NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Cintamanis / Mafia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Rea Adelia, gadis sebatang kara yang lugu dan ceroboh, merantau ke kota besar demi mencari kerja. Namun, malam pertamanya di kota itu berubah menjadi mimpi buruk sekaligus awal takdir baru. Di sebuah gang sempit menuju kosannya, ia menemukan Galen Alonso—seorang pemimpin mafia kejam yang terluka parah akibat pengkhianatan.
Niat baik Rea membawanya menolong Galen ke dalam kamar kosnya yang sempit. Tanpa Rea sadari, menolong Galen berarti menyeret nyawa polosnya ke dalam dunia gelap yang penuh darah. Di antara sekat dinding kos yang rapuh, si gadis manis yang ceroboh harus hidup bersama sang mafia tampan yang berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Jangan Sentuh Sehelai Rambut Pun"

Rea terbelalak, matanya yang bulat mengerjap berkali-kali saat melihat Galen membuka kancing kemejanya satu per satu hingga memperlihatkan dada bidang yang kokoh dan berotot. Jantungnya terasa seperti sedang melakukan maraton.

"Sekarang giliran kamu bunny "

kata Galen

"S-sekarang... giliran Rea?" tanya Rea terbata-bata. "Giliran apa, Mas? Mas mau Rea kerokin? Atau Mas mau Rea pijit punggungnya?"

Galen tersenyum tipis melihat kepolosan Rea. Ia duduk di tepi ranjang, menatap mata Rea dengan lembut.

"Maksudku, sekarang giliran kita istirahat, Bunny," bisik Galen dengan suara menenangkan. "Kita sudah lelah seharian. Ayo tidur."

Galen menarik selimut dan berbaring di samping Rea. Ia memeluk gadis itu dengan erat, memastikan Rea merasa nyaman dan aman. Meskipun Rea masih sedikit bingung dengan perkataan Galen sebelumnya, ia merasa damai dalam pelukan suaminya yang hangat.

Keesokan Paginya

Rea terbangun dengan perasaan segar. Ia melihat Galen sudah duduk di tepi ranjang,

tampak sedang merenung.

"Mas? Ada apa?" tanya Rea.

Galen menoleh dan tersenyum. "Tidak apa-apa, hanya sedang memikirkan pekerjaan." Ia mengusap rambut Rea dengan sayang. "Kamu istirahat saja di rumah hari ini ya. Kalau mau keluar, minta Leon menemani."

"Oke, Mas," jawab Rea patuh. "Mas mau sarapan dulu?"

"Tidak usah, saya sudah ada janji pagi ini. Nanti kamu sarapan saja dengan Bi Sumi," ucap Galen sambil berdiri. Ia mengecup dahi Rea, lalu beranjak pergi.

Setelah Galen keluar, Rea memutuskan untuk membaca buku sambil menunggu Bi Sumi menyiapkan sarapan.

Galen menatap Leon dengan tatapan yang sangat dingin dan penuh peringatan. "Leon, saya tinggal. Jaga Rea dengan nyawamu. Jangan biarkan satu helai rambut pun jatuh darinya," perintah Galen tegas.

"Baik, Tuan. Saya laksanakan," jawab Leon sambil membungkuk hormat.

Galen kemudian melangkah menuju mobil sport hitamnya dan melaju kencang meninggalkan mansion. Tujuannya hanya satu: kediaman Sonya. Ia sudah cukup bersabar dengan gangguan wanita itu yang berulang kali mencoba menyakiti istri kecilnya.

Di Kediaman Sonya...

Sonya sedang duduk bersantai sambil menyesap anggur merah saat pintu kamarnya didobrak paksa. Galen berdiri di sana dengan aura yang begitu mematikan, membuat gelas di tangan Sonya hampir terjatuh.

"Galen? Sayang, kau datang berkunjung?" tanya Sonya dengan nada menggoda yang dipaksakan, meski jantungnya berdegup kencang karena takut.

Galen berjalan mendekat, setiap langkahnya terasa seperti guntur di ruangan itu. Ia mencengkeram rahang Sonya dengan satu tangan, menekannya hingga wanita itu meringis kesakitan.

"Sudah saya katakan, Sonya. Jangan pernah menyentuh Rea," desis Galen dengan suara rendah yang sangat berbahaya. "Pertunangan ini sudah berakhir. Jika saya melihatmu mendekati mansion saya atau mengirim satu orang pun untuk mengintai Rea lagi, saya pastikan klanmu akan menghilang dari peta kota ini dalam semalam."

"Kau... kau mencintai pelayan itu?" tanya Sonya dengan napas tersengal.

"Dia istri saya, Nyonya Muda. Dan saya tidak main-main dengan ucapan saya," Galen menghempaskan rahang Sonya hingga wanita itu tersungkur ke sofa. "Hari ini adalah peringatan terakhirmu. Jika kau ingin tetap hidup, menjauhlah."

Galen berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi. Ia tidak peduli pada air mata atau kemarahan Sonya. Pikirannya kini sudah terbang kembali ke mansion, ingin segera memastikan Rea aman dalam dekapannya.

Sementara itu di Mansion...

Rea sedang berjalan-jalan di taman dengan diawasi Leon dari jarak yang cukup dekat. "Bapak Asisten," panggil Rea pada Leon.

"Iya, Nyonya Muda?" jawab Leon dengan sangat sopan.

"Mas Galen ke mana ya? Kok rapi sekali? Apa ada rapat darurat soal hama tanaman lagi?" tanya Rea polos sambil memandangi bunga mawar yang baru mekar.

Leon terdiam sejenak, mencoba menahan tawa. "Iya, Nyonya. Ada... 'hama' besar yang harus segera dibersihkan oleh Tuan Senior Kebun agar tidak merusak keindahan taman kita."

Rea mengangguk-angguk percaya. "Wah, Mas Galen memang sangat berdedikasi ya pada pekerjaannya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!