NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Happy reading<<<<<<<

<

 

"Nggak, terus Kakak mau ngapain? Jangan usik keluarga Aku Kak. Jangan punya rencana buat jatuhin perusahaan Papa Aku." ujar Imlie. Karena Aryan seding menawarkan hal itu tapi dia tidak mau.

"Tapi.....

"Udah Kak. Aku mohonnn

udah. Sekarang Aku hanya butuh pelukan Kakak." ujar Imlie yang memang sejak kemarin ingin mendapatkan dekapan yang selalu kehangatan ini sekaligus bisa berubah menjadi dekapan yang sangat Imlie takutin.

"Tinggal sama Gue." ujar Aryan membuat Imlie melepaskan pelukan itu.

Degh

"Nggak, nggak mau." tolak Imlie mentah mentah.

"Tapi, mereka akan terusss nyakitin Lo terus." ujar Aryan. Nggak sadar diri kalau dia juga yang lebih menyakiti Imlie.

"Nggak, pokoknya Aku nggak

mau." ujar Imlie takut dan Aryan kembali menariknya untuk memeluknya.

"Oke, Gue nggak bakal maksa. Tapi, kalau Lo udah capek, tinggal saja sama Gue.." ujar Aryan dan Imlie hanya mengangguk kecil menenggelamkan wajahnya di dada Aryan.

"Kita ke rooftop ya. Gue udah bilang sama Mio buat bawain makanan ke atas." ujar Aryan dan Imlie hanya mengangguk saja.

Imlie hendak mengambil makanan yang di berikan Aryan itu. Tapi, langsung di tarik Aryan dengan cepat.

"Udah, nggak usah.."

"Tapi,.....

"Nurut, atau Lo bakal lihat perkelahian antara Gue dan Pria itu." ancam Aryan dan Imlie menurut saja.

Setelah sampai di rooftop Imlie duduk di kursi dekat Aryan dengan tangan Aryan yang mengusap kepala gadisnya lembut. Imlie hanya diam saja.

"keberanian waktu di kelas tadi, kemana hmm? Gue udah di sini mau di ulti nggak?" tanya Aryan Menggoda gadisnya.

"Nanti." jawab Imlie santai membuat Aryan gemes sendiri.

Ceklek

makananya." ujar Bobop dan berniat duduk di sebuah kursi juga. Tapi, di tatap tajam oleh Aryan.

"Hehhe bercanda bro. Biasa aja mukanya tuh. Hehehe." ujar Bobop dan lari terbirit birit.

"Makan." ujar Aryan. Imlie pun hanya menatap makanan itu saja.

"Makan sendiri atau Gue suapin, hmm?" tanya Aryan karena Imlie hanya menatap makanan itu saja.

"Nggak usah, Aku makan sendiri aja." ujar Imlie dan mulai memakan nasi goreng itu menggunakan tangan kiri, karena tangan kanan terluka lagian Imlie nggak mau menunjukkannya pada

Aryan.

Melihat itu Aryan nampak curiga dia pun menjulurkan tangannya ke belakang Imlie, kemudian menekan tangan gadisnya sedikit.

"Sssh, Kak." ringis Imlie.

"Kenapa di sembunyiin, hmm?" tanya Aryan dan menyingkap cardigan itu dan melihat telapak tangan Imlie yang di perban.

"Siapa?" tanya Aryan.

"Hah? Maksudnya?"

"Siapa, hmm?" tanya Aryan dan Imlie masih terdiam.

"Lo tau maksud Gue apa, siapa yang lukai Lo?" tanya Aryan

mengusap perban itu.

"Oh itu, Aku ketumpahan air panas." bohong Imlie.

"Yakin?"

"Ya-kin kok Kak." jawab Imlie.

"Pasti ulah keluarganya lagi." batin Aryan.

"Eh, kenapa makanannya di ambil lagi Kak?" tanya Imlie yang sedang asyik makan.

"Gue suapin, Nggak baik makan pakai tangan kiri." ujar Aryan dan Imlie hanya pasrah di suapin Aryan.

"Eh, Kak.. Kenapa di makan?" tanya Imlie dengan mulut mengunyah makanan.

"Nggak boleh?" tanya Aryan.

"Bukan gitu Kak, Kakak nggak jijik, itu kan bekas Aku." ujar Imlie.

"Nggak." jawab Aryan dan kembali menyuapi sesendok nasi yang banyak.

"Kwaak." ujar Imlie, sangat lucu dengan pipinya yang semakin mengembung karena makanannya.

"Lucu.. Cup cup." Aryan dengan cepat mencuri kecupan di pipi gadisnya yang tampang menggemaskan.

"Kwaaak." ujar Imlie melotot.

"Makan Sayang, Habisin." perintah Aryan dan kembali menyuapinya.

"Nanti pulang bareng Gue." ujar Aryan mengusap bibirnya gadisnya ini.

"Hm." jawab Imlie berdehem.

"Yaudah, Gue antar ke kelas." ujar Aryan.

"Nggak Aku mau di sini dulu. Soalnya jam ketiga kosong." ujar Imlie.

"Yasudah Temani Gue ke lapangan Gue mau main basket, bisa kan?" tanya Aryan dan Imlie senang.

"Aku di sini aja gimana Kak? Nanti Kakak bisa ke lapangan." ujar Imlie.

"Nggak, bisa.. Lo harus ikut Gue." ujar Aryan

"Baiklah." pasrah Imlie akhirnya.

Selama perjalanan Aryan menggenggam erat tangannya Imlie mengaitkan jari jemari mereka, Imlie hanya berjalan dengan tatapan risih tidak terbiasa menjadi pusat perhatian karena biasanya itu Viona.

"Ck, Kak..." lirih Imlie dan memaksa melepaskan genggaman itu membuat Aryan mengernyit.

"Kenapa, hmm?" tanya Aryan dengan suara rendahnya.

"Kak, lepasin tangan Aku, risih tau nggak." ujar Imlie pelan membuat Aryan semakin mengeratkan genggaman itu.

"Lo risih sama Gue?" tanya Aryan berhenti dan menatap wajah gadisnya dalam.

"Bukan gitu Kak, itu banyak yang lihat." ujar Imlie pelan.

"Santai Sayang jangan di peduliin." jawab Aryan dan kembali melangkah kan Kakinya.

"Beruntung banget ya."

"Auww coupel Gue gemes banget sih." bisik bisik para siswi.

"AR.. GUE MAU NONTON LATIHAN LO. BOLEH KAN GUE IKUT?" teriak Viona yang langsung lari menghampiri Aryan dan Imlie membuat Aryan mengangguk hangat. Tangan kirinya terangkat mengusap kepala Viona lembut.

"Udah selesai makannya?" tanya Aryan.

"Udah dong. lagian Kamu sih ninggalin Aku." ujar Viona manja.

"Sorry." jawab Aryan dan mengeratkan genggamannya tangannya pada Imlie karena Imlie berniat melepaskannya.

Aryan meneloh dan memberi tatapan peringatan pada Imlie.

"Ck, membosannkan." batin Imlie menatap malas mereka.

"Yasudah, Ayo ke lapangan." ujar Viona.

"Li, nggak papa kan Gue ikut?" lanjut Viona pada Imlie dan Imlie hanya mengangguk malas.

Dengan cepat Viona langsung mengandeng tangan kirinya Aryan.

Mereka pun berjalan bersama Aryan nampak tidak risih membawa dua gadis itu bersamanya.

Sepanjang jalan Viona hanya tersenyum sini.

"Imlie, Imlie, di antara Lo dan Aryan harus ada Gue. Eh, lebih tepatnya di antara Gie dan Aryan Lo yang jadi orang ketiganya." batin Viona. Sedangkan semua orang hanya menatap mereka dengan tatapan berbeda beda. Ada yang kasihan sama Imlie dan ada yang nggak suka lohat Viona tapi ada juga yang menyukai kedekatan Viona sama Aryan begitupun

kedekatan Aryan sama Imlie.

"Pengeran beristri dua." bisik bisik para siswi.

Setelah sampai di lapangan Aryan menyuruh dua gadis itu untuk duduk di podium bersama cewek cewek dari anggota basket yang juga ikut main juga.

"Gue ke ruangan dulu buat ganti baju. Kalian tunggu di sana saja." ujar Aryan.

"Eh, Ar Gue berang Kamu ya." ujar Viona membuat Imlie menatapnya.

"Kak Aryan mau ganti baju, masa Lo mau ikut?" tanya Imlie.

"Ya, bukan gitu sih Li. Tapi, baju basketnya Aryan kan memang

selalu di tas Gue." ujar Viona ada nada bangga dalam perkataanya.

"Mau ikut, hmm?" tanya Aryan pada Imlie.

"Nggak." jawab Imlie singkat dan berjalan menuju podium.

"Ck, sedekat itu ya ternyata." batin Imlie dan Aryan hanya menatap punggungnya Imlie yang menjauh.

"Wow! Itu siapa bro?" tanya seorang Pria dari sekolah Tunas bangsa yang kebetulan ikut latihan bersama Aryan karena mereka memang geng blackxabir juga.

"Kagak tau, tapi sepertinya dekat sama Ketua." ujar temannya.

"Mungkin kali, kalau ceweknya

kan nggak mungkin. Karena Ceweknya Ketua buat Viona kan." ujarnya lagi dan tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Imlie.

Tapi Imlie hanya memutar matanya dan menatap tak peduli.

"Wow!! Dia satu satunya gadis yang tak baper dengan ketampanan Gue." ujar Pria itu.

"Menarik juga kan dia." ujar temannya.

"Heh, itu gebetan Gue ya. Jangan macam macam Lo." ujar Pria itu yang sudah menjadikan Imlie sebagai gebetannya.

Tak lama latihan pun mulai, Viona duduk di paling depan dan menyemangati Aryan sedangkan Imlie hanya melihat mereka malas.

"Ck, membosannkan sekalih. Mau nyemangati Kak Aryan tapi udah ada Si Viona ini. Jadi, diam aja deh." ujar Imlie yang sedang memegang sebotol air minum dan handuk kecil yang dia ambil lagi tadi.

"WOW! BOS KEAHLIAM LO SEMAKIN HARI SEMAKIN HEBAT." ujar Pria tadi yang menyukai Imlie.

"Thanks." jawab Aryan karena sekarang sedang berhenti sebentar.

"Apalagi di semangati sama Cewek gitu Bos, bikin tamba semangat." ujar Pria itu dan menatap ke arah podium kemudian menatap Imlie yang hanya diam.

"Cantik." celetuknya membuat Aryan menatapnya.

"Siapa?" tanya Aryan.

"Ada deh Bos, Gebetan baru. Abis ini Gue mau nembak dia ah. Cinta pandangan pertama gitu Lo. Gue memang Cowok brengsek dan playboy, tapi pilihan terakhir Gue, bakal Gue cari cewek baik baik kaya dia." ujarnya dan kembali bermain basket sedangkan Aryan tak pusing. Tidak tau saja yang di bicarakan temannya itu adalah gadisnya.

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!