Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenan
Tiba-tiba melesat sebuah cahaya, ke arah sosok tersebut.
BUUMM
Kembali terlihat sesuatu, yang bergerak cepat. Sesuatu itu, menangkap tubuh Anggun yang jatuh dari jarak yang cukup jauh.
HUPP
Perlahan sosok yang menangkap tubuh Anggun pun turun, sampai menyentuh tanah dengan selamat. Bara, Haris dan Doni gegas berlari, ke arah Anggun. Setelah mereka tersadar, dari keterkejutan.
"ANGGUN" panggil mereka bertiga
"Teman kalian tidak sadar, sepertinya ia shock. Sebaiknya segera turun, aku akan mengikuti kalian dari belakang." ucap seseorang tersebut, seraya menyerahkan Anggun pada Bara.
"Makasih bang" ucap Bara, seraya menerima tubuh Anggun.
Mereka kembali berjalan, Doni dan Haris merapatkan tubuh mereka pada Bara. Terlihat Bara menundukkan sedikit badannya, seperti mengucap permisi. Seseorang itu hanya menoleh, menatap dingin sosok yang sempat ia lukai tadi. Kuntilanak itu terlihat ketakutan, saat seseorang itu melewatinya.
Sekitar pukul 8 malam, Bara dkk sampai di basecamp. Disini mereka semua masih tegang dan ketakutan, terutama Anggun. Gadis tomboy itu tersadar, saat di pertengahan perjalanan. Karena masih shock, ia tak ada keinginan untuk melihat ke sekitar. Sehingga belum menyadari, bila di kelompok mereka bertambah satu.
Di basecamp, mereka tak ingin berlama-lama. Sebelum mereka mengambil motor, Bara mendekati seseorang yang sudah menolong Anggun.
"Bang...
"Panggil aja bang Kenan" ucap seseorang tersebut, yang ternyata salah satu anggota Zandra.
"Bang Kenan, gue mau bilang makasih. Karena abang, udah nolongin temen kita. Kayanya kalo abang telat dikit aja, gue ga tau apa lagi mesti gimana tadi." lanjut Bara
Dari situ, Anggun pun sadar. Akan keberadaan seseorang di kelompoknya, ia menegakkan kepala dan...
DEG
Kedua matanya, saling bertatapan dengan pria yang sudah menolongnya. Yang katanya, namanya Kenan. Anggun langsung menunduk, seraya tangan kanannya terangkat dan memegang dadanya. Yang tiba-tiba saja berdebar kencang, rasa asing yang baru pertama kali ia rasakan.
'Apalah ini? Tadi berdebar karena takut, sekarang debarannya beda bjiirrr. Apaan ini woooyyy, gue butuh pencerahan.' ucap Anggun dalam hati, Kenan tersenyum mendengar hal itu
"Sama-sama, lain kali hati-hati." jawab Kenan, Bara dan ketiga temannya mengangguk. Meski Anggun, tak berani menatap wajah Kenan. Mereka pun berpamitan, meninggalkan Kenan yang masih menatap kepergian keempat manusia itu. Tepatnya, melihat punggung seseorang.
Dia tersenyum, melihat reaksi gadis tersebut. Saat gadis itu melewatinya, dan ia berbisik...
'Kita akan bertemu lagi'
BLUSH
Anggun langsung salah tingkah, Kenan bisa melihat telinga gadis itu memerah. Sudah di pastikan, wajah Anggun juga pasti merah.
PUK
Kenan menoleh, dengan senyuman yang belum luntur.
"Jangan bikin anak orang baper lo, kasian. Kayanya masih polos dia, kalo mau... kejar" Kenan memutar malas bola matanya, saat Kaif menepuk bahu dan berbicara
"Gue ga bikin anak orang baper ya, kayanya gue suka ma tuh bocah." jawab Kenan
"UUUHHHHH" ucap ketiga saudaranya serentak
"Cinta pada pandangan pertama, right?" Kenan mengangguk, mendengar ucapan Inaya
"CIEEEEE... berarti pas di pos 3 tadi ya, pantesan itu mata ga mau berenti ngawasin tuh kelompok." ucap Ilmi
Kalian ingat bukan, saat kelompok Bara naik dan beristirahat di pos 3. Bila ada satu rombongan pendaki lain, yang juga beristirahat di sana. Dan ternyata, itu adalah rombongan Kenan dan ketiga saudaranya.
Kenan mendorong Ilmi, Ilmi yang tak mau kalah. Ia pun balas mendorong Kenan, dan berakhir saling dorong.
"Ck... udah sih, udah kek bocah aja klean." tegur Inaya, keduanya berhenti dan bersiap untuk pulang.
.
.
Sedangkan Bara dkk, di perjalanan pulang. Mereka menyempatkan, untuk mampir di sebuah warung kopi pinggir jalan. Mereka kembali membahas pengalaman, yang sudah mereka alami.
"Sebenarnya waktu kita mulai turun, di mulai semenjak Sustrini tiba-tiba menghilang. Gue udah ngerasa, kalo kita tuh di ikutin sosok kuntilanak." ucap Bara
"Pantesan lu nyuruh kita dempetan, ma pegangan tangan. Ternyata..." sambung Doni menggelengkan kepalanya, Haris menghembuskan nafas panjang.
"Kalo menurut gue, kek nya kuntilanak itu Sustrini deh. Gue yakin kalo yang gue liat itu, bukan mimpi. Buktinya apa yang gue mimpiin, sama ama yang di liat Haris." ucap Anggun
"Gue juga mikir gitu Nggun, pas tadi turun tuh. Gue sempet liat itu kunti, duduk di atas pohon. Dan selama perjalanan juga, gue denger nyanyian Jawa. Tapi gue milih diem, ga nyangka malah lu yang di seret." balas Haris, yang langsung mendapatkan pukulan di bahu
"Ini petualangan yang... WWAAAWW banget, pertama kalinya gue ngerasa horor banget." ucap Doni
"Tapi lu pada, kagak kapok kan buat balik ndaki lagi? Nggun, lu kagak kapok kan?" ketiga orang itu menggelengkan kepalanya, mendengar pertanyaan Bara
"Nggak lah, cuma gue berharap. Jangan sampe lagi lagi deh, ngalamin hal yang begitu. Bisa lu bayangin, begitu lu noleh... muka lu, kudu saling berhadapan ma itu setan. GILAAAAAA!!! Untung gue ga sampe gila juga..." ucap Anggun, seraya menatap kosong gelas yang ada di tangannya.
"Bener tuh, sport jantung banget hari ini." balas Haris
"Ya udah yuk, kita lanjut balik" ajak Bara, mereka langsung bangun dari duduknya. Tapi tidak dengan satu orang, membuat ketiga pria itu saling tatap.
"Nggun, lu kagak ketempelan pan?" tanya Doni, seraya menepuk pelan bahu Anggun
"Hah? Gimana? Loh? Udah pada mau balik?" tanya Anggun ling lung
"Lu kepikiran kunti... apa... kepikiran sama bang Kenan?" tanya Bara
BLUSH
"A apa sih lu, ayo buruan kita balik." Anggun bangun dan pergi lebih dulu, ia berjalan menuju motornya. Gegas memakai helm, ia mengipasi wajahnya. Karena penutup helm, belum ia turunkan. Wajahnya tiba-tiba merasa panas, saat Bara menyebut nama pria. Yang sudah menolong nya tadi, pria yang membuatnya merasakan rasa yang... ANEH
Bara dan kedua temannya saling tatap, lalu mereka pun tertawa. Selama mereka berteman, baru kali ini melihat cewek tomboy itu salah tingkah.
"BJiirrr... kek nya ada yang lagi salah tingkah nih" ucap Doni, seraya naik ke atas motornya
"Kek nya, waktu bang Kenan nangkep si Anggun. Bukan cuma badannya yang ke tangkep, tapi..." ucap Bara, sengaja ia gantung
"Tapi apa Bar?" tanya Haris, yang menahan tawanya
"Tapi nangkep hatinya juga"
"CIEEEEEE..." sorak ketiganya
"Normal juga lu Nggun, gue kira lu suka ma cewek lagi." ucap Haris, seraya memakai helm
"Jangan ngadi-ngadi lu, gini-gini juga gue normal ya. Gue...
"Kayanya lu ada rasa nih ma bang Kenan" potong Doni
"Jodoh ga bakal kemana, kalo emang bang Kenan pasangan idup lo. Pasti entar bakal ketemu lagi, iya ga?" ucap Bara, seraya menaik turunkan alisnya
"BACOT, udah hayu balik lah." Anggun men stater motornya, ia pun menjalankan motornya memecah kehening malam. Di susul ketiga temannya, yang menjalankan motor saling berbaris ke belakang. Hubungan keempatnya, pure hanya persahabatan. Tak melibatkan hati, atau pun perasaan. Di mata ketiga pria itu, Anggun hanyalah adik yang harus di lindungi. Karena.... eing ing eng
Malam yang mempertemukan dua hati, meski entah kapan mereka akan bertemu lagi.
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
ganbate kak
votenya emak😘