NovelToon NovelToon
Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Om Ganteng, kerjanya cuma duduk doang? Kok nggak lari-lari kayak Mami? Om pemalas ya?"


Cayvion Alger, seorang CEO dingin, terkejut saat bocah 4 tahun yang mengatainya "pemalas" ternyata adalah anak kembarnya sendiri—hasil "kesalahan satu malam" empat tahun lalu dengan asisten pribadinya, Hara.

Rahasia ini terbongkar saat Hara terpaksa membawa anak-anaknya ke kantor karena pengasuh sakit.

​Demi hak asuh dan citra perusahaan, Cayvion mengajukan pernikahan kontrak dengan syarat dilarang jatuh cinta. Hara menyetujuinya, namun menegaskan bahwa kekuasaan Cayvion sebagai bos tidak berlaku di rumah.

Kini, Cayvion harus menghadapi tantangan baru: mengurus kekacauan anak-anak dan menahan hatinya yang perlahan luluh pada istri kontraknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​BAB 17: Masakan Mami vs. Koki Bintang Lima

​"Silakan dinikmati, Signore. Ini adalah Foie Gras dengan taburan Caviar Beluga kualitas terbaik yang diterbangkan langsung dari Laut Kaspia pagi ini."

​Chef Luiga, pria Italia berbadan subur dengan kumis melintir, membuka tudung saji perak di meja makan dengan gerakan teatrikal. Asap tipis beraroma laut menguar ke udara. Di atas piring porselen mewah itu, terhidang sepotong hati angsa dan butiran hitam mengkilap yang harganya bisa buat beli motor matic.

​Cayvion tersenyum puas. Dia melirik kedua anaknya, berharap melihat mata mereka berbinar kagum.

​"Ayo dimakan," perintah Cayvion sambil membuka serbet makannya. "Papa sengaja sewa Chef Luiga supaya kalian belajar makan fine dining. Lidah pewaris Alger Corp harus terbiasa dengan rasa kemewahan."

​Elio dan Elia menatap piring itu. Hening sejenak.

​Lalu, Elia menutup hidungnya dengan dua tangan.

​"HUEK! Amis!" jerit Elia tanpa sensor. "Baunya kayak pasar ikan yang becek! Elia nggak mau makan!"

​"Ini bukan amis, Elia. Ini aroma laut," koreksi Cayvion sabar, memotong sedikit hati angsa itu. "Coba dulu. Ini enak. Lembut seperti mentega."

​Elio menusuk butiran caviar hitam itu dengan garpu, lalu mendekatkannya ke mata. "Ini telur ikan mentah ya, Pa? Warnanya hitam kayak lumpur got. Papa mau ngeracunin kita?"

​"Jaga mulutmu, Elio," tegur Cayvion, mulai tersinggung. "Satu sendok butiran hitam itu harganya lebih mahal dari mainan robotmu. Makan."

​"Nggak mau," tolak Elio tegas, meletakkan garpunya dengan bunyi klang keras. "Rasanya pasti aneh. Teksturnya meletus-letus di mulut. Menjijikkan."

​"HUWAAAA! MAU TELOR CEPLOK AJA!" Elia mulai tantrum, kakinya menendang-nendang kaki meja. "Mami! Mau masakan Mami! Nggak mau makan lumpur hitam!"

​Wajah Cayvion memerah padam. Dia sudah bayar Chef Luiga puluhan juta untuk malam ini. Dia merasa dihina.

​"Diam!" bentak Cayvion, membuat tangis Elia makin kencang. "Kalian ini dikasih makanan enak malah milih makanan kampung! Papa capek cari uang buat beli ini! Buka mulut kalian sekarang! Chef Luiga tersinggung kalau kalian tidak makan!"

​Chef Luiga di sudut ruangan memang terlihat sedih, memilin kumisnya dengan wajah murung.

​"Makan atau Papa potong uang jajan kalian sebulan!" ancam Cayvion, menyodorkan sendok berisi caviar ke mulut Elia yang tertutup rapat.

​Sebuah tangan menahan lengan Cayvion.

​"Cukup, Pak," suara Hara terdengar tenang tapi tegas. Dia berdiri dari kursinya, mengambil piring Elia dan Elio, lalu menumpuknya jadi satu.

​"Hara, apa-apaan kamu? Mereka harus belajar menghargai makanan mahal!" protes Cayvion.

​"Mereka anak kecil, Pak. Bukan kritikus makanan majalah Michelan," balas Hara sambil membawa piring-piring itu ke dapur kotor. "Bapak makan saja itu telur ikan mahal Bapak sama Chef Luiga. Biar saya yang urus perut anak-anak."

​"Kamu mau masak apa? Bahan di kulkas habis!"

​"Nasi goreng sosis. Sepuluh menit jadi," jawab Hara tanpa menoleh.

​Cayvion mendengus kasar. "Nasi goreng? Makanan berminyak itu? Kau mau merusak gizi mereka?"

​Hara tidak menjawab. Terdengar suara kompor dinyalakan. Ctek. Wusss. Lalu suara spatula beradu dengan wajan. Sreng... sreng... sreng...

​Bau harum bawang putih yang ditumis dengan margarin dan kecap manis langsung menyebar, menembus sekat dapur, mengalahkan aroma amis mewah caviar di meja makan.

​Elia langsung berhenti menangis. Hidungnya kembang kempis. "Wangi Mami..."

​Sepuluh menit kemudian, Hara kembali dengan membawa satu piring besar nasi goreng cokelat mengkilap, lengkap dengan potongan sosis murah dan telur orak-arik. Asapnya mengebul hangat.

​"Serbuuu!" teriak Elio.

​Tanpa disuruh dua kali, si kembar langsung menyendok nasi goreng itu dengan lahap. Mulut mereka penuh, pipi menggembung lucu.

​"Enak banget!" gumam Elia dengan butiran nasi nempel di pipi. "Manis, gurih! Nggak amis kayak punya Papa!"

​"Juara," komentar Elio singkat sambil mengacungkan jempol, melupakan Foie Gras jutaan rupiah yang sekarang mendingin dan berlemak di piring Cayvion.

​Cayvion menatap pemandangan itu dengan mulut terbuka. Dia melihat Chef Luiga yang kini sedang membereskan peralatannya dengan wajah kalah telak. Masakan autentiknya kalah oleh kecap manis sachet.

​"Saya tidak mengerti," gumam Cayvion, menatap Hara yang sedang menuangkan air putih untuk anak-anak. "Kenapa? Lidah mereka rusak?"

​Hara tersenyum tipis, duduk kembali di kursinya.

​"Lidah anak-anak itu jujur, Pak. Paling jujur sedunia," kata Hara sambil menatap Cayvion. "Bagi mereka, enak itu nggak ada hubungannya sama harga. Enak itu rasa yang familiar. Rasa yang dimasak pakai hati, bukan pakai gengsi."

​Hara menunjuk piring nasi goreng yang tinggal setengah.

​"Bapak cobain deh. Jangan cuma lihat harganya."

​"Aku? Makan nasi goreng berminyak itu? Tidak, terima kasih. Kolesterolku bi—"

​"Ya sudah. Elio, Elia, habisin ya. Sayang kalau dibuang," potong Hara.

​"Siap, Mi!"

​Cayvion terdiam. Dia melihat anak-anaknya makan begitu lahap. Ada rasa penasaran yang menggelitik perutnya yang sebenarnya juga lapar karena tadi dia sibuk memaksa anak-anak makan dan belum sempat menyentuh makanannya sendiri.

​"Sudah kenyang?" tanya Hara saat Elia bersendawa keras.

​"Kenyang! Makasih Mami!"

​Hara membereskan piring kotor. "Ayo sikat gigi, terus tidur. Besok sekolah."

​Anak-anak berlari ke kamar mandi. Hara membawa tumpukan piring ke dapur untuk dicuci.

​Meja makan kini sepi. Hanya ada Cayvion sendirian.

​Matanya tertuju pada piring sajian nasi goreng di tengah meja. Masih ada sisa sedikit. Mungkin sekitar tiga sendok makan yang tidak terambil oleh Elio tadi.

​Cayvion menengok kanan-kiri. Aman. Hara masih di dapur, suara air keran terdengar. Chef Luiga sudah pulang.

​Pelan-pelan, tangan Cayvion terulur. Dia mengambil sendok bersih.

​"Cuma mau memastikan rasanya seburuk apa," gumamnya pada diri sendiri sebagai pembelaan.

​Dia menyendok nasi goreng dingin itu dan memasukkannya ke mulut.

​Kunyah. Kunyah.

​Mata Cayvion membelalak.

​Rasa manis kecap berpadu dengan gurihnya bawang dan asinnya sosis murahan meledak di lidahnya. 

Sederhana. Sangat sederhana. Tapi rasanya... homey. Rasanya seperti pelukan hangat. Jauh lebih memuaskan daripada telur ikan mentah yang asin itu.

​Tanpa sadar, Cayvion menyendok lagi. Dan lagi. Sampai piring itu bersih tak bersisa.

​"Lho? Kok piringnya bersih?"

​Suara Hara membuat Cayvion tersedak. Dia buru-buru menelan suapan terakhir.

​Hara berdiri di ambang pintu dapur sambil mengelap tangan basah ke apron. Dia menatap piring kosong di depan Cayvion, lalu menatap bibir suaminya yang berminyak.

​"Bapak... makan sisa anak-anak?" tanya Hara dengan alis terangkat, senyum jahil mulai terbit di bibirnya.

​Wajah Cayvion memerah padam, lebih merah dari saus tomat. Dia buru-buru meletakkan sendok, mengambil tisu dan mengelap mulutnya dengan gaya elegan yang dipaksakan.

​"Aku... tadi mau membuangnya ke tempat sampah. Tapi karena aku anti food waste, jadi aku musnahkan ke perutku. Itu prinsip efisiensi," elak Cayvion gelagapan.

​"Oh... efisiensi," Hara mengangguk-angguk, menahan tawa. "Gimana rasanya, Pak? Amis kayak lumpur?"

​"Biasa saja. Terlalu banyak MSG," jawab Cayvion gengsi, berdiri dari kursi. "Tapi... lumayan. Kalau besok kamu mau masak itu lagi buat sarapan... aku tidak keberatan. Demi efisiensi bahan makanan, tentu saja."

​Cayvion langsung melengos pergi ke ruang kerjanya sebelum mukanya makin merah.

​Hara tertawa kecil melihat punggung tegap itu menjauh.

​"Dasar gengsian. Bilang enak aja susah banget."

​Di dalam ruang kerjanya, Cayvion bersandar di pintu yang tertutup. Dia menjilat sisa rasa manis di ujung bibirnya.

​"Sial," gumamnya pelan. "Kenapa nasi goreng sisa rasanya lebih enak dari Steak Wagyu?"

​Perutnya berbunyi minta tambah. Tapi harga dirinya sebagai CEO melarangnya untuk ke dapur dan minta dimasakkan lagi. Malam ini akan jadi malam yang panjang dengan perut keroncongan dan rasa penasaran.

1
Niken Dwi Handayani
Ngakak dong baca nya🤣
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Dan dimulailah hilangnya wibawa, peraturan di rumah Big bos oleh krucilnya😀😀
Savana Liora: hahahaha
total 1 replies
tia
butuh kesabaran cayvion,,,🤭
Savana Liora: kesabarannya setipis tisu bagi 10
total 1 replies
olyv
mantep twins 🤣🤣👍
Indah Wahyuni
aku suka, konfliknya ringan. ayahnya butuh benturan untuk menyadari kasih sayang ke anaknya. mungkin rasa ke ibuknya belum tapi ke anak harus. harta tidak bisa membeli waktu.
aku juga suka wanita yg tegas dia tidak ningalin suaminya. tapi memberi pelajaran suaminya.
Savana Liora: iya. makasih y
total 1 replies
tia
kapok 😄
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Indah Wahyuni
hari ini apa up satu kali? di tunggu kelanjutannya
Indah Wahyuni: ok, ditunggu.
total 2 replies
kalea rizuky
pergi ja tinggalin egois bgt ini laki
kalea rizuky
gemes deh
olyv
bagus hara diamin aja suami kulkas mu itu... g peka atau gimn sih cayvion.. udah tau salah, setidak nya minta maaf gitu pd anak2 mu
Savana Liora: tau tuh cayvion yak
total 1 replies
olyv
/Sob//Sob/ aahh twins sini aunty bantu peluk juga..
sukurinn kau cayvion di benci anakan mu sendiri
Savana Liora: ngeselin yak
total 1 replies
olyv
😔😔🥺🥺🥺🥺
olyv
🤣🤣🤣🤣🤣
Savana Liora: hahaha
total 2 replies
BONBON
kk, ini kamu kejar deadline kah, aku sampe bingung mau baca yg mana... satu satu Napa??😭 kebut"👍
Savana Liora: emang agak ngebut sih tayangnya karna mau ngajuin kontrak setelah bab 20. tp dari bab 21 bakalan santai kok. pagi siang malam kek minum obat.
total 2 replies
Alfi Alfi
bikin senyam senyum 🤭🤭🤭
Savana Liora: iya haha
total 1 replies
Alfi Alfi
gemesin banget ceritanya
Savana Liora: makasih kak
total 1 replies
Alfi Alfi
di tunggu thor
tia
lanjut Thor ,, cerita ny bikin gemes
Savana Liora: besok pagi terbit lg ya kk. sudah terjadwal
total 1 replies
Siti Sa'diah
keluarga koplak, yg normal itu cuma hara and thekids🤣
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Siti Sa'diah
gkgkgk rasakan itu tuan perfect/CoolGuy/
Savana Liora: kena mental dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!