NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita
Popularitas:74.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETAHUAN

Sore harinya, paviliun tempat Yura tinggal benar-benar dijaga ketat.

Makanan yang datang dikawal oleh Owen sendiri, kali ini Yura makan dengan lahap, tanpa ada drama seperti tadi pagi.

Yura merasakan energi mulai kembali ke tubuhnya, dia ahu, besok akan menjadi hari yang panjang.

Saat malam kembali jatuh, Yura tidak tidur, dia duduk di lantai, melakukan meditasi untuk menenangkan saraf-saraf tubuh barunya.

Saat Yura sedang konsentrasi, tiba-tiba telinga mendengar suara gesekan halus di langit-langit.

Bukannya panik, Yura justru mengambil sebuah jeruk dari meja makan dan melemparkannya ke arah sudut yang gelap di atas lemari.

Bruk

"Keluar! Aku tahu kau di sana, prajurit bayangan," ucap Yura dingin.

Seorang pria berpakaian hitam legam turun dengan gerakan tanpa suara, berlutut di hadapan Yura, pria itu adalah utusan Jayden yang bertugas menjaganya.

"Maafkan saya, Nona, Saya tidak bermaksud mengejutkan Anda," ucap pria itu, suaranya penuh rasa hormat yang baru.

"Katakan pada tuanmu, jika dia ingin mengawasi ku, jangan kirim orang yang napasnya masih terdengar saat dia menahan diri. Itu mengganggu tidurku," ucap Yura tanpa menoleh.

Prajurit di buat tertegun tertegun, lalu membungkuk lebih dalam sebelum menghilang kembali ke dalam kegelapan.

Setelah kepergian pria itu, Yura menyunggingkan senyum tipis nya, dia tahu Jayden sedang menonton setiap gerakannya.

Baguslah, biarkan pria itu penasaran. Semakin Jayden penasaran, semakin besar ketergantungan Jayden padanya, pikir Yura, melanjutkan latihan nya.

Di ruang kerja Jayden, suasana di sana jauh dari kata tenang.

Ruangan itu hanya diterangi oleh beberapa lilin besar yang sumbunya mulai memendek, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding batu yang dingin.

Jayden berdiri di depan jendela besar yang menghadap langsung ke arah paviliun tempat Yura dan Lorenzo berada.

Tangannya terlipat di belakang punggung, sementara matanya yang tajam seolah menembus kegelapan malam.

"Dia menyadarinya?" ucap Jayden, memecah keheningan saat seorang bayangan muncul dari balik tirai.

Prajurit bayangan yang tadi dilempar jeruk oleh Yura berlutut dengan satu kaki.

Napas pria itu masih sedikit tidak teratur, bukan karena lelah, tapi karena rasa malu, baru kali ini dirinya gagal menjalankan tugas, harga dirinya sebagai, prajurit elite bayangan, tergores.

"Benar, Yang Mulia. Nona Calista mengetahui keberadaan saya bahkan sebelum saya sempat menyesuaikan ritme napas dengan detak jantungnya. Beliau sangat peka," ucap pria itu, menunduk kan kepala nya.

Jayden tidak langsung menjawab, sudut bibirnya sedikit terangkat, sebuah ekspresi yang jarang sekali terlihat.

"Dia bilang apa?" tanya Jayden, cukup tertarik.

"Beliau berkata bahwa napas saya mengganggu tidurnya, dan meminta Anda mengirim seseorang yang lebih kompeten," jawab prajurit itu dengan suara rendah.

Owen, yang sedang menuangkan anggur ke dalam piala perak di sudut ruangan, hampir tersedak ludahnya sendiri, Owen seperti nya belum terbiasa dengan Calista yang baru.

"Prajurit elit bayangan kita dianggap pengganggu tidur? Wanita itu benar-benar tidak punya rem pada lidahnya," ucap Owen, menggeleng-gelengkan kepalanya, masih sulit di percaya.

Jayden berbalik, berjalan menuju meja kerjanya yang dipenuhi dengan dokumen intelijen dan peta wilayah perbatasan.

"Dia bukan Calista yang kita kenal dulu, Owen. Calista yang asli akan gemetar hanya dengan melihat bayanganku," ucap Jayden, mengingat dulu setiap dia datang untuk melihat Lorenzo, pasti Calista langsung menunduk kan kepala nya, ketakutan.

"Tapi wanita ini, dia seperti pedang yang baru saja diasah. Tajam, dingin, dan mematikan," lanjut Jayden, mengingat setiap pergerakan Yura.

"Apakah Anda benar-benar akan membiarkannya pergi ke pengadilan besok?" tanya Owen dengan nada serius.

"Jika Ibu Suri dan para Tetua Kuil bekerja sama, mereka bisa memanipulasi bukti sihir hitam," ucap Owen, cukup khawatir dengan nasib Calista.

"Sekali dia dinyatakan sebagai penyihir sesat, bahkan Anda pun tidak bisa menghentikan eksekusinya tanpa dicap sebagai pengkhianat iman," lanjut Owen, melihat ke arah Jayden.

Jayden mengambil piala perak dari tangan Owen, namun dia tidak meminumnya, Jayden hanya menatap pantulan dirinya di permukaan cairan merah tersebut.

"Dia bilang dia akan menyeret salah satu pion terbaik dewan menteri bersamanya," gumam Jayden, mengingat perkataan Yura, tadi.

"Aku penasaran siapa yang dia maksud, jika dia bisa melakukan itu, dia lebih dari sekadar ibu susu. Dia adalah sekutu yang jauh lebih berharga daripada seluruh pasukan di perbatasan," ucap Jayden, tersenyum miring.

Jayden seperti nya sudah tidak sabar ingin melihat kejutan apa lagi yang akan di bawa Yura nanti, setelah semalam membunuh lima pembunuhan bayaran, hanya dengan menggunakan tusuk konde.

"Tapi bagaimana jika dia gagal, Yang Mulia?" tanya Owen, masih khawatir.

"Jika dia gagal, berarti dia memang hanya wanita gila yang sedang beruntung semalam. Dan aku tidak punya waktu untuk menyimpan orang gila di dekat keponakanku," jawab Jayden, matanya kembali mendingin.

Jayden kemudian meletakkan gelas kristal itu dengan denting keras di atas meja.

Tak

"Owen, siapkan berkas korupsi Menteri Keuangan dan catatan logistik dari Kuil Pusat. Aku punya firasat, wanita itu akan membutuhkan amunisi tambahan besok pagi, meskipun dia tidak memintanya," perintah Jayden, melirik ke arah Owen.

"Baik Yang Mulia, akan segera Saya siapkan," jawab Owen, pamit undur diri.

Sementara itu, di paviliun mantan Ibu suri, aroma dupa yang menyengat memenuhi kamar wanita tua itu, saat ini dia sedang duduk dengan anggun, meski kemarahan terlihat jelas dari kerutan di dahinya yang tertutup bedak tebal.

"Jadi, Jayden melindunginya?" tanya mantan Ibu Suri pada seorang pelayan pria yang bersimpuh di kakinya.

"Benar, Yang Mulia. Grand Duke mengirim koki pribadinya dan unit bayangan untuk menjaga paviliun itu. Tidak ada yang bisa mendekat," jawab pelayan itu, menundukkan kepalanya dalam.

Mantan Ibu Suri itu mendengus sinis, jemarinya yang dihiasi cincin permata mengetuk-ngetuk sandaran kursi emasnya.

Walupun gelar nya sudah di copot, tapi wanita tua itu masih memilik pendukung yang banyak di istana dan juga di politik.

"Jayden selalu punya kelemahan pada hal-hal yang berbau tanggung jawab," gumam Mantan ibu Suri, menipiskan bibir nya.

"Dia pikir dia sedang melindungi pewaris takhta, padahal dia hanya melindungi seorang pelayan yang sudah kerasukan setan," lanjut Mantan ibu Suri, berdecih sinis.

Wanita tua itu melirik ke arah sudut ruangan yang gelap, di mana seorang pria berjubah putih dengan lambang matahari terbenam berdiri dalam diam.

"Pastikan besok pagi, para Tetua Kuil datang ke istana," perintah mantan ibu Suri itu, dengan tegas.

"Sesuai kehendak Anda, Yang Mulia. Sihir hitam tidak akan punya tempat di bawah matahari besok pagi," jawab Pria berjubah itu membungkuk.

Wanita tua itu tersenyum puas, sudah merasa menang, dia tidak tahu bahwa di paviliun yang tenang itu, Yura sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar bertahan hidup.

1
Tiara Bella
lanjut semangat ya Thor ...
Tiara Bella
ibu susu Calista pnya bayi besar sabar ya pangeran Lorenzo...
Endang Sulistia
pinter nih si Lorenzo...
Endang Sulistia
ada lamaran kecil kecilan..🤔🤔🤔
T1 T1n
yg penting tiap hari up kak ❤️❤️❤️
IG : hofi03_sakroni: siap beb, di usahakan up stabil setiap hari 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
gasken mak🏍🏍🏍
Maria Lina
cerita ya 2 ..ditamat kn dlu ya thor..tar yg lain dikit up nya.komen aj thor
Maria Lina: ok thor siap🫠
total 2 replies
Retno Palupi
wua... Calista punya 2 bayi😄😄
Lienaa Likethisyow
yura dilawan..salah sasaran oe🤣🤣..lanjut thor yg banyak ya💪💪👍👍 semangat😍😍
Lienaa Likethisyow
cie..cie..Jayden so sweet.😍😍..lanjut thor💪💪👍👍
Lienaa Likethisyow
ulet bulu ilang deh..digertak aja ngacir..sok sokan garang masih garang Calista lah🤣🤣🤣..semangat thor💪💪👍👍
IG : hofi03_sakroni: takot dia kak
total 1 replies
kaylla salsabella
seru🥰🥰🥰
IG : hofi03_sakroni: terimakasih kay, stay tune ya beb 🤍
total 1 replies
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Mengungkapkan perasaan sangat penting untuk kelegaan hati, alih-alih memendamnya sendiri lebih baik kamu mengungkapkan apa isi hati kamu.
Mengenai respon dan tanggapan lawan bicaramu itu adalah hal yang tidak dapat kamu kontrol.
Dengan kunci utama adalah jujur, percaya diri, memilih waktu dan tempat tepat, serta menggunakan cara yang halus tapi jelas.
Cara mengungkapkan perasaan setiap orang berbeda-beda, ada yang mengungkapkan secara langsung, ada juga yang mengungkapkan melalui surat atau chat agar tidak bertatap muka langsung.
Memang menyatakan perasaan termasuk hal yang berat dilakukan, karena kita tidak pernah tau apa respon atau tanggapan dari orang yang kita tuju...😘💚🥰💜😍💗
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Dengar baik-baik Diana, apa yang diucapkan Calista itu adalah sebuah peringatan keras bagimu...😤😰
Peringatan keras adalah teguran serius dan tegas yang diberikan kepada seseorang atau pihak yang melakukan pelanggaran, menunjukkan kesalahan fatal dan menjadi sanksi etika atau disiplin yang berat sebelum sanksi lebih fatal untuk efek jera.
Ini adalah tingkatan tertinggi dalam sanksi peringatan, mengindikasikan bahwa tindakan selanjutnya bisa lebih berat, seperti hukuman mati.
kaylla salsabella
cari mati aja tuh pelayan
kaylla salsabella
jangan pingsan Owen🤣🤣🤣
Leni Ani
kan habis thor up thor😭😭😭😘💪💪💪👍
Leni Ani
biar pun ngak calista bilang sm jay tp mimpi pun datang ke dia👍
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ceritanya keren banget, pokoknya kalian harus membaca nya
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
aduhhhhh seru banget lagi cerita nya😭😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!