Wei Chan, gadis desa malang yang diselamatkan di hari bersalju serta diangkat menjadi pelayan pribadi dari Permaisuri Xin Yi Lan, istri dari Kaisar Jiang Fei.
Suatu saat, dirinya melihat hal kotor yang dilakukan oleh Kaisar Jiang Fei dan pelayan kepercayaan permaisuri, Yu Jia di belakang majikannya.
Merasa pengkhianatan itu adalah harga yang tidak pantas untuk sang majikan yang sangat setia pada Kaisar membuatnya hendak membongkar semua itu.
Naas, nasib berkata lain. Dirinya harus berakhir dihukum mati atas tuduhan membunuh majikannya sendiri yang terkena racun.
Di hari eksekusinya, dia akhirnya tau bahwa yang merencanakan pembunuhan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Yu Jia.
Sebelum mati dia bersumpah, "Aku akan terlahir kembali dan Dewa akan menurunkan takdir paling kejam untuk kalian!"
Inilah perjalanan Wei Chan yang kembali ke masa lalu demi menyelamatkan sang majikan dan menuntut balas atas kejahatan Yu Jia padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permulaan. Hal yang Masih Misteri
Wei Chan benar-benar membuat ekspresi Yu Jia menjadi terlihat buruk.
"Aku tidak tau kenapa kamu mencoba mengusik emosiku, tapi aku akan pastikan bahwa kamu tidak tenang di sini!!"
Namun dengan santai dijawab oleh Wei Chan, "Terima kasih untuk perhatian Nona Yu. Xiao Chan akan mengingat peringatan itu."
Meskipun terlihat kesal, Yu Jia hanya diam tanpa membalas. Setelahnya, Yu Jia pergi meninggalkan Wei Chan dengan cepat.
"Aku akan membuatnya menyesal!"
"Dia...dia sangat berbahaya! Aku tidak tau kenapa dia tau hubunganku dengan An Wang. Tapi, ini akan sangat berbahaya!"
"Aku harus bertindak cepat!"
Pikiran Yu Jia seperti sudah merencanakan sesuatu, namun untuk sekarang dia masih belum bisa gegabah.
Sementara itu, Wei Chan tersenyum licik.
"Lihat saja bagaimana caraku mempermalukanmu."
"Aku akan membuat Nyonya Xin melihat siapa iblis bernama Yu Jia."
Dalam hati, Wei Chan berkata pada dirinya sendiri.
"Di masa lalu, aku terlalu lugu dan diam saat Yu Jia melakukan sesuatu."
"Tapi sekarang tidak akan lagi!!"
"Bahkan jika akan mengubah seluruh masa lalu ini, aku akan melakukannya. Aku akan melakukan apapun untuk membalas semua kejahatan dia dan Kaisar!"
**
Di tempat lain, Panglima Bai Luohan mengamati Yu Jia dari jauh.
"..."
Memang tidak ada yang mengetahuinya, tapi tampaknya Bai Luohan memiiki rencananya sendiri.
Dia pergi dan menemui penjaga gerbang istana.
"Salam Panglima Bai!" ucap para prajurit dan penjaga gerbang.
Bai Luohan hanya mengangguk dan bertanya pada mereka semua.
"Aku melihat seorang gadis pelayan baru milik Nyonya Xin. Ada yang tau siapa dia?"
Para prajurit tidak ada yang menjawab. Namun seorang penjaga gerbang menjawabnya.
"Dia harus lusuh dan gelandangan yang dibawa oleh Nyonya Xin."
"Gelandangan?"
"Benar Panglima Bai. Dia bernama Wei Chan. Panggilannya Xiao Chan."
"Wei Chan..."
Dengan percaya diri, penjaga itu berkata, "Nona Yu berkata bahwa di hari pertamanya tiba, dia tidak menerapkan tata krama."
"Dia juga bersikap kurang ajar pada Nona Yu."
Bai Luohan melihat penjaga itu dan bertanya, "Siapa namamu?"
"An Wang."
Mata Bai Luohan menjadi tajam dan dia mendekati An Wang.
"Menarik sekali. Kamu hanya penjaga gerbang tapi tau hal seperti ini dengan detail."
"Apa kamu memiliki kemampuan untuk mendapatkan informasi? Kenapa orang sepertimu justru menjadi penjaga gerbang, aneh."
An Wang menjadi sedikit pucat, namun dia berusaha untuk tenang dan berkata, "Aku...aku juga hanya mendengarnya sekali saat Nona Yu membicarakannya."
"Begitu. Kupikir kamu memiliki jalan khusus seperti... mengancam pelayan Nyonya Xin untuk mendapatkan informasi tersebut."
An Wang sudah terlihat tidah tenang. Bai Luohan seperti menaruh curiga, tetapi dia memilih pergi dari sana.
Di saat dia sendiri, pemuda tampan itu berkata dalam hati.
"Apakah aku...bisa menyelamatkannya kami ini?"
Bai Luohan berhenti berjalan dan membalikkan badannya.
Dia pergi untuk melihat seseorang.
Saat dia tiba di halaman, dia melihat sosok Wei Chan dan berjalan mendekatinya.
Mungkin sedikit tiba-tiba, namun dia memanggilnya.
"Nona Wei!" serunya memanggil.
Wei Chan berhenti dan menengok ke belakang. Sosok pemuda itu berjalan mendekatinya, membuat Wei Chan memberi hormat padanya.
"Salam untuk Panglima Bai."
Bai Luohan tidak merubah ekspresi wajahnya. Hanya saja, dia berkata pada gadis itu, "Aku harap kali ini kamu tidak gegabah."
Wei Chan bingung dengan kalimat itu, "Apa yang Anda maksud?"
"Aku rasa kamu tau maksudku."
Hal yang tidak dimengerti Wei Chan akhirnya muncul.
"Apa maksudnya itu?"
******
baguslah , kalo bisa jgn hanya sekali tamparnya 😔
tapi panglima juga ada di luar sana.. ayokkk seret si jiahaahahahaha🤣