NovelToon NovelToon
Menikahi Perempuan Gila?

Menikahi Perempuan Gila?

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kyky Pamella

"menikah, atau kamu kami coret dari daftar pewaris?"
"tapi dia gila mah,"
.........
Narendra meradang saat jalinan kasihnya selama bertahun-tahun harus kandas dan berakhir dengan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya.
Reyna, putri konglomerat yang beberapa tahun belakangan di isukan mengidap gangguan jiwa karena gagal menikah adalah perempuan yang menjadi istri Narendra.
tak ada kata indah dalam pernikahan keduanya, Naren yang belum bisa melepas masa lalunya dan Rayna yang ingin membahagiakan keluarga nya di tengah kondisi jiwanya, saling beradu antara menghancurkan atau mempertahankan pernikahan.
apakah Naren akhirnya luluh?
apakah Rayna akhirnya menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyky Pamella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MPG_9

 Satpam segera membukakan pintu gerbang saat melihat mobil Narendra datang. Naren bergegas keluar bahkan sebelum Ardi mematikan mesin mobil. 

“Nyonya dirumah?” tanya Naren Pada pak satpam yang sekarang tengah berdiri dihadapannya

Ajeng memang mewajibkan seluruh pekerja di rumahnya untuk memanggil dirinya nyonya. menurutnya itu akan membuat posisi dia lebih tinggi dan dihormati.

“Ada tuan, kira-kira 10 menit yang lalu nyonya baru pulang dan langsung lari masuk kerumah, sepertinya nyonya pulang dalam keadaan menangis tuan.”

Naren tidak menjawab pernyataan satpam itu, ia segera berlari masuk ke rumah

“Asslamu’alaikum sayang, lihat aku datang.”

“Wa’alaikum salam tuan.”

bukan Ajeng yang menjawab melainkan Narti, asisten rumah tangga Ajeng.

“Dimana Nyonya?”

“Di kolam renang tuan.”

Narendra segera melangkahkan kakinya ke halaman belakang rumah tempat kolam renang berada.

Nampak Ajeng sedang berenang dengan memakai bikini bermotif leopard, yang sukses membuat napasan Narendra tertahan sejenak. Refleks tubuhnya bereaksi lebih cepat dari akalnya.

“Sayang, aku datang.”

“Suatu kehormatan Pangeran mahkota telah sudi menemui si selir ini.” Ajeng segera menepi saat melihat Narendra datang

“Kamu ini bicara apa sih, kamu itu permaisuri bukan selir.” Ucap Naren lembut

“Oh ya, jika benar begitu maka aku adalah permaisuri paling malang di dunia. Bagaimana bisa seorang permaisuri dibiarkan terlunta-lunta hanya demi selirnya.” ucap Ajeng sambil tersenyum kecut

“kita kan udah pernah bahas ini panjang lebar Jeng dan kamu juga bilang kalau kamu sudah mengerti, kenapa masih di permasalahkan sih.” Naren mengelus pucuk kepala Ajeng yang masih basah

“apa kamu yakin wanita yang kamu nikahi itu gila?” Ajeng mendekatkan dirinya pada Naren

“Kamu kenapa tanya begitu?”

“kamu tau?! perempuan itu tidak gila Ren, tapi licik...perempuan itu sangat licik.” Ajeng mulai menangis sesenggukan

Naren mengambil bathrobe yang menyampir di atas kursi panjang kemudian memakaikan nya pada tubuh Ajeng dan menuntun Ajeng untuk duduk

“Dia sendiri yang bilang tempo hari saat aku mengantar kamu pulang, dia bilang kalau memang benar dia gila dia tidak akan menjadi istrimu sekarang.” Tangis Ajeng semakin menjadi

“sudah ya kendalikan dirimu, aku kesini untuk sarapan bersama dengan mu bukan untuk membahas pengganggu hubungan kita.” ucap Naren sambil membenamkan wajah mungil Ajeng ke dada bidangnya

Hari ini dua orang yang ia percaya menanyakan hal yang sama tentang Rayna, sepertinya Naren memang harus segera mencari tau keadaan Rayna sebenarnya.

“kamu kemana aja ha, aku nungguin kamu sejam di cafe tadi. Di chat gak balas di telfon juga gak kamu angkat, ngeselin banget sih.” ucap Ajeng dengan nada merajuk

“A-aku bangun kesiangan tadi, maaf ya.”

Naren tidak mungkin berkata jujur jika ia sedari pagi sibuk memenuhi persyaratan dari Rayna atau Ajeng akan mengamuk dengan amukan setara dengan selusin singa betina yang sedang PMS

“Sepertinya kamu usai melewati malam yang panjang ya sampai terlambat bangun, katakan kamu naik berapa ronde? Apa ISTRI cantik mu itu menguasai banyak gaya?”Ajeng menatap dalam mata Narendra

Tadinya Ajeng berfikir bahwa Rayna akan nampak menjijikan dengan rambut gimbal, wajah dekil dan tubuh yang tidak terawat karena Naren bilang bahwa Rayna mengalami gangguan jiwa kategori berat bahkan sampai di rawat di rumah sakit jiwa, tapi saat bertemu dengan Rayna tempo hari, ternyata semua ekspektasinya salah besar. Dan sekarang ia bahkan mulai ketakutan jika Naren berpaling darinya

“kenapa mulai lagi sih, aku kan udah bilang aku hanya akan melakukan itu dengan mu bukan dengan orang lain.”

“Kamu juga bilang kalau kamu hanya akan menikah dengan ku, tapi apa? kamu juga malah menikah dengan orang lain.” Ajeng menatap Naren nanar

“kamu tau kan aku bukan tipe lelaki hidung belang yang bisa bercinta dengan siapa saja tanpa di dasari adanya rasa cinta.”

Memang benar Narendra bukan tipe lelaki playboy meskipun ia kerap nongkrong di bar dan di kelilingi banyak wanita tapi ia tidak akan sampai pada adegan mantap-mantap. Saat hasrat nya sebagai pria dewasa meronta ingin dilampiaskan biasanya ia akan langsung ke kamar mandi memilih bersolo career hingga tuntas. 

“lagi pula aku tidak sekamar dengan nya.”

“benarkah?”senyum Ajeng seketika merekah

“tunggu..jika tidak dikamar mu berarti dia tidur di ....astaga!kamarku!. Aku baru saja membagi kekasihku padanya dan sekarang aku harus berbagi kamarku juga dengannya?” Ajeng kembali mencak-mencak

Sejak Narendra membeli panthous dua tahun lalu, ia memang meruntukan kamar d sisi kiri untuk Ajeng. Jarak dari bar milik Ajeng memang lebih dekat ke Apart Narendra dari pada ke rumahnya. Jadi jika Ajeng pulang larut dan Naren tidak bisa mengantar pulang maka Ajeng akan menginap disana.

“jadi kamu lebih rela dia tidur seranjang dengan ku?” tanya Naren dengan tatapan menggoda

“lihatlah betapa liciknya perempuan itu, dia bahkan selalu menghadapkan mu pada pilihan yang sulit hingga kamu gak bisa memilih.” Ajeng beranjak dari tempat duduknya dan ngeloyor masuk ke rumah meninggalkan Narendra

"Hufffff ....baru tau kalau kamarnya dipakai Rayna aja udah kayak kesurupan reog gimana kalau sampek dia tau aku mengganti semua passcode di panthaous bisa-bisa dia berubah jadi leak," Narendra mengusap kasar wajahnya.

***

Ardi segera membukakan pintu mobil saat melihat Narendra keluar dari dalam rumah.

“kita langsung ke kantor ya pak, pak Bayu dan Pak Bagas sudah menunggu anda sejak satu jam yang lalu.” ucap Ardi seraya melajukan mobilnya

“Astagfirullah, kenapa aku bisa lupa kalau hari ini ada meeting dengan mereka. Kamu juga sih Ar, kenapa gak ngingetin saya tadi?!” cicit Naren sambil meraih ponselnya untuk mengabari kedua sohibnya itu.

Setelah 45 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di kantor Tunggal Jaya Grup, Ardi segera menyiapkan berkas-berkas yang di minta Narendra.

“assalamu’alaikum..sorry bro gue telat.” Naren langsung menyambungkan kabel proyektor ke laptop miliknya

“wa’alaikum salam. Kalem, Gapapa bro, gue juga pernah ngalamin jadi nganten baru kok. Lo masih mending telat pas hari pertama doang, dulu gue malah sebulan full telat masuk kantor, gue baru datang tepat waktu pas bini lagi tanggal merah. Untung bokap pengertian.” Kekeh Bayu mengingat kisahnya kala itu

“Emang dasar hyper akut lu, dulu..dulu..apaan? orang sekarang juga masih begitu.”sahut Bagas dengan wajah jengkel.

“Makanya lo buruan cari sangkar burung yang cocok trus lo kawinin deh, biar lo tahu gimana nikmatnya surga dunia yang udah dapat sertifikat halal dari MUI dan juga supaya joni lo tetap slay” cicit Bayu sambil tertawa ngakak. 

Diantara mereka bertiga memang hanya Bagas yang tidak memiliki pasangan, bukan karena tidak laku tapi karna Bagas menganut paham no woman no cry,menurutnya menjalin komitmen dengan perempuan hanya akan merepotkan dirinya saja. Ia lebih memilih menyewa saat ia sedang membutuhkan.

Naren hanya mengeleng kecil melihat dua orang di hadapannya ini

“kalau lo mau lebih tahan lama, bilang aja ke gue, gue baru nyetok kemarin.” ucap Bayu sambil menyalakan laptopnya

“Katanya monster ranjang, tapi mainnya pakek obat-obatan? Emang kenapa monster lo kalau gak pakek begituan?” cibir Narendra

“berubah jadi tripang kali.” Jawab Bagas yang di susul gelak tawa mereka berdua, meninggalkan Bayu yang mendengus kesal

“lihat aja kalau sampai kalian berdua ngrengek rengek karna bini lu pada minta nambah tapi si joni udah terkulai lemah, trus lu pada nyariin gue untuk minta obatnya. Gue bakal arahan istri lo pada buat jajan diluar aja.”

“sialan lo.” Pekik Bagas sambil meninju lengan Bayu

1
Wina Yuliani
eng ing eng di gantung nih kita, kayak jemuran yg gk kering kering
plisss dong kk author tambah 1 lagi
Nurhartiningsih
woilahhh ..knp rayna??
lovina
kirain cwenya hebat taunya luluh jg bego...pasaran ceritanya..kirain beda..bkn hasil dari otak author haisl baca2 novel lain🤣, dan ini semua para author lakukan..
PanggilsajaKanjengRatu: coba baca punya aku kak, Siapa tau gak pasaran🤭 judulnya “Cinta Yang Tergadai ” ada juga soal cinta virtual yang berhasil ke pelaminan “Akara Rindu dalam Penantian”
total 1 replies
Nurhartiningsih
baru awal baca udah nyesek
Wina Yuliani
seru.... ceritanya ringan tp bikin gereget, penasaran, ada sedih tp ada manis manisnya juga, gaskeun lah pokonya mah 👍👍👍👍
Wina Yuliani
rayna yg di kasih kartu aku yg ikut kelepek2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!