NovelToon NovelToon
The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Anak Yang Berpenyakit / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Bagi Arkanza Malik, sentuhan wanita adalah racun yang mematikan. CEO dingin ini mengidap penyakit aneh yang membuatnya sesak napas dan kulitnya terbakar setiap kali kulitnya bersentuhan dengan lawan jenis. Namun, sebuah insiden di lorong hotel mengubah segalanya.
Aira, gadis miskin yang kabur dari kejaran rentenir setelah menghantam kepala pria yang ingin melecehkannya, tanpa sengaja jatuh ke pelukan Arkanza. Bibir mereka bertemu dalam kegelapan. Arkanza yang seharusnya mati karena alergi, justru merasakan napasnya kembali. Gadis kumal ini adalah satu-satunya penawar racunnya!
"Aku sudah melunasi hutang ayahmu. Sebagai gantinya, kau harus menjadi istriku dan biarkan aku menyentuhmu kapan pun aku membutuhkannya."
Aira terjebak. Menjadi "obat hidup" bagi CEO kejam yang tidak punya hati. Di antara kontrak miliaran rupiah dan intrik perebutan harta, mampukah Aira bertahan tanpa harus menyerahkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Oksigen Sang Iblis

Lampu kristal di kamar nomor 1201 Hotel Grand Emerald tampak bergoyang di mata Aira yang buram karena air mata. Di depannya, pria tua berperut buncit itu tertawa sambil melepas ikat pinggangnya.

"Jangan mendekat! Kubilang jangan mendekat!" teriak Aira dengan suara parau.

"Ayahmu sudah menjualmu, Manis. Dua miliar untuk satu malam. Jangan jual mahal, atau aku akan membuat ayahmu membusuk di penjara!" Broto, si rentenir, menyeringai menjijikkan.

Aira melirik ke pintu yang terkunci rapat. Ayahnya—pria yang seharusnya melindunginya—justru yang mengunci pintu itu dari luar.

"Aku bukan barang dagangan!"

Saat Broto menerjang, Aira meraih asbak kristal berat di atas nakas.

BRAKK!

"AAAGHHH!" Broto menjerit saat hantaman keras itu mendarat di pelipisnya. Darah segar merembes, dan pria itu jatuh tersungkur.

Tanpa membuang waktu, Aira meraih kunci cadangan di atas meja, membuka pintu, dan berlari sekencang mungkin. "Tolong! Siapa pun tolong aku!" bisiknya dalam hati, meski ia tahu di hotel semewah ini, jeritan orang miskin jarang didengar.

Sementara itu, di lorong gelap lantai dasar menuju lobi belakang, seorang pria sedang berpegangan pada dinding marmer. Napasnya terdengar seperti orang yang sedang tenggelam.

"Sial... Dion... kau benar-benar ingin membunuhku," desis Arkanza Malik.

Wajahnya yang biasanya pucat kini memerah. Ruam-ruam gatal mulai menjalar di lehernya. Setiap tarikan napas terasa seperti ribuan jarum menusuk paru-parunya.

"Tuan Arkan!" suara berat asisten pribadinya terdengar dari earpiece yang terjatuh di lantai. "Tuan, jangan bergerak, tim medis sedang menuju ke posisi Anda!"

"Terlalu... lama..." Arkanza merosot ke lantai. Dunianya mulai gelap.

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang terburu-buru mendekat. Seorang gadis berlari dari tikungan, wajahnya penuh ketakutan dan noda darah. Karena lari tanpa arah, gadis itu tidak sempat mengerem.

BRUKK!

Tubuh kecil Aira menghantam dada bidang Arkanza. Mereka berdua jatuh ke lantai dengan posisi Aira menindih tubuh pria itu. Dalam kekacauan itu, bibir mereka bersentuhan secara tidak sengaja.

Mata Arkanza membelalak. Wanita? Menyentuhku? Aku akan mati sekarang...

Namun, bukannya rasa sakit, sebuah sensasi sejuk mengalir dari bibir gadis itu ke seluruh aliran darahnya. Paru-parunya yang tadinya menyempit, tiba-tiba mengembang luas. Rasa gatal yang membakar kulitnya menghilang dalam sekejap.

"Ugh..." Aira mendongak, matanya bertemu dengan mata elang Arkanza yang tajam.

"T-Tuan... maaf! Saya tidak sengaja!" Aira hendak berdiri dengan panik, tapi tangannya yang bergetar justru mencengkeram lengan kemeja Arkanza.

"Jangan bergerak," suara Arkanza berat dan serak, namun tidak lagi sesak.

"Tapi Tuan, ada orang jahat mengejar saya! Tolong saya!" Aira terisak, air matanya jatuh mengenai pipi Arkanza. "Ayah saya menjual saya... mereka mau memperkosa saya... saya mohon, sembunyikan saya!"

Suara langkah sepatu bot terdengar menggema di lorong.

"Di mana jalang itu?! Dia pasti lewat sini!" suara anak buah Broto terdengar semakin dekat.

Aira gemetar hebat. Ia berusaha bangkit untuk lari lagi, namun tangan Arkanza yang besar—yang biasanya tidak bisa menyentuh wanita—tiba-tiba melingkar di pinggang Aira dan menariknya kembali ke dalam pelukannya.

"Diam. Jangan bersuara," perintah Arkanza dingin.

Arkanza bangkit sambil tetap mendekap Aira, ia membalikkan posisi mereka hingga tubuh Aira terhimpit di antara tubuhnya dan pilar besar yang gelap. Arkanza menutupi seluruh tubuh Aira dengan jas hitamnya yang lebar.

Sekelompok pria berwajah sangar berlari melewati mereka. Mereka hanya melihat punggung seorang pria tinggi yang sedang tampak "bermesraan" dengan seorang wanita di sudut gelap.

"Cih, orang kaya tidak tahu tempat," umpat salah satu rentenir itu tanpa curiga, lalu melanjutkan lari ke arah pintu keluar.

Setelah suasana sepi, Aira melepaskan napas lega yang panjang. Ia masih bersandar di dada Arkanza, menghirup aroma maskulin yang mahal dan menenangkan.

"Mereka... mereka sudah pergi?" tanya Aira lirih.

Arkanza tidak menjawab. Ia justru meraih tangan Aira, menatap telapak tangan gadis itu yang sedikit terkena noda darah Broto. Arkanza lalu menempelkan telapak tangan Aira ke lehernya sendiri.

"Tuan? Apa yang Anda lakukan?" Aira bingung sekaligus takut.

Arkanza memejamkan mata, merasakan keajaiban itu sekali lagi. Tidak ada alergi. Tidak ada bintik merah. Hanya rasa tenang yang luar biasa.

"Siapa namamu?" tanya Arkanza, suaranya kini kembali dingin dan berwibawa, seolah sesak napas tadi hanyalah ilusi.

"A-Aira... Aira Kirana."

Arkanza melepaskan tangan Aira, lalu merapikan jasnya yang sedikit berantakan. Ia menatap Aira dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan menilai, seperti sedang melihat aset bisnis yang sangat berharga.

"Dua miliar untuk membayar hutang ayahmu, benar?"

Aira tersentak. "Bagaimana Anda tahu?"

"Aku Arkanza Malik. Tidak ada yang tidak aku ketahui di kota ini," Arkanza mengeluarkan selembar kartu nama berwarna hitam emas. "Ikut aku sekarang. Aku akan melunasi seluruh hutangmu, menyelamatkan nyawamu, dan memberikan hidup mewah yang tidak pernah kau impikan."

Aira menelan ludah, ragu. "Apa imbalannya? Anda pasti menginginkan sesuatu."

Arkanza menyeringai tipis, seringai yang terlihat kejam namun mempesona.

"Imbalannya sederhana. Kau harus menikah denganku besok, dan kau harus bersedia menjadi oksigenku setiap kali aku membutuhkannya. Bagaimana, Aira? Menikah denganku, atau kembali ke pelukan rentenir itu?"

Aira menatap mata pria di depannya. Dingin, namun memberinya rasa aman yang semu. "Saya... saya bersedia, Tuan."

Arkanza tidak membuang waktu. Ia langsung menarik tangan Aira dan menyeretnya menuju lift VIP. Di dalam lift yang berdinding cermin, Arkanza berdiri tepat di belakang Aira, mengunci pergerakan gadis itu dengan kedua tangannya di dinding lift.

"Kau tahu apa konsekuensi dari kata 'bersedia', Aira?" bisik Arkanza, napasnya yang kini mulai stabil terasa panas di leher Aira.

Aira gemetar, aroma maskulin Arkanza mulai memabukkan indranya. "Anda... Anda sudah janji akan melunasi hutang saya."

"Hutangmu sudah lunas. Tapi sekarang, kau punya hutang baru padaku." Arkanza menyentuh dagu Aira, memaksanya menatap pantulan mereka di cermin.

"Malam ini kita akan mendaftarkan pernikahan ini. Dan malam ini juga, kau akan membuktikan apakah kau benar-benar 'obat' yang aku cari... atau kau hanya alat yang tidak berguna."

Lift berdenting terbuka. Di depan mereka, sudah berdiri barisan pengawal hitam yang menunduk hormat.

"Bawa dia ke mansion. Siapkan kamar pengantin segera!" perintah Arkanza tegas tanpa melepaskan tatapan intensnya dari mata Aira.

Aira hanya bisa terpaku. Malam ini, hidupnya bukan lagi miliknya. Ia telah resmi menjadi tawanan—atau mungkin, peliharaan sang CEO iblis.

1
Ms. R
Ka ceritanya sangat menarik, saya suka. tapi nama2nya bikin gak mood baca, ini seperti cerita mafia Eropa tapi namanya indo banget, maaf ka gak enak dibaca nya
Ariska Kamisa: hehe maaf ya kak kalo kurang memuaskan🙏
latarnya emang di indo, tapi plot twist nya aira emang keturunan mafia, ibunya kabur ke indo.
total 1 replies
Suginah Ana
critanya bagus menegangkan q suka
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
emang agak tsunder sih arkan 🤣
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
ini dnamakan keluar mulut buaya masuk mulut harimau🤣 dua² ngeri
umie chaby_ba
seru nih ... penasaran akhirnya gimana ? apa penyakitnya Arkan akan sembuh atau selamanya akan bergantung pada Aira . /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!