Zhi dan dua pengawalnya hanya bisa mematung melihat aksi mereka semua. Sejak kapan Negara Xu memiliki harta yang sangat berharga? Kekuatan Elemen, hanya ada sisa tiga orang yang memilikinya. Dan mereka ini, sejak kapan? Kenapa tidak ada kabar sama sekali, Apakah mereka sengaja menutup diri.
"Aku harap kalian tidak buka mulut!" Tiba-tiba Aruna buka suara dan memberi peringatan.
Yuan Zhi yang sangat peka segera menjawab. "Kalian tenang saja, kami bisa dipercaya!" Memang terkadang ada orang yang tidak ingin terlihat menonjol, jadi Yuan Zhi tidak akan pernah buka mulut.
"Baiklah, mari kita lihat ke bawah tanah!" Seru Aruna.
"Apakah sudah aman?" tanya Ozian.
"Ya, hanya ada beberapa orang yang dikurung. Mungkin mereka adalah korban!"
Aruna turun melewati tangga yang disusun rapi menggunakan bebatuan. Lumayan jauh ke bawah, ada beberapa ruang seperti kamar tidur dan dapur, bahkan perabotannya sangat lengkap. Menandakan mereka sudah menetap di markas tersebut.
Ada lima orang yang di kurung dalam kamar, semuanya wanita cantik, meski kurus kulit mereka putih bersih dan terawat. Aruna membuat mereka tidak sadarkan diri, dan meminta mereka membawanya keluar.
Aruna mengambil semua hasil jarahan mereka, Bandit ini lebih kaya daripada Bandit sebelumnya. Setelah dikosongkan, Aruna menghancurkan Markas itu, kali ini tidak membakarnya, hanya perlu runtuhkan.
Aruna mengeluarkan semua hasil jarahannya, "Bagaimana kalian membawanya? Apakah kalian punya batu penyimpanan?"
"Ada, tapi ini terlalu banyak! Ruangnya tidak cukup!" Yuan Zhi menjawab dengan jujur, batu penyimpanan miliknya hanya sebesar peti, biasanya dia hanya menyimpan pedang, uang dan beberapa pakaian.
Aruna tidak banyak tanya, dia mengeluarkan satu inti kristal level satu, yang ruangnya sekitar 20 meter. "Gunakan ini! Sekalian masukkan mereka juga!" tunjuknya pada korban yang tidak sadarkan diri.
Yuan Zhi tak percaya, batu penyimpanan adalah benda yang sangat berharga bagi mereka yang memilikinya. "Apakah tidak masalah?"
"Tidak masalah," Aruna menjelaskan cara kerjanya, meneteskan darah dan menggunakan tenaga dalam untuk menggunakannya.
Yuan Zhi mengangguk paham, karena begitulah cara mengikat sebagai pemilik. Melihat ukuran ruang yang sangat lebar membuatnya tak bisa berkata apa-apa. Dia selalu mendapat kejutan selama mengenal mereka.
Ozian, Lin dan Chen tidak iri, karena mereka juga sudah memilikinya. Aruna memberi mereka inti kristal level dua, tentu ruangnya lebih besar dari yang level satu.
"Bisakah kita bicara berdua!" Yuan Zhi menatap Aruna dengan perasaan campur aduk, kenapa gadis kecil ini begitu hebat, jika dibandingkan dengan dirinya, tidak setara sama sekali.
"Baiklah!" Aruna meminta yang lainnya kembali lebih dulu, dan mereka akan bertemu di tempat sebelumnya, mereka juga makan siang bersama.
Setelah melihat mereka menjauh Yuan Zhi langsung membari hormat dengan posisi militer. "Terima Kasih atas bantuannya!"
"Ehh, jangan seperti itu. Kita ini teman, jadi wajar saja jika saling membantu!" Aruna tidak suka melihatnya.
Ternyata Aruna sudah menganggapnya sebagai teman, ini membuatnya sangat bahagia. Sangat jarang ada orang yang mau berteman dengannya, mereka bertemu saja serasa melihat musuh.
"Hmm, pasti akan hadiah untukmu dan yang lainnya!" Dia tidak ingin Aruna bekerja sia-sia
"Tidak perlu, aku sudah mengambil 4 tael emas di dalam peti emas tadi!"
"Itu masih kurang! Kamu tidak boleh menolaknya!" Dia tidak marah karena Aruna mengambilnya secara diam-diam, jika Aruna ingin mengambil semuanya, maka dia akan memberikannya, karena tanpa Aruna, dia tidak akan bisa menemukan markas para Bandit.
Dan akhirnya, dia menemukan petunjuk di dalam laci. Nama-nama korban yang mereka culik, Nama-nama orang yang sukarela menjual diri, lengkap dengan hari dan tanggalnya. Bahkan, di situ juga tertulis di mana para korban dibawah.
"Hmm baiklah jika kamu memaksa. Tapi jangan sampai dipertemuan selanjutnya kita bertemu lagi di hutan !"
Yuan Zhi tertegun, dan tertawa kecil. "Ya semoga saja!" Dia juga berharap mereka bisa bertemu lagi di tempat yang berbeda.
Keduanya kembali di tempat mereka kumpul, Aruna mengeluarkan nasi kotak karena tidak sempat untuk memasak, mereka sudah lelah, dan jam Makan siang juga sudah lewat. Aruna juga memberi mereka Air Spiritual, agar tenaga cepat pulih, karena mereka harus melanjutkan perjalanan.
"Kalian Kembali ke Kota Longwan?" tanya Ozian.
"Ya, hutan ini masih di daerah Kota Longwan!" Xiao Ting yang menjawab, dia sudah akrab dengan Ozian.
Setelah berpamitan, Aruna dan yang lainnya melanjutkan perjalanan, mereka mengejar waktu karena harus melewati beberapa Desa yang masih di bawah yurisdiksi Kota Longwan.
Yuan Zhi juga sudah bersiap, dia sudah tidak mersakan lelah sama sekali. Tapi tenaga dalamnya banyak terkuras karena menggunakan Elemen. Seharusnya dia harus menggunakan aliran Spiritual, tapi di Negara Xu aliran itu sudah sangat tipis, perlu beberapa tahun untuk digunakan sekali saja.
Tapi tiba-tiba Aruna memberinya sebuah pil. Katanya, untuk memulihkan tenaga. Yuan Zhi menyimpannya, dia akan meminumnya sesuai arahan Aruna. 'Ingat ya, kamu harus bermeditasi di tempat tertutup'.
Author baca berulang-ulang kok sebelum up.😁 Tapi kadang masih ada yang nyelip.🤭
ceritanya keren banget 🫰🙆♀️😊