"Rania apa yang kamu lakukan di kamar berdua'an dengan papa kamu" teriak Ririn.
"ini tidak seperti yang bunda pikiran. om haikal yang memaksa aku masuk kamar bunda" Rania ketakutan.
"bohong itu sayang, anakmu ini yang goda mas" haikal memfitnah Rania.
plak
"kurang ajar kamu Rania.. berani banget goda suami bunda.. mending sekarang kamu pergi dari sini!! biar kamu tinggal dengan ayahmu saja" Rania di usir sama Ririn dari rumah nya.
Rania azura rinjani, gadis 16 tahun yang harus menjalani hidup sengsara semenjak kedua orang tuanya memilih berpisah dan mempunyai keluarga baru.
Rania dia abaikan oleh kedua orang tuanya dan lebih perhatian dengan keluarga barunya.. baik rumah ayah maupun bunda nya seperti neraka baginya.
"Tuhan gue harus kemana ini.. pulang ke rumah ayah gue pasti di siksa habis-habisan sama istri baru ayah.. menetap di sini pun tidak aman karena suami bunda yang bajingan itu pasti kembali melecehkan gue" Rania menangis di kamar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 01
"Ampun ayah, aku tidak pernah mengambil makanan jihan" mohon Rania.
"Dasar anak sialan. Ayah tidak pernah ngajarin kamu jadi pencuri seperti ini.. Apa uang bulanan mu kurang" teriak rehan.
Rania di pukul menggunakan sabuk oleh sang ayah, dia di fitnah oleh ibu tirinya dan saudara tirinya mengambil makanan jihan diam-diam.
Rehan terus memukul Rania dengan begitu keras, jeritan Rania terdengar sampai bawah.. Ibu dan anak itu menikmati jeritan Rania dan menganggap nya sebagai nyanyian..
Setelah melihat Rania pingsan Raihan baru berhenti memukul nya.. Badan gadis itu benar-benar banyak luka.. Belum sembuh luka nya yang lain kini di tambah lagi luka baru.
"Mbok kamu pergi ke kamar Rania.. Urus anak sialan itu" perintah raihan sama mbok darmi.
"Baik tuan" mbok darmi berlari menuju kamar Rania untuk melihat anak yang dia asuh dari kecil itu.
Setiap selesai memukul Rania, raihan pasti menyuruh mbok darmi merawat dan mengobatinya luka Rania. Entah apa tujuan nya memukul sang putri kandungnya sendiri.
Ceklek.
Mbok darmi melihat Rania sudah tidak sadar kan diri di dalam kamar nya dan tubuh nya sudah penuh dengan luka.
"Astaghfirullah non nia.. Kenapa hidup non seperti ini sekarang" mbok darmi membangun Rania dengan berlinang air mata.
Berlahan Rania membuka matanya dan langsung memeluk mbok darmi dengan meringis menahan sakit.
"Mbok aku bukan pencuri.. Jihan yang merebut makanan nia bik" ucap Rania.
"Mbok tahu non bukan pencuri.. Mbok lihat non jihan ambil makanan non nia" ucap mbok darmi..
Sebelum pulang ke rumah, Rania memang sempat beli makanan karena dia tahu sampai rumah tidak ada makanan yang tersisa untuk nya.. Jihan dan ibunya pasti menghabiskan semua..
Rania membeli nasi padang, saat mau makan tiba-tiba jihan datang dan merebut makanan itu.. Karena itu miliknya Rania mempertahankan nya tapi malah dia yang di tuduh mencuri makanan itu sama jihan.
"Aku sudah tidak kuat mbok.. Aku mau matinya aja biar penderitaan ku berakhir" oceh Rania.
"Jangan bicara seperti itu non.. Mbok tidak mau kehilangan non nia.. Yang sabar ya non" mbok darmi selalu menyemangati Rania.
Rania tinggal 1 minggu di rumah ayahnya, satu minggu juga di rumah bunda nya.. Tiap minggu dia terus begitu saja 3 tahun terakhir ini.
_______
Are you okey, kok muka lo pucat" tanya aira sahabat Rania dari SD.
"Sejak kapan gue baik-baik saja ra.. Tiap hari gue selalu berada di ambang kematian" ucap Rania.
"Apa lagi yang di buat gadis gila itu sampai bokap lo mukulin lo lagi" tanya mila.
Mila dan aira tahu gimana kehidupan Rania setelah orang tuanya cerai dan punya keluarga baru lagi. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena sang ayah pasti akan menyiksa Rania lebih parah lagi.
"Jihan menuduh gue mencuri makanan nya, yang sebenarnya dia lah yang merebut makanan gue" cerita Rania.
"Dan seperti biasa bokap lo lebih percaya sama anak tirinya itu" ucap aira dan mila bersamaan.
"Gue heran kenapa Tuhan masih memberikan gue hidup padahal tiap hari gue selalu di pukul dan disiksa tanpa ampun oleh ayah gue sendiri" Rania sangat lah rapuh.
Mila dan aira langsung memeluk sahabat nya itu untuk menenangkan nya.
"Lo tidak boleh nyerah nia.. Itu artinya Tuhan masih sayang sama lo.. Lo gadis yang kuat dan tangguh" ujar Mila.
"Suatu saat Tuhan pasti buat lo bahagia dan jadi orang hebat nia.. Tuhan tidak memberikan cobaan kalau hamba nya tidak mampu" nasihat aira.
"Entah lah gue masih percaya atau tidak.. Gue lebih memilih mati aja dari pada hidup seperti ini" Rania sudah pasrah dengan hidup nya..
Di saat ketiga gadis itu bicara, datang lah seorang pemuda yang bernama digo.. Dia adalah sahabat sekaligus tetangga Rania.. Hubungan mereka juga renggang setelah jihan hadir.
Digo melihat Rania yang sedikit pucat, dia sebenarnya ingin bertanya tapi dia malu karena Rania sudah cuek dengan nya.
"Guys gue lapar, ke kantin yuk mumpung masih pagi" ajak Rania.
Gadis itu tidak pernah sarapan di rumah. Dulu digo selalu membawa sarapan untuk nya tapi sekarang sarapan itu di kasih untuk jihan.
"Nia ini ada titipan sarapan untuk lo dari mami gue" ucap digo sambil menyerahkan kotak makan itu.
"Gak usah.. Gue bisa beli di kantin kok.. Ayok guys" Rania menolak mentah-mentah lalu pergi dari sana.
Digo menghela nafas berat. Sejak kejadian 1 tahun yang lalu Rania jadi jaga jarak dan membenci nya.
"Maafin gue nia.. Sampai kapan lo benci gue seperti ini. Gue kangen lo" batin digo.
1 tahun yang lalu Rania juga hampir meregang nyawa karena di pukul sama sang ayah.. Jihan menuduh Rania membully nya di sekolah karena pulang sekolah jihan babak belur. Dia memang di bully tapi bukan Rania pelaku nya tapi kakak kelas.. Digo tahu kebenarannya bukan membela Rania malah memihak ke jihan. Semenjak itu Rania sangat membenci digo.
*******
Raihan sudah menunggu di pintu gerbang, dia mau menjemput jihan karena supir yang biasa anter jemput nya lagi pulang kampung.
"Ayah jemput jihan?".
"Ya sayang ayok naik" suruh raihan.
Rania yang melihat mobil ayahnya pun berlari menuju tempat ayahnya.. Dia kira ayahnya menjemputnya. Rania hampir mau masuk tapi raihan langsung memarahinya.
"Rania kamu ngapain masuk mobil ayah ahh" ujar raihan.
"Bukan nya ayah datang untuk menjemput aku" tanya Rania.
"Bukan.ayah datang untuk menjemput jihan.. Kamu naik angkot saja sana" raihan melempar uang 50 ribu ke muka Rania.
Jihan yang melihat itu langsung tersenyum mengejek kearah Rania. Dia sangat senang melihat Rania sedih.
"Ayok yah jalan, aku sudah lapar ini" rengek jihan.
"Ya sayang" raihan pun menjalankan mobil nya tanpa perduli dengan Rania.
Air mata Rania jatuh melihat ayahnya meninggalkan sekolah..
"Rania apa yang lo harapkan.. Bokap lo sudah tidak perduli dengan lo Rania" batinnya.
Mila dan aira yang melihat dari parkiran pun menghampiri Rania.
"Ayok gue anterin lo pulang tapi sebelum itu kita makan siang dulu" kata aira.
"Hari ini biar gue yang terakhir kalian berdua.. Kalian bebas mau makan apa" ucap Mila.
Mila dan aira selalu ada untuk Rania, mereka sebisa mungkin menghibur Rania. Mereka sudah mengajak Rania tinggal di rumah mereka tapi ujung-ujungnya bokap nya selalu menjemput Rania untuk kembali ke rumah.
Kedua gadis itu mengusap air mata sahabatnya nya itu.
"Stop menangis untuk hal-hal yang tidak penting okeyy".
"Jangan buang air mata lo untuk bokap Laknatullah lo itu".
agar jelas Ng ada sangkut pautnya lagi.
thanks teh 💪❤️