NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Kesedihan Anjani

Ruangan Keandra

Anjani terlihat sedang duduk berhadapan, dengan Keandra yang menatapnya tajam. Suasana di ruangan itu kini terasa mencekam.

"Senang, sudah membuat onar." ucap Keandra dingin. Mata tajamnya, masih setia menatap Anjani yang sejak tadi hanya terdiam.

Anjani yang tertunduk mengangkat kepalanya. "A- apa maksud mu, Kean? Aku tidak membuat onar." balasnya tegas.

"Tidak kamu bilang. Lalu, kejadian di bawah tadi itu apa?"

Anjani terdiam. Seingatnya tadi, dia datang dengan baik-baik. Hanya saja Shella, malah mengusirnya dan menudingnya yang tidak-tidak.

"Ingat, Anjani. Di rumah, kamu memang istri ku. Tapi di sini, kamu sama seperti yang lainnya. Jadi... Kalau kamu ingin bekerja, maka harus melamar dulu seperti yang lainnya." ucap Keandra panjang lebar.

Anjani terdiam kembali. Ternyata dugaannya tentang Keandra salah. Sebab saat ini Keandra, masih bersikap sama seperti biasanya. Sesaat, Anjani terngiang kembali atas ucapan Shella tadi. Ia mencoba memberanikan diri, untuk menanyakan hal itu.

"Maaf Kean. Apa aku boleh bertanya?" tanya Anjani sedikit ragu.

Keandra melirik sekilas. "Apa?"

"Tadi, saat di bawah. Resepsionis itu bilang, kalau kamu mempunyai kekasih. Apa itu benar, Kean?"

Keandra terdiam. Raut wajahnya berubah semakin dingin. Ada rasa kesal dalam hatinya, saat mendengar pertanyaan dari Anjani.

"Benar."

Anjani membulatkan mata. Merasakan sesuatu, yang seakan menghempas keras perasaannya. Sakit. Sedih. Kecewa. Kenapa Keandra tidak memberitahunya tentang hal ini. Dan kenapa juga, kalau dia mempunyai kekasih harus menikahinya.

Keandra tersenyum miring, melihat diamnya Anjani. Ada rasa senang, melihat mimik wajah Anjani yang terlihat terkejut. Bahkan terlihat seperti orang yang sedang cemburu.

"Dia Felicia. Wanita yang selalu ada untuk, ku. Dia yang selalu mengerti semua keinginan, ku. Dia cantik. Pintar. Dan juga sederajat." ucap Keandra. Mulai memanasi Anjani yang hanya terdiam.

"Setelah berpisah dengan kamu. Aku bertemu dengannya. Dan kita menjalin hubungan sampai sekarang." lanjut Keandra, tanpa memperdulikan perasaan Anjani saat ini.

Anjani mengepalkan tangannya. Menahan sakit hati. Pengakuan Keandra sungguh membuat Anjani merasa hatinya, sedang di hujam oleh banyak pisau yang sangat tajam.

Namun Anjani tidak boleh memperlihatkan kesedihannya, di depan Keandra. Jika itu terjadi, mungkin Keandra akan semakin mengolok-oloknya.

"Jika kamu mempunyai kekasih. Lalu. Kenapa kamu malah menikahi, ku?" tanya Anjani, mencoba tegar.

Keandra menatap Anjani. Melihat raut wajah Anjani, yang nampak biasa saja. Seakan pengakuannya tidak masalah bagi Anjani. "Terpaksa. Dari awal aku sudah bilang. Jika aku, menikahi mu karena terpaksa."

Anjani tersenyum getir. Jawaban sama, yang ia dapatkan dari Keandra. Apakah tidak ada alasan lain. Selain terpaksa.

"Sekarang kamu boleh keluar. Dan untuk pekerjaan. Lebih baik kamu siapkan lamaran terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa berikan lamarannya pada security." Keandra segera mengalihkan pembicaraan. Tidak mau sampai berlarut, membahas tentang perasaan di tempat kerja.

Anjani mengangguk pelan. Ia pamit keluar. Dan segera pulang ke rumah.

Setelah Anjani keluar dari ruangannya. Keandra terlihat menghembuskan nafas kasar. Sedikit menyesali perbuatan dan sikapnya, pada Anjani.

"Maaf." gumam Keandra pelan. Mengepalkan tangannya. Menyalurkan emosi, yang merasa kesal pada dirinya sendiri.

...----------------...

Anjani tidak langsung pulang. Memilih pulang ke rumah mamahnya untuk berkunjung. Sebab saat ini, Anjani membutuhkan pelukan dari mamahnya. Berharap, rasa sakit pada hatinya bisa sembuh.

Tak lama kemudian, Anjani sampai di halaman rumah Mira. Hal itu membuat Mira yang sedang menyapu halaman, menghentikan kegiatannya. Menatap mobil yang berhenti tepat di depannya.

"Mamah." seru Anjani, saat turun dari mobil. Berlari kecil, kemudian berhamburan memeluk Mira.

"Anjani." balas Mira. Terkejut dengan kedatangan Anjani, yang menurutnya sangat mendadak. "Kenapa kamu tidak memberitahu mamah, kalau mau datang ke sini? Lalu, mana suami mu?"

Anjani melepas pelukannya. Menghela nafas. "Sebaiknya kita bicara di dalam saja, mah." ucapnya, melengos masuk ke dalam rumah.

Mira mengernyitkan dahi. Bingung dengan sikap Anjani, yang sedikit berbeda. Namun ia berharap, jika antara Anjani dan Keandra baik-baik saja.

"Mamah buat minum dulu." ucap Mira, berjalan ke dapur.

"Tidak perlu mah." cegah Anjani tegas. "Sekarang mamah duduk di sini." lanjutnya, menepuk kursi yang berada di sampingnya.

Mira menggeleng pelan. Tersenyum tipis, melihat sikap Anjani yang menurutnya tidak berubah. Ia menuruti perintah Anjani. Duduk di sampingnya. Menatap lekat wajahnya yang terlihat lelah.

"Sekarang kamu cerita. Sebenarnya ada masa...."

"Aku rindu mamah." sela Anjani, tiba-tiba memeluk Mira dan menangis sejadi-jadinya. Meluapkan rasa sakit pada hatinya. Lelah dengan keadaan rumah tangganya. Bahkan lelah, harus menghadapi sikap Keandra yang selalu dingin padanya.

Mira menghentikan perkataannya. Memberi Anjani ruang, untuk menumpahkan kesedihan di bahunya.

"Mah. Apa aku tidak pantas bahagia? Apa aku pantas mendapat hukuman, atas kesalahan yang tidak pernah aku perbuat? Kenapa mah. Kenapa semua ini, terasa tidak adil bagi ku?" ucap Anjani, sambil menangis.

Mira mengusap lembut punggung Anjani. Memberikan ketenangan. Meskipun hatinya ikut merasakan rasa sakit. Saat melihat keadaan putrinya saat ini.

"Mah. Rasanya aku ingin mengakhiri semuanya."

Mira melepaskan pelukan Anjani. Menatapnya dalam. Terkejut dengan penuturan Anjani, yang tiba-tiba saja berbicara seperti itu. "Kenapa kamu berbicara seperti itu? Anjani yang mamah kenal itu kuat. Tidak lemah seperti ini."

Anjani terdiam. Benarkah dirinya kuat menghadapi sikap Keandra. Ragu. Itulah yang Anjani rasakan saat ini.

"Mengembalikan kepercayaan seseorang itu memang tidak mudah, Anjani. Tapi mamah yakin, jika kamu mau berusaha menunjukkan pada Keandra, kalau kamu itu tidak bersalah. Dengan sendirinya Keandra akan memaafkan, mu. Bahkan dia juga akan menyesal, karena sudah salah menilai kamu." ucap Mira. Menatap Anjani penuh kelembutan.

Mata Anjani seketika berkaca-kaca. Perkataan Mira seakan menyemangati hatinya, yang hampir saja menyerah dengan keadaan saat ini. Anjani tersenyum. Kembali memeluk Mira. Menangis lagi. Menyadari, bahwa yang di ucapkan Mira memang benar.

"Terima kasih, karena selalu ada untuk ku, mah. Aku tidak tahu apa jadinya, jika mamah tidak ada di hidup ku." ucap Anjani, mengeratkan pelukannya.

Mira tersenyum bahagia. "Sama-sama, sayang. Sekarang kamu harus berusaha, untuk membuktikan pada Keandra jika kamu tidak pernah mengkhianati cintanya." balasnya lembut.

Anjani mengangguk pelan. Merasakan kenyamanan pelukan Mira, yang membuat hatinya tenang.

Hari sudah sore. Anjani pamit pulang, karena sudah lama berada di rumah Mira. Bahkan ia juga tidak meminta izin pada Keandra, kalau akan berkunjung ke rumah Mira.

"Aku pulang dulu, mah." ucap Anjani, mencium punggung tangan Mira.

"Hati-hati, nak. Sampaikan salam mamah pada, Keandra. Ingat. Jangan bersedih lagi." balas Mira, menasehati.

Anjani mengangguk pelan. Pergi meninggalkan rumah Mira. Setelah itu menunggu taksi online pesanannya.

Bruuum... Bruuum...

Mobil mewah berhenti tepat di hadapan Anjani. Kaca jendelanya terbuka. Seseorang memakai kaca mata hitam, menatap Anjani dari dalam mobil. Tak lama kemudian, ia membuka kaca matanya. Menatap tajam Anjani, yang terlihat terkejut atas kedatangannya.

"Masuk!" titah laki-laki itu dingin.

Anjani diam terpaku. Menatap laki-laki, yang rupanya itu adalah Keandra. Suaminya sendiri.

"Masuk Anjani Thalia!" titah Keandra kembali. Mata tajamnya tak lepas menatap wajah Anjani, yang terlihat terkejut atas kedatangannya.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!