NovelToon NovelToon
Dicintai Ugal-Ugalan Oleh Suami Amnesia

Dicintai Ugal-Ugalan Oleh Suami Amnesia

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Suami amnesia / Perjodohan / CEO / Tamat
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Empat tahun menikah tanpa cinta dan karena perjodohan keluarga, membuat Milea dan Rangga Azof sepakat bercerai. Namun sebelum surat cerai diteken, Rangga mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya koma dan kehilangan ingatan. Saat terbangun, ingatannya berhenti di usia 22 tahun. Usia ketika ia belum menjadi pria dingin dan ambisius.

Anehnya, Rangga justru jatuh cinta pada Milea, istrinya sendiri. Dengan cara yang ugal-ugalan, manis, dan posesif. Di sisi lain, Milea takut membuka hati. Ia takut jika ingatan Rangga kembali, pria itu bisa kembali menceraikannya.

Akankah cinta versi “Rangga 22 tahun” bertahan? Ataukah ingatan yang kembali justru mengakhiri segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 9.

Milea bangun dengan dada terasa berat.

Langit pagi cerah, burung-burung berkicau. Ia menatap langit-langit kamar, mengingat kembali pelukan semalam. Kehangatannya, detak jantung Rangga yang terlalu dekat. Kalimat yang pria itu bisikkan di telinganya.

Aku butuh kamu.

Milea memejamkan mata, menarik napas panjang.

Tidak, ia tak boleh membiarkan dirinya terhanyut. Ia bangkit, merapikan tempat tidur dengan gerakan cepat, seolah ingin menghapus jejak malam itu. Pintu kamar dibuka perlahan. Dari arah dapur, terdengar suara panci dan sendok beradu. Milea berhenti melangkah.

Rangga sudah bangun.

Sejak kapan laki-laki itu rajin bangun pagi?

Milea menghela napas, lalu melangkah ke dapur dengan wajah datar.

“Pagi,” sapa Rangga sambil tersenyum.

Milea mengangguk. “Pagi.”

Nada suara wanita itu dingin, terlalu formal untuk dua orang yang semalam berpelukan.

Rangga merasakannya, senyumnya meredup sedikit tapi ia berusaha santai. “Aku bikin sarapan.”

“Aku nggak lapar,” jawab Milea cepat. Ia mengambil air minum, berdiri membelakangi Rangga.

“Aku tetap bikinin, nanti kamu makan ya.”

Milea menutup botol dengan agak keras. “Aku bilang nggak lapar.”

Rangga terdiam.

Ia menatap punggung Milea, merasakan jarak yang mendadak tercipta. Jarak yang tidak ada kemarin.

“Oke,” ucap pria itu pelan.

Milea pergi tanpa menoleh.

Di kamar, Milea bersandar di pintu. Tangannya gemetar. Ia memejamkan mata, menahan sesak yang naik ke dada.

Ia benci dirinya sendiri, benci karena ingin menoleh. Benci karena ingin kembali ke dapur dan duduk di hadapan Rangga, menatap wajah yang kini terasa asing sekaligus familiar. Namun ia tahu, semakin lama ia berada dekat dengan Rangga yang sekarang, semakin besar kemungkinan hatinya hancur lagi.

Hari itu, Milea menghindari Rangga.

Ia sibuk dengan laptop, ponselnya terus di genggaman. Setiap kali Rangga mendekat, Milea akan mencari alasan untuk pergi.

Rangga memperhatikannya dalam diam, bukan perubahan besar dari Milea. Hanya jarak kecil, namun cukup untuk membuatnya gelisah.

Siang hari Rangga duduk di sofa, memegang kepalanya. Rasa nyeri di kepalanya kembali datang. Ia memejamkan mata, mencoba mengingat latihan pernapasan yang diajarkan dokter.

“Milea,” panggilnya pelan.

Tak ada jawaban.

“Milea?”

Rangga membuka mata, melihat ruangan kosong. Ia berdiri perlahan, melangkah ke arah dapur. Milea ada di sana, mencuci piring dengan gerakan cepat.

“Kepalaku sakit,” ucap Rangga jujur.

Milea menegang, tapi tak menoleh. “Minum obat.”

“Aku lupa di mana.”

Milea berhenti mencuci. Ia menoleh dengan wajah datar, menunjuk lemari. “Di situ.”

“Ambilin?”

Milea terdiam.

Detik itu, ia ingin berkata tidak. Namun tangannya bergerak lebih cepat dari pikirannya. Ia membuka lemari, mengambil obat dan segelas air, lalu menyodorkannya.

Rangga tersenyum kecil. “Makasih.”

Milea mengangguk singkat, ia berbalik lagi ke wastafel.

Rangga meminum obatnya, lalu berdiri diam di belakang Milea. Ada keinginan besar untuk memeluk punggung itu, namun ia menahan diri.

“Kamu marah?” tanyanya akhirnya.

Milea menggeleng. “Nggak.”

“Boong,” kata Rangga lembut.

Milea memejamkan mata. “Aku cuma capek.”

“Karena aku?”

Pertanyaan itu membuat Milea membalikkan tubuh. “Kenapa kamu selalu menganggap semuanya tentang kamu?”

Rangga tersentak. “Karena aku rasa, aku yang selalu bersalah padamu.”

Milea menelan ludah, namun ia tak mengatakan apapun lagi.

Rangga melangkah pergi tanpa berkata apa-apa lagi, Milea menatap punggung suaminya menjauh. Lututnya melemas, ia berpegangan pada meja agar tidak jatuh.

Kenapa ia justru merasa seperti orang jahat?

Sore hari, hujan kembali turun.

Milea duduk di kamar, menatap jendela. Pikirannya kembali ke masa lalu, saat malam-malam menunggu Rangga pulang. Ponsel yang tak kunjung berdering, janji-janji Rangga yang selalu ditunda.

Ia mengusap wajah.

Aku nggak boleh lupa dengan rasa sakitku.

Ketukan terdengar di pintu.

“Milea,” suara Rangga terdengar lebih serius dari biasanya. “Aku boleh masuk?”

Milea ragu, lalu menjawab, “Masuk.”

Rangga masuk dengan raut wajah tenang, tapi matanya penuh tekad.

“Aku ke dokter hari ini,” katanya langsung.

Milea menoleh cepat, dia terkejut. “Sendiri?”

“Iya.”

“Kenapa nggak bilang?”

Rangga tersenyum kecil. “Kamu kelihatan nggak mau diganggu.”

Milea terdiam.

“Dokter bilang ingatanku mungkin nggak akan kembali sepenuhnya, atau... bisa kembali tapi bertahap.”

Jantung Milea berdegup kencang. “Terus?”

“Terus aku mikir,” kata Rangga, menatap lurus ke mata Milea. “Kalau ingatanku kembali… apakah aku akan jadi orang yang sama seperti dulu?”

Milea menahan napas.

“Sekarang aku yang takut, jika ingatanku akhirnya kembali... kamu makin menjauh, lalu pergi dariku.”

“Rangga…”

“Aku tahu aku nyakitin kamu dulu, aku emang nggak ingat... tapi aku lihat bekasnya.”

Ia menunjuk dada Milea. “Di kamu, aku melihat rasa sakit itu. Rasa sakit karena perbuatan dan sikapku padamu...”

Milea menggigit bibir.

“Aku nggak minta kamu menerimaku sekarang,” kata Rangga pelan. “Aku cuma minta satu kesempatan buat buktiin, kalau aku bisa jadi lebih baik dari aku yang dulu.”

Itu bukan janji kosong, tapi itu sebuah permohonan.

Milea menggeleng perlahan. “Aku nggak bisa.”

“Kenapa?”

“Karena kalau aku berharap lagi,” suara Milea bergetar, “Dan kamu kembali jadi Rangga yang dulu… aku nggak yakin bisa bertahan.”

Rangga menatap Milea penuh permohonan. “Tapi aku nggak akan buat kamu hancur...“

“A-aku tidak yakin...” jawab Milea pelan.

Hening menyelimuti mereka.

Rangga tersenyum tipis. “Tapi aku yakin akan satu hal...”

“Apa?”

“Perasaanku padamu ini nyata,” ucap Rangga mantap. “Walaupun ingatanku berantakan.”

Kalimat itu membuat Milea menutup mata. Rangga keluar dari kamar, meninggalkan Milea sendirian dengan pikirannya.

Malam itu, Milea menangis dalam diam. Bukan karena Rangga yang dingin. Melainkan karena Rangga yang hangat… dan terlalu terlambat.

Dan di kamar sebelah Rangga duduk di tepi ranjang, menatap foto pernikahan mereka yang terpajang di meja.

Ia mengusap bingkai foto itu pelan. “Kalau kamu butuh waktu, aku akan menunggumu. Tapi aku gak akan menyerah, lihat saja.“

Sebab Rangga yakin akan satu hal... meski nantinya ingatannya kembali, dia akan tetap mencintai Milea. Dan kali ini, ia tidak akan lari lagi.

1
Aditya hp/ bunda Lia
wah ... tamat yah happy ending si Ares sadar bisa menerima dan si Tasya nyeraaah ..
Rita
lega,gpp lbh enak gini to the point happy ending pula 🥰🥰🥰🥰trmksh thor sukses sllu
Rita
yg dengernya ikut plonk gemesh
Rita
g ada yg g mungkin
Rita
jgn kyk Ares jgn lgsg percaya nih pasti ada yg hasut
Nadiyah1511
syukurlah ga ada dendam yg perlarut2...happy ending 💜

semangat berkarya ka💪💜
Nadiyah1511
aaahhhh senangnya udh plong ya bang langit..masalah d bales ga'y urusan belakangan yg penting jujur dlu👍💜
Desyi Alawiyah
Aaahhh happy ending... Akhirnya, Nara dan Langit akan memiliki baby...

Makasih kak, ceritanya bagus banget... Sukses terus yah Kak, aku tunggu karya kak Re selanjutnya... 😇😇😇
Desyi Alawiyah
Wah, salting brutal sih ini... Coba kamu ngomongnya dari dulu, Lang ke Nara.. 🤭

Tapi oke lah, sekarang kalian udah nikah.. dan sah secara hukum dan agama.. ☺
Wulan Sari
ceritanya bagus banget ada rasa harunya dan greget sedih nano2 deh tapi akhir cerita ini happy end bahagia ,.. semangat 💪 Thor salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Tiara Bella
tamat jg akhirnya dan happy ending....semua bahagia...
Tiara Bella
akhirnya terbuka dngn perasannya sndiri dan langit ternyata gk bertepuk sebelah tangan
Miss Typo
happy ending 👏👍
aku senang bahagia melihat mereka berdua bahagia 😍
huaaaaaa dah tamat l, aslinya belum rela pisah dgn mereka, tapi ada pertemuan pasti ada perpisahan.

terimakasih thor ceritanya luar biasa, sukses terus dgn karya-karyanya di novel 💪
Miss Typo
huaaaaaa seneng banget rasanya akhirnya Langit ngungkapin perasaan nya, tapi kok aku mlh nangiss 😭
cengeng bgt deh aku, sedih seneng terharu nangis 🙈
Rita
makanya kmu yg ngelepasin sndri kmu yg nyesel
Rita
ekhem ada yg mulaii😜😁
Yuli Yulianti
percuma juga kembali kerana melibatkan ortu yg punya masalah masa lalu yg tidak bisa di abai kan yg ad malah banyak masalah ..Nara mending jalani masa depan hidup mu dgn langit kerana dia suami mu
Tiara Bella
gk ush mw Nara km udh nikah sm langit klu km balik sm Ares ribet mmh km gk akur sm vino.....
Tiara Bella
km sudah terlambat Ares....heh....
Miss Typo
mana bisa begitu? Nara dah milik Langit selamanya gak ada tawar menawar mereka dah sah 🤣
lagian hati Nara dah buat Langit kok, dia dah mulai cemburu gitu, apalagi cintanya Langit dari dulu hanya untuk Nara 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!