NovelToon NovelToon
Godaan Istri Orang

Godaan Istri Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Dunia Masa Depan / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

SEQUEL JODOH SHAKIRA PERNIKAHAN KEDUA.
Kisah ARYA PRATAMA & RAKA BAGASKARA

Arya Pratama baru saja mengalami patah hati, di tengah kesedihannya dia mengalami kecelakaan beruntun yang menyebabkan pengendara lain meninggal dunia.

Kecelakaan itu pula membuatnya harus bertanggungjawab atas bocah kecil, anak dari korban kecelakaan.

"Rawat dia seperti anakmu sendiri, sayangi dia sepenuh hati, dia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini," ucap seorang ibu meminta Arya menjaga putranya.

Secara tidak terduga Arya bertemu perempuan yang berhasil membuat dadanya berdebar, sayangnya perempuan itu istri orang. Eh secara tidak disangka-sangka Arya malah berjodoh sama janda.

"Jodoh ketemu di jalan."

Sementara Raka Bagaskara, dia juga sama-sama terjebak dalam situasi sulit, ia juga menyukai istri orang.

"Janda dan gadis terlalu biasa, tapi bini orang, luar biasa, Mak. Raka suka sama bini orang Makkk!"

Akankah Raka menemukan jodohnya? Atau malah berusaha menjadi perebut istri orang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 - Sumpah Andina

Dalam keheningan malam, Galuh berlarian menghindari kejaran seseorang. Sejak ada teror dalam kamar lewat lemparan batu, Galuh segera keluar mencari sosok dibalik peneror dirinya. Tulisan di kertas menunjukan ketidaksukaannya pada dia, pikiran menggabungkan kiranya siapa sosok itu dan setelah ia susun tertuju pada Andina.

Sejak pertemuannya dengan Andina pagi hari, ada peneror mengejarnya, semakin menguatkan ketika tulisan itu bertuliskan keluarga. Yang Galuh ingat hanya keluarga Andina, hanya rumah tangga Andina, tidak ada yang lain selain Andina.

"Aku harus cari Andina dimanapun dia berada, maksudnya apa terus meneror seperti ini?"

Langkahnya semakin cepat sesekali menoleh ke belakang, ia merasa di ikuti seseorang namun tidak terlihat siapa orangnya.

*****

Sedangkan di pasar malam.

"Mama, Mama, Cakil mau es telel, boleh ya, ya." Pinta Syakir menunjuk penjual es teler.

"Jangan, nanti kamu bakal telel kayak gini." Rizki memperagakan kepalanya terkulai lemah dan lidahnya menjulur ke lidah.

Arya tertawa, Andina tersenyum geleng-geleng kepala.

"Sayang, ini udah malam, kamu gak boleh banyak minum es nanti sakit. Perut kamu bisa sakit, jangan ya, beli yang lain aja."

"Cileng aja deh mama, cileng juga enak, itu di cana, ayo." Biasanya syakir banyak drama ketika dilarang tapi kali ini anak itu nurut kata Andina dan itu membuat Arya heran.

"Anak ini, sama aku aja suka kekeh eh sama kamu sekali larang langsung nurut."

"Kan mama aku," kata Syakir menarik tangan Andina dan Rizki bersamaan.

Arya mengikuti mereka bertiga dari belakang, membiarkan anaknya bermain sepuasnya. Hatinya menghangat melihat kebahagiaan di wajah mereka terutama Andina, ada perasaan beda ketika melihat wajah cantiknya tertawa tanpa beban.

Arya merasa senang ada seorang wanita yang mampu mencuri hati putranya. Dia juga memperhatikan bagaimana Andina memperlakukan Syakir dan Rizki dengan lembut dan sabat dan tawa wanita itu menambah kecantikan di wajahnya.

"Hei, kalian asik dengan dunia kalian sendiri sampai melupakan Papa di sini." Seru Arya pura-pura kesal.

"Gitu saja kok marah. Malu atuh sama umur." ledek Andina.

"Papa gitu aja malah tinggal ikut kita aja ya Mama, Papa kan udah becal bica jalan cendili jadi tidak pellu cembelut cepelti itu."

"Iya ih, udah besar masih merajuk, malu sama umur," sahut Rizki ikutan meledek.

"Hei, kenapa kalian jadi main keroyokan? Bagaimana Papa enggak marah, kalian melupakan keberadaan Papa."

"Baperan," seru ketiganya.

Arya terkekeh atas perdebatan sedikit ini, namun ia menyukainya karena ini akan semakin membuat dia dan Andina dekat.

Kebersamaan Arya dan Andina semakin membuat mereka dekat apalagi adanya Syakir menambah kedekatan mereka.

Waktu pun tidak terasa sudah menunjukkan pukul 10.00 malam setelah selesai mencoba berbagai macam permainan, mereka bertiga beranjak pulang.

"Cakil bahagia cekali, ini pertama kali Cakil jalan-jalan baleng mama, kakak dan papa. Kita cepelti kelualga bahagia ya." Entah dari mana anak itu tahu mengenai keluarga bahagia, namun dari cara bicara dan tawanya memang terlihat sangat bahagia.

"Syakir, Iki senang?" tanya Arya sambil menggendong syakir menuju mobilnya.

"Banget, makasih papa Arya," balas Rizki kembali memanggil Arya papa.

"Aku juga ceneng, papa. Kapan-kapan kita jalan baleng lagi ya."

"Siap sayang." Lalu Arya melirik Andina yang dari tadi diam, ia kembali meraih pinggangnya Andina untuk berjalan di sisinya.

Wanita itu sempat menoleh kaget namun sedetik kemudian bersikap biasa saja, ia harus siap ketika Arya bertindak sesukanya.

"Jangan jauh-jauh, saya gak bisa jauh dari kamu," ucap Arya jujur. Entahlah, kenapa ia mudah berpaling dari Galuh? Sejak tahu status Andina malah membuatnya ingin makin mendekati bahkan Arya yang tadinya lempeng gak banyak drama mendadak nakal hanya karena melihat tatapan pria begitu memuja pada Andina.

"ANDINA!" pekik seseorang ketika di parkiran.

Mereka berhenti, menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Arya mengernyit kenapa ada perempuan ini di sana? Sedangkan Andina mematung menatap tajam namun hatinya tersayat sakit mengetahui siapa orang itu.

Napasnya memburu naik turun, tangannya terkepal, sorot matanya marah, penampilannya pun acak-acakan dengan keringat sebagian membasahi wajahnya.

"Galuh," lirih Andina kaget.

Langkah Galuh makin cepat lalu menarik tangan Andina dengan kuat.

Plak!

"Mama!" pekik Rizki dan syakir bersamaan kaget sama tindakan tak terduga.

"Apa yang kamu lakukan?" suara berat Arya menggema, menatap tajam perempuan yang pernah ia suka. "Iki, kamu bawa masuk dulu syakir. Kamu sama a Iki dulu ya."

Arya memasukan syakir ke dalam mobil dan Rizki mengangguk lalu masuk juga, pintunya pun di tutup namun masih ada celah sedikit.

"Maksudmu apa mengirim orang untuk menerorku, hah? Aku tahu kalau aku salah tapi kamu, kamu malah menyuruh orang untuk melenyapkan ku kan?" ucap Galuh emosi.

"Gila kamu! Aku emang benci sama kamu tapi aku tidak pernah sedikitpun punya niatan seperti itu. Seandainya aku mau udah dari dulu aku bunuh kamu, Galuh!" balas Andina kesal atas tuduhan yang dilayangkan padanya.

"Cukup Galuh, saya bilang sama kamu jangan ganggu Andina lagi, terus kenapa kamu malah datang langsung menamparnya? Dan semua yang kamu katakan tadi tidak ada yang benar. Kamu bilang Andina meneror kamu? Seharian ini saja dia sama saya gimana mau teror kamu, gila ya kamu." Arya maju melindungi Andina, menggenggam tangannya lembut.

"Kalau bukan dia siapa lagi? Dia satu-satunya orang yang bisa saja punya niatan membunuh saya, dia orang yang paling benci saya, pasti suruh orang meneror saya, kamu kira saya bodoh, Andina?" Tunjuk Galuh pada Andina masih tidak percaya.

Andina tersenyum sini, melepaskan genggaman tangan Arya lalu maju mendekati Galuh, berdiri di depannya dengan tatapan tajam penuh kebencian.

"Selain harga diri kamu murahan ternyata otak kamu juga konslet, kamu menuduhku tanpa bukti? Mana buktinya kalau itu aku sedangkan seharian ini aja aku sama suamiku."

Deg.

"Su-suami?" Wajah Galuh berubah tegang, ia melirik Arya laki-laki yang suka datang mencari perhatiannya.

Andina merangkul mesra tangan Arya. "Ah kamu pasti belum tahu kalau Arya ini suami ku kan? Ayo aku kenalan, Arya Pratama suamiku dan kami baru menikah tiga hari yang lalu. Oh, atau kamu juga berniat merayu Arya? CK, kali ini aku tidak akan biarkan itu terjadi."

Arya menoleh pada Andina, perkataan Andina membuatnya makin bertanya-tanya, ia memahami satu hal bahwa Galuh pernah ada di masa lalu Andina.

"Jangan banyak bac0t, Lo! Gue tahu lo dendam sama gue, sekarang lo harus bertanggungjawab." Galuh siap menarik tangan Andina kekeh dia orangnya. Perkataan kasarnya pun keluar.

Arya terperangah, wanita yang suka bertutur kata lembut bicara sekasar itu.

"JANGAN MENYENTUHKU J4LANG!" sentak Andina mendorong Galuh hingga terjatuh.

Aw

"Kamu!"

"APA HAH? MAU BALAS? AYO SILAHKAN! MAU DORONG AKU SEPERTI KAMU DORONG AKU DULU? SILAHKAN! TAPI KALI INI DENGARKAN AKU BAIK-BAIK! KAMU ... PELAKOR SYAR'I, TIDAK AKAN AKU BIARKAN MENDEKATI SUAMIKU LAGI. CUKUP DULU KAMU MENGHANCURKAN KELUARGAKU DAN CUKUP DULU KAMU MENGHANCURKAN PERNIKAHAN KU! AKU SUMPAHIN KAMU MATI DI BUNUH ORANG!"

Deg.

1
Hesty
mkn bnyk upnya thooor
falea sezi
astaga
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Yuliana Tunru
jd raka nih yg bakal dapat janda perawan roki dan arya jg dapat janda abal2 yg ternyata msh perawan jg 🤭
Cimit: Hayo tebak2an. 😅
total 1 replies
Yuliana Tunru
lha arya nikah dgn andina bkn galur calon ya walaupun entah kapan 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!