NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:118.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

“Sebentar…” gumamnya serak. “Mas peluk dulu.”

Kinara menggeleng pelan, pipinya terasa hangat.

“Jangan mas, nanti kebablasan gimana?”

Farhan tertawa pelan, lalu akhirnya mengendurkan pelukannya. Ia mengusap wajahnya sendiri, lalu menatap Kinara dengan sorot mata yang berbeda dari sebelumnya—lebih hangat dan lebih hidup.

"Ya nggak apa apa, kan kita udah halal." Goda Farhan dengan genit yang semakin membuat pipi Kinara bersemu merah.

"Mas ini, udah ah Kinara mau bangun, mau mandi besar dulu." Ucap Kinara yang bersiap turun dari ranjang namun segera ditarik oleh Farhan ke dalam dekapannya.

"Kalau gitu, kita mandi besarnya bareng aja. Lagipula, mas masih pengen ngelakuin itu lagi sama istri mas yang cantik dan shalihah ini." Ucap Farhan yang kemudian membopong Kinara masuk ke dalam kamar mandi.

"T-tapi mas, ntar kita sholat subuhnya kesiangan lho." Ujar Kinara panik ketika ia mengetahui keinginan Farhan yang ingin melakukan hubungan suami istri lagi dengannya.

"Nggak kok, mas janji, mas akan ngelakuinnya cepet cepet biar kita nggak ketinggalan sholat subuhnya."

Mendengar perkataan suaminya, Kinara hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan Farhan yang ingin melakukan hubungan suami istri sekali lagi dengannya. Sesampainya di dalam kamar mandi, Farhan segera menyalakan shower untuk mengisi bathub yang akan ia gunakan untuk bercinta dengan Kinara, yang tak lupa ia campur dengan sabun cair.

Setelah menunggu beberapa saat sampai bathub itu terisi penuh dengan air, Farhan kemudian menurunkan Kinara ke dalam bathub dan masuk ke dalam bathub itu bersama istrinya. Ia tak lupa mencipratkan sedikit air ke arah Kinara yang membuat Kinara tertawa kecil dan membalas perbuatan suaminya itu dengan membalasnya dengan cara yang sama dengan yang dilakukan oleh suaminya itu.

Momen itu membuat hubungan diantara mereka semakin dekat, hingga akhirnya Farhan pun akhirnya membuka kaki Kinara dan mulai memasuki mahkota kehormatan Kinara dengan kepemilikannya yang sudah sedari tadi meminta untuk dipuaskan.

Dengan dorongan dalam dan juga ritme percintaannya yang sedikit cepat, Farhan menggauli Kinara, sementara bibir laki laki itu yang tidak henti-hentinya menyesap, mencium bibir, leher serta bukit kembar milik Kinara secara bergantian hingga membuat Kinara meronta dan membuat air yang terdapat pada bathub, terciprat keluar dan membasahi lantai kamar mandi yang dingin.

Setelah berhasil memuaskan hasrat suaminya, Kinara dan Farhan pun akhirnya menyudahi bercintanya untuk melakukan mandi besar sekaligus wudhu sebelum mereka melakukan sholat subuh berjamaah.

Udara pagi masih terasa dingin ketika Farhan dan Kinara berdiri berdampingan di samping ranjang yang biasa mereka gunakan untuk sholat. Farhan berdiri di depan sementara

Kinara mengambil tempat di belakangnya.

Ada jeda sejenak sebelum takbir pertama dikumandangkan. Dalam jeda itu, Kinara menundukkan kepala, menata niat, serta menenangkan hatinya yang masih dipenuhi rasa haru. Ia tidak pernah menyangka, momen seperti ini akan menjadi bagian dari hidupnya, berdiri di belakang laki-laki yang kini sah menjadi suaminya, bukan hanya secara hukum, tapi juga secara batin.

“Allahu Akbar.”

Suara Farhan terdengar mantap dan tenang. Tidak keras, tapi cukup untuk membuat Kinara merasa aman mengikutinya. Gerakan demi gerakan sholat mengalir dengan khusyuk. Tidak ada pikiran lain. Tidak ada kegelisahan. Hanya ada rasa syukur yang mengalir pelan di dada Kinara. Ia berdoa lama dalam sujudnya.

Tentang pernikahan ini. Tentang Farhan. Tentang dirinya yang masih belajar menjadi istri yang baik. Dan tentang harapan agar rumah tangga ini selalu dijaga Allah dari godaan, dari luka lama, dan dari masa lalu yang mungkin suatu hari kembali mengetuk.

Ketika salam terakhir diucapkan, suasana hening sejenak menyelimuti ruangan. Kinara meraih tangan Farhan dengan penuh hormat, lalu menciumnya dengan takzim.

“Terima kasih ya mas, udah menjadi imam yang baik untuk aku.” ucap Kinara lirih.

Farhan menoleh, tatapan matanya melembut. Ia mengangkat wajah Kinara sedikit, lalu mengecup kening istrinya itu dengan penuh cinta.

“Makasih juga karena kamu udah jadi istri yang baik buat mas di rumah.”

Kinara tersenyum sementara pipinya menghangat. Setelah merapikan mukena dan sajadahnya, Farhan langsung bergerak menuju lemari kecil di sudut kamar. Ia membuka tas kerjanya dan mulai memasukkan beberapa berkas penting serta dokumen yang sudah ia susun sejak malam sebelumnya ke dalam tasnya.

Sementara itu, Kinara berdiri di depan lemari pakaian. Tangannya bergerak cekatan saat tengah memilih setelan jas yang akan Farhan kenakan ke kantor. Ia mengeluarkan kemeja berwarna putih serta jas berwarna hitam yang telah disetrika rapi, lalu meletakkannya di atas ranjang dengan hati-hati.

Farhan melirik ke arahnya. Ada sesuatu yang hangat menyusup ke dadanya.Kinara tidak bicara banyak. Ia hanya melakukan semua itu dengan alami, tanpa diminta.

“Udah sayang, mas bisa siapin baju mas sendiri. Apa kamu nggak capek?” tanya Farhan akhirnya, setengah menggoda saat ia memeluk Kinara dari belakang dan membuat

Kinara menoleh.

“Capek kenapa, Mas?”

“Ngurusin mas terus.” ujarnya yang membuat

Kinara tersenyum kecil.

“Tentu aja nggak dong mas. Justru Kinara senang bisa nyiapin sendiri keperluan mas.”

Farhan terdiam sejenak. Ia menyadari satu hal yang selama ini luput dari perhatiannya—Kinara tidak pernah meminta balasan dan tidak pernah menuntut apa apa darinya. Ia hadir dengan caranya sendiri, pelan-pelan, tapi konsisten. Dan entah sejak kapan, Farhan mulai terbiasa dengan rutinitas itu.

Saat Farhan mengenakan jasnya, Kinara berdiri di hadapannya, merapikan kerah kemeja suaminya dengan hati-hati. Jarinya sedikit gemetar, bukan karena gugup semata, melainkan karena jarak mereka yang terlalu dekat. Aroma Farhan yang maskulin dan familiar, membuat detak jantung Kinara berulah tanpa izin.

Farhan tentu menyadarinya. Ia menunduk sedikit, sementara senyum tipis terbit di sudut bibirnya sebelum tiba-tiba menarik tubuh Kinara ke dalam pelukannya. Kinara terkejut kecil, dan refleks menahan dada Farhan.

“Kalau kamu deg-degan terus kayak gitu, mas bisa-bisa nggak tahan buat peluk kamu terus.” bisik Farhan dengan lembut di telinga Kinara.

Kinara mendengus malu, lalu memukul dada Farhan pelan, nyaris seperti belaian.

“Gimana Kinara nggak deg-degan,” protesnya lirih sambil menunduk, “salah Mas sendiri. Punya wajah ganteng, terus berdirinya dekat-dekat lagi.”

Farhan tertawa pelan. Tangannya mengencang sesaat, seolah tak ingin melepas, sebelum akhirnya ia mengendurkan pelukan itu dengan senyum puas, senyum seseorang yang sadar betul betapa ia dicintai.

"Bukan salah mas dong kalau mas punya wajah ganteng. Lagian bukannya malah bagus ya kalau suami kamu ini punya wajah yang ganteng dan keren? Hehe." Goda Farhan yang semakin membuat Kinara tak habis pikir dibuatnya.

"Iya mas iya, udah dong nge gombalnya. Sekarang mas turun dan tunggu Kinara di ruang makan ya, Kinara mau masak dulu buat sarapan kita sekaligus buat bekal makan siang mas di kantor." Ucap Kinara yang akhirnya melepaskan dirinya dari pelukan suaminya untuk buru buru pergi ke dapur karena tak ingin suaminya itu melihat wajahnya yang mungkin sudah merah tomat.

1
Titin Rosediana
yaaa.. Ganting lagi... Farhan junior mau Otewe.. 😄😄
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: wkwkw yang sabar ya kak, authornya emang sering buat yang baca penasaran 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh perhatian banget sih
Maulana ya_Rohman
alhamdulilllah selesai sudah marathon nya.....
mohon maap gak bisa comend di setiap bab nya....
di krn kan fokus ke cerita....
Titin Rosediana
blm up lgi KA?
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: masih belum direview sama nt kak, tunggu aja🤭🤭🤭
total 1 replies
Sriati Rahmawati
steak thorrr
bukan steik
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak makasih udah dikasih tahu👍
total 1 replies
Titin Rosediana
besok lagi ya KA.. 🤭❤️❤️ seruuuuu deh.. selalu ditunggu
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak, tiap hari pasti update bab🤭
total 1 replies
vita
bagus
Titin Rosediana
up lgi donk kaa❤️❤️❤️❤️
Titin Rosediana
astaga gantung lagi😄😄😄😄
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: wkwkwk biar penasaran kak🤣🤣🤣
total 1 replies
Titin Rosediana
yey .. skrg mah 2 bab per hari..... JD tambah semangat.. selalu nunggu update ny ka💪❤️❤️❤️ terima kasih 🙏
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak sama sama🤭
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍👍
Titin Rosediana
aaaaaa.. gantung lagi... 1 LG kaaa.... 🤭🤭 Farhan junior Otewe launching 😄😄😄❤️❤️❤️
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: wkwkwk iya kak tak usahain ya🤣🤣🤣
total 1 replies
Titin Rosediana
yaaaa.. gantunggg🤭.. up lagi donk ka.... ❤️❤️💪💪💪
Titin Rosediana: iya... ceritanya seru, ga ribet & bikin penasaran 😄😄😍😍😍😍
total 2 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
wesssssssss kayak'e bakal terjadi kesalahpahaman serta honjang ganjing kepercayaan kinara ini... aduhhhhhh farhan,,,, tau lah... suka suka kamu aja.... aku manut sama alurnya mbak othor...🤭🤭🤭🤭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: bagus itu kak👍🤣🤣
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
baguslah kalo udah sadar
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Bagus, kalau kamu meyadarinya Adilla...👍
Tidak semua apa yang kita inginkan dapat terwujud.
Ada kalanya berhasil, ada kalanya tidak. Kadang sukses, kadang gagal.
Waktu, lagi dan sekali lagi menyadarkan kita. setelah banyak menyaksikan pertunjukan panggung sandiwara dunia.
Kita mengerti, memang ada hal-hal di dunia ini tidak harus berjalan sesuai apa yang kita rencana, apa yang kita cita-citakan.
Planning hanya sebuah rencana bukan?

Hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkan memang sulit.
Merelakan apa yg telah kita perjuangkan dan harus berhenti di satu titik, It's not a simple.
Saat itu seolah-oleh dunia sedang menertawakan kita.
Mimpi yang kita ikat di layangan untuk terbang setinggi langit harus putus karena kerasnya angin.
Yah begitulah hidup, ada saat kita melepaskan itu semua.
Menebarkan senyum meski kenyataan baru saja mengoyak hati.
Katakan "itu semua baik-baik saja tanpa kita hidup dengan mimpi itu ". Tapi bukan menyerah.
Kita hanya perlu hidup dengan baik dan bermakna, bukan hidup sesuai dengan mimpi.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk hidup.
Jangan terpaku pada apa yang mungkin tidak ditakdirkan untuk kita. meratap tidak akan membuat kita bisa baik-baik saja untuk kehidupan selanjutnya.
Jadikan itu sebagai pengalaman berharga, bahwa kita pernah mempunyai apa yang kita sungguh-sunguhkan.
Namun kemudian dilepaskan dengan ikhlas.
Titin Rosediana
up lgi ka
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak ditunggu ya🤭
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
si adila ini gak tau diri banget
Darun Jun
mantap kata katanya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: harus dong kak, biar sadar diri tuh si Adilla 😏😏😏
total 1 replies
Cica Aretha
jng mau kalih kirana..semamgatttt💪💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: pastinya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!