sakit, perih, air mata yang terus di tahan oleh seorang gadis cantik, yang memutus kan untuk tinggal sendiri jauh dari keluarga nya.
kelina adalah seorang gadis cantik, yang cerdas, kelina mempunyai orang tua yang begitu menyayangi nya dan mencintai nya, namun setelah adik nya lahir, kelina Tidak pernah lagi merasakan kasih syang itu.
apa kah penyebab orang tua kelina menjadi seperti itu, dan kenapa rasa sayang nya menghilang setelah kelina mempunyai adik.
ada mesteri apa kah di balik semua sikap orang tua kelina, marinkita saksikan cerita nya, dan tolong like, follow dan komen yah.
terimakasih semoga, novel ku bisa menghibur kalian☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Achlys_Bellona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
kelina membuka laptop nya, lalu melihat lihat brosur secara online, iya bertekad untuk bekerja, meski kelina selalu di beri uang oleh nenek nya, tapi ia ingin bekerja.
namun setelah banyak mencari, Tidak ada satu pun yang cocok dengan diri nya, kelina sangat bingung, namun ada sesuatu yang terlintas di pikiran nya.
" emmm.. Gimana yah, bingung gue,nanti lah gue pikirin lagi " ucap kelina.
Tringg...
ada sebuah notif WhatsApp, dari ziel.
" Kel, ayo sekrnag aja, lu udah siapa kan? Kita jemput aja yah biar bareng aja " isi chat tersebut.
" ah ia, gue lupa lagi " ucap kelina karna sejak tadi kelina pokus mencari kerjaan, dan melupakan janji dengan teman nya.
" iya kesini aja, gue serlock " balas kelina.
" cepet mandi cepet, gak usah lama kelina " ucap kelina berbicara sendiri
15 menit kemudian kelina sudah rapih dengan outfit, santai namun terlihat kece, ia mengunakan baju kaos hitam dan celana jins lalu ia menggerai rambut nya dengan setengah di ikat di bagian belakang nya.
Tak lama setelah kelina bersiap siap kini teman teman nya sudah ada di depan rumah nya kelina.
" eh buset ini serius rumah nya? Gede banget gila " ucap Vani
" hooh, gue kira cuman gue doang yang kaya hiii "ucap ziel tertawa kecil
" iya deh si paling kaya " ucap Vani
" elah becanda doang, mangap napa" ucap ziel meminta maaf.
" terserah lu deh, udah cepet tlpon kelin nya" ucap Vani malas
" iya iya " jawab ziel
_panggilan tlpon_
" kell, gue udah di depan rumah lu ya" ucap ziel
" iyaa " ucap kelina
_di depan rumah kelina_
" hayy " sapa kelina memasuki mobil.
" gas jalan " ucap Vani
setalah menempuh 40 menit perjalanan kini mereka sudah dekat dengan tempat tujuan nya, tempat nya memang agak jauh dari tempat mereka tinggal, namun karna memang besok hari weekend, jadi mereka sekalian refreshing, sebelum ada nya acara di sekolah.
" akhir nya sampe juga " ucap ziel meregangkan tubuh nya.
" iya anjir pegel gue nyetir mobil " ucap Vani
emang setiap kemana pun, Vani lah yang selalu menyetir, karna ziel di larang menyetir olah mami Papi nya, karna ziel pernah mengalami kecelakaan.
" yaudah masuk Yo " ucap Kelina
" udah booking hotel kan? " ucap Vani
" hah hotel? " ucap ziel tersentak
" iya hotel kan niat nya kita mau refreshing loh" ucap Vani
" aduhh.... Gue lupa "ucap ziel merasa bersalah
" aduh ziell gimana sih lu, terus kita harus gimana ini aja udah jam 20:12 loh masa kita di sini sebentar, kan lu tau jalan ke sini ke jalan kuburan Gimana sih" ucap Vani kesal
Memang jalan menuju cafe yang mereka tuju itu, sedikit seram, harus melewati hutan dan jalan jalan gelap, karna memang posisi tempat di sana sangat dekat dengan pantai jadi tidak terlalu ramai seperti di kota.
" udah, udah nanti kita pikirin lagi, tadi gue cek juga kamar nya Udah ke isi semua, udah gak usah ribut kita masuk dulu aja yah " ucap kelina meneng kan
mereka pun duduk di meja belakang yang berhadapan langsung dengan lautan, laut malam terlihat sangat indah dengan ombak ombak kecil yang menerpa pasir pasir pantai.
" Kel ini kita gimana pulangnya " ucap ziel
" cafe ini tutup di jam 22:20, terus gimana? " ucap Vani, yang telah bertanya apa kah cafe ini buka 24 jam namun ternyata tidak
" mau gak mau kita pulang " ucap kelina
" tapi Kel, lu tau kan jalan nya tadi gimana gelap banget gue takut " ucap Vani
" lu tenang aja, nanti pulang gue yang nyetir " ucap kelina menang kan
" tapi Kel.." ucapan Vani terpotong mendengar sahutan kelina
" gue bilang kan gue yang akan nyetir, udah lu tenang aja, pasti aman Udah diam duduk makan bisa kan" ucap kelina dingin namun tegas
Mereka Tidak bisa berkata apa pun lagi, sat kelina sudah tegas, mereka pun takut untuk kembali menjawab perkataan kelina.