NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: BAYANGAN DI BALIK TAHTA

Keheningan setelah kepergian Dewan terasa lebih menyesakkan daripada perdebatan tadi. Julian masih duduk di kursinya, menatap meja kayu jati yang kini kosong. Elara berdiri di ujung ruangan, mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih tidak beraturan.

"Mereka tidak akan membiarkanmu menang begitu saja, Elara," ucap Julian akhirnya. Ia berdiri, melangkah mendekati Elara dengan ekspresi yang sulit dibaca.

"Aku tahu. Aku baru saja mengancam orang-orang paling berkuasa di London," balas Elara getir. "Apa yang akan mereka lakukan? Membunuhku?"

"Tidak. Membunuhmu berarti kehilangan data," Julian berhenti tepat di depan Elara. Tangannya terulur, seolah ingin menyentuh pipi Elara, namun ia menghentikannya di tengah jalan. "Tapi mereka akan mencoba 'menjinakkanmu'. Baron Vane baru saja menunjuk seorang pengawas untuk tinggal di mansion ini."

Mata Elara melebar. "Pengawas? Di sini?"

"Namanya Silas Vane. Keponakan Baron. Dia dikenal sebagai 'Si Penjagal' di kalangan operatif. Dia ahli dalam manipulasi psikologis dan... ekstraksi paksa," Julian mengepalkan tangannya. "Kehadirannya di sini adalah cara Dewan untuk meremehkan kekuasaanku atas rumah ini."

\*\*\*

Pintu ruang makan terbuka dengan kasar. Seorang pria muda dengan rambut pirang yang tertata rapi dan senyum yang terlalu lebar masuk tanpa permata. Ia mengenakan setelan jas abu-abu terang yang terlihat sangat kontras dengan atmosfer dark di mansion Moretti.

"Jadi, ini dia permata mahalnya?" Silas Vane berjalan mengitari Elara seolah-olah ia sedang menaksir harga sebuah kuda pacu.

"Lebih cantik dari foto yang beredar. Sayang sekali dia harus ditanamkan teknologi kuno Moretti."

"Jaga jarakmu, Silas," geram Julian. Langkahnya bergeser, secara otomatis menempatkan dirinya di antara Silas dan Elara.

Silas tertawa, suara yang terdengar sangat menjengkelkan di telinga Elara. "Tenang, Julian. Aku di sini hanya untuk memastikan investasiku tetap 'sehat'. Dewan merasa kau terlalu lembek sejak membawa gadis ini ke Mayfair."

Silas menoleh ke arah Elara, matanya yang berwarna biru pucat tampak tidak memiliki nyawa. "Nona Elara, mulai besok, jadwal latihanmu akan diatur olehku. Julian mungkin mengajarimu cara bertahan, tapi aku akan mengajarimu cara... menyerah pada takdirmu."

Elara merasakan dorongan untuk menampar pria itu, namun ia teringat kata-kata Julian tentang Silas. Pria ini adalah ular yang berbisa.

"Aku tidak butuh guru baru," ucap Elara tajam.

"Oh, kau akan membutuhkannya," bisik Silas sambil melangkah pergi. "Karena minggu depan, Dewan ingin kau melakukan demonstrasi lapangan. Sebuah transaksi nyata di pelabuhan. Dan jika kau gagal di sana... bukan hanya kau yang akan dihapus, tapi juga ayahmu di Zurich."

Silas menghilang di balik pintu, meninggalkan aroma parfum yang menyengat dan ancaman yang membuat kaki Elara kembali lemas.

Julian berbalik, memegang bahu Elara dengan erat. "Jangan dengarkan dia. Aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu."

"Tapi dia benar, kan?" Elara menatap mata Julian, mencari kejujuran. "Minggu depan, aku akan dibawa ke lapangan sebagai senjata. Dan kau tidak bisa menghentikan mereka."

Julian terdiam. Kebisuan itu adalah jawaban yang paling menyakitkan bagi Elara. Ia sadar, meski Julian adalah pelindungnya, di hadapan Dewan, Julian hanyalah pion yang lebih besar.

Malam itu, Elara tidak bisa tidur. Ia duduk di ambang jendela, menatap kegelapan Mayfair. Ia tahu bahwa mulai besok, hidupnya akan menjadi neraka yang baru. Namun, saat ia menyentuh cincin di jarinya, ia merasakan sesuatu yang berbeda. Ada sebuah slot kecil yang baru ia sadari di bagian dalam cincin tersebut.

Dengan hati-hati, ia menggunakan ujung kuku untuk membukanya. Di dalamnya, terdapat sebuah kartu memori mikroskopis yang dibungkus plastik pelindung.

Ada pesan tulisan tangan yang sangat kecil di baliknya: "Jangan percaya pada Julian. Dia yang memesan chip itu sepuluh tahun lalu."

Dunia Elara kembali runtuh untuk kesekian kalinya. Jika pesan ini benar... maka Julian adalah arsitek dari seluruh penderitaannya.

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!