Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 - Penuh Kejutan
Harley mendapatkan nomor ponsel Zen dari Viana. Gadis itu selalu melakukan apapun yang diperintahkan oleh pria pujaanya, termasuk mencuri nomor ponsel Zen dari Damian.
Nomor ponsel milik Rachel tidak bisa dihubungi, karena itulah dia memutuskan untuk menelpon Zen.
Sudah berapa kali Harley coba menghubungi tapi hingga kini belum juga mendapatkan jawaban, padahal teleponnya tersambung. "Sial," maki Harley.
Sedikit banyak dia cukup mengetahui tentang Zen, karena pria itu pun ada sangkut pautnya dengan keluarga Lynford.
Kali ini juga bukan pertama kali Harley mendatangi kota Newest. jadi dia bisa langsung melakukan penyewaan mobil dan mendatangi rumah utama keluarga Wallace. Sebab Harley sangat yakin, Zen membawa sang kekasih ke tempat itu.
"Nomor baru, tidak usah diangkat," ucap Zen, yang kini telah berada di hadapan Rachel dan mengambil ponsel miliknya.
Rachel sejenak memalingkan wajah, menghilangkan kegugupan dan sesak yang tiba-tiba menguasai dada. Tak bisa dia pungkiri, kini hatinya memang berat ke arah Harley. Tapi ternyata pria itu pun menghianatinya dengan cara yang lebih parah.
Membuat Rachel merasakan sakit yang berkali-kali lipat.
Rachel tidak menjawab apapun ucapan Zen, dia langsung menuju ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh.
Hampir jam 7 pagi mereka keluar dari dalam kamar. Seorang pelayan langsung menghampiri keduanya.
"Maaf Tuan, Nyonya. Tapi di bawah ada seorang tamu yang mencari Nyonya Rachel," ucap pelayan tersebut.
Deg! Jantung Rachel seketika berdenyut, karena dia langsung menduga bahwa tamu itu adalah Harley.
"Tamu?" tanya Zen, dahinya berkerut. Bagaimana bisa Rachel memiliki tamu di kota Newest, di sini Rachel tidak memiliki satupun kenalan.
"Itu pasti Harley." Rachel yang menjawab.
Membuat keduanya jadi saling tetap sejenak.
"Aku harus menemui dia," ucap Rachel lagi dan kali ini Zen tak mungkin melarang. Bagaimana pun hubungan diantara Rachel dan Harley memang harus segera diakhiri.
"Kita temui berdua," jawab Zen kemudian.
Mereka turun bersama, sampai akhirnya benar-benar melihat Harley berdiri di ruang tamu mansion ini.
Jantung Rachel kembali berdenyut, tak menyangka akan kembali bertemu dalam situasi yang seperti ini.
Harley juga tak habis pikir, bagaimana bisa Rachel menikah dengan Zen saat masih jadi kekasihnya. Sesaat Harley sampai tak mampu berkata-kata saat melihat Rachel dan Zen datang bersamaan. Tinggal di rumah yang sama pula. Jantungnya bergemuruh, menahan sesak yang tak mampu dia kendalikan.
"Apa-apaan ini Hel? Kamu bisa menjelaskannya padaku?" tanya Harley lirih, menatap dengan kedua mata yang nampak sayu.
Harley sungguh butuh penjelasan, ingin Rachel segera mengakhiri semuanya dengan Zen dan mereka pulang ke kota Servo bersama.
Jika Rachel meminta maaf dia pasti akan memaafkan.
"Sebelum bertanya seperti itu, lebih baik jelaskan dulu apa hubunganmu dengan Viana?" balas Rachel. Dia memang belum tau pasti apakah sekarang Harley dan Viana sudah memiliki hubungan. Karena kejadian yang dia lihat ada di tahun 2024, sedangkan saat ini mereka kembali ke tahun 2023.
Tapi tetap saja Rachel ingin mengetahui semuanya.
"Apa maksud mu? Aku dan Viana tidak memiliki hubungan apapun."
"Aku sudah tahu semuanya Harley, jadi berhenti menipuku. Aku muak mendengar semua kebohongan mu," balas Rachel.
Harley tak mampu mengelak, sebab saat ini pun dia memang telah memiliki hubungan dengan Viana. Rachel saja tidak cukup, dia butuh Viana yang bersedia melakukan apapun untuknya.
"Viana adalah saudara ku Harley, dan kamu tega mempermainkan kami berdua," ucap Rachel lagi, dia nyaris menangis saat mengucapkan kalimat ini. Melihat Harley yang terdiam seperti itu Rachel langsung tahu bahwa sekarang pun Harley telah memiliki hubungan dengan sang sepupu.
"Sejak kamu menjalin hubungan dengan Viana, sejak saat itu juga hubunga kita telah berakhir. Jadi sekarang kamu tidak punya hak mengatur hidupku lagi."
"Apa Viana yang mengatakannya padamu?"
"Tidak, aku melihat dengan kedua mataku sendiri saat kalian bersama."
"Kamu hanya salah paham!"
"Cukup," ucap Zen, akhirnya dia buka suara setelah sejak tadi hanya diam dan seperti tak dianggap. Namun kini akhirnya Zen tahu bahwa Rachel telah disia-siakan oleh Harley.
Tanpa ragu sedikitpun Zen langsung menarik pinggang Rachel dan dipeluknya dengan erat.
"Sudah cukup bicaranya, entah kamu mengkhianati Rachel atau tidak yang jelas sekarang Rachel adalah istri ku dan itu artinya hubungan kalian sudah berakhir," ucap Zen.
"Bukan kamu yang menentukan hubungan kami berakhir atau tidak! Kamu tak lebih dari orang asing!" balas Harley. Kini tatapannya kembali tertuju ke arah sang kekasih.
"Ayo kita pulang sekarang atau kamu akan menyesali semuanya. Sebab yang kamu tuduhkan itu hanya salah paham," ucap Harley, dia menatap intens, ingin Rachel benar-benar bisa mengerti hatinya. Dibanding Viana jelas perasaannya lebih dalam pada Rachel.
Dan membalas tatapan itu sejenak hati Rachel tersentuh, sebelum akhirnya dia sadar dan kembali menemukan tekadnya untuk mengakhiri hubungan ini. Dia telah tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan kini Rachel ingin mengubah semuanya.
"Sudah aku putuskan untuk menikah dengan Zen dan aku tidak akan menyesal. Lagipula harusnya kamu sadar diri, Zen berada jauh di atasmu," balas Rachel tanpa perasaan.
Harley tiba di sini dan ternyata justru dicampakkan.
Lucas sejak tadi memperhatikan di ujung sana, kakak iparnya itu penuh sekali dengan kejutan, membuatnya tak sulit untuk merasa tertarik.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua