NovelToon NovelToon
GOD LEVEL EXTRACTION: PEMULUNG YANG MENJADI DEWA

GOD LEVEL EXTRACTION: PEMULUNG YANG MENJADI DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Sistem / Fantasi / Sci-Fi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: risn_16

Dunia telah berubah menjadi permainan maut.
Gerbang dimensi terbuka, monster meluap ke bumi, dan manusia terpilih membangkitkan kekuatan luar biasa yang disebut "Hunter". Namun, Kenzo tidak seberuntung itu. Dia hanyalah seorang Cleaner—pemulung mayat monster kelas rendah yang direndahkan dan dianggap sampah masyarakat.
Nasibnya berubah saat ia dikhianati dan dibiarkan mati di dalam Dungeon level tinggi oleh timnya sendiri. Di ambang maut, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:
[Ding! Sistem God Level Extraction Diaktifkan!]
[Target: Black Shadow Wolf (Grade A). Ekstraksi Berhasil!]
[Anda Mendapatkan Skill: Kecepatan Bayangan!]
Siapa sangka, pemulung yang dulunya diinjak-injak kini bisa mencuri bakat, kekuatan, hingga ingatan dari makhluk apa pun yang ia sentuh.
Satu per satu Hunter pengkhianat ia jatuhkan. Satu per satu monster penguasa ia jadikan batu loncatan. Dari pembersih sisa pertempuran, Kenzo bangkit menjadi predator puncak yang akan mengekstrak seluruh dunia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risn_16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARSITEK TATANAN

Fajar di Jakarta biasanya riuh dengan suara klakson dan debu, tapi pagi ini, kota itu terasa seperti sedang menahan napas. Kabut hitam yang tipis sisa sisa Mana dari pertempuran di Selatan masih menyelimuti langit langit gedung pencakar langit.

Beritanya sudah menyebar lebih cepat dari virus The Judgement, kapal induk kebanggaan IHA yang katanya "tak tersentuh", sekarang cuma jadi tumpukan besi rongsokan di dasar Palung Jawa, menemani bangkai ular purba yang jiwanya sudah dikuliti oleh Kenzo.

Di atap gedung pusat Shadow Faction, sebuah jet hitam mendarat dengan suara desis hidrolik yang berat. Kenzo melangkah keluar, jubahnya compang camping, dan bau amis laut yang bercampur dengan aroma hangus Mana masih nempel di badannya.

Di belakangnya, Valeria dan Freya berjalan dengan langkah gontai tapi mata mereka berkilat. Mereka bukan lagi sekadar Hunter mereka adalah saksi hidup bagaimana seorang pria bisa menelan dewa laut bulat bulat.

"Bos, lo liat jalanan?" Valeria menunjuk ke arah bawah.

Kenzo melirik dari pinggir gedung. Ribuan orang berkumpul di blokade jalanan. Mereka nggak demo, mereka cuma berdiri di sana, natap gedung faksi dengan tatapan yang bikin merinding campuran antara takut mati dan harapan gila. Mereka tahu IHA baru saja dipermalukan, dan mereka tahu siapa pelakunya.

"Biarkan saja mereka menonton," gumam Kenzo.

Suaranya sekarang punya vibrasi rendah yang bikin kaca jendela di dekatnya sedikit bergetar. Efek samping Jantung Naga. "Gue pengen mereka tau kalau zaman mereka jadi sapi perah IHA sudah tamat."

Kenzo duduk di kursi marmer hitamnya. Di depannya, Elara sudah standby dengan puluhan hologram yang nampilin kekacauan dunia. Muka Elara kelihatan puas banget, kayak hacker yang baru saja ngebobol bank pusat.

"Saham perusahaan keamanan internasional terjun bebas ke got, Bos. Singapura lagi panik, mereka nerapin jam malam. Dan PBB? Mereka lagi rapat darurat tapi nggak ada yang berani ngetuk pintu kita," Elara menyeringai gila.

Kenzo narik napas pendek, terus masang Mask of The Nameless. "Nyalain siarannya, El. Gue nggak mau pake bahasa diplomatik. Kasih tau mereka siapa yang pegang kendali sekarang."

Begitu lampu transmisi berubah jadi merah, siaran TV di seluruh dunia dari baliho raksasa di Times Square sampe layar HP orang orang di pinggir jalan mendadak mati. Muncul gambar hitam pekat dengan logo naga yang samar, dan sosok pria bertopeng yang duduk santai sambil nyalain rokok.

"Woi, IHA. Dengerin gue baik baik," Kenzo mulai bicara. Dia nggak berdiri, dia cuma nyender sambil ngebulin asap rokok ke kamera."Kapal induk kalian bagus juga buat jadi sarang ikan di bawah sana. Mulai detik ini, Nusantara punya gue. Jangan ada yang berani narik pajak Mana atau buka Gate tanpa izin stempel Shadow Faction kalau nggak mau nyusul The Judgement. Gue nggak butuh legalitas kalian yang sampah. Gue punya kekuatan, dan di dunia ini, itu satu satunya hukum yang berlaku. Kalau mau dagang, dateng bawa koper duit, jangan bawa senjata. Kalau nggak... gue masih punya banyak slot kosong di pasukan bayangan gue buat nampung nyawa kalian."

Klik.

Siaran diputus begitu saja. Nggak ada penutup puitis, nggak ada janji manis. Cuma ancaman murni yang bikin petinggi dunia di Singapura langsung kencing di celana.

"Lo bener bener gila, Ken," suara berat muncul dari sudut ruangan.

Arka, detektif yang biasanya sok rapi dengan setelan dinasnya, sekarang kelihatan berantakan. Dia masuk dengan tangan gemetar, natap Kenzo seolah dia lagi liat bom nuklir yang siap meledak.

"Arka, duduk lo," perintah Kenzo. "Gue nggak butuh ceramah moral. Gue butuh orang yang tau celah kotor di sistem IHA. Kasih gue daftar nama Hunter yang dikhianatin, yang dibuang karena nggak punya koneksi, atau yang pengen kaya tapi dihambat birokrasi. Gue bakal beli mereka semua. Kita bikin pasukan yang bakal bikin Singapura gemeteran tiap kali denger nama Jakarta."

Arka diem lama. Dia natap keluar jendela, ke arah kota yang sekarang secara de facto sudah jadi milik Kenzo. "Lo sadar kan kalau ini artinya perang total? Mereka nggak bakal diem, Ken."

Kenzo ketawa sinis, dia jalan nyamperin Arka dan nepuk bahunya kenceng banget sampe pria itu hampir tersungkur. "Gue justru takut kalau mereka diem aja, Arka. Naga di dalem badan gue ini butuh makanan, dan gue rasa Hunter Rank S mereka bakal punya rasa yang lumayan enak."

Arka akhirnya mengangguk. Dia tahu, lebih baik jadi tangan kanan iblis daripada jadi mangsanya.

Fragmentasi Memori dan Rasa Lapar yang Aneh

Malam harinya, Kenzo menyendiri di balkon. Dia melepas jasnya, memperlihatkan tato naga hitam raksasa yang sekarang melingkari seluruh punggungnya.

Ekor naga itu membelit lengannya, dan kepalanya berakhir tepat di atas jantungnya. Tato itu kerasa panas, seolah olah tinta di dalemnya adalah lava cair yang pengen keluar.

Tiba tiba, penglihatannya kabur. Kepalanya berdenyut hebat.

“RITUALNYA... BARU DIMULAI... PEWARIS...”

Kenzo ngeliat kilasan memori yang bukan miliknya. Dunia yang langitnya merah darah, di mana ribuan naga purba sujud di depan satu pria yang megang pedang bayangan. Pria itu nggak kelihatan kayak pahlawan dia kelihatan kayak monster yang kesepian di atas tumpukan mayat.

"Kekuatan ini..." Kenzo bergumam sendiri sambil megang kepalanya yang mau pecah. "Ini bukan cuma soal naik level."

Dia ngerasain ada dorongan gila buat ngebunuh sesuatu. Semakin kuat dia, semakin tipis batas antara kemanusiaannya sama insting predator naga itu. Dia butuh mangsa. Dia butuh lawan yang sepadan.

"Kenzo?" Freya muncul di belakangnya. Dia pake baju santai, tapi tangannya refleks megang hulu belati di pinggangnya waktu ngerasain aura Kenzo yang lagi nggak stabil.

Kenzo nengok. Matanya yang merah menyala bikin Freya membeku. Kenzo jalan pelan, terus narik pinggang Freya sampe nempel ke badannya yang panas. Dia nunduk, ngecup leher Freya dengan cara yang bikin cewek itu merinding sekaligus lemas.

"Jangan deket deket gue dulu, Pirang," bisik Kenzo, suaranya parau. "Naga di dalem gue lagi nggak bisa bedain mana kawan, mana makanan."

Sementara itu, jauh di pegunungan Alpen yang beku, di dalem bunker yang terkubur ribuan meter di bawah salju, sebuah tabung kaca raksasa berisi cairan hitam mulai retak.

Caelum berdiri di sana, mukanya yang biasanya tenang sekarang penuh dengan luka memar bekas pukulan Kenzo. Di sampingnya, seorang pria tua dengan seragam militer IHA natap tabung itu dengan pandangan gila.

"Proyek Ragnarok sudah siap?" tanya si pria tua.

"Subjeknya stabil," jawab Caelum dingin. "Dia jauh lebih berbahaya daripada Kenzo. Dia nggak punya nurani, nggak punya rasa takut. Dia cuma punya satu instruksi."

Di dalem tabung itu, seorang pria dengan rambut putih panjang membuka matanya. Pupil matanya berbentuk salib hitam, dan Mana yang terpancar dari tubuhnya sanggup bikin temperatur di ruangan itu turun sampe titik beku secara instan.

Ini adalah "Sang Pembantai" Hunter Rank S+ pertama yang diciptakan melalui eksperimen gelap IHA, seseorang yang sengaja ditidurkan karena dia pernah ngeratain satu kota cuma karena dia bosen.

"Beritahu dia," kata pria tua itu sambil tersenyum licik. "Ada naga baru di Jakarta yang kulitnya sangat mahal. Suruh dia bawa kepala Kenzo ke sini, atau jangan pulang sekalian."

Kenzo, di markasnya yang megah, mendadak ngerasa ada hawa dingin yang nusuk tulang belakangnya. Dia nyengir sambil natap bintang bintang.

"Datenglah," tantang Kenzo pelan. "Gue udah bosen sama mainan Rank S yang lembek."

1
ZURR EDITZ
lanjut
risn_16: udah update kak untuk hari ini mohon maaf updatenya telat🙂‍↕️🙏.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!