NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.9. Manut yo, jadi orang harus berguna. [RUKMINI.

Ibunya Rukmini datang bersama dukun bayi yang pernah mengurut Rukmini beberapa bulan lalu, Tapi bahkan sebelum dia mulai mengurut Rukmini, dukun bayi itu tahu Rukmini memang sedang mengandung. Tubuh ibu hamil akan terlihat oleh ahlinya tanpa harus di periksa sekalipun.

Perubahan pada tubuh terutama bagian dada, serta aura nya pun berbeda. Rukmini hamil..

"Ho'oh iki, meteng (hamil) iki." Ucap dukun bayi, kedua orang tua Rukmini terkejut, Rukmini lebih - lebih terkejut.

"Kok iso?!!" Tanya ibunya, dia menghampiri Rukmini dan menempeleng kepala Rukmini.

"Koe di perkosa sopo, hah!!?" Teriak ibunya, Rukmini menangis memegangi kepalanya karena sakit.

"Ndak bu, Mini ndak di perkosa siapa - siapa lagi." Ucap Rukmini, tentu ibunya tidak percaya.

Tapi ayah nya ingat, hari terakhir saat Parto hidup adalah hari dimana Parto sedang menggauli Rukmini di semak - semak.

"Jangan - jangan iki anake Parto, bu! Waktu aku mergoki mereka, Parto memang lagi.." Ucap ayah Rukmini, ibunya menutup mulut nya, pun dengan dukun beranak itu, mereka terkejut.

"Parto ne sopo? Parto yang hilang beberapa bulan lalu iku??" Tanya paraji, ibunya Rukmini mengangguk.

"Setelah ketahuan sama bapak nya Mini dia lagi merkosa Mini, dia kabur." Ucap ibunya Rukmini, tidak mungkin juga dia bilang Parto sudah di bunuh.

"Ealahh! Nduk, koe melaske tenan." Ucap paraji, sambil mengusap kepala Rukmini.

"Mbak, bisa luntur (gugur) kan, ndak?" Tanya ibunya Rukmini.

"Yo iso, cuma iki sudah lumayan besar, takut beresiko." Ucap paraji, tapi ibunya Rukmini seperti memohon.

"Gugurke mbak, tolong." Ucap ibunya Rukmini, di sana Rukmini hanya diam saja, seolah dia pasrah.

"Yo wes, nduk.. Ayo tak bantu." Ucap paraji itu, Rukmini mengangguk.

Saat itu juga di jalankan proses aborsi, paraji itu mengurut perut Rukmini agar janin nya keluar. Tentu rasa sakit nya luar biasa, Rukmini bahkan sudah pendarahan hebat.

"Aaaaaaarg!!!"

"Wa, sakit!!!" Teriak Rukmini, paraji tetap fokus mengurut perut Rukmini.

"Tahan yo nduk, iki demi masa depanmu." Ucap paraji, Rukmini sudah menangis kesakitan.

"Sakit! Hiks! Hiks! Hiks!"

Tapi saat diantara setengah sadar itu, Rukmini melihat sesosok perempuan yang rambut nya panjang, lidah nya juga menjulur hitam panjang, sedang berada di antara dua kaki nya seolah sedang menunggu janin nya keluar. Rukmini bahkan bisa dengan jelas melihat wajah nya yang mengerikan.

"Wa! Ada setan! Setan!" Teriak Rukmini, paraji tidak menggubris nya dan tetap mengurut perut Rukmini.

"Aaarghh!!" Rukmini menjerit lagi dan saat itu janin nya berhasil keluar.

Rukmini sudah pingsan, tapi sebelum pingsan dia melihat sosok berlidah panjang itu menjilati darah nya. Setelah nya, Rukmini tidak tahu apa yang terjadi lagi dan apa yang di lakukan oleh paraji, dia tidak sadarkan diri.

Ketika Rukmini membuka matanya, dia masih di kamar dan tubuh nya di selimuti kain jarik. Cahaya di kamar nya remang - remang karena ternyata sudah malam. Rasa sakit di perut nya masih ada, tapi dia sudah tidak menangis.

"Mosok mau, pak?"

Rukmini mendengar percakapan kedua orang tua nya, kamar nya dan ruang tamu hanya di sekat bilik bambu jadi dia bisa mendengar dengan jelas apa yang di obrolkan orang tua nya.

"Lagi pula Rukmini sudah ndak perawan, toh." Ucap bapak nya, Rukmini masih belum mengerti arah obrolan mereka kemana.

"Yo tapi ndak ada yang beberes rumah dan bantuin ibu toh nanti, ibu ke ladang, bapak juga. Rukmini masih ada gunanya setidak nya, biar saja dia ndak nikah." Ucap ibunya, Rukmini bangun dan duduk menyender.

"Gini saja, kalian buka saja di rumah kalian sendiri. Ndak perlu bawa Rukmini ke tempat iku, jadi Rukmini masih bisa toh bantu in kalian di rumah. Percoyo mbe aku, koe nanti sugih ( kaya)." Ucap suara yang Rukmini yakini itu adalah paraji.

"Nanti tak pikir - pikir dulu lah mbak." Ucap ibunya Rukmini.

"Koe ndak tau toh, sekarang bojone Parto pun begitu. Dia setiap malem ada di layar tancep, yo buat cari pelanggan. Makanya meskipun Parto ilang, dia masih bisa hidup enak." Ucap Paraji, sungguh Rukmini masih belum mengerti apa yang sedang di obrolkan oleh orang - orang dewasa itu.

"Eh! Serius mbak?!" Tanya ayah Rukmini terkejut, paraji mengangguk.

"Yo kalian pikir - pikir dulu ae, aku pamit." Ucap paraji, dan dia pergi dari rumah Rukmini.

"Sudahlah bu, Rukmini kan lebih muda, lebih cantik, pasti nanti banyak yang suka." Ucap ayah Rukmini.

"Sesok tak ngomong bocahe (anaknya)" Ucap ibunya Rukmini.

Rukmini lalu mendengar ibunya berjalan masuk kedalam kamar nya sendiri, sementara ayah nya.. Rukmini masih mendengar ayah nya duduk di ruang tamu sambil menyalakan rokok.

"Salahe sopo koe dulu juga begitu, karma iki. Koe nikah mbe (sama) aku tapi weteng (perut) mu sudah berisi." Ucap ayah Rukmini, Rukmini mendengar itu.

...\=\=\=\=\=...

Dan beberapa hari setelah nya, setelah Rukmini sudah kembali sehat dia kembali beraktifitas. Tapi.. Dia juga semakin dekat lagi dengan Bagus, Bagus selalu menemani Rukmini bekerja sehingga Rukmini tidak merasakan takut sama sekali.

"Nanti nek kamu sudah tujuh belas tahun, kita menikah yo?" Ucap Bagus, saat ini kedua nya sedang mengikat kayu bakar.

"Boleh ndak ya, sama ibu bapaku." Ucap Rukmini, dia lalu duduk setelah selesai mengikat kayu dengan tambang.

"Ndak usah bilang." Ucap Bagus, Rukmini agak terkejut.

"Mereka saja ndak sayang kamu, kan. Yang sayang kamu cuma aku, Mini. Nanti setelah jadi istriku, kamu ndak perlu kerja keras lagi." Ucap Bagus, Rukmini tersenyum lalu mengangguk.

"Aku pulang dulu, yo? Sudah sore, makasih sudah menemani aku." Ucap Rukmini dan Bagus tersenyum.

Rukmini lalu pergi dari sana sambil menggendong kayu bakar nya, dan saat di jalan dia berpapasan dengan salah satu teman ayah nya.

"Balik, nduk?" Sapa nya, Rukmini tersenyum dan mengangguk.

"Iya, wa." Jawab Rukmini ramah.

Rukmini terus jalan dan tak lama dia akhir nya sampai di rumah. Rukmini membongkar kayu yang dia bawa dan menyusun nya di depan rumah agar jika ada sinar matahari kayu itu bisa kering, hanya saja entah kenapa sudah berbulan - bulan di sana jarang ada matahari, terus - terusan mendung.

Saat Rukmini masuk ke rumah ternyata ibu dan bapak nya jug ada di rumah, mereka sepertinya baru saja menerima tamu karena ada gelas bekas kopi lagi.

"Rukmini, mrene (sini)." Panggil ibunya, Rukmini berjalan mendekat.

"Dalem, bu." Ucap Rukmini, dia masih berdiri.

"Nanti malem ada tamu buat kamu." Ucap ibunya, Rukmini mengernyit.

"Tamu? Tamu opo bu?" Tanya Rukmini, dia duduk di kursi.

"Tamu, wes pokok nya kamu harus siap. Ibu tak kepasar dulu, kamu jangan ke kebon lagi manut sama ibu bapakmu." Ucap ibunya, Rukmini terdiam kebingungan.

"Tamu sopo sih, pak?" Tanya Rukmini, bapak nya menyesak rokok di tangan nya.

"Nanti juga kue tau." Ucap bapak nya, ikut - ikutan misterius.

'Perasaanku kok ndak enak.' Batin Rukmini.

...BERSAMBUNG!...

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
lagi pemujaan kah atau baru mau pemujaan ya
Tina Febrianti
inilah yang namanya kelompok sekte sesat.....mini mulai akan diperkenalkan pada kelompok nya ...
menarik dan makin penasaran...🤔🤔
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ngeri banget sih suasana nya😣
Nureliya Yajid
lanjut thor
zoeyy
❤️❤️❤️
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟
Takdir mbahmu gundul kui. Koe seng nggolek perkoro kok di omong takdir🤧
SENJA
mau di bawa kemana itu mini heh minten ?? 😤
SENJA
laaah tantrum 🤣
SENJA
manggut2 doang lu 😤
SENJA
jangan kelamaan mini 😤
SENJA
naaaah bener! jangan mau kerja doang tapi ga dapet duit 😤
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Masa orang suka main dukun, takut sama demit🤣🤣🤣 lucu kamu Wa
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh pake ngirim paket segala🙄
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pinter emang cara iblis menjerumuskan seseorang
Hary Nengsih
wa minten yg bawa mini ke setan ternyata
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Suami ibliss na mnta tumbal 😅
zoeyy
❤️❤️
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah iya juga mau tau alasannya apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!