NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara 2

Kultivator Pengembara 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan novel kultivator pengembara

Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.

Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Kedai

​Setelah berjalan melintasi padang rumput dan jalan setapak yang panjang, tembok kota yang kokoh akhirnya terlihat di depan mata.

Kota ini tampak jauh lebih makmur dan damai dibandingkan terakhir kali Jian Feng menginjakkan kakinya di sini—tepat sebelum ia meratakannya dalam kemarahan yang membabi buta.

​"Aku lupa nama kota ini dulu. Sekarang sudah banyak yang berubah di sini." gumam Jian Feng sembari menyesuaikan tudungnya agar tidak terlalu menarik perhatian.

​"Tentu saja berubah, Tuan! Setelah dunia ini hampir hancur karena ulahmu dulu, para manusia mulai berbenah," sahut Petir Kecil dari atas bahu Jian Feng. "Tapi ngomong-ngomong, kita mau apa di sini? Mencari keributan lagi?"

​Jian Feng berhenti di depan sebuah kedai kecil yang sederhana namun ramai.

Matanya menatap tajam ke arah pondasi bangunan tersebut. "Dulu, di tempat kedai ini berdiri... di sinilah aku membunuh orang tua sampahku. Itu adalah ingatan yang tidak akan pernah bisa aku lupakan. Ayo, kita makan di sana."

​"Kenapa kau masih menganggap mereka orang tua?" Petir Kecil mendengus, kaki-kaki tajamnya bergesekan di atas kain jubah Jian Feng. "Padahal mereka tidak pantas disebut orang tua. Dan... memangnya kau punya uang? Dulu saja kau miskin sekali sampai harus makan akar pohon!"

​Mendengar itu, Jian Feng mendengus kesal namun ada binar geli di matanya. "Haha, pertanyaan bagus, Sobat. Mau aku bilang mereka bukan orang tuaku sekalipun, mereka tetap... orang tuaku. Mereka yang melahirkanku, dan aku tidak bisa memutus hubungan darah begitu saja, meski aku sendiri yang mengakhirinya."

​Jian Feng menangkap Petir Kecil dengan satu tangan dan menatapnya tajam. "Dan kau bilang aku miskin? Kau tidak tahu sekarang aku ini kaya raya? Hewan sepertimu tahu apa tentang uang, huh?"

​"Tentu saja tahu! Uang kan... uang!" jawab Petir Kecil ketus sambil melepaskan percikan listrik kecil yang menyengat telapak tangan Jian Feng.

​"Pintar juga kau. Uang adalah segalanya saat ini," Jian Feng melangkah masuk ke dalam kedai. "Aku akan mengumpulkan semua harta, dari emas sampai artefak, agar aku menjadi sangat kuat melebihi bajingan itu(Feng). Aku tidak akan membiarkan takdir memainkanku lagi."

​Jian Feng duduk di pojok ruangan yang agak gelap, memesan sepiring daging bakar dan segelas teh oolong.

​"Apa kau tahu, Tuan?" tanya Petir Kecil sambil melompat ke atas meja kayu yang berminyak.

​"Tahu apa, Laba-laba Kecil? Kau pikir aku tahu segalanya?!" ucap Jian Feng ketus. "Aku sudah terlalu lama tidak turun ke dunia fana ini."

​"Kudengar monster-monster mengerikan mulai muncul kembali. Bahkan di kota ini juga ada," bisik Petir Kecil. "Monster itu memiliki banyak tangan dan wajahnya sangat mengerikan, seperti mimpi buruk yang menjadi nyata."

​Seketika, dunia di sekitar Jian Feng seolah berputar. Kepalanya berdenyut hebat.

​Srek... srek... srek...

​Suara gesekan alat tulis di atas kertas perkamen bergema di telinganya. Ia melihat gambaran samar seorang manusia raksasa yang menatap dari balik awan, memegang pena seolah-olah seluruh dunia ini hanyalah sebuah buku.

​Tiba-tiba, penglihatannya berubah. Ia melihat dirinya sendiri dengan pakaian compang-camping, berdiri di hadapan makhluk mengerikan dengan puluhan tangan yang menjalar dan gigi-gigi tajam yang siap mengoyak dagingnya.

​"Ugh!" Jian Feng memegangi kepalanya yang terasa mau pecah. "Penglihatan apa ini? Apa ini yang dimaksud Feng? Penulis, ya? Kenapa dia baru menunjukkan kekuatannya sekarang? Ternyata jiwaku terganggu... aku harus segera membersihkannya."

​Jian Feng tersadar saat seorang pelayan meletakkan pesanan dagingnya di atas meja. "Silakan, Tuan." ucap pelayan itu singkat sebelum pergi.

​Aroma daging bakar yang menggoda langsung membuyarkan sisa-sisa pusing di kepala Jian Feng.

Ia dan Petir Kecil menatap daging itu dengan air liur yang hampir menetes. "Ini punyaku!" Jian Feng langsung menarik satu paha ayam besar, sementara Petir Kecil dengan rakus menyerang potongan daging lainnya.

​Namun, ketenangan mereka tidak bertahan lama. Harum parfum yang sangat menyengat—terlalu manis untuk sebuah kedai kumuh—mendekat ke meja mereka.

​Seorang wanita cantik dengan pakaian sutra tipis yang menonjolkan lekuk tubuhnya berdiri di samping meja Jian Feng. Ia menyandarkan tangannya di bahu kursi dengan gerakan yang sangat genit.

​"Oho, siapa pemuda tampan bertudung ini? Apa aku boleh bergabung denganmu, Manis?" ucapnya dengan nada yang merayu, jarinya yang lentik mencoba menyentuh ujung jubah Jian Feng.

​Jian Feng berhenti mengunyah. Matanya melirik malas ke arah wanita itu, sementara Petir Kecil sudah bersiap melepaskan sengatan listrik dari balik meja.

1
MF
💪/Hunger//Hunger/💪💪💪💪💪💪
aku
sedikit
Agen One: Hehe, Nuhun pisan🤣🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aku
ber arti adeganngewetidakpernahterjadiyathor
aku
lalu emas yg banyak itu,sdh masuk cincin ya thor.
thor lu kaya Jiang Feng
Ra_Lathia
knp jadi tubuh ganda, cb tetep pke tubuh satu tp kmdian jd kultivator yg menipu "penulis takdir", tp ttp bgus laah👍
Agen One: /Rice//Rice//Rice//Rice/
total 1 replies
Ra_Lathia
pembukaan season yang bagus👍
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Adibhamad Alshunaybir
mantap kak author lanjutkan up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!