Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelucon di Bawah Kristal Salju
Suasana tegang di ruang tengah itu seketika pecah saat suara langkah kaki yang anggun terdengar dari arah selasar. Nyonya Bellvania muncul dengan gaun beludru berwarna biru gelap, memancarkan aura wibawa namun hangat.
Ia menatap Sky yang masih duduk di sofa, lalu beralih ke putrinya yang tampak kikuk dengan baju crop-nya.
"Sky, senang melihatmu lagi," sapa Ibu Ozora dengan senyum ramah yang tulus. Ia menyadari keterkejutan di wajah Sky, namun ia bersikap seolah kehadiran pria itu adalah hal yang paling wajar di dunia.
"Jangan canggung begitu. Anggap saja rumah sendiri. Ozora jarang sekali membawa teman ke rumah, apalagi teman pria yang bersedia menempuh badai salju hanya untuk berkunjung."
Ozora merasa wajahnya panas seperti terbakar. "Ibu, kami hanya ingin..."
"Ibu tahu, sayang. Kalian butuh udara segar, bukan?" potong ibunya lembut. "Bawalah Sky ke taman belakang. Lampu-lampu kristalnya baru saja dinyalakan, pemandangannya sangat cantik saat salju turun."
Akhirnya, Ozora menyerah. Ia mengenakan mantel bulu panjang untuk menutupi baju pendeknya dan membawa Sky menuju taman belakang mansion yang luasnya menyerupai hutan kecil yang tertata rapi. Lampu-lampu gantung yang membeku karena salju memberikan pantulan cahaya yang magis.
Mereka berjalan beriringan di atas jalan setapak batu yang telah dibersihkan dari salju. Sky tampak jauh lebih rileks sekarang.
"Ibumu sangat ramah," gumam Sky, uap putih keluar dari mulutnya saat ia bicara. "Aku sempat mengira dia akan menginterogasiku dengan daftar pertanyaan tentang saham perusahaan keluargaku."
Ozora tersenyum tipis. "Dia lebih peduli apakah tamunya sudah minum teh atau belum daripada berapa harga aset mereka."
Sky terkekeh. Ia berhenti sejenak, melihat sebuah patung marmer berbentuk angsa yang kepalanya tertutup tumpukan salju tebal hingga menyerupai topi koki yang konyol.
"Lihat itu," tunjuk Sky. "Sepertinya patung itu sedang protes karena dia dikontrak untuk menjadi simbol keanggunan, tapi alam justru membuatnya terlihat seperti koki yang gagal."
Ozora menoleh ke arah patung itu. Gambaran patung angsa yang serius namun memakai topi salju yang miring itu benar-benar terlihat lucu di matanya.
"Dan lihat raut wajahnya," lanjut Sky dengan nada serius yang dibuat-buat, menirukan gaya bicara Profesor Volkov yang kaku. "Nona Bellvania, kenapa Anda tertawa? Apakah menurut Anda hukum gravitasi pada salju ini adalah sebuah lelucon?"
Ozora tidak bisa menahannya lagi. Tawa renyahnya pecah, menggema di taman yang sunyi itu. Ia tertawa hingga bahunya berguncang, menutupi wajahnya dengan sarung tangan wolnya.
"Berhenti, Sky! Itu sama sekali tidak mirip Profesor Volkov, suaramu terlalu bagus untuk jadi dia!"
Sky terdiam, terpaku menatap Ozora. Baginya, suara tawa itu jauh lebih indah daripada denting gelas kristal di pesta-pesta elit yang biasa ia hadiri.
"Akhirnya," bisik Sky lembut, membuat tawa Ozora perlahan mereda.
"Akhirnya apa?" tanya Ozora, napasnya masih sedikit terengah.
"Akhirnya aku bisa melihat senyum itu lagi tanpa ada gangguan dari orang lain. Kamu tahu, Ozora?" Sky melangkah mendekat, membiarkan butiran salju jatuh di bahu mantelnya.
"Ternyata membuatmu tertawa itu jauh lebih memuaskan daripada memenangkan tender proyek jutaan."
Ozora menunduk, namun kali ini ia tidak bersembunyi. Ia merasa aman. Di taman ini, tidak ada Anastasia, tidak ada kamera ponsel, dan tidak ada tuntutan untuk menjadi sempurna. Hanya ada Sky yang humoris dan dirinya yang berani menjadi apa adanya.
🌷🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰🥰