Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 – Superstar yang Terlalu Percaya Diri
Tubuh wanita itu seolah diciptakan untuk menjadi pusat perhatian.
Kakinya jenjang dan putih mulus, pinggangnya ramping, sementara lekuk dadanya tampak anggun di balik busana mewah yang dikenakannya. Setiap langkah yang ia ambil membuat tatapan orang-orang di sekitarnya tertahan tanpa sadar.
Aksesori yang melekat di tubuhnya bukan barang biasa. Tas, perhiasan, hingga jam tangan—semuanya edisi terbatas kelas dunia. Bahkan dengan uang, belum tentu seseorang bisa memilikinya.
Kalung berlian dan zamrud di lehernya memantulkan cahaya menyilaukan, membuat banyak orang tanpa sadar menyipitkan mata.
Wanita itu perlahan melepas masker Chanel-nya, memperlihatkan bibir merah yang sensual. Kacamata hitamnya menyusul, menyingkap sepasang mata indah yang tajam dan penuh percaya diri.
Dia adalah Regina, superstar papan atas.
“Regina datang!”
Begitu namanya disebut, kerumunan langsung gempar. Para pria menatapnya dengan mata berbinar, seolah baru saja melihat dewi turun ke dunia fana.
Ada yang menelan ludah, ada yang melongo tanpa sadar.
Cantik saja tidak cukup untuk menggambarkannya. Wanita itu berada di level yang berbeda.
Saat masih sekolah dulu, Regina sudah menjadi pusat perhatian. Kini, setelah menjadi selebritas, pesonanya justru berlipat ganda.
Beberapa pria bahkan berpikir, jika bisa berpacaran dengannya, memendekkan usia beberapa tahun pun terasa sepadan.
“kevin, lihat itu.”
Christian menyenggolnya sambil tertawa.
“Bukankah itu wanita yang dulu kamu tolak? Sekarang menyesal, kan?”
“Mungkin.”
kevin sanjaya hanya tersenyum tipis.
Tatapannya memang sempat singgah pada Regina, tetapi tidak ada gairah, tidak ada kekaguman berlebihan, berbeda jauh dari pria-pria lain di ruangan itu.
Ia sekadar mengangguk sopan saat mata mereka bertemu, lalu mengalihkan pandangan.
Sikap itu justru membuat wajah Regina sedikit mengeras.
Dulu, Kevin sanjaya menolak dirinya.
Sekarang, setelah ia menjadi superstar… pria itu tetap sama dinginnya.
“Kevin sanjaya, aku tidak menyangka kamu ada di sini.”
Regina berjalan mendekat, senyum tipis tersungging di bibirnya, dingin dan penuh sindiran.
“Sudah lebih dari sepuluh tahun. Kamu hanya terlihat sedikit lebih tua. Selain itu, tidak ada yang berubah.”
Maknanya jelas: dia masih miskin.
“Kamu benar.”
Kevin sanjaya menjawab dengan tenang.
“Aku memang masih seperti dulu. Tapi kamu sudah menjadi bintang besar.”
Ucapan itu terdengar sopan, sekadar basa-basi.
Megan langsung tertawa keras.
“Regina, kamu tahu tidak? Kevin sanjaya sekarang Ojol tukang antar makanan. Penghasilannya paling rendah di sini!”
“Kalau bukan karena Christian karamoy yang membayari, mana mungkin dia bisa datang ke reuni ini?”
“Regina, dengan koneksimu, mungkin kamu bisa mencarikannya pekerjaan yang layak?”
“Tidak perlu.”
Regina mengibaskan rambutnya, sorot matanya penuh jijik.
“Bukan aku tidak mau membantu. Tapi dia terlalu bodoh. Kalau sampai menyinggung orang penting, itu malah bisa menyeretku.”
“Aku sering berpikir betapa naifnya diriku dulu.”
“Mengapa aku bisa menyukai Kevin sanjaya? Bahkan sempat mengejarnya.”
“Untung dia menolakku. Kalau tidak, itu akan menjadi noda terbesar dalam hidupku.”
Tawa meledak memenuhi ruangan.
Beberapa saat kemudian, Regina berdiri dan berkata dengan nada elegan,
“Maaf, teman-teman. Perusahaan tempatku bernaung baru saja berganti pemilik. Aku harus kembali bersiap. Besok aku dijadwalkan bertemu bos baru.”
Raut kecewa langsung terlihat di wajah Christian karamoy dan yang lainnya. Bagi mereka, kehadiran Regina saja sudah menjadi kehormatan besar.
Kevin sanjaya tersenyum santai.
“Regina, kalau bos barumu belum memanggil, kenapa kamu terburu-buru menemuinya?”
“Kamu tidak mengerti.”
Regina mendengus.
“Aku aset terbesar perusahaan. Tentu bos baru ingin bertemu denganku. Aku harus tampil sempurna.”
“Lagipula,” lanjutnya dingin,
“kamu bukan bosku. Jadi wajar kalau kamu tidak paham.”
Kevin Sanjaya mengangkat bahu, nadanya ringan.
“Kalau begitu, mungkin kamu benar.”
Ia menatap Regina dengan senyum tipis.
“Karena kebetulan… aku adalah bos barumu.”
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁