NovelToon NovelToon
Luminar

Luminar

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:835
Nilai: 5
Nama Author: Nostalgic

Dunia telah retak, bukan hanya di permukaannya, melainkan di benak dan jiwa segala yang bernyawa. Kegelapan Umbra bukan sekadar musuh yang bisa ditusuk pedang, melainkan kabut tebal yang memisahkan hati dari hati, harapan dari kenyataan, dan cahaya dari tempatnya berpijak. Alam semesta kini hanyalah kepingan-kepingan kaca yang pecah, masing-masing memantulkan bayangan kesendirian yang suram, menunggu tangan yang berani menyatukannya kembali.

Di tengah kehampaan itu, hadirlah Luminar. Bukan sebagai benda, bukan pula sebagai sosok yang bisa dipeluk atau dilihat mata telanjang. Luminar adalah bisikan yang melayang di sela-sela angin, adalah denyut nadi yang tak terlihat namun terasa di setiap detak jantung yang masih berharap. Ia adalah entitas misterius yang wujudnya berubah-ubah bagaikan cahaya yang menembus prisma—kadang berupa aurora yang menari di langit malam, kadang berupa kilatan samar yang hanya muncul di sudut mata saat kita merasa paling sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nostalgic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Energi Menipis Harapan Tetap Ada

Heras mengangkat tangannya, bersiap melepaskan serangan mematikan sekali lagi. Energi magis mulai berkumpul di dadanya, berputar liar dan memanas, siap ia lepaskan melalui kepalan tinju yang ia hentakkan ke arah dada—seperti melemparkan bola api raksasa yang meledak saat mengenai sasaran. Namun, tepat sebelum serangan itu terlepas, suara Luminar terdengar tegas menegurnya, menghentikan gerakannya seketika.

[ Tunggu, Heras! Jangan gunakan kekuatan itu sembarangan. Energi aku terbatas dan hanya dapat terisi seiring berjalannya waktu. Setiap perubahan wujud atau penggunaan kekuatan membutuhkan waktu pemulihan. Untuk satu kali perubahan, aku butuh 1 hari untuk pulih sepenuhnya. Ingatlah, perubahan itu menghabiskan 10 energi per menit dari total 1000 energi yang aku miliki. Dan serangan magis yang baru saja kamu gunakan tadi... itu menghabiskan 50 energi sekaligus. ]

Heras hanya diam mendengarkan, matanya tetap tajam sementara ia mencerna setiap informasi yang disampaikan Luminar. Ia tidak menjawab, namun kewaspadaannya tidak pernah kendur. Perlahan, ia melirik ke samping, merasakan hawa dingin dan menyesakkan yang masih menguar dari belakangnya. Ia tidak menoleh secara tiba-tiba atau melakukan gerakan mencolok, namun instingnya tahu bahwa bahaya itu masih ada di sana.

[ Monster yang ada di belakangmu itu adalah induk dari kepiting-kepiting kecil yang kau hancurkan tadi. ] jelas Luminar.

Heras mengerutkan kening. "Lalu apa yang harus kita lakukan? Jika kita terus bertarung seperti ini, energimu akan segera habis. Dan jika itu terjadi, tidak akan ada jalan keluar untuk melawannya," tanya Heras dengan nada cemas.

[ Dengarkan rencanaku. ] jawab Luminar tenang.

Mendengar instruksi Luminar, Heras segera bertindak. Ia meraih puing-puing bangunan besar yang tergeletak di dekatnya, lalu dengan kekuatan yang luar biasa, ia melempar bongkahan batu itu secara vertikal tinggi ke atas langit. Saat benda itu mencapai puncaknya, Heras melompat dan meninjunya dengan kekuatan penuh. BUMMM! Bongkahan besar itu hancur seketika menjadi debu yang sangat halus dan banyak, menyebar luas di udara dan menutupi pandangan seketika.

Awan debu tebal itu membuat induk kepiting merah itu kewalahan dan terkejut. Ia tidak bisa melihat apa-apa, termasuk keberadaan Luminar yang menjadi target utamanya. Sementara monster itu sibuk mencari-cari dengan matanya yang membelalak di tengah kabut debu, Luminar telah diam-diam bergerak dan kini berada tepat di belakang punggungnya, siap menghancurkannya dengan serangan kekuatan penuh.

Namun, takdir berubah secepat kilat.

ZROAAAR!

Tiba-tiba, sebuah tembakan energi panas yang sangat besar dan keras menghantam punggung Luminar dengan dahsyat. Guncangan itu begitu kuat hingga Heras terpelanting jauh ke bawah, menabrak tanah keras dan berguling beberapa meter. Layar penglihatannya berkedip, dan ia merasa tubuhnya remuk redam. [HP Berkurang 200].

Dengan sisa tenaga, Heras mendongakkan kepalanya ke arah sumber serangan itu. Di sana, berdiri segerombolan manusia yang mengenakan seragam pelindung lengkap berwarna hitam pekat. Di dada dan lengan mereka tertera lambang yang sangat dikenali—Pasukan Manusia Pemusnah Monster. Mereka kini berdiri tegak di depannya, senjata mereka masih mengeluarkan asap panas.

Heras terlihat bingung. Kenapa mereka menyerangnya? Mereka seharusnya berada di pihak yang sama.

[ Mereka menyerang kita karena... kita dianggap sama seperti monster. ] jawab Luminar pelan, seolah membaca pikiran Heras.

Heras tersadar. Ia segera mencoba menenangkan pasukan itu. Ia mengeluarkan erangan halus, mencoba berkomunikasi dengan gerakan tubuh yang lambat dan hati-hati, berusaha menjelaskan bahwa ia bukan musuh. Namun, bagi pasukan pemusnah monster, gelagat makhluk di depan mereka yang tampak aneh dan tidak wajar justru membuat mereka semakin waspada dan merasa terancam.

Tanpa peringatan lagi, mereka melepaskan rentetan serangan bertubi-tubi tepat ke arah Luminar yang sedang mencoba mendekat untuk bernegosiasi. Ledakan demi ledakan terjadi, menghantam tubuh Luminar tanpa ampun. [HP Berkurang 500].

Di saat yang sama, induk kepiting merah yang tadi menjadi target memanfaatkan kekacauan itu untuk melarikan diri, menghilang ke dalam kegelapan.

Heras kini terbaring tak berdaya di tanah. Kekuatannya habis, energinya menipis, dan rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya. Ia merasa kembali menjadi sosok yang lemah, tak berdaya di tangan manusia—di tangan orang-orang yang seharusnya menjadi sekutunya sendiri. Rasa frustasi menyelimuti hatinya, perlahan mematikan hasratnya untuk bertarung. Ia ingin menyerah, membiarkan segalanya berakhir begitu saja.

Namun, di tengah kegelapan dan keputusasaan itu, samar-samar terlintas di benaknya sebuah bayangan. Senyuman hangat gadis kecil yang ia temui tadi. Senyuman itu seolah menjadi secercah cahaya kecil yang menolak untuk padam.

1
Nasipelang
lego euy
Nasipelang
rasa sakit ini, adalah bukti bahwa aku masih hidup
Anonymous
oke
Anonymous
kece
Anonymous
mc nya menderita saya suka
Nasipelang
awalnya ngebosenin, tapi lama-lama seru juga
Anonymous
oke
Anonymous
bujet
Anonymous
baru aja kenalan udah ditinggal ama luminar
Anonymous
uwihh level up coyy
Anonymous
kasihan mc nya jir
Anonymous
mirip nexus yah
Anonymous
kena de javu
Nasipelang: de javu nya apa
total 1 replies
Anonymous
jirr
Arctic General
Sangat bagus... kek ultraman 🗿
Arctic General
up thorr oii🦖
Arctic General
Buset kek ginga🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!