Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
Setelah panggilan dari Bianka berakhir, Risa bergegas pergi ke kamar nya Wulan. Risa memperhatikan di sekeliling kamar itu, entah kenapa rasanya sangat menyakitkan.
Risa melihat bayangan kedua nya sedang berbagi puluh di atas tempat tidur, Risa juga merutuki kebodohan nya selama ini yang terlalu percaya dengan suami nya.
Risa membuka lemari yang ada di dalam kamar itu dan dia melihat ada banyak perhiasan di dalam nya, tapi yang membuat Risa kaget ternyata salah satu perhiasan nya yang sempat hilang 2 bulan yang lalu ada di sana.
"Rupa nya perhiasan milik ku tidak hilang, tapi mas Arvin yang mengambil nya dan memberikan nya pada Wulan!" Risa sangat geram setelah dia menyadari bahwa selama ini dia sudah di tipu oleh suami nya.
Risa mengambil kembali kalung itu dan dia sempat melihat kalung yang beberpa waktu yang lalu nota pembelian nya sempat di temukan oleh Risa.
"Kau berbohong pada ku mas, kau bilang nota itu adalah milik teman mu. Tapi rupa nya itu milik mu, kau sengaja membelikan nya untuk Wulan!" Air mata mengalir begitu saja tanpa nisa Risa tahan saat dia menyadari bahwa suami nya tidak sebaik yang dia kira.
"Aku lebih baik hidup sendiri dari pada hidup bersama para penghianat!" Guman Risa sambil menghapus air mata nya.
Risa kembali ke kamar nya, dia sangat tidak menyangka bahwa suami nya sudah mengkhianati nya. Dan orang yang menjadi simpanan sang suami adalah adik tiri nya.
Risa mengingat lagi kejadian- kejadian yang aneh menurut nya akhir - akhir ini, setiap pagi Wulan keluar dengan menggunakan baju yang kurang bahan. Arvin pun terkesan membela Wulan begitu juga dengan Mama Lia.
Mendadak Risa teringat kejadian yang membuat nya mengantuk berat akhir- akhir ini, dia selalu tertidur lebih cepat dari biasanya. Tidak hanya itu, beberapa kali dia terbangun dia tengah malam dan tidak menemukan suami nya di samping nya.
"Apa ini ada hubungan nya dengan mereka?" Risa menerka - nerka semua itu.
"Aku harus mencari tahu semua nya sebelum mereka kembali!" Risa kembali turun ke bawah dan dia mencari sesuatu di dalam kamar nya Wulan yang bisa dia jadikan penunjuk.
Ketika membuka lagi nakas yang ada di samping tempat tidur, Risa menemukan satu botol kecil yang berisi bubuk putih seperti bubuk gula halus.
"Apa ini?" Risa bertanya pada diri nya sendiri.
Risa memperhatikan botol kecil itu dan di sana ada merek obat tersebut, Risa langsung membuka ponsel nya dan mengetik nama obat itu di kolom pencarian. Selang beberapa detik kemudian muncul penjelasan yang membuat Risa tidak percaya.
"Obat tidur!" Guman Risa sambil memperhatikan botol kecil berisi benda serbuk putih itu.
"Oh, jadi ini lah penyebab nya aku selalu saja tertidur lebih cepat selama ini. Tega sekali kau mas, kau sengaja memberi ku obat tidur agar kau bisa menghabis kan malam bersama jalang itu!" Risa menggenggam botol obat itu dengan kuat.
Risa berfikir sejenak, apa yang harus dia lakukan dengan obat itu. Risa harus membuktikan sendiri kejahatan suami dan juga adik nya, bagai mana pun cara nya.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan!" Guman Risa sambil tersenyum.
Risa segera keluar dari dalam kamar Wulan dan dia membawa botol obat itu, Risa lalu membuang isi nya hingga habis tak bersisa. Setelah itu Risa mengambil bubuk gula yang biasa Risa gunakan untuk membuat kue. Risa memasuk kan bubuk gula sebagai pengganti obat itu.
"Kita lihat mas, apakah obat ini akan bekerja malam ini. Aku akan membongkar kebusukan kalian malam ini!" Desis Risa sambil kembali membawa botol itu ke kamar nya Wulan.
Risa menaruh kembali botol itu di tempat nya semula dan dia memastikan kamar Wulan dalam keadaan seperti tadi, agar Wulan tidak curiga kamar nya sudah di geledah oleh Risa.
"Apa salah ku pada mu mas? Hingga kau setega ini pada ku! Aku bahkan menuruti semua keinginan mu, aku bahkan rela mengancur kan karir ku sendiri demi berbakti pada mu, tapi kau malah mengkhianati ku!' Batin Risa dengan air mata yang tidak bisa dia tahan lagi.
Selama ini Risa memang tidak pernah melihat gerak- gerak yang mencurigakan dari Arvin, sehingga Risa tidak menyangka bahwa Arvin dengan tega mengkhianati nya.
Risa kembali teringat ucapan Mama Lia dan juga Wulan yang mengatakan bahwa kekasih nya Wulan adalah orang yang sangat royal pada mereka. Risa kini tahu orang yang mereka maksud kan adalah Arvin, suami nya.
"Jadi tanda merah yang aku temukan di leher mu beberapa waktu yang lalu itu bukan lah karena gigitan serangga, tapi karna tanda dari Wulan. Tega sekali kalian, kalian melakukan nya saat aku ada di rumah!" Kembali Air mata mengalir tanpa bisa Risa tahan.
Setiap pagi Risa selalu menemukan tanda merah di leher dan dada Wulan, tapi Risa sendiri tidak menyangka bahwa yang melakukan nya adalah laki - laki yang menjadi suami nya.
Dari balkon kamar nya, Risa melihat mobil yang di belikan oleh ayah nya untuk diri nya dulu memasuki halaman rumah nya, mobil itu di belikan pak Darmawan untuk Risa, tapi Mama Lia mengambil nya secara paksa dari nya. Mama Lia beralasan Risa sudah menikah dan dia tidak butuh mobil itu lagi.
Risa segera turun ke bawah sebelum mereka masuk ke dalam rumah, Risa bersembunyi di balik pilar yang berada tidak jauh dari tangga. Risa ingin tahu apa yang di bicarakan oleh kedua wanita ular itu.
"Ma, aku tuh senang banget hari ini. Mas Arvin royal banget sama aku!" Wulan berkata sambil menghempas kan bokong nya di atas sofa.
"Iya, Mama juga. Hari ini Arvin transfer uang buat arisan Mama. Selain itu dia juga ngasih uang buat Mama belanja!" Mama Lia juga tak mau kalah, dia memamerkan paper bag milik nya.
"Semua laki - laki di dalam hidup nya Risa itu bego banget ya Ma, semua nya bisa kota kuasai. Dulu ayah nya dan sekarang suami nya!" Wulan berkata pada Mama nya.
"Iya dong, siapa dulu pakar nya!" Mama Lia membanggakan diri nya di depan sang anak.
"Ternyata benar apa yang di katakan oleh orang- orang, bahwa ibu tiri tidak ada yang tulus. Rupa nya Mama menikah dengan ayah hanya untuk menguasai semua harta milik ayah!" Batin Risa sambil mengepal kan tangan nya.
Risa teringat beberapa bulan setelah ibu nya meninggal dalam kecelakaan mobil, Ayah nya pulang dan membawa Mama Lia dan juga Wulan yang baru berumur 5 tahun. Ayah nya mengatakan bahwa dia akan memberikan ibu sambung untuk nya, di malam itulah semua nya berawal.