NovelToon NovelToon
Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Selamat datang kembali, Pembaca Setia!

Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.

Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.

Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah di Balik Pertolongan

Begitu Violeta tiba di ruang perawatan, Pamela menceritakan kejadian semalam dengan emosi yang meledak-ledak. Namun, alih-alih merasa lega atau berterima kasih pada menantunya, Violeta justru menunjukkan sisi kelamnya. Dengan logika yang diputarbalikkan secara kejam, Violeta menatap putrinya dengan serius dan menanamkan benih kecurigaan baru.

"Pikirkan baik-baik, Pamela. Bagaimana mungkin Aulia bisa tahu kamu dalam bahaya dan membawa obat penawar secepat itu jika dia tidak merencanakannya sendiri?" hasut Violeta dengan suara rendah yang berbisa.

Pamela, yang dasarnya memang memiliki kebencian mendalam terhadap Aulia, langsung menelan mentah-mentah hasutan ibunya. Rasa haru yang sempat ia rasakan di subuh tadi seketika menguap, berganti dengan rasa malu karena sempat merendahkan diri dan memanggil Aulia "Kakak Ipar". Mereka dengan cepat menyimpulkan bahwa Aulia sengaja menjebak Pamela hanya untuk bermain peran sebagai "pahlawan" demi menarik simpati Keluarga Laksmana.

Meskipun Pamela mendesak untuk segera melabrak Aulia di kantor, Violeta jauh lebih licik. Ia menahan putrinya. "Kita tidak punya bukti fisik, Pamela. Dan ingat, sebentar lagi Nenek Trisha akan merayakan ulang tahun ke-70. Jika kita membuat keributan tanpa bukti dan Nenek tahu, posisiku di keluarga besar bisa terancam."

Violeta memilih untuk menyimpan "teori" ini sebagai senjata rahasia, membiarkan Aulia merasa "aman" untuk sementara waktu di atas panggung sandiwaranya sendiri.

Sementara itu, Aulia kembali ke kantor UME dengan langkah tegap, sama sekali tidak menyadari bahwa di rumah sakit, ketulusannya telah diubah menjadi tuduhan kriminal. Ia hanya memacu dirinya dengan dua cangkir kopi hitam dan langsung terjun kembali ke laboratorium. Kesuksesan algoritma bersama Mavin semalam memberinya energi luar biasa; ia tahu ia sedang di ambang sejarah besar.

Namun, di lorong kantor, rintangan lain telah menantinya. Henry, manajer teknis yang sombong, sedang menghitung mundur sisa waktu Aulia. Sudah 20 hari berlalu dari janji satu bulan yang diberikan Aulia, dan Henry sangat yakin wanita itu akan gagal total.

Kelicikan Henry mencapai puncaknya ketika ia mencegat Kepala HR yang sedang membawa map berisi daftar kandidat asisten baru untuk tim riset Aulia. Dengan dalih otoritas teknis, Henry merebut dokumen tersebut dari tangan staf HR.

"Berikan padaku saja. Biar aku yang meninjau. Tidak perlu lewat Aulia dulu agar tidak membuang waktunya," perintah Henry dengan nada otoriter.

Rencana Henry sangat jelas: ia berniat menyabotase tim Aulia dari dalam. Ia tidak akan memilih kandidat terbaik, melainkan orang-orang yang tidak kompeten, lambat, atau bahkan mata-mata setianya sendiri. Ia ingin memastikan bahwa di sepuluh hari terakhir ini, proyek produk baru Aulia benar-benar hancur berantakan.

Aulia kini dikepung dari dua arah yang berbeda. Di satu sisi, Keluarga Laksmana sedang membangun narasi fitnah yang bisa menghancurkan reputasinya secara hukum dan sosial. Di sisi lain, Henry sedang berusaha melumpuhkan "tangan dan kakinya" di dunia kerja melalui asisten-asisten sabotase.

Aulia masih terlalu fokus pada layar monitornya, mengejar kesempurnaan pada lengan robotik yang ia ciptakan. Ia belum menyadari bahwa asisten yang akan masuk ke laboratoriumnya besok pagi adalah "bom waktu" yang dikirimkan Henry.

Bagaimana Aulia akan bereaksi saat menyadari bahwa asisten-asisten barunya justru menghambat pekerjaannya? Dan akankah Rizki cukup waras untuk tidak mempercayai teori konspirasi konyol ibunya, ataukah ia akan kembali menuduh Aulia demi membela martabat keluarganya?

1
Dini Anggraini
Q gak sabar vivian menuai karma si merebut devan dari scarlet dan devan di ambil pelakor lain yang lebih cantik dari vivian bukan scarlet tapi pemain baru yang menggoda devan bagaimana vivian merasakan jadi scarlet suatu saat nanti. 😡😡🙏🙏😍😍
Sweet Girl
O'oooon kamu Devan... kang drama kau tolongin.
Ndak ada kesempatan lagi buatmu Devan...
Sweet Girl
Eh iyaaaa, kemana mereka berdua kok Ndak mencari ketiadaan Scarlett disekitar nya.
Sweet Girl
Waaah kejam sekali kamu Devan...
itu barang satu satunya yg mengingatkan Scarlett kepada ibunya.
Sweet Girl
Wleeeh🤪
Dini Anggraini
Devan kamu gak pernah merasakan jadi scarlet biarpun nyawa pasti akan scarlet berikan demi cincin peninggalan ibunya karena di saat dia sedih, bahagia dan kangen ortunya scarlet hanya bisa mencium cincin peninggalan ibunya. Kamu enak kaya raya apapun bisa kamu dapatkan dengan hanya membeli semua dengan uang. 🙏😍
Sweet Girl
Lhaaa mana yang asli...??? atau emang ada dua cincin yg sama identik...???🤔
Sweet Girl
Emang bodoh kamu Pamela...
Sweet Girl
O'on kamu Pamela... klo mengikuti rencana Vivian.
Sweet Girl
Bener bener ular berbisa kau Vivian.
Sweet Girl
Jadi penasaran, apa yang akan dikatakan Nek Trisha di pestanya nanti.
Sweet Girl
Semoga aja Ndak kejet kejet terus pingsan.
Sweet Girl
Klo itu untuk Scarlett, ngapain kamu milih model yang sama Van...🤦
Sweet Girl
Bisalah... Amnesia kamu... klo karya yg kau curi itu juga karya Scarlett...
Sweet Girl
Bwahahaha banyak belajar dari kamu Scarlett.
Sweet Girl
Emang enak, lagi enak enaknya marah, diputusin gitu...🤣
Sweet Girl
Wah!? Gue banget nie... pejuang discount.🤪
Sweet Girl
Bwahahaha pacarmu yang payah.
tukar tambah aja sama robot nya Scarlett.
Sweet Girl
Terserah wes... yg penting sekarang Scarlett sukses.
Sweet Girl
Betul... karena dirimu memberikan kesempatan ke orang lain untuk meremehkan mu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!