🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 - Singularitas Dua Jiwa
...Bab 20: Singularitas Dua Jiwa...
Istana Kekaisaran tidak lagi memiliki bentuk. Marmer, emas, dan sejarah ribuan tahun telah runtuh menjadi partikel debu yang melayang di dalam pusaran gravitasi yang diciptakan oleh kedua bersaudara itu.
Han Zhao tertawa gila, tangannya tenggelam ke dalam dada Han Xuan seolah-olah ia sedang merogoh ke dalam sumur tanpa dasar. Ia bisa merasakan energi perak dari Inti Dunia mulai mengalir ke dalam nadinya, sebuah sensasi kekuasaan yang ia dambakan selama milenium kesepian di alam baka.
"Akhirnyaaaa!!!" raung Han Zhao. "Seluruh esensi dunia ini... milikku sekarang!"
Namun, tawa itu membeku saat ia menyadari sesuatu yang aneh. Energi perak itu tidak mengisi kekosongannya, melainkan mulai memakan keberadaannya dari dalam.
Virus Nihilitas yang disisipkan Han Xuan bekerja seperti tinta hitam yang diteteskan ke dalam air jernih. Setiap inci kekuatan yang dicuri Han Zhao kini membawa serta sifat "ketiadaan" yang absolut.
"Apa yang kau lakukan... Xuan!" Han Zhao mencoba menarik tangannya kembali, namun tubuh mereka kini telah terkunci dalam sebuah proses penyatuan paksa yang tidak bisa dihentikan.
Han Xuan menatap saudaranya dengan mata putih murni yang kosong. Meskipun ia tidak bisa mendengar teriakan Han Zhao, ia bisa merasakan getaran jiwa saudaranya yang mulai retak. Di dalam kesunyian dunianya, Han Xuan merasa sangat damai.
"Kita adalah dua sisi dari koin yang sama, Zhao" bisik Han Xuan melalui transmisi jiwa yang berdenyut langsung ke dalam kesadaran saudaranya.
"Kau adalah rasa lapar yang ingin memiliki segalanya. Aku adalah kehampaan yang ingin menghapus segalanya. Dan hari ini, kita akan menjadi nol."
Tiba-tiba, realitas di sekitar mereka pecah.
Kesadaran mereka ditarik ke dalam sebuah dimensi ruang putih yang tak terbatas titik singularitas di dalam inti jiwa mereka. Di sini, tidak ada tubuh fisik. Hanya ada dua entitas energi yang saling melilit.
Han Xuan tampak sebagai nebula ungu yang tenang, sementara Han Zhao adalah api hitam yang berkobar liar.
"Kau ingin menghancurkan kita berdua?" Han Zhao meraung di dalam ruang kesadaran itu. "Setelah semua yang kita lalui? Setelah semua pengorbanan ini? Kita bisa menguasai Langit bersama, Xuan! Kita bisa menjadi tuhan!"
"Tuhan tidak memakan dunianya sendiri, Zhao. Tuhan adalah dunia itu sendiri" sahut Han Xuan. "Kau terlalu sibuk menjadi predator hingga kau lupa bahwa predator sejati adalah waktu. Dan waktu telah habis untuk kita."
Han Xuan mulai melepaskan fragmen terakhir dari jiwanya. Ia tidak lagi mencoba menahan Inti Dunia. Ia membiarkan Inti Dunia tersebut meledak di dalam diri mereka berdua. Ledakan itu bukan berupa api, melainkan berupa pemahaman yang luar biasa tentang hakekat semesta.
Di dunia nyata, tubuh Han Xuan dan Han Zhao mulai berpendar dengan cahaya perak yang menyilaukan, menelan seluruh Ibukota dalam satu kilatan cahaya yang bisa dilihat dari ujung benua terjauh.
Lin Xi, yang terlempar ke pinggiran istana, menutup matanya. Saat ia membukanya kembali, istana itu sudah hilang. Takhta itu hilang. Han Zhao pun hilang.
Yang tersisa hanyalah satu sosok yang berdiri di tengah kawah raksasa yang kini sangat sunyi.
Sosok itu memiliki rambut yang seputih salju dan mata yang memiliki dua pupil di setiap kelopaknya satu ungu dan satu hitam. Ia mengenakan jubah abu-abu yang seolah-olah terbuat dari kabut.
Ia tidak lagi memancarkan haus darah, namun kehadirannya membuat seluruh alam semesta seolah-olah sedang menahan napas.
Penyatuan itu telah selesai. Namun, itu bukan kemenangan bagi Han Zhao, bukan pula kematian bagi Han Xuan. Mereka telah menjadi entitas baru: The Sovereign of Void and Devour.
Sosok itu melangkah mendekati Lin Xi. Setiap langkahnya tidak lagi merusak tanah, melainkan justru menumbuhkan bunga-bunga perak kecil dari abu hitam yang ada di sana.
Dunia yang tadinya mati karena keserakahan mereka berdua, kini mulai mendapatkan kembali sedikit nafas kehidupannya melalui keseimbangan baru ini.
Ia berhenti di depan Lin Xi. Sang wanita gemetar, tidak tahu apakah makhluk di depannya ini adalah pria yang pernah ia kagumi atau monster yang ingin menelannya.
Sosok itu mengulurkan tangan, menyentuh dahi Lin Xi dengan lembut. Seketika, seluruh luka Lin Xi sembuh. Lebih dari itu, Lin Xi bisa merasakan warna-warna dunia kembali bukan hanya warna biasa, melainkan warna dari energi kehidupan yang sangat indah.
"Sampaikan pada dunia" suara sosok itu bergema di dalam pikiran Lin Xi, lembut namun sangat kuat. "Bahwa era predator telah berakhir. Era penjaga telah dimulai."
Sosok itu kemudian mendongak ke langit. Mata raksasa di awan yang tadi menatap penuh murka, kini perlahan-lahan memudar, seolah-olah mengakui bahwa ada otoritas baru yang telah lahir yang lebih tinggi dari Hukum Langit biasa.
Han Xuan atau apa pun namanya sekarang merentangkan tangannya. Sisa-sisa energi Inti Dunia yang ia serap mulai ia hembuskan kembali ke seluruh Benua Cangyuan. Ia memuntahkan kembali apa yang telah ia telan, namun dalam bentuk yang sudah dimurnikan.
Rambut putihnya perlahan memendek, namun warnanya tetap putih. Ia menoleh ke arah Barat, ke arah Timur, dan ke arah Utara. Ia bisa merasakan setiap jiwa yang masih hidup. Ia tidak lagi merasa lapar. Ia merasa... penuh.
"Pergilah, Lin Xi" ucapnya. "Bangun kembali sekte-mu. Jadilah saksi bahwa kegelapan yang paling dalam sekalipun bisa melahirkan cahaya yang paling murni."
Dengan satu lambaian tangan, sosok itu menghilang menjadi ribuan kelopak bunga perak yang tertiup angin. Ia tidak mati, namun ia tidak lagi terikat pada bentuk fisik. Ia telah menyatu dengan hukum dunia itu sendiri, menjadi mata yang akan mengawasi Benua Cangyuan dari bayang-bayang selamanya.
Di kejauhan, di toko HKBKAL, Wei dan Xiao Mei yang asli terbangun dari tidur panjang mereka. Mereka melihat ke langit dan melihat rasi bintang Devourer telah menghilang, digantikan oleh satu bintang baru yang bersinar dengan warna ungu perak yang sangat tenang.
"Dia berhasil" bisik Xiao Mei sambil tersenyum, meski air mata mengalir di pipinya.
Benua Cangyuan telah selamat dari kiamat, namun harganya adalah hilangnya satu-satunya orang yang berani menantang takdir Langit dengan tangannya sendiri.
Han Xuan telah menjadi legenda, sebuah bisikan di antara para kultivator tentang seorang pria yang menelan dunia hanya untuk memberikan isinya kembali.
Era baru telah tiba, namun di sudut-sudut paling gelap dari Benua Cangyuan, bayangan tetap ada. Karena tanpa bayangan, cahaya tidak akan pernah memiliki arti.
<>Cerita Bersambung (Baru Pro###)
...----------------...
Kultivasi Dunia Hei Ying Tun Tian (20 Realm) dan Sub Tingkatan (1-9)
Mortal Tempering Realm
Qi Awakening Realm
Meridian Forging Realm
Spirit Foundation Realm
Core Condensation Realm - (Kultivasi Mc Saat Ini)
Nascent Soul Realm
Soul Refinement Realm
Domain Manifestation Realm
Law Comprehension Realm
Half-Step Ascendant Realm
Heaven Tribulation Realm
Void Walking Realm
Immortal Flesh Realm
Celestial Sovereign Realm
Dao Fusion Realm
Law Devouring Realm
Heaven Defying Realm
Eternal Paragon Realm
World Shaper Realm
Transcendent Tyrant Realm
Dari terendah (atas)↑ ke tertinggi (bawah)↓