Qianlu adalah putri dari sebuah keluarga jenderal terpandang. Namun sayangnya hidupnya tidak bahagia, akibat dia sendiri, datangnya seorang selir dan juga anak nya membuat ibu nya tersingkir dan mengakibatkan sikapnya menjadi arogan.
"Jika seandainya aku bisa memutar waktu kembali, maka aku tidak mau menjadi seperti ini...." ujarnya ditengah ambang kematian.
"Dimana aku...."
"Qian! Lihatlah ayahmu sudah kembali!"
"Aku menjadi kecil?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panik!
Kehebohan tampak terjadi dan orang-orang tampak berkumpul di suatu titik. Melihat kehadiran orang-orang yang merupakan pelayan, membuat sosok yang ditatap masih tertidur pulas.
"Astaga, apakah itu nona fang Yin?" Ucap salah seorang diantara mereka.
"Aku rasa begitu..... Lalu siapa di sebelahnya?"
"Entahlah, sebaiknya kita tunggu nyonya dan tuan jenderal dulu."
"Apa kita......"
"Minggir!" Nenek datang dan langsung memeriksanya dan dia melihat fang Yin tidur dengan seorang pria yang tanpa menggunakan atasan.
'Apa itu Jun Hui?' tanyanya, dia menelisik dengan mata tua nya yang masih baik.
"Nyonya, saya tadinya ingin membawakan teh hijau, tapi tiba-tiba saja...."
"Kalian tunggu apalagi! Periksa pria nya!" Ucap Nenek dengan berkobar-kobar. Dia yakin, putranya berhasil tidur dengan fang Yin meksipun dia merasa bingung dengan yang terjadi semalam.
Bergegas penjaga langsung memeriksa dibantu oleh pelayan. Nenek siap tersenyum lebar, tapi ketika tubuh pria itu dibalik dia terkejut dengan yang dilihatnya.
'Apa! Bagaimana bisa?'
*********************
Sedangkan Yeong yang baru saja selesai mandi manja dengan suaminya dikejutkan dengan ketukan pintu yang tidak biasanya. Jun Hui yang baru menggunakan baju atasan dasar memeriksa yang datang. "Siapa?"
"Saya tuan." Jun Hui melanjutkan langkahnya setengah mendengar suara yang diketahuinya itu.
"Ada apa Wang?" Tanya Jun Hui melihat sosok itu sudah berada di depan kamarnya.
"Maaf menganggu tuan, tapi ada masalah besar....." Jelas Wang.
"Masalah apa?" Wang berbisik dan membuat Jun Hui segera memakai lapisan tebal untuk menutupi tubuhnya.
"Ada apa suamiku?" Tanya Yeong yang tertutupi dari pintu masuk.
"Ada masalah, aku harus segera kesana. Kau bisa menyusul segera, pakailah pakaian mu dulu dengan baik." Ucap Jun Hui dan tak lama langsung pergi dengan Wang.
Yeong yang merasa bingung hanya terpaku melihat kepergian suaminya. "Bantu aku berpakaian!" Titah Yeong yang membuat pelayan yang siaga di depan langsung mengerjakan tugas nya.
"Apa kau tau sesuatu?" Tanya Yeong di sela-sela dibantu berpakaian.
"Tidak terlalu nyonya. Hanya saja sepertinya dari kamar nyonya fang Yin." Jelas pelayan.
*******************
"Mau pergi kemana Qian?" Tanya Yong Zheng pada adiknya. Hubungan mereka terlibat baik, Qian akan minum teh bersama dengan kakaknya itu di pagi hari.
"Aku mau menemui ayah kakak. Apa kakak mau ikut?" Ucap Qian, kakinya sudah gatal ingin pergi. Tapi mengingat ada kebiasaan pagi yang baik dengan kakaknya membuat Qian menepis itu sejenak.
"Kakak sebentar lagi akan melakukan pengobatan. Lagipula, terlihat terburu-buru sekali." Ucap Yong Zheng.
"Iya, karena semalam ayah juga kurang sehat. Jadi aku mau lihat kak!"
"Ayah sakit?" Qian mengangguk kecil.
"Iya, tapi kakak tenang saja....kata Paman Wang, ayah tidak sakit parah. Pagi ini sudah sembuh, karena itu aku mau periksa." Jelas Qian, sungguh kakinya sudah sangat gatal berlari dan melihat pertunjukan pagi ini, tidak bisa dilewatkan.
"Ya sudah ya kak. Nanti aku akan kesini lagi, aku pergi dulu!" Qian langsung lari meninggalkan kakaknya yang sedikit cemas dengan keadaan ayah mereka.
********************
"Semoga belum selesai.... Semoga belum selesai..." Harap Qian. Sepasang kaki kecilnya melangkah, mau mengambil langkah besar juga sulit.
"Tuan... Ini salah paham!" Suara teriakan itu membuat Qian tidak memikirkan lagi dan langsung berlari.
"Kalaupun jatuh tidak apa kan." Ucapnya dengan lari penuh semangat.
Dan benar saja, ketika dia sudah sampai.... Adegan yang dinantikan nya terlihat. Dimana fang Yin berlutut dan memohon serta melakukan pembelaan diri.
"Tuan, ini salah paham....." Ucapnya dihadapan Jun Hui.
"Salah paham bagaimana? Jika satu orang yang melihat baiklah, tapi ini banyak mata yang melihat. Aku juga melihatnya, kau dan dia tidur bersama." Ucap Jun Hui.
"Tidak! Itu tidak benar!"
"Tapi anda menyambut kedatangan ku dengan baik nyonya." Ucap pria itu.
"Diam kau!" Ucap fang Yin.
"Fang Yin ini adalah kesalahan yang besar. Jadi, agar kau tidak mengalami masalah dengan kaisar. Sebaiknya kalian menikah...."
"Tidak! Aku tidak mau! Ini salah paham!" Tolak fang Yin dengan cepat.
"Tuan, aku tidak sadar. Aku dimanfaatkan.... Sungguh, aku tidak melakukan nya." Ucap fang Yin.
"Segeralah berkemas fang Yin dan kita ke tempat pernikahan dan begitu juga dengan kau!" Ucap Jun Hui dengan tekanan pada pria itu.
"Nyonya.... Nyonya tau kan? Katakanlah, bukankah kau juga mengetahui nya?" Sontak mata nenek membulat dan Jun Hui menatapnya.
'Si@l! Wanita ini ikut menyeret ku!'
"Wah, ini makin seru!" ucap Qian melihat neneknya berpikir keras mengatasi masalah ini.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiah nya ya terimakasih banyak 🥰 🙏
suka bgt baca ceritamu thor