NovelToon NovelToon
One Night Stand With Mafia Boss

One Night Stand With Mafia Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / Psikopat itu cintaku / Mafia / Roman-Angst Mafia / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ririnamaku

Bijaklah dalam memilih bacaan.
Cerita ini hanya fiksi belaka!
-------------------------

Megan Ford, seorang agen elit CIA, mengira ia memiliki kendali penuh saat menodongkan pistol ke pelipis Bradley Brown, bos mafia berdarah dingin yang licin.

Namun, dalam hitungan detik, keadaan berbalik. Bradley,seorang manipulatif yang cerdas menaklukkan Megan dalam sebuah One Night Stand yang bukan didasari gairah, melainkan dominasi dan penghancuran harga diri.
Malam itu berakhir dengan kehancuran total bagi harga diri Megan.

Bradley memiliki bukti video yang bisa mengakhiri karier Megan di Langley kapan saja. Terjebak dalam pemerasan, Megan dipaksa hidup dalam "sangkar emas" Bradley.
Mampukah Megan dengan jiwa intelnya melarikan diri dari tahanan Bradley Brown?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririnamaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9

Sean Miller berdiri di depan ruang rapat utama, menatap barisan agen senior yang tampak bingung dengan pemanggilan mendadak ini. Di tangannya, ia meremas lencana Megan yang masih terasa dingin.

Sean tahu, jika berita hilangnya Megan Ford bocor sebagai kasus penculikan atau pembunuhan, kariernya tamat, dan Ayah Megan akan menghancurkan hidupnya sebelum ia sempat meminta maaf.

"Dengar semuanya!" suara Sean menggelegar, menutupi getaran di tangannya. "Instruksinya jelas. Mulai detik ini, Agen Ford dinyatakan masuk ke dalam status 'Black Operation'. Dia sedang menjalankan misi penyamaran mendalam atau deep cover untuk mendekati target utama kita."

Bisik-bisik ketidakpercayaan mulai terdengar. "Tapi Sir, tasnya ditemukan di sungai…"

"Lupakan soal tas itu!" potong Sean tegas, matanya berkilat berbahaya. "Itu adalah bagian dari skenario pengalihan yang dirancang Agen Ford sendiri. Jangan bawa kasus ini ke polisi, jangan hubungi Scotland Yard. Bungkam semua media jika ada yang bertanya tentang aktivitas di dermaga Thames kemarin. Tidak boleh ada satu pun pemberitaan tentang hilangnya Agen Ford."

Sean menatap satu per satu bawahannya dengan tatapan mengancam. "Jika ada satu kata saja yang bocor ke luar gedung ini, aku sendiri yang akan memastikan kalian kehilangan lencana kalian. Mengerti?!"

"Mengerti, Sir!" jawaban serentak itu menutup rapat darurat tersebut.

Begitu ruangan kosong, Sean jatuh terduduk di kursi pimpinan. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan yang mulai gemetar hebat. Dadanya terasa sesak, seolah oksigen di ruangan itu baru saja disedot habis.

"Megan... kau di mana?" bisiknya parau ke arah kekosongan.

Pikirannya melayang pada Ayahnya. Sean tahu dia sedang bermain api. Dia sedang menipu Direktur CIA demi menutupi fakta bahwa dia kehilangan putri pria itu.

Ketakutannya bukan hanya soal karier, tapi soal keamanan Megan. Setiap detik yang berlalu tanpa kabar dari Megan terasa seperti satu paku yang dipasang di peti matinya sendiri.

Sean meraih ponselnya, menatap foto Megan di layar, tersenyum cerah di bawah bayang-bayang pohon sakura Langley.

"Jangan mati dulu, Meg. Kumohon, jangan biarkan aku harus memberikan laporan kematianmu pada ayahmu.”

Sean masih berusaha mengatur napasnya yang memburu saat ponsel di atas meja bergetar. Sebuah pesan dari nomor yang tak ia kenal masuk, membuat bulu kuduknya berdiri seketika.

“Jangan coba-coba mengusikku atau mencari tahu lebih jauh, atau kau akan menerima Megan Ford dalam keadaan memprihatinkan di depan pintumu. Berhenti sekarang, atau dia mati.”

"Sial! Siapa bajingan ini?!" Sean membanting ponselnya ke meja, rahangnya mengeras hingga otot-otot lehernya menonjol.

Ia ingin sekali berteriak dan menuduh Bradley Brown.

Namun, logika intelijennya menolak mentah-mentah. "Tidak mungkin Bradley," gumamnya, mencoba meyakinkan diri sendiri. "Dia bahkan tidak mengenal siapa Megan. Megan baru tiga hari di London saat penggerebekan itu, mereka tidak punya sejarah apa pun."

Sean berjalan mondar-mandir di ruangannya yang sempit. "Aku masih memantau pergerakan Bradley lewat satelit dan informan. Bajingan itu selalu terlihat santai di klub miliknya, minum-minum seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada yang mencurigakan dari gerak-geriknya.

Sean mengacak rambutnya dengan frustrasi. Penggerebekan waktu itu adalah tamparan keras bagi CIA-MI6. Mereka masuk dengan senjata lengkap, tapi tidak menemukan satu pun peluru ilegal, apalagi bukti pencucian uang. Bradley Brown lebih seperti hantu daripada manusia. Dan kecurigaannya semalam adalah hal paling memalukan karena ia juga tak menemukan apa pun.

"Licin sekali kau menyembunyikan identitasmu, Brown," desis Sean sambil menatap papan mapping kasus di dinding. "Bahkan catatan pendidikannya pun kosong. Tidak ada jejak masa kecil, tidak ada universitas. Gila! Bagaimana bisa seseorang tumbuh sebesar ini tanpa meninggalkan jejak kaki sedikit pun di sistem?!"

Sean membanting map tebal berisi profil Bradley ke lantai, kertas-kertas berserakan seperti harapan-harapannya yang mulai runtuh. "Jika bukan Bradley, lalu siapa yang membawa Megan? Dan kenapa dia mengancam nyawanya sekarang?"

Ketakutan itu kini berubah menjadi paranoia. Sean merasa setiap bayangan di koridor London Station sedang menertawakan kegagalannya.

******

Bradley duduk tenang di kursi kebesarannya, menatap layar tablet. Sebuah laporan dari informan rahasianya masuk berisi kekacauan di London Station setelah pencarian Megan semalam tak membuahkan hasil

"Ini baru permulaan," gumamnya pelan, sebuah senyum miring yang mematikan tersungging di bibirnya. "Akan ada banyak kejutan lain yang akan menari di depan kalian."

"Peter!" teriak Brad.

Asisten pribadinya segera masuk dengan langkah sigap. "Ya, Tuan?"

"Pastikan tidak ada jejak yang tertinggal tentang Megan. Aku ingin Megan Ford benar-benar menjadi hantu bagi CIA."

"Baik, Tuan. Segera saya laksanakan."

Megan, yang sedari tadi berdiri di ambang pintu dan mendengar seluruh percakapan itu, merasakah darahnya mendidih. Ia melangkah masuk dengan amarah yang meledak-ledak. Tanpa aba-aba, ia mengayunkan tangannya sekuat tenaga.

PLAAKKK!

Tamparan keras itu menggema di ruang kerja yang hening. Tangan Megan sampai terasa panas dan berdenyut, membuktikan betapa besarnya tenaga yang ia keluarkan.

Peter ternganga di tempatnya berdiri. Seluruh London mengenal Bradley Brown sebagai pria yang tak tersentuh, pria yang akan menghabisi siapa pun yang berani menatap matanya terlalu lama. Dan kini, ia melihat bosnya ditampar oleh seorang wanita, namun Bradley hanya diam mematung.

"Kau menghilangkan jejakku seolah-olah aku sudah mati?!" teriak Megan dengan suara bergetar. "Kau keterlaluan, Brad! Aku akan pergi dari sini, lihat saja! Saat aku berhasil keluar, kupastikan kau akan menyesali setiap detik perbuatanmu padaku!"

Bradley berdiri perlahan. Aura di ruangan itu seketika membeku. Ia mencengkeram kedua lengan Megan dengan cengkeraman baja hingga Megan meringis kesakitan.

"Sudah kukatakan padamu, diam dan nikmati hidupmu, Meg! Sekarang, tugasmu hanyalah menjaga benihku baik-baik!" Brad membentak tepat di depan wajah Megan.

Namun, saat melihat Megan memejamkan mata karena kesakitan, amarah di mata Bradley surut dalam sekejap. Ia melepaskan cengkeramannya, lalu dengan gerakan lembut yang membingungkan, ia mengelus lengan Megan yang memerah.

"Meg... jangan paksa aku berbuat kasar padamu," ucapnya, suaranya berubah menjadi bariton yang halus dan penuh permohonan yang manipulatif.

"Aku akan terus memberontak sampai kau melepaskanku, Brown!" Megan meludah di depan kakinya.

Bradley hanya menatapnya datar, lalu menoleh pada Peter. "Peter."

"Ya, Tuan?"

"Panggil desainer terbaik di London ke sini. Sekarang."

Peter sempat ragu, namun ia segera mengangguk. "Baik, Tuan." Ia segera berlalu untuk menghubungi perancang busana langganan keluarga kerajaan.

Megan menatap Bradley dengan tatapan penuh selidik. Firasatnya mulai memburuk. "Apa lagi yang akan kau lakukan, Brad?

Kenapa kau memanggil desainer?"

“Mengikatmu sampai kau mengerti bahwa kau adalah milikku, Sayang," ucap Brad santai, sambil mendorong tubuh Megan hingga wanita itu jatuh terduduk di sofa kulit. “

"Lakukan saja kekerasan sesukamu, Brad! Pukul aku! Biarkan benihmu ini hilang dari tubuhku!" teriak Megan frustrasi.

Bradley mencondongkan tubuhnya, menghimpit Megan hingga wanita itu tak berkutik. "Dia akan tumbuh kuat di sana, Meg. Jangan bermimpi bisa menyingkirkannya. Karena jika dia hilang... aku akan terus menanam benih yang baru di rahimmu sampai kau tak punya tenaga lagi untuk menolakku."

Megan tertegun, menatap mata kelam Bradley yang tidak menunjukkan keraguan sedikit pun. Pria ini benar-benar gila. Bradley bisa berubah tak terduga, semalam ia begitu lembut dan pagi ini dia kasar lagi.

“Kita akan menikah dan kau tak akan bisa lari dariku.”

Megan tertawa sinis. “Menikah? Mimpi saja kau Brad. Aku tak punya data, kau tidak akan bisa menikahiku tanpa identitas. Kau lupa jika kau sudah membuangnya?”

“Kau akan melihat jika aku bisa melakukan yang tidak mungkin menurutmu”

Sekuat tenaga Megan mendorong tubuh Bradley, dengan napas memburu ia menunjuk wajah Bradley. “Aku benci padamu, aku bersumpah tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku!” Setelah itu ia pergi dari ruangan Bradley.

***

Bradley membanting laci mejanya. Tatapannya tertuju pada Peter yang berdiri mematung.

"Sean Miller sudah memegang tas itu. Dan aku butuh data Megan. Cari cara lain."

“Satu-satunya cara adalah meminta bantuan Langley, Tuan.” Peter tampak hati-hati saat memberi saran.

Bradley tak menjawab namun ia segera meraih ponsel satelitnya. Ia menekan nomor yang hanya terdiri dari empat digit. Sambungan terenkripsi yang langsung terhubung ke jantung Langley, Virginia.

"Ya,?" suara wanita di seberang sana terdengar tenang.

"Aku butuh dokumen identitas asli Megan Ford. Semuanya. Akta, paspor cadangan, dan berkas kewarganegaraannya. Aku mau kau urus dan sampai di tanganku tidak lebih dari satu Minggu."

"Kau tahu itu berbahaya, Brad."

"Itu sebabnya aku menghubungimu. Kau adalah satu-satunya orang yang bisa masuk ke sana tanpa membuat alarm berbunyi." Bradley menyalakan cerutunya, asapnya mengepul di udara.

Hening sejenak. "Dua hari. Aku akan mengirimnya lewat kurir diplomatik ke London."

Bradley menutup telepon dengan senyum puas. Ia menatap ke arah pintu kamar Megan. "Maaf, Meg. Kau pikir kau bisa lepas hanya karena dokumenmu hilang? Aku akan membawamu kembali ke akarmu, dengan cara yang paling tidak kau duga.”

1
Senja
eh kali ini bener kata Bradley
Senja
sekarang aja udah stress mala jadi ibu dari anak2, katanya 😔 bener kata Matthew& Clara, emang gila Bradley 😭
Senja
Aduh😭😭😭😭
Bintang Kejora
wah gila sih Arthur Ford... beneran megan menyelamatkam kehormatan ayahnya dengan memgorbankan dirinya
😔
Bintang Kejora
kayak nonton film action hollywood 🤭
Bintang Kejora
Tuh kan bener jadi begini kan? Bradley ga tau megan mempertaruhkan nyawanya demi mencari jawaban tapi bradley tetap ga mau kasih tahu. teka teki banget sih thor
Bintang Kejora
Nekat amat Megan. memilih nyelamitin bradley dari pada Bayinya 😪
Senja
Astaga... Megan benar2 benci sama Bradley sampe2 dia ga mikirin nyawanya sendiri. lebih baik mati 😭
Senja
Apalah Bradley selalu punya cara buat ngikat Megan...😔
Senja
ya ampun ini dari drama ngidam mangga muda sampe ngidam rawon... rawon go international 🤭😄 Anaknya Brad emang agak lain..
Senja
😄😄😄 Hantu London takluk sama mangga muda...
Senja
Ayo kesempatan kabur Megan 😄
Senja
Jadi gadis yang ada di bayangan Bradley itu, Alice kah? Tadi Alice nangis juga di rumah Arthur... benangnya kusut banget. Aku beneran ga bisa nebak. 🤭
Mawar Berduri
kamu itu sebenarnya siapa nya Megan sih Brad? kadang kalem kadang garang🤔🤔
Mawar Berduri
Megan mati❎
Megan hamil ✅
🤭🤭
Bintang Kejora
Ihh Bradley ini siapa sih? misterius banget. kamu kenal megan?
SarSari_
baca juga ceritaku ya kak, suamiku ternyata janji masa kecilku.🙏
Mawar Berduri
Wah ada apa dengan Bradley? kenapa mendadak berubah setelah mendengar cerita Megan?
Senja
Alpha Male si Bradley, bagus aku suka novel dengan genre mafia psikopat. Semoga ke depan lebih menantang.
Mawar Berduri
Bagus untuk openingnya, melibatkan Agen dan Mafia. Lanjut author untuk aksi menegangkan di next chapter. Semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!