NovelToon NovelToon
KULTIVATOR 5 ELEMEN

KULTIVATOR 5 ELEMEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: roni alex saputra

Arkan, seorang pemuda yang dianggap sampah kultivasi, ternyata menyimpan kekuatan terlarang di telapak tangannya. Saat 5 elemen bersatu dengan kehampaan Void, satu galaksi pun harus tunduk. Saksikan perjalanan Arkan

Body Tempering

Qi Gathering

Qi Foundation

Core Formation

Soul Realm 2 pengikut nya

Earth Realm

Sky Realm cici

Nirvana Realm arkan

Dao Initiate

Dao Master Dao arkan& cici

Sovereign

Divine

Universal (Kaisar Drak)

Eternal Ruin (Puncak Arkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roni alex saputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuhnya Sayap Sang Sovereign

Elara-Vento terkapar di atas lantai balkon istananya yang telah retak seribu. Napasnya tersengal, darah segar mengalir dari sela-sela zirah sutranya yang kini compang-camping. Ia menatap ke arah Arkan—sosok yang berdiri dengan tenang di ujung balkon, seolah-olah seluruh kehancuran di Lembah Embun ini hanyalah sebuah lukisan yang ia ciptakan dalam sekali kuas.

"Kau... bagaimana mungkin seorang Nirvana bisa memanipulasi gravitasi hingga ke tingkat atom?" Elara bertanya dengan suara yang bergetar hebat. "Hukum Ruangku... seharusnya bisa memotong gravitasi apa pun!"

Arkan melangkah mendekat. Setiap derap langkahnya tidak menghasilkan suara benturan, melainkan suara dengungan rendah dari Black Hole yang terus berdenyut di dadanya.

"Hukum Ruangmu adalah hukum yang diciptakan oleh dunia ini," ucap Arkan, suaranya sangat rendah namun memekakkan telinga spiritual Elara. "Sedangkan Kehampaan-Ku... adalah hukum yang ada bahkan sebelum dunia ini dilahirkan. Kau mencoba melawan ketiadaan dengan keberadaan yang rapuh, Elara. Itu adalah kesalahan fatalmu."

Arkan mengangkat tangan kanannya. Di ujung jari telunjuknya, sebuah titik hitam seukuran butiran debu muncul. Titik itu memancarkan cahaya ungu yang sangat pekat—manifestasi dari Resonansi Nirvana Puncak yang dipadukan dengan Esensi Dewi Qi Lin.

"Tuan... kumohon... Kaisar Drak akan menghancurkanmu jika kau membunuhku!" Elara mencoba menggunakan kartu terakhirnya, yaitu ancaman kekuasaan tertinggi.

Arkan tersenyum tipis—sebuah senyuman yang tidak memiliki kehangatan sedikit pun. "Kaisarmu? Dia adalah alasan kenapa Aku ada di sini. Jika dia ingin melihatmu, dia harus mencarimu di dalam perut kehampaan-Ku."

[Momen Epic: Eksekusi Singularitas]

Arkan menyentuhkan ujung jarinya ke dahi Elara-Vento.

TEKNIK KOSMIK: SINGULARITAS JIWA.

Seketika, seluruh tubuh Elara-Vento mulai melengkung masuk ke satu titik di dahinya. Tidak ada ledakan, tidak ada darah yang menciprat. Tubuhnya, energinya, dan hukum ruangnya terdistorsi, memadat menjadi sebuah bola energi kecil yang kemudian tersedot masuk ke dalam telapak tangan Arkan.

Hanya dalam hitungan detik, Senopati 3 yang agung itu lenyap. Tidak ada jasad yang tertinggal. Tidak ada nisan yang bisa dipasang. Elara-Vento telah dihapus dari eksistensi seolah-olah ia tidak pernah menginjakkan kaki di bumi ini.

[Keheningan di Lembah Embun]

Arkan berdiri di tepi balkon, menatap ke bawah di mana kabut kehampaan mulai menipis. Di sana, Srikandi, Liem, dan Cici berdiri tegak di tengah hamparan ribuan prajurit musuh yang kini hanya bisa bersujud dalam ketakutan yang absolut.

Lembah Embun Abadi yang tadinya menjadi jantung logistik kekaisaran, kini telah berubah menjadi Lembah Keheningan. Ribuan kristal jiwa yang ada di sana telah terserap habis oleh kehadiran Arkan, meninggalkan hanya bebatuan mati yang tidak lagi memiliki energi.

"Tuan, Gerbang ke-3 telah jatuh," lapor Cici, sayap hitam-emasnya kini bersinar lebih terang setelah menyerap sisa-sisa energi angin di atmosfer.

Arkan menatap ke arah cakrawala, di mana Gerbang ke-2 mulai terlihat samar di balik pegunungan terlarang. "Tiga senopati telah jatuh. Tersisa dua penjaga terakhir sebelum Aku menyeret kaisar bodoh itu dari singgasananya."

Arkan berbalik, melangkah pergi meninggalkan reruntuhan istana Elara-Vento yang mulai runtuh karena tidak lagi memiliki hukum ruang yang menopangnya. Di belakangnya, dunia seolah-olah menutup diri, meninggalkan hanya kegelapan yang menjadi saksi bisu atas runtuhnya sayap sang Sovereign.

Lembah Embun Abadi yang biasanya dipenuhi nyanyian angin dan pendaran cahaya dari jutaan kristal jiwa, kini benar-benar mati. Suara reruntuhan istana Elara-Vento terdengar seperti dentuman raksasa yang merobek keheningan, namun debu yang dihasilkan tidak terbang ke udara; debu itu langsung terhisap ke tanah, terperangkap oleh sisa-sisa gaya tarik gravitasi yang ditinggalkan Arkan.

Arkan melangkah turun melalui tangga udara yang ia ciptakan dari distorsi ruang. Setiap kali kakinya mendarat, sebuah riak melingkar berwarna hitam-ungu terpancar, membekukan apa pun yang tersisa di sekitarnya. Di bawah, ribuan prajurit elit Garda Embun masih bersujud. Tubuh mereka gemetar hebat, zirah perak mereka berderit karena tekanan aura Arkan yang sudah mencapai tingkat Nirvana Puncak.

"Tuan," Srikandi-Tan mendekat, wajahnya yang sekeras baja bintang menatap lautan prajurit itu dengan dingin. "Apakah hamba harus meratakan lembah ini sepenuhnya? Energi mereka... terlalu lemah untuk menjadi bagian dari Anda."

Arkan berhenti tepat di tengah lautan manusia yang ketakutan itu. Ia menatap ke arah puncak gunung yang mengelilingi lembah. Di sana, sisa-sisa "Jaring Ruang" milik Elara masih bergetar sebelum akhirnya hancur menjadi serpihan cahaya yang pudar.

"Tidak perlu, Srikandi," ucap Arkan, suaranya merambat melalui frekuensi spiritual yang membuat setiap jantung prajurit di sana seolah berhenti berdetak sejenak. "Biarkan mereka hidup di dalam ketakutan. Biarkan mereka menjadi saksi bahwa di bawah langit ini, tidak ada satu pun hukum yang absolut. Kekaisaran Drak membangun dunia ini di atas fondasi cahaya yang palsu, dan malam ini... Aku telah memadamkan salah satu pilar cahayanya."

Arkan menoleh ke arah Cici, yang kini sedang memutar-mutar bola api hitam-emas di antara jari-jarinya. "Cici, gunakan sisa esensi Elara-Vento untuk mengirimkan pesan ke Gerbang ke-2. Aku ingin Senopati 2 merasakan embusan angin kematian ini sebelum Aku sampai di sana."

Cici tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan otoritas Dao Master. Ia mengangkat tangannya ke langit, dan seketika, angin kencang yang membawa bau darah dan energi kehampaan meledak keluar, melesat menembus barisan pegunungan menuju wilayah inti kekaisaran. Pesan itu bukan berupa kata-kata, melainkan sebuah getaran jiwa yang berbunyi: "Kematian telah memilih rumahnya."

Liem-Banyu muncul dari balik bayangan Arkan, pedangnya masih tersarung namun aura petir biru-hitam terus memercik di sekelilingnya. "Tuan, Gerbang ke-2 bukan lagi tempat biasa. Wilayah itu adalah Padang Alkemis Terlarang. Konon, Senopati 2 tidak bertarung dengan senjata, melainkan dengan racun jiwa dan manipulasi raga."

Arkan menatap lurus ke cakrawala. Tatapannya menembus kegelapan malam, mengunci koordinat Gerbang ke-2 yang sudah mulai siaga penuh. "Racun jiwa? Manipulasi raga? Mereka hanyalah anak-anak yang mencoba bermain dengan materi. Di hadapan Eternal Ruin, raga mereka hanyalah tumpukan atom yang menunggu untuk diurai kembali menjadi ketiadaan."

Arkan kembali melangkah, dan kali ini, Tiga Pilar Kehampaan berjalan di belakangnya dalam formasi yang sempurna. Mereka meninggalkan kawah Lembah Embun yang kini benar-benar kehilangan gravitasinya. Pohon-pohon mulai tercabut dan melayang tak tentu arah, air sungai mengalir ke langit, dan waktu seolah-olah berputar tanpa tujuan.

Panglima perang yang tersisa di lembah itu hanya bisa menatap punggung Arkan yang perlahan menghilang ke dalam kabut kegelapan. Mereka tahu, sejarah hari ini akan ditulis ulang. Legenda tentang "Sampah" yang dihina telah mati, dan yang berdiri sekarang adalah Kiamat Berjalan yang tidak akan berhenti sebelum seluruh langit tunduk di bawah telapak kakinya.

"Gerbang ke-2..." bisik Arkan di tengah perjalanannya. "Persiapkan tungku alkemismu, karena Aku datang untuk membakar seluruh hukum duniamu."

1
RYUU
keren
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
etdah nama guru gurunyaa
RYUU: kalau aku gass dan trobos aja nanti rame sendiri orang bisa masa iya kita ngak 🤣
total 22 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!