NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Cintapertama
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.

Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.

Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.

Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.

Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Belum sempat Aruna berkata kalau dia ingin mengembalikan uang nya Erlan, laki-laki itu malah pergi dari hadapan nya.

Namun ucapan terkahir Erlan sebelum dia pergi membuat Aruna tersenyum tipis.

"Cowok aneh," ucap Aruna dan meninggalkan taman tersebut.

Meskipun terlihat nakal, dan juga pecicilan, Erlan sangat berbeda dari cowok-cowok yang di kenali Aruna di sekolah, entah apa bedanya Aruna sendiri lah yang tau.

"Huh, malas banget rasanya mau ke kelas, sebaiknya hari ini gue ijin aja kali ya, rasanya udah gak pengen belajar karena masalah ini, soal uang itu, dia ternyata anak sekolah sini juga, gue bisa kembaliin kapan-kapan aja," ucap Aruna yang kemudian berjalan menuju ruang guru.

Aruna pun memutuskan untuk meminta izin pulang kepada wali kelas nya dengan alasan kurang enak badan, setelah mendapatkan izin ia pun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.

Sementara itu di sisi lain.

"Ganggu aja Lo, gue lagi ngomong sama tikus," kata Erlan kepada Leo.

"Udah waktunya masuk kelas, gak usah ngibul lagi, gak ada tikus yang bisa ngomong," ucap Leo kepada Erlan.

"Ada kok, tikus cengeng suka nangis tapi juga galak," ujar Erlan lagi.

"Skip, kita udah sampe lo tunggu sini sampai papa gue mangil dan ngenalin Lo ke anak-anak," ucap Leo yang kemudian masuk ke dalam kelas duluan.

Sementara Erlan menunggu di luar dengan bosan.

Sementara itu di kelas Reyhan.

"Akhirnya, ternyata gak sesulit yang gue bayangin, mudah banget bikin mereka pisah," ucap Vani dalam hatinya.

Sementara Reyhan celingak-celinguk karena sampai sekarang tak melihat Aruna masuk kelas.

"Rey, kenapa?" tanya Vani kepada Reyhan.

"Kok Aruna belum masuk ya?" tanya Reyhan yang ternyata masih memikirkan Aruna.

"Sayang udah, biarin aja, dia itu udah gak ada hubungan sama kamu lagi, lagian dia juga udah nampar kamu dia juga ngedorong aku, emang kamu masih mau temenan sama dia?" ucap Vani dengan lemah dan wajah sedih.

"Gak sayang, bukan gitu, aku cuma khawatir aja soalnya aku rasa ucapan ku tadi terlalu gak enak," jelas Reyhan yang merasa bersalah.

"Udah, emang pantes kok dia di gituin, oh iya, dia tadi ngebuang ini, boleh gak ini buat aku aja?" tanya Vani sambil menunjukkan kalung yang tadinya di buang Aruna.

"Kamu suka?" tanya Rey kembali fokus dengan Vani.

"Iya," jawab Vani.

"Yaudah buat kamu aja, lagian dia juga udah gak mau, sini aku pasangin," ucap Reyhan sambil tersenyum dan mengambil kalung tersebut.

Karena harga nya cukup mahal, ini membuat Reyhan tidak berfikir panjang menyetujui Vani mengambil alih kalung yang pernah menjadi milik Aruna tersebut, Vani juga melakukan itu semata-mata untuk membuktikan kepada Aruna kalau hanya dia lah yang cocok untuk Reyhan dan juga memakai kalung mahal itu.

Sementara itu di sisi lain,

Aruna baru saja tiba di rumah nya, ia yang lelah dan juga letih berjalan kaki merasa sangat kehausan dan bergegas menuju dapur untuk segera minum.

Namun ia di buat kaget oleh sang mama yang duduk di kursi meja makan sambil menangis tersedu-sedu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Ma? Mama kenapa?" tanya Aruna seketika langsung menghampiri sang mama.

"Hiksss ... Hikssss ..." tangis sang mama semakin pecah sambil memeluk pinggang sang putri.

"Mama kenapa ma? Kenapa mama nangis? Cerita sama Aruna mama kenapa?" Ucap Aruna khawatir.

"Sayang, sekarang mama sudah tidak punya pekerjaan apapun lagi, mama sudah jadi pengangguran, kita tidak akan punya pemasukan lagi," ucap sang mama di sela-sela isakan nya.

"Apa? Kok bisa ma? Kenapa dengan butik mama?" tanya Aruna kebingungan.

"Sayang, butik mama kebakaran, dan tidak tau apa penyebabnya, tidak ada satu pun bahan pakaian yang bisa di selamatkan, juga mama harus ganti uang orang-orang yang sudah memesan baju dengan DP yang mereka berikan," ucap mama Dinda dengan mata yang sudah sedikit membengkak.

Seketika Aruna terduduk di lantai, ia kaget ata ucapan sang mama barusan, butik usang yang selama ini menjadi tempat mata pencaharian satu-satunya sang mama tiba-tiba terbakar.

"Maafkan mama nak, maafkan mama, mama tidak bisa menjaga butik dengan baik, tapi tenang saja, mama akan mencari pekerjaan lain mama janji," ucap sang mama turun dari kursi dan kemudian memeluk Aruna.

Aruna masih terdiam, di saat-saat seperti ini,yang di pikirkan oleh sang mama masih lah diri nya, tak sedikitpun sang mama menyerah untuk membiayai kebutuhan Aruna.

"Gak ma, udah cukup ma, mama gak boleh terus mikirin Aruna lagi, mama baik-baik aja udah bikin Arunatenang, ini juga bukan salah mama, Aruna yang seharusnya minta maaf udah ngerepotin mama," ucap Aruna yang kemudian menumpahkan air mata di pundak sang mama.

Suasana ini terasa sangat haru, sang mama kehilangan satu-satunya mata pencaharian untuk membiayai Aruna, itu menjadi hal paling di khawatir kan oleh mama Dinda ,namun Aruna sendiri sangat bersyukur melihat sang mama baik-baik saja tampa sedikit luka pun.

"Maaf, apakah aku menganggu?" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di rumah mereka dan melihat mama Dinda dan Aruna sedang berpelukan dan menangis di lantai dapur rumah kecil itu.

Seketika Aruna dan mama nya melepaskan pelukan masing-masing dan menatap ke arah suara.

"Maaf, pintu nya terbuka, aku masuk karena khawatir," ujar laki-laki paruh baya itu terlihat sangat cemas.

"Mas, kenapa kamu datang?" kata mama Dinda yang kemudian berdiri bersama dengan Aruna.

"Siapa dia ma?" tanya Aruna kebingungan.

"Nak, kamu ke kamar dulu dan ganti pakaian mu ya, setelah itu mama tunggu di meja makan," ucap mama Dinda sambil menyeka sisa-sisa air mata putrinya, sedangkan ia sendiri masih menitikkan air mata.

"Tapi ma, dia? ..." Aruna menggantung ucapan nya.

"Sudah, nanti mama jelaskan," ujar sang mama lagi.

"Baik ma," jawab Aruna yang kemudian berjalan pergi ke kamar tampa menegur laki-laki asing tersebut.

Setelah kepergian Aruna, tingalah sang mama dan laki-laki tersebut di dapur.

"Aku berjanji, aku akan menyelidiki kasus kebakaran yang menimpa butik mu," kata laki-laki itu sambil memegang kedua pundak mama Dinda.

"Mas seharusnya kau tidak datang ke sini, Aruna pasti akan marah dan tidak suka, suasana saat ini pasti sangat membebani hati nya," ucap Dinda merasa tak enak dengan sang anak.

"Aku minta maaf, tetapi aku sangat menghawatirkan kalian, aku juga tidak menyangka kalau Aruna sudah kembali dari sekolah, sedangkan ini masih jam pelajaran sekolah," jelas nya merasa bersalah.

Mama Dinda pun melihat ke arah jam dinding yang ada di rumah nya dan kemudian ia pun sadar kalau ternyata memang masih sangat pagi.

****.

1
Felycia R. Fernandez
penasaran kenapa Maura meninggal kk Thor
👑公爵夫人🪷: sabar nanti juga tau🥹🥹🥹
total 1 replies
D_wiwied
baru kali ini aku dukung orang yg playing victim 🤣😆
👑公爵夫人🪷: wkwkwkw orang kayak gitu lawan nya juga harus yang kayak gitu kak
total 1 replies
Nana Biella
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
lama lama aku eneg liat Reyhan...
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Felycia R. Fernandez
mau Lo apa sih Jalang...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
D_wiwied
Erlang aja bs menilai si Vani si ular berbisa, cm kamu aja yg bodoh Reyb🤭😆
Felycia R. Fernandez
Harus gtu pake kata "butik usang" ???🤬
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kau cp... ud hbt... sok bgts... moga gmbel ya🤣
Felycia R. Fernandez
vibes nya udah kek punya suami aja ya Aruna...
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
usia 21 dan masih SMA 🤔🤔
👑公爵夫人🪷: baca dulu penjelasan nya agar gak salah paham kakak
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
ngajakin bobo bareng nih Erlan...
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
Felycia R. Fernandez
Rahan lagi???
👑公爵夫人🪷: maaf kak typo maksudnya Erlan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Rahan ini siapa kk Thor??
Felycia R. Fernandez: ok kk👍
total 2 replies
Widisukma Arta
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Erlan gak seburuk itu,malah mereka seperti kk dan adik kandung...
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk nydr
🇦 🇵 🇷 🇾👎
enk... otak busuk mu kn tau🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn" nnt kk ny erlan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!