Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Jalan
Laras menyibukkan dirinya membantu Alexsa menanam beberapa bunga baru di rumah itu.
" Buk Laras akan lama di Indonesia atau hanya liburan saja?. " Gumam Alexsa membuka pembicaraan.
" Sebenarnya kemarin ibu cuman liburan sayang, tapi karena banyak jadi ibu mungkin lebih lama di sini. Lagian ibu harus mengurus pernikahan Sam yang sedikit berantakan itu. "
" Mungkin mereka masih ingin menikmati hidup berdua bu.. " Laras menghela nafas membersihkan sisa sisa tanah di tangan nya.
" Alexsa, kamu itu masih terlalu muda untuk memahami semua itu nak. Hidup mereka itu rumit dan tidak seindah kelihatan nya jadi kamu jangan tertipu dengan apa yang kamu lihat. " Alexsa hanya tersenyum menanggapi ucapan Laras.
" Habis ini ikut ibu ke supermarket yah, ibu bosen di rumah nanti kita bisa mampir ke mall untuk beli sesuatu yang kamu butuhkan. "
" Ah tidak usah buk, Alexsa gak butuh apapun kok. Lagian disini tuan Sam sudah menyiapkan semua nya, jadi jika ibu bosan Alexsa akan menemani ibu saja belanja nanti biar Alexsa yang bawa semua barang barang ibu. " Ucap Alexsa menolak dengan halus.
" Kamu ada ponsel?. " Alexsa menggeleng
" Nah itu, kamu buruh ponsel untuk menghubungi Ibu atau Sam jika kamu butuh sesuatu. Udah deh sekarang ganti baju dan kita otw jalan jalan ibu benar benar bosaaaaaan sekali d i rumah ini.. " Ucap Laras meninggalkan Alexsa yang mengganguk patuh.
20 Menit kemudian
Alexsa dengan kaos putih lengan panjang di padukan dengan celana levis hitam membuat nya begitu cantik meski tidak merias wajahnya, setelan itu benar-benar pas dengan tubuh nya.
" Cantik nya anak ibu.. " Laras memuji Alexsa seolah olah gadis itu benar-benar anak kandung nya sendiri.
" Bisa aja deh buk Laras ini. " Pipi putih nya seketika berubah menjadi merah muda.
" Cantik lagi seperti ini nak, kamu tu yah mau dandan atau enggak sama aja loh sama sama cantik. Ibu khawatir nanti Sam bisa kecantol sama kamu.. "
" Ibu lebih cantik. " Alexsa pasrah saat rambut sebahu nya yang dia ikat ekor kuda di lepas begitu saja oleh Laras.
Akhirnya mereka pergi menuju supermarket yang tidak terlalu jauh dari rumah itu dengan salah satu mobil milik Sam, Laras sendiri masih cukup ahli mengendarai mobil sendiri.
Tak lama mobil iti berhenti di depan tempat perbelanjaan yang cukup sengang di jam kantor.
" Buk Laras mau beli apa? ". Alexsa mengikuti langkah pelan wanita itu yang nampak bingung.
" Apa yah, ibu juga bingung mau beli apa. " Ucap nya sembari tertawa. Sedangkan Alexsa hanya tersenyum melihat tingkah Laras.
" Kalau gak tau yang mau di beli terus kita ngapain ke sini buk... "
" Jalan jalan sayang. " Alexsa hanya diam mata melihat ke sekeliling yang di penuhi aneka buah sayur dan banyak lagi. Itu adalah pengalaman pertama kali dirinya masuk kedalam supermarket yang besar.
" Enak nya jadi orang kaya bisa ke sini kapan pun mereka mau, ikut buk Laras ternyata seru banget aku bisa lihat lihat yang belum pernah aku lihat di sini. " Batin Alexsa.
Laras berhenti dan langsung membuat tubuh mungil Alexsa menabrak nya pelan.
" Maaf buk, Alexsa nggak sengaja. "Gadis itu nampak panik.
" Gak papa Alexsa, kamu mau beli sesuatu?. " Alexsa menggeleng kepalanya pelan.
" Kalau mau beli sesuatu ngomong aja sayang, tinggal beli nanti ibu yang bayar. "
" Gak usah buk makasih, nanti kalau memang ada yang Alexsa mau Alexsa bilang kok. " Laras hanya tersenyum kemudian mengajak Alexsa untuk kembali setelah membeli beberapa buah dan makanan cemilan untuk mereka.
Laras mengajak Alexsa menuju mall untuk berbelanja. Laras adalah wanita pada umumnya yang begitu menyukai belanja entah apapun itu, apa lagi sekarang dia bersama dengan Alexsa di mana gadis itu juga pastinya akan di belanjakan oleh Laras.
" Kamu sudah pernah berpacaran Alexsa?. " Ucap Laras di selah mengemudi nya.
" Belum pernah buk, Laras lebih fokus bekerja dan belajar dulu. Lagian pacaran juga buat apa Laras lebih sibuk bantu alm ibu Alexsa dulu.. "
Laras hanya diam mendengar cerita gadis itu.
" Seandainya dia anakku mungkin kehidupan nya jauh lebih baik dan bahagia, di tambah punya dua orang kakak yang pasti begitu menyayangi nya. " Batin Laras.
" Buk Laras, kata bik Dariyem ibu masih ada anak laki-laki lain selain tuan Sam?. Kenapa dia tidak ikut pulang juga?. "
Laras tersenyum
" Namanya Arkhana, dia itu sejak putus cinta hidup nya jadi seperti berantakan seperti gembel di Singapura. Walaupun ada beberapa bisnis yang tetap dia kerjaan di sana, ibu juga bingung menghadapi sikap Arkhana itu. Mungkin lusa dia akan datang ke Indonesia, ibu akan kenalan kamu sama dia. " Ucap Laras dengan begitu semangat dia berfikir tidak ada salahnya jika mendekati Arkhana dan Alexsa.
Alexsa hanya tersenyum simpul, entah lah pikirannya sedang melayang jauh saat Sam memangku dirinya tadi pagi.
" Menurut kamu, Sam atau Seno?. " Ucapan Laras seketika membuat lamunan Alexsa terpecah.
" Haaa, apa nya buk yang tuan Sam sama pak Seno?. "
" Menurut kamu kamu lebih suka siapa?. " Alexsa tercengang dengan ucapan Laras yang tiba-tiba.
Mobil Laras berhenti di depan sebuah mall
" Malah ngelamun, udah ah ibu cuman becanda kok jangan dianggap serius banget deh. Nanti aja kamu bisa pilih Arkhana atau Seno tapi jangan Sam dia sudah berkeluarga dan bentar lagi ibu akan buat mereka segera punya anak. " Alexsa hanya tersenyum canggung menanggapi setiap ucapan yang terlontar dari mulut Laras.
" Buk Laras ini tipe orang yang benar-benar baik dan bahkan dia sendiri tidak akan sadar jika ada orang yang memanfaatkan dirinya, aku beruntung sekali bertemu dengan keluarga Wijaya termasuk dengan tuan Sam yang sudah berjasa banyak tentang hidup ku entah bagaimana aku akan membalas semua itu pada mereka. " Batin Alexsa
Laras yang bersemangat menyerah kan beberapa pakaian pada Alexsa hingga membuat gadis itu lelah harus bolak balik mengganti beberapa pakaian.
" Ini bagus, bungkus ya mbk sama ini ini dan ini.. " Alexsa membelak tak percaya melihat Laras dengan mudah nya menujuk beberapa gaun yang sesuai dengan usianya.
" In.. ini mahal bu Laras, bagaimana Alexsa harus mengganti dengan gaji Alexsa." Laras tertawa sembari mengambil Pupperbug dari tangan penjaga toko tersebut.
" Tutup mulut mu dan bawa ini, kita shoping banyak ok. " Laras dengan semangat kembali menarik tangan Alexsa seperti seorang ibu pada anak gadis nya.
Mereka kembali mampir ke beberapa toko pakaian tas tas branded dan juga sepatu. Alexsa benar-benar merasakan di manja oleh sosok orang tua seperti keinginan nya dahulu meski lewat Laras yang bukan siapa siapa nya.