NovelToon NovelToon
MAS KADES, I LOVE YOU

MAS KADES, I LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Tamat
Popularitas:884.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Cerita ini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, desa ataupun kota, itu hanyalah kebetulan Semata.

Amelia, putri seorang konglomerat, memilih mengikuti kata hatinya dengan menekuni pertanian, hal yang sangat ditentang sang ayah.

Penolakan Amelia terhadap perjodohan yang diatur ayahnya memicu kemarahan sang ayah hingga menantangnya untuk hidup mandiri tanpa embel-embel kekayaan keluarga.

Amelia menerima tantangan itu dan memilih meninggalkan gemerlap dunia mewahnya. Terlunta-lunta tanpa arah, Amelia akhirnya mencari perlindungan pada mantan pengasuhnya di sebuah desa.

Di tengah kesederhanaan desa, Amelia menemukan cinta pada seorang pemuda yang menjadi kepala desa. Namun, kebahagiaannya terancam karena keluarga sang kepala desa yang menganggapnya rendah karena mengira dirinya hanya anak seorang pembantu.

Bagaimanakah Amelia menyikapi semua itu?
Ataukah dia akhirnya melepas impian untuk bersama sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Nasib sial Safitri

.

Dua hari kemudian, Raka bersama Amelia, diikuti oleh para Kasun (Kepala Dusun), terjun langsung ke sawah untuk memberikan bimbingan tentang penanggulangan hama tikus. Ia sengaja melakukannya mumpung hari itu tidak ada agenda penting di kantor desa.

Sehari sebelumnya ia sudah melakukan koordinasi dengan beberapa perangkat membeli plastik khusus pagar tikus dalam jumlah banyak yang sebagian akan diberikan secara gratis pada pemilik sawah yang kurang mampu. Raka juga sudah memerintahkan para Kasun untuk menginstruksikan pada warganya masing-masing agar menyiapkan bambu untuk menggapit plastik tersebut.

"Semangat pagi, Bapak-bapak!" sapa Raka dengan suara lantang, menyapa para petani yang sudah berkumpul di lahan milik Bu Ranti, salah satu petani yang merupakan seorang janda, yang padinya ludes diserang tikus.

"Semangat, Mas Kades!" jawab para petani serempak.

Saat baru tiba di tengah sawah, Amelia mengamati sekeliling. Ia mengernyitkan kening melihat kondisi pematang sawah yang kebanyakan rusak dan berlubang.

"Ini pematangnya kok pada rusak gini, ya, Pak?" tanya Amelia dengan nada ingin tahu.

Pak Tarso, yang paling tua di antara para petani, menjawab dengan menjelaskan, "Oh, ini, Mbak, kemarin kita adain geladak, (berburu) tikus. Jadi, ya, begini deh jadinya."

Amelia mengangguk mengerti. "Oh, gitu. Tapi, nanti diperbaiki ya, Pak. Soalnya pematang ini kan juga berfungsi buat nahan air."

“Iya, Mbak. Nanti pasti dipopok lagi kok galeng (pematang) nya," jawab pak Tarso.

"Terus itu lagi, Pak. Itu, di bagian paling pinggir, sedikit diinjak tanahnya biar posisi air menggenang di pinggir. Itu gunanya supaya pas lahan mulai kering, di pinggir itu masih ada airnya. Jadi orong-orongnya gak bisa menyerbu ke tengah!”

Sambil bicara, Amelia tak segan melepas sepatu olahraga nya dan nyemplung ke sawah. Menginjak tanah yang tepat berada di bawah pematang hingga membentuk jalan air yang hanya seluas telapak kaki.

Raka yang melihat itu tertegun. Amelia benar-benar total dalam memberikan penyuluhan dan bimbingan. Tanda tanya tentang siapa dan apa sebenarnya Amelia semakin besar. Sebelumnya ia sempat curiga kalau Amelia sebenarnya adalah orang kota yang menyamar. Ia ingat betul, di hari pertama ia mengantar gadis itu ke rumah Pak Marzuki, Pak Marzuki dan Bu Sukma memanggilnya dengan sebutan ‘NON AMEL’. Kecurigaan yang hanya ia pendam seorang diri.

Akan tetapi sekarang, saat ia melihat Amelia begitu luwes saat mempraktekkan apa yang ia ajarkan, dan apa tadi? Amelia bahkan tahu apa itu hama orong-orong? Apa di kota juga ada orong-orong?

“Ah, entahlah. Siapapun Amelia, pokoknya aku cinta dia. Titik," gumamnya mengambil sepatu Amelia biar tidak terinjak oleh petani.

Safitri yang melihat itu merasa kesal. Raka sudah layaknya bintang utama dalam drama Korea yang terkena bucin akut. Lebih kesal lagi pada Amelia yang menyarankan ide gila perangkat terjun ke sawah. Sejak kecil ia tak pernah ikut ke sawah. Untuk apa harus ikut terjun ke sawah? Orang tuanya mampu membayar buruh tani.

Setelah memberikan contoh, Amelia lalu meminta seorang petani mengambil gulungan pagar plastik dari dalam mobil bak terbuka yang mereka bawa. "Oke, sekarang kita mulai pasang pagar plastik ini ya, Bapak-bapak. Pagar ini lumayan efektif untuk menghalangi tikus masuk ke sawah."

Amelia mulai memberikan instruksi dengan jelas dan sabar. "Pagar plastiknya dipasang dengan kedalaman sekitar 30 cm, ya. Biar kuat biar dan nggak gampang roboh."

Para petani, terutama bapak-bapak, langsung mengikuti apa yang diinstruksikan oleh Amelia dengan semangat. Mereka menancapkan pagar plastik satu per satu di sepanjang pematang sawah. Raka pun ikut membantu. Pemuda tampan itu tak segan-segan berbaur dengan para petani setelah melepas sepatunya.

“Fitri, kalau kamu tidak ikut membantu, lebih baik nunggu di gubuk sana! Biar tidak menghalangi jalan,” perintah Raka kesal karena sejak datang Safitri hanya berdiri bersedekap layaknya mandor.

Safitri mengepalkan tangannya erat hingga kuku-kuku nya yang panjang menusuk telapak tangannya sendiri. Bisa-bisanya Raka mempermalukan dia dengan menegur seperti itu. Dengan kesal, Safitri membalikkan badan.

“Memang mending aku nunggu di gubuk sih," gerutunya.

Berjalan, menghentakkan kaki dengan keras akibat hati yang diselimuti amarah dan kecemburuan. Tanpa sengaja, hak sepatunya yang tinggi menancap pada tanah pematang yang lembek. Tak bisa melangkah, tubuhnya menjadi oleng, hilang keseimbangan, dan…

Byur…

"Aaaa…”

Suara teriakan terdengar kala tubuh yang tak pernah tersentuh kotoran sedikitpun itu masuk ke sawah yang berlumpur.

Ha ha ha…

“Ya Allah…!”

"Innalillahi…"

Suara tawa teriakan para petani yang terkejut riuh bersahutan.

“Itu ditolongin! Jangan diliatin aja!"

Suara seruan Amelia membuat semua berbondong-bondong mendekat.

"Ayo Ibu bantu, Neng!”

Bu Ranti yang sawahnya sedang dipasang pagar bergerak membantu, tapi Safitri malah mengibaskan tangannya. Safitri menangis tanpa suara. Sakit memang tidak, tapi malunya sungguh tak kan terlupa. Ingin rasanya gadis itu bersembunyi di kolong tempat tidur.

Posisi jatuh yang sangat tidak estetik. Punggung tercebur duluan, dua kaki terangkat ke atas. Pasti para petani sempat melihat bagian bawah tubuhnya yang semula tertutup rok span.

Mengabaikan penolakan Safitri, Bu Ranti tetap membantu dan membimbing Safitri untuk membersihkan badan di sumur diesel tak jauh dari sawah Bu Ranti. Sementara para laki-laki kembali bekerja sambil tertawa cekikikan.

“Kasihan padinya tahu gak?" celetuk seorang petani. "Baru ditanam, udah diserbu tikus, sekarang malah kejatuhan raksasa. Kalo orangnya sih aku gak kasihan. Sombong sih,” lanjutnya

"Ish… kamu ini kalo ngomong suka bener," timpal yang lain dan segera disambut gelak tawa.

“Hush! Orang jatuh kok malah diketawain!" tegur Amelia. Tapi yang ditegur bukannya takut dan berhenti, malah tertawa makin kencang. Sebagian dari mereka ada yang memegangi perut yang terasa kaku.

"Ini, Mbak, udah pas belum dalamnya?" tanya seorang petani bernama Pak Darto, yang sudah berhenti tertawa sambil menunjukkan pagar plastik yang baru saja ia tancapkan.

Amelia mendekat dan memeriksa. "Udah pas, Pak. Yang penting kuat dan nggak goyang."

Setelah beberapa jam bekerja keras, akhirnya pagar plastik sudah terpasang di beberapa sawah milik warga. Sisanya akan dilanjutkan oleh pemilik sawah yang lain. Yang penting plastik bantuan sudah diberikan.

"Nah, gini kan jadi lebih rapi dan aman," ucap Amelia sambil tersenyum puas.

Di akhir kegiatan, Amelia kembali mengingatkan para petani. "Yang paling penting diingat, semua cara ini harus dilakukan secara serempak, nggak boleh cuma beberapa orang aja yang gerak. Kalo cuma sebagian yang masang pagar, ya percuma aja, tikusnya bakalan pindah ke sawah yang nggak dipagarin."

"Siap, Mbak!" jawab para petani serempak.

Amelia tersenyum lebar. "Kita memang tak bisa menumpas tikus hingga habis tak tersisa. Tapi, semoga dengan cara ini, hama tikus berkurang dan panen bisa melimpah, ya!"

Raka tersenyum bangga melihat Amelia yang begitu bersemangat dan peduli terhadap para petani. Ia semakin yakin, Amelia adalah wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. Selain cantik, Amelia juga cerdas dan memiliki hati yang tulus.

Berjalan kembali menuju mobil, Raka menggenggam tangan Amelia erat. "Aku bangga banget sama kamu," ucapnya tulus.

Amelia membalas genggaman tangan Raka dan tersenyum bahagia. Semua yang melihat itu tidak lagi merasa aneh. Apalagi mereka memang sudah mendengar kalau Raka ingin meminang Amelia.

Sementara itu, Safitri yang kedinginan akibat pakaiannya basah kuyup, melihat Raka dan Amelia dengan tatapan penuh kebencian. Ia merasa iri dan dengki melihat kemesraan mereka.

"Lihat saja nanti, Amel," gumam Safitri dalam hati. "Aku akan membuat hidupmu sengsara dan membuat Raka menyesal telah memilihmu."

1
Tyaga
harusnyaaa mikirr, intropeksi
sweetssa
Aku membuat sebuah karya menarik di NovelToon dengan judul “Mas Adimas” mohon dukungannya! ❤️
Tyaga
wkwkwk sokorr 🤣🤣🤣🤦‍♂️
aneh2 ajaa mau ke sawah kok pakai sepatu hak tinggi 🤣
Tyaga
wkwwk sokor
Tyaga
udah tau Raka ga nrima Sundari knpa tetap mau dinikahin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
busyeett kalau sudah baca tentang klenik² jadi gimana yaa... ngeri thor karna pernah ngalamin, Naudzubillahi Mindzalik.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: salam kenal kembali dari Ngawi Jawa Timur
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di daerah ku masih ada thor termasuk aku dulu pas hamil anak pertama juga gitu ngadain 7 bulanannya cuma pendampingnya di wakilkan sama keluarga dan trauma juga karna ada sodara yg nyiramin airnya ga kira² sampe aku mengap² plus saking banyaknya orang yang hadir nunggu saweran sama uang yg di bambu kurungnya itu sampe rebutan ora karuan.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
weehhh akhirnyaa... akhirnyaaa ketangkep juga para silumannya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amelia juga bandel sih ngikut ke pasar segala, sudah tau kalau pasar itu sudah pasti ramai harusnya pikirkan baik².🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
padahal Amelia tahu sejak dia dekat dengan Raka trs ada yg ngincar keselamatan dia dan papahnya juga sudah tau kalau anaknya dalam bahaya bahkan tau pelakunya tp kenapa ga di beresin daribawal di penjarakan dengan bukti bukan malah memberi peluang pelaku bertindak lebih lagi pak Alex apa lagibRaka ga peka.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh bukannya ada yang ngawasin Amel orang suruhan papahnya kok bisa kecolongan.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaahh ngejek diri sendiri anda Sundari.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau mau identitas mu di rahasiakan boleh saja Mel tapi harus di rencanain mateng² tanpa harus merendahkan harga diri ortumu juga apa lagi kamu sudah tau lingkungan kampung itu bagai mana nyinyirnya... dari cara kamu manggi papah mamah saja sudah ngambang buat mereka dan jd cibiran mereka jd menurutku percuma.🤭🫣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aaaaa 🤣🤣
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh Amelia kayaknya lebih suka ortunya di cibir dan di rendahkan orang lain dari pada di hargai, kalau cara berpikirnya trs seperti itu sama saja kamu ga menghormati ortu mu Mel justru menginjak² harga diri mereka sebagai orang tua bukan sebagai orang kaya.. hargai lah ortu mu kasihan mereka harus di permalukan karna permintaan anaknya yg justru ga mencerminkan hormatnya seorang anak....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah mending jujur lagian ngapain di sembunyiin Mel sudah ga ada alasan lagi buat kamu sembunyiin status kamu karna kamu sama papahmu saja sudah baikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amel sudah mau nikah tapi masih rahasiain keluarganya padahal awal hubungan itu baik ya jujur lebih baik karna keterbukaan itu penting.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnya Amel menghargai ortunya juga, karna mereka yg seharusnya yg di utama kan Amel jangan egois trs, boleh saja ngadain pesta di kampung tapi selanjutnya ngadain pesta lagi di kota untuk mewujudkan keinginan ortu karna kamu satu²nya anak mereka jd jangan kesannya hanya keinginan kamu trs yg harus di utamakan sedari awal.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
penjaga keamanan kamu maksudnya Amel mereka orang kiriman papahmu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tenang Raka kalau kamu masih khawatir saat dia pulang kamu bisa nyusul minta alamat sama bu Sukma.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
betul, semarah apa pun orang tua pasti ada luluhnya juga tapi aku juga paham sih dengan ketakutan Amel karna pernah ngalamin juga di posisi nya Amel tp ketakutan itu ga seburuk yg di pikirkan ternyata... cuma karna rasa bersalah Amel saja.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!