NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / CEO / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Diagnosa Malam Pertama

​​"Baguslah. Jadi aku bisa tidur nyenyak tanpa perlu melayanimu."

​Jawaban Ziva meluncur begitu saja, santai dan tanpa beban. Tidak ada raut kecewa atau ketakutan di wajah cantiknya. Dia justru terlihat... lega?

​Elzian Drystan terdiam sejenak. Alis tebalnya bertaut tajam. Reaksi ini bukan yang dia harapkan. Biasanya, wanita yang dikirim ke kamarnya akan menangis histeris, memohon belas kasihan, atau lari terbirit-birit melihat kondisi kakinya. Tapi wanita ini justru melepas veil pengantinnya dengan gerakan kasar, melemparnya ke sembarang kursi, lalu menghempaskan tubuh ke sofa beludru di seberang Elzian.

​"Kau tidak dengar? Aku bilang keluar," geram Elzian. Suaranya rendah, seperti gemuruh petir yang tertahan.

​Ziva melepas sepatu hak tingginya satu per satu, mendesah nikmat saat kakinya menyentuh karpet empuk. "Keluar ke mana? Ini kamar pengantin kita. Lagipula, aku sudah dapat sertifikat rumahku. Kesepakatannya adalah aku menjadi istrimu, tinggal di sini, dan kau menjamin keamanan asetku. Tidak ada klausul yang bilang aku harus keluar kamar hanya karena suamiku moody."

​"Kau punya nyali juga," cemooh Elzian. Tangannya mencengkeram pegangan kursi roda hingga buku-buku jarinya memutih. "Kau pikir karena kau seorang dokter, kau bisa bersikap sombong di sini? Di rumah ini, gelarmu tidak ada harganya. Kau cuma barang jaminan hutang."

​Ziva menoleh, tatapannya berubah tajam. Dia bangkit dari sofa, berjalan perlahan mendekati kursi roda Elzian. Langkahnya tenang, terukur, persis seperti predator yang sedang mengamati mangsa.

​"Jangan mendekat," desis Elzian.

​Ziva mengabaikan peringatan itu. Dia berhenti tepat di depan lutut Elzian. Aroma parfum maskulin pria itu menguar kuat, bercampur dengan aura bahaya yang pekat. Namun bagi Ziva, bahaya adalah teman sehari-hari di meja operasi.

​"Kau tahu, Elzian," ucap Ziva pelan, matanya menyapu kaki Elzian yang tertutup celana bahan hitam. "Sebagai ahli bedah saraf, aku sudah melihat ratusan kasus kelumpuhan. Paraplegia, tetraplegia... aku hafal semuanya."

​Tanpa peringatan, Ziva berlutut. Tangannya terulur cepat menyentuh betis Elzian.

​"Lepaskan!" Elzian menyentak kakinya—sebuah gerakan refleks.

​Gerakan itu sangat kecil, nyaris tak terlihat mata awam. Tapi bagi Ziva, itu sudah cukup. Senyum miring terbit di bibir merahnya.

​"Wow," gumam Ziva, jarinya kini menekan otot betis Elzian dengan kuat, sengaja mencari titik saraf. "Refleks yang menarik untuk orang yang katanya 'lumpuh total' selama dua tahun."

​"Singkirkan tanganmu atau kupatahkan," ancam Elzian, tapi dia tidak segera menepis tangan Ziva. Dia membeku, waspada.

​Ziva mendongak, menatap lurus ke manik mata hitam pria itu. "Otot gastrocnemius-mu kencang. Padat. Tidak ada tanda-tanda atrofi atau penyusutan otot sama sekali. Kalau kau benar-benar lumpuh dan duduk di kursi roda ini selama dua tahun, kakimu harusnya sudah mengecil, layu seperti ranting kering. Tapi ini?"

​Ziva menepuk pelan lutut Elzian, nada suaranya penuh ejekan. "Ini kaki pelari, bukan kaki orang cacat."

​Rahang Elzian mengeras. Urat-urat di lehernya menonjol menahan amarah yang mulai meledak.

​Ziva berdiri perlahan, mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka nyaris bersentuhan. Dia menatap mata Elzian lekat-lekat, menganalisa setiap kedutan mikro di wajah suaminya itu.

​"Dan lihat matamu," lanjut Ziva, suaranya turun menjadi bisikan berbahaya. "Pupilmu melebar saat aku menyentuhmu tadi. Itu respon sistem saraf simpatik. Fight or flight. Tubuhmu bersiaga. Kau tegang. Kau tidak lumpuh, Suamiku. Kau cuma penipu ulung dengan akting yang buruk sekali."

​Hening.

​Suasana kamar itu berubah mencekam dalam hitungan detik. Udara terasa berat, seolah oksigen ditarik paksa dari ruangan.

​Elzian menatap Ziva dengan tatapan yang sulit diartikan. Kilatan di matanya bukan lagi sekadar dingin, tapi mematikan. Rahasianya—kartu As yang dia jaga mati-matian dari musuh-musuh bisnisnya, bahkan dari keluarganya sendiri—baru saja ditelanjangi oleh wanita yang baru dikenalnya kurang dari enam jam.

​"Kau merasa pintar, Dokter Ziva?" tanya Elzian pelan. Terlalu pelan.

​"Aku tidak merasa pintar. Aku memang pintar," balas Ziva angkuh. "Jadi, berhentilah bersandiwara di depanku. Itu menjijik—"

​BRAK!

​Kalimat Ziva terputus paksa.

​Kursi roda itu terdorong ke belakang dengan kasar. Dalam sekejap mata, bayangan tinggi besar menjulang di hadapannya. Elzian Drystan berdiri. Tegak, kokoh, dan menjulang tinggi, jauh lebih tinggi dari Ziva.

​Sebelum Ziva sempat mundur, sebuah tangan besar dan kuat sudah mencengkeram lehernya, mendorongnya mundur hingga punggung Ziva menghantam dinding kamar dengan keras.

​"Ugh!" Ziva terbatuk, tangannya refleks mencakar lengan kemeja Elzian yang kini mengunci saluran pernapasannya.

​Wajah Elzian kini tepat di depan wajahnya. Tidak ada lagi pria lemah di kursi roda. Yang ada di hadapannya adalah monster yang sebenarnya. Otot-otot lengan pria itu menegang sempurna, membuktikan diagnosa Ziva seratus persen akurat. Tenaganya luar biasa besar.

​Mata Elzian berkilat buas, menatap Ziva seperti singa yang siap merobek leher mangsanya. Sudut bibirnya terangkat membentuk seringai kejam yang membuat bulu kuduk meremang.

​"Selamat, Istriku," bisik Elzian tepat di telinga Ziva, suaranya serak dan mengerikan. Cengkeramannya di leher Ziva mengerat, membatasi pasokan udara, tapi tidak cukup untuk membunuh—hanya untuk memberi peringatan mutlak. "Analisa medis yang brilian."

​Ziva megap-megap mencari udara, tapi matanya tetap menatap nyalang, menolak untuk tunduk.

​"Tapi kau lupa satu hal," lanjut Elzian dingin. Dia mendekatkan wajahnya, menatap manik mata Ziva yang mulai berair karena kurang oksigen. "Orang yang tahu terlalu banyak, biasanya umurnya pendek."

1
Ayunindya Humaira
authornya dokter apa bagimana sih ini?bagus bangeeret 👍👍👍👍
endah setyowati
ceritanya tokohnya berkualitas & bagus suka banget💞
Winda Milasari
bayanginnya lucu naik kursi roda jalan sambil mangku🤣🤣🤣🤣
Winda Milasari
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
C2nunik987
novel keren thorr cerdas pokok nya top markotop baca kisah mereka ziva dokter genius keras kepala berdedikasi tinggi...elzian CEO gilaaaa yg punya kekuasaan dan harta yg luberrr tapi kurang ksh sayang .... akhirnya mrk saling bucin dgn berjalan nya waktu buat mrk jd pasangan yg sempurna 👍😍🙏🫰sukses buat thorr nya 💪🔥♥️
C2nunik987
tamat ini jgn dulu ia thorrr kasih bonus sampai ziva lahiran 😍😍😍
C2nunik987
kok ia dibiarin dokter ga mkn gainum operasi continued sister atau asisten pribadi mang ga ada utk ziva ?
C2nunik987
ziva kelelahan dan kurang istirahat mkn minum ....mungkin juga hamil 🙈🙈
C2nunik987
perpaduan yg sempurna tenang cerdas berani dan support suami yg lbh ugal ugalan 😂😂😂😍😍😍
C2nunik987
tanpa kekuasaan suami ziva bisa memukul.tekak lawan dgn tenang dan kecerdasan otaknya 😡😡
C2nunik987
ziva dokter cantik kesayangan CEO jgn diganggu klo mau umur panjang
C2nunik987
Ayo ziva jd mafia sesaat semua keadaan yg ekstrim susah pernah km lslui semangat ziva 😍😍
C2nunik987
nah gitu kan kita seneng liatnya klo CEO konyoll jatuh cinta bukan jatuh tempo 😂😂😂
C2nunik987
😂😂😂😂 good job CEO konyolll atas kemenangan nya segel halal kalian udh terlihat hilalnya jelas dan pas tinggal tunggu anak lahir launching junior nya papa El.😍😍
C2nunik987
bnr kan Ngadi Ngadi satria mau ziva 😡😡😡
C2nunik987
Akhirnya beres MLM pertama ....ambil cuti ho rum ziva 😍😍
C2nunik987
hahaha ziva unboxing bojone yg ugal ugalan ngabisin duit 😂😂😂
C2nunik987
ayooo ziva bikin anak ma suamimu ksh dia keturunan masa suami istri ga ada honeymoon 😡😡😡thorrr bikin ziva cuti bist bikin anak 😍😍
C2nunik987
udahlah ambyar semua rasa 🙈🙈
C2nunik987
komunikasi kurang tegas atau ziva yg egois disini terbuai ma kepandaian senior nya sampe ga perduli perasaan suami?😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!