NovelToon NovelToon
"Rahasia Laut Pasuruan"

"Rahasia Laut Pasuruan"

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cinta Istana/Kuno / Penyelamat
Popularitas:841
Nilai: 5
Nama Author: Kristinawati Wati

Berlatarkan masa kejayaan Kerajaan Panjalu (Singhasari) di wilayah Pasuruan, sebuah prasasti kuno yang ditemukan oleh Gadis nelayan, Mira, mengungkap rahasia pelabuhan perdagangan rempah-rempah yang hilang selama berabad-abad. Bersama dengan Jaka, seorang budak kerajaan yang ahli membaca naskah kuno, keduanya harus mengurai misteri di balik prasasti tersebut sebelum kekayaan dan sejarah kerajaan jatuh ke tangan yang salah. Di tengah ombak laut dan rahasia yang terpendam, apakah mereka berhasil menyelamatkan warisan leluhur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristinawati Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: PERANG ANTAR DUNIA YANG MULAI TERBUKA

Setelah lebih dari sepuluh bab penuh dengan pencarian petunjuk, pertemuan dengan berbagai makhluk ajaib, dan pengungkapan rahasia keluarga yang membuat Rara serta Dika terkejut tak berujung—kini kedua dunia yang dulunya hanya terhubung melalui kata-kata tulisan mulai menghadapi bahaya yang lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan. Pintu antar dunia yang seharusnya hanya bisa dibuka oleh penerus kekuatan khusus kini mulai terbuka secara acak di berbagai tempat, menyebabkan kekacauan baik di dunia nyata Rara maupun di dunia pararel milik Dika.

Di kota Surabaya dunia nyata, hari itu dimulai dengan kejadian aneh yang membuat seluruh warga bingung. Di tengah jalan raya yang ramai di kawasan Simpang Lima, tiba-tiba muncul sebuah gerbang cahaya keemasan yang menghubungkan dengan hutan misterius dari dunia Dika. Beberapa makhluk kecil yang mirip kupu-kupu berukuran manusia mulai terbang keluar dan menyebabkan kemacetan serta kepanikan di jalanan. Rara yang sedang berada di kantor redaksi tempat dia bekerja paruh waktu sebagai penulis konten, langsung merasa getaran kuat yang membuat tubuhnya terasa panas. Dia tahu bahwa ini tandanya bahaya semakin dekat—dan saat itu juga dia merasakan bahwa Dika sedang dalam kesulitan besar di dunia lain.

Sementara itu, di dunia pararel yang dikenal sebagai Aetheria, kerajaan utama yang dulunya penuh dengan keindahan dan kedamaian kini berada dalam keadaan darurat. Pasukan gelap yang dipimpin oleh Lord Malakor—musuh besar yang ingin menguasai semua dunia pararel dengan kekuatan gelapnya—telah berhasil menemukan cara untuk membuka pintu antar dunia tanpa bantuan penerus kekuatan. Mereka menyerbu kerajaan dengan kekuatan yang luar biasa, menghancurkan bangunan-bangunan indah dan menjebak rakyat jelata di dalam istana yang mulai runtuh. Dika yang kini telah menguasai sebagian besar kekuatan penerusnya, bersama dengan Pak Joko dan sekelompok pejuang kerajaan yang masih bertahan, sedang berjuang dengan segala cara untuk menghalangi serangan pasukan gelap tersebut.

"Kita tidak bisa bertahan lama jika hanya bertempur seperti ini!" teriak Dika sambil menghancurkan beberapa makhluk gelap dengan serangan energi keemasan dari tangannya. "Kita perlu menemukan cara untuk menutup semua pintu antar dunia sekaligus sebelum Lord Malakor bisa masuk ke dunia nyata Rara!"

Pak Joko yang sedang bertempur dengan menggunakan tombak ajaib yang bisa berubah bentuk, segera mendekat ke Dika setelah berhasil mengalahkan beberapa musuh. "Kita tahu di mana sumber kekuatan yang bisa menutup semua pintu itu berada—di Gunung Api Abadi yang terletak di ujung dunia Aetheria. Tapi untuk sampai ke sana, kita harus melewati Jalur Kematian yang penuh dengan rintangan yang tak ada seorang pun pernah bisa lalui selamat!"

Di dunia nyata, Rara tidak bisa tinggal diam melihat kekacauan yang terjadi. Dia segera kembali ke kafe Kopi Kenangan tempat dia pertama kali bertemu Pak Joko, karena dia tahu bahwa di sana ada pintu tersembunyi yang bisa membawanya ke dunia Aetheria. Dengan membawa buku ajaib yang kini sudah terhubung erat dengan dirinya, Rara menyentuh simbol bintang delapan di atas meja sudut yang dulu ditempati pria misterius itu. Segera saja cahaya terang menyelimuti tubuhnya dan dalam sekejap dia menemukan dirinya berdiri di tengah padang pasir yang luas di dunia Aetheria, dengan langit berwarna ungu muda dan bintang-bintang yang bersinar meskipun saat itu adalah siang hari.

"Rara! Kamu datang!" suara Dika terdengar dari kejauhan. Rara melihat ke arah suara itu dan menemukan Dika yang sedang berlari ke arahnya bersama Pak Joko serta beberapa pejuang lain yang masih bertahan. Wajah Dika penuh dengan lecet dan kotoran perang, tapi matanya tetap bersinar dengan semangat yang tak padam. Ketika mereka bertemu, tangan mereka secara otomatis saling menyentuh—dan saat itu juga ada getaran kuat yang menyebar ke seluruh tubuh mereka, menunjukkan bahwa kekuatan mereka bersama jauh lebih besar dari ketika mereka sendiri-sendiri.

"Kita harus pergi ke Gunung Api Abadi sekarang juga," kata Rara dengan suara tegas. "Saya telah menemukan catatan terakhir dari Lia—nenek buyut kamu—yang mengatakan bahwa hanya kombinasi kekuatan penerus dari kedua dunia yang bisa mengaktifkan sumber kekuatan untuk menutup semua pintu antar dunia. Tapi kita harus cepat sebelum Lord Malakor sampai di sana duluan!"

Tanpa berlama-lama lagi, mereka memulai perjalanan menuju Gunung Api Abadi yang terletak ribuan kilometer dari kerajaan. Jalur yang mereka tempuh benar-benar seperti yang dikatakan Pak Joko—Jalur Kematian yang penuh dengan bahaya. Mereka harus melewati danau yang penuh dengan makhluk air buas yang ingin menarik mereka ke dasar danau, hutan yang pohon-pohonnya bisa bergerak dan menangkap siapa saja yang lewat, serta lereng gunung yang penuh dengan celah dan batu yang mudah runtuh. Selama perjalanan, Rara juga mulai menggunakan kekuatannya yang baru saja terbangun—dia bisa membuat tembok perlindungan dari energi tulisan, serta mengendalikan angin dan tanah untuk membantu teman-temannya dalam menghadapi rintangan.

Setelah beberapa hari perjalanan yang melelahkan, mereka akhirnya sampai di kaki Gunung Api Abadi yang menjulang tinggi ke langit dengan puncak yang selalu mengeluarkan lava merah menyala. Di depan pintu masuk gua yang menjadi jalur ke sumber kekuatan, mereka menemukan bahwa Lord Malakor beserta pasukannya sudah menunggu di sana. Wajah Lord Malakor yang penuh dengan kedalaman usia dan kebencian terlihat jelas saat dia melihat Rara dan Dika datang.

"Akhirnya kamu datang, penerus-penerus yang lemah!" ucap Lord Malakor dengan suara yang menggema seperti guntur. "Dengan mengambil kekuatan sumber ini, aku akan menguasai semua dunia dan membuat semuanya tunduk padaku! Tidak ada yang bisa menghalangiku!"

Tanpa basa-basi lagi, perang besar pun dimulai. Pasukan Dika dan Rara bertempur dengan gigih melawan pasukan gelap Lord Malakor, sementara Dika dan Rara sendiri harus menghadapi sang pemimpin langsung. Pertempuran antara mereka tiga sangat sengit—setiap serangan yang dilempar bisa menghancurkan batu besar atau membuat tanah berguncang hebat. Rara menggunakan kekuatan tulisannya untuk membuat senjata ajaib dari kata-kata yang dia tulis di udara, sementara Dika menggunakan kekuatan energi keemasan untuk menyerang Lord Malakor dari berbagai arah.

Namun, kekuatan Lord Malakor ternyata jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan. Dalam sekejap, dia berhasil mengalahkan sebagian besar pasukan mereka dan membuat Dika terluka parah saat melindungi Rara dari serangan mematikan. Rara melihat Dika yang terbaring lemah di tanah dan rasa marah serta ketakutan yang ada di dalam hatinya berubah menjadi kekuatan yang luar biasa besar. Dia mengambil buku ajaib nya dan mulai menulis dengan cepat di udara—menulis cerita tentang keberanian, persahabatan, dan keinginan untuk melindungi dunia yang dicintai.

Saat kata-kata itu terbentuk di udara dan menyala dengan cahaya putih terang, tubuh Dika mulai menyala dengan cahaya yang sama. Dia perlahan bangkit dan berjalan ke sisi Rara, lalu mereka menyatukan tangan dan berjalan bersama menuju sumber kekuatan yang terletak di dalam gua. Lord Malakor mencoba menghalangi mereka, tapi cahaya dari kata-kata tulisan Rara dan kekuatan Dika membuatnya tidak bisa mendekat.

Saat mereka sampai di depan sumber kekuatan yang berbentuk kristal besar yang bersinar dengan semua warna pelangi, mereka menyentuh kristal tersebut secara bersamaan. Segera saja energi luar biasa besar menyebar ke seluruh dunia Aetheria dan dunia nyata Rara—pintu-pintu antar dunia yang semula terbuka mulai tertutup satu per satu, makhluk-makhluk ajaib yang keluar ke dunia nyata kembali ke tempat asalnya, dan pasukan gelap Lord Malakor mulai menghilang seperti es yang mencair di bawah sinar matahari. Lord Malakor sendiri yang tidak bisa menahan kekuatan kristal tersebut akhirnya terkunci di dalam dimensi tersendiri yang tidak bisa lagi membahayakan siapapun.

Setelah semua pintu tertutup dan kedamaian kembali pulih di kedua dunia, Rara dan Dika berdiri di depan kristal sumber kekuatan yang kini sudah tenang. Mereka tahu bahwa hubungan antara kedua dunia tidak akan pernah hilang—meskipun pintu sudah tertutup, mereka masih bisa berkomunikasi melalui cerita yang Rara tulis setiap hari. Rara juga memutuskan untuk menerbitkan cerita nya sebagai novel, dengan harapan bahwa orang-orang di dunia nyata bisa belajar tentang pentingnya keberanian, persahabatan, dan menjaga kedamaian di sekitar mereka.

"Terima kasih telah membantu kita semua," kata Dika dengan suara lembut sambil melihat ke mata Rara. "Tanpa kamu, dunia kita sudah hancur lama sekali."

"Kita saling membantu saja," jawab Rara dengan senyuman hangat. "Dan ingat—selalu ada cerita yang bisa menghubungkan kita, tidak peduli seberapa jauh jaraknya."

Saat itu juga, cahaya kristal mulai menyala lagi dan membawa Rara kembali ke dunia nyata. Dia menemukan dirinya sudah berada di dalam kafe Kopi Kenangan, dengan laptop nya terbuka dan menampilkan draft akhir dari Bab 18 cerita nya. Dia melihat jam di dinding kafe dan menyadari bahwa hanya beberapa menit yang telah berlalu di dunia nyata, padahal dia merasa telah menghabiskan berhari-hari di dunia Aetheria. Dengan senyum bahagia di wajahnya, Rara mulai mengetik lagi—melanjutkan cerita yang telah mengubah hidupnya dan dunia lain yang pernah dia kira hanya imajinasi belaka.

1
Anna
Thor maaf sekali, tapi ini cerita kamu sebener ee mau novel apa cerpen kok tiap bab beda. bukan beda alur tapi beda isi cerita. padahal tema judul kamu bagus lho. 🙏🙏
Anna
kok agak bingung ya, kan di bab 2 mira sudah kabur sama jaka, kenapa di bab 3 baru ketemu? tapi di awal ada mereka ketemu, eh ketemu atau belum ketemu 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!