NovelToon NovelToon
Call Man Service

Call Man Service

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Dikelilingi wanita cantik / Teen
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Di tengah beban hidup yang menghimpit, Xiao Han— pemuda 22 tahun yang menjadi tulang punggung keluarga, berjuang mati-matian menghidupi ibunya yang lumpuh serta membiayai pendidikan adik perempuannya yang baru kelas 1 SMP. Gaji sebagai tukang antar surat tak pernah cukup untuk menutupi biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.

Dengan putus asa namun tekad kuat, Xiao Han akhirnya membuka jasa panggilan pria, dan mempromosikannya secara diam-diam di media sosial. Awalnya hanya sebagai cara bertahan hidup, layanan ini perlahan membawanya masuk ke dunia yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: pertemuan-pertemuan rahasia, rahasia klien, dan batasan moral yang terus diuji.

Hingga suatu malam, satu panggilan khusus datang, sebuah pengalaman yang tak terduga, penuh risiko, dan emosi yang mengubah segalanya. Pertemuan itu bukan hanya mengguncang hidupnya saat ini, melainkan juga membuka pintu menuju masa depan yang akan mengubah kehidupannya secara drastis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Malam itu hujan deras mengguyur Jakarta. Xiao Han naik motor bututnya menembus genangan air, helm basah kuyup, pikirannya penuh dengan kata-kata Hua Ling’er sore tadi di rumah sakit. “Aku takut Kakak lebih nyaman sama dia daripada sama aku.” Kalimat itu seperti duri yang terus menusuk setiap kali dia ingat.

Dia tahu dia harus bicara lebih jelas. Dia tidak ingin Hua Ling’er terus merasa tidak aman.

Sesampainya di depan kosan Hua Ling’er di pinggir Sungai Abadi, hujan sudah reda jadi gerimis. Lampu kamar nomor 7 masih menyala redup. Xiao Han mengetuk pintu pelan.

Hua Ling’er membuka pintu dengan cepat. Rambutnya terurai basah seolah baru mandi, mengenakan kaus longgar putih dan celana pendek. Matanya langsung berbinar melihat Xiao Han, tapi ada kecanggungan di senyumnya.

“Kak Han… kamu datang. Masuk dulu, hujan deras tadi.”

Xiao Han masuk, melepas helm dan jaket basah. Kamar kecil itu terasa lebih sempit malam ini. Bau sabun vanila dan lilin aromaterapi samar-samar tercium. Hua Ling’er menutup pintu, lalu berdiri di depan Xiao Han, tangannya memainkan ujung kaus.

“Kak… makasih udah datang. Aku tadi nangis sendirian setelah pulang dari rumah sakit.”

Xiao Han menghela napas, duduk di pinggir kasur single. “Ling’er, aku minta maaf. Aku tahu kamu lagi bingung. Aku janji bakal jujur malam ini.”

Hua Ling’er duduk di sebelahnya, jarak mereka sangat dekat. Dia memegang tangan Xiao Han, jarinya gemetar sedikit.

“Kak… aku cuma pengen merasa yakin. Aku tahu Kakak lagi berat, lagi usaha buat Ibu dan Mei. Tapi aku juga pengen… pengen Kakak merasa aku ada buat Kakak. Bukan cuma nemenin nangis atau bawa sup.”

Dia mendekatkan wajahnya, bibirnya hampir menyentuh bibir Xiao Han. Tangan satunya naik ke dada Xiao Han, membuka satu kancing kemeja basah itu.

“Kak… malam ini aja. Kita… lakuin. Biar Kakak tahu aku serius. Biar Kakak terikat sama aku. Aku nggak takut lagi kalau Kakak sama aku.”

Xiao Han menangkap pergelangan tangan Hua Ling’er dengan lembut tapi tegas. Matanya menatap gadis itu dalam-dalam, penuh perjuangan.

“Ling’er… jangan.”

Hua Ling’er terkejut. Air mata langsung menggenang lagi.

“Kenapa? Kakak nggak mau aku? Aku jelek? Aku kurang dari dia?”

“Bukan!” Xiao Han menggeleng keras, suaranya naik sedikit karena emosi. “Kamu paling sempurna di mata aku. Kamu cantik, baik, pintar, sabar… kamu segalanya yang aku impikan. Makanya aku nggak mau rusak itu semua.”

Dia menarik napas dalam, mencoba tenang.

“Kamu masih kelas 3 SMA. UN tinggal beberapa bulan. Kamu punya mimpi masuk UI, jadi pengacara, bantu ibumu di kampung. Kalau malam ini kita lakuin… nanti kalau ada apa-apa, kalau kamu hamil, kalau nilai kamu turun, kalau kamu nyesel… aku nggak akan bisa maafin diri sendiri. Aku nggak mau jadi alasan kamu kehilangan masa depan.”

Hua Ling’er menangis pelan, tapi tangannya masih mencengkeram kemeja Xiao Han.

“Tapi Kak… aku nggak peduli. Aku cuma pengen Kakak nggak pergi ke dia lagi. Aku takut Kakak lupa aku.”

Xiao Han memeluk Hua Ling’er erat-erat, membiarkan gadis itu menangis di dadanya.

“Aku nggak akan lupa kamu. Aku janji. Tapi aku juga janji sama diri sendiri: aku nggak akan sentuh kamu sebelum kamu lulus, sebelum kamu masuk kuliah, sebelum aku bisa kasih yang lebih baik buat kamu. Itu cara aku sayang kamu.”

Hua Ling’er mengangguk pelan di dada Xiao Han, tapi tangisnya belum berhenti.

Xiao Han melepaskan pelukan perlahan. Dia berdiri, mengambil helm dan jaket basahnya.

“Aku pulang dulu, Ling’er. Malam ini… aku nggak bisa tinggal lebih lama. Kalau aku terus di sini, aku takut nggak bisa nahan diri. Dan aku nggak mau nyesel besok pagi.”

Hua Ling’er berdiri juga, matanya merah dan bengkak.

“Kak… jangan pergi karena marah sama aku.”

“Aku nggak marah. Aku pergi karena aku sayang kamu.” Xiao Han mencium kening Hua Ling’er pelan, lama sekali. “Besok aku jemput pulang sekolah ya. Kita makan mie ayam di warung biasa. Kayak dulu.”

Hua Ling’er mengangguk kecil, air mata masih menetes.

Xiao Han membuka pintu, melangkah keluar ke gang yang masih basah oleh hujan. Dia tidak menoleh lagi. Bukan karena ingin meninggalkan Hua Ling’er, tapi karena dia tahu, kalau dia menoleh, kalau dia melihat wajah gadis itu lagi malam ini, dia takut tidak bisa menahan hasrat yang sudah lama dia tahan.

Motornya melaju pelan di jalan basah, angin malam menusuk kulit. Di dadanya, ada campuran rasa lega dan sakit. Lega karena dia berhasil menjaga janji pada dirinya sendiri. Sakit karena dia tahu, setiap kali menolak Hua Ling’er, ada bagian kecil dari hati gadis itu yang terluka.

Tapi dia yakin: ini cara terbaik.

Untuk Hua Ling’er yang sempurna di matanya.

Untuk masa depan yang dia ingin lindungi.

1
Wang Chen
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Wang Chen
ummm♥️
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
oh my Vina♥️♥️
Wang Chen
fhb
Wang Chen
ok
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
😍/Drool//Drool/
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
/Determined//Determined//Determined/
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Luar biasa
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
lanjut
APRILAH
Chapter 16, sabar ya🙏
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Lanjutkan
APRILAH: Asyiappp
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
🤭🤭/Determined//Slight/
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Aaaaa tidak... itu Vina ku
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Vina I love you
APRILAH
Chapter 11, sabar ya guys
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
/Drool//Drool//Drool/
APRILAH: 🤭/Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
tapi aman sih harusnya, Aria cukup lembut dan baik
APRILAH: iya sih
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
mantul
APRILAH: 🤭/Grin//Proud/
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
/Drool//Drool//Drool/
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!