Al berusaha keras untuk terus menempa kemampuannya Fokus pada karirnya nya adalah impian nya Setelah terbuang dari pernikahan hasil perjodohan pamannya Yang membuatnya menutup diri .Sampai ia bisa menjadi sukses Banyak wanita yang tergila gila padanya Namun tak membuat Al tergoda Akan kan Al bisa jatuh cinta lagi Setelah merasa kecewa di sang istri
Bee teman Al satu profesi Yang diam diam slalu mengagumi Al Slalu saja memberi kan motivasi dan dorongan Berharap suatu hari nanti Al menganggapnya orang yang berarti Tapi Al hanya menganggap Bee sahabat terbaik nya Akan kah Bee bisa tulus menerima persahabatan mereka Atau Al juga menaruh hati padanya baca di sini ya .... ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Rezeki dan Kecewa
Al terdiam berpikir sejenak Lalu menatap tuan Lim . Orang tua itu terlihat tenang menunggu jawaban Al
" Baik pa , tapi maaf saya hanya bisa datang malam seperti jam sekarang ini Karna saya belum punya tempat praktek " Kata Al
" Ya tak masalah nak , karna sebelah kaki saya terasa sakit " kata tuan Lim .
" Boleh saya periksa ?" kata Al
" Ya tentu " kata tuan Lim .Yang juga ingin tahu kemampuan Al lebih banyak
Al lalu mendekati tuan Lim lalu ia mengangkat sedikit celana tuan Lim Dan memeriksa nadi tuan Lim lebih dulu Sebelum memijat pelan mengunakan titik induk meridian istimewa Zhong ji dan guan yuan Untuk bisa menyembuhkan organ kelamin sekaligus penyakit dalam usus dan ginjal .Dan Al memijitnya pelan pelan Namun penuh tekanan Karna melihat tuan Lim tadi berjalan pincang Yang Al pikir tuan Lim jatuh hingga membuat ************ pasti sakit
Tak lama Al memijat tuan Lim seorang pelayan pun datang dan meletakkan minuman Al di meja
" Minum lah nak " kata tuan Lim
" Ya tuan trimakasih " kata Al lalu kembali duduk Dan tuan Lim merasa lega setelah ************ nya tak sakit lagi Karna ia jatuh di kamar mandi
" Luar biasa anak ini , hanya dengan satu kali pijatan saja ia sudah tahu apa yang ia obati " kata tuan Lim dalam hati
" Dari mana nak Al belajar akupuntur teknik lama " kata tuan Lim
" Oh itu diajar kakek saya tuan " kata Al tersenyum
" Tapi kau seorang muslim " kata tuan Lim Yang bisa melihat Al berbeda dari dokter lain
" Ya tuan, umi saya mualaf ayah saya seorang muslim Saya hanya menjalani ibadah sesuai waktu saja "kata Al yang jarang ke masjid Karna kesibukan nya sebagai dokter .
" Tak masalah asal kau masih menjalani nya " Kata tuan Lim Sambil mengerakkan kakinya Sambil berdiri tegak
" Sakit nya sudah hilang nak, saya sudah tak perlu memakai tongkat " kata tuan Lim
" Benarkah Alhamdulilah " Kata Al senang Karna ia bisa menerapkan ilmu nya sesuai ingatan nya .
Keduanya pun lalu ngobrol cukup lama . Setelah selesai dan hampir magrib Al pamit pulang Dan tuan Lim mengantar nya sampai depan pintu utama rumah besar itu
"Trimakasih nak Al, ini ada sedikit rezeki ketika tempo hari nak Al menolong saya Semoga ini bisa bermanfaat untuk nak Al melanjutkan usaha nak Al yang tertunda " kata tuan Lim memasukan sesuatu di celana Al Yang membuat Al kaget Tapi ia juga tak bisa menolak
"Ya tuan ... terimakasih semoga bermanfaat . Tuan bisa menghubungi saya lagi bila membutuhkan saya " Kata Al
" Ya itu pasti , bukan kah aku sudah bilang Kalo kau dokter pribadiku " Kata tuan Lim terkekeh
" Eh ....iya tuan Kalo begitu saya pamit " kata Al yang lalu pulang
Al menyusuri jalan dengan perlahan Karna lalu lintas lagi macet. Ia lebih memilih jalan tikus Agar cepat sampai di bengkel Dan ketika suara adzan terdengar berkumandang Al berhenti Untuk sholat di masjid yang ia lewati Lalu Al duduk menunggu iman masjid untuk sholat berjamaah. Sambil menunggu ia pun meraba sesuatu di kantong celananya Dan melihat amplop kecil itu lalu membukanya .
" Allahuakbar " kata Al membulatkan mata nya tak percaya dengan apa yang ia lihat .Al menggosok matanya seakan tak percaya Lalu mendekati kertas cek itu lagi . Tulisan satu milyar itu tercetak jelas membuat dadanya berdetak keras
" Subhanallah ya Allah trimakasih ya rabb " kata Al dengan mata berkaca kaca Tak menyangka hari ini ia mendapat kan rezeki tak di sangka sangka Dalam waktu sehari saja Yang membuatnya cepat cepat memasukan cek itu lagi kedalam saku celana Dan berdiri untuk sholat berjamaah.
Selesai sholat Al pun berdoa khusuk dengan rasa bahagia nya Dan ketika pulang ia mengisi kotak amal untuk rasa syukurnya Lalu pulang dengan hati bahagia
*************
Al memakai baju rapi setelah mandi Dan duduk makan bersama Iwan yang memasak sop ayam untuk mereka berdua
" Segar bro " kata Al makan dengan lahap
" Lho mau pergi Al " kata Iwan
" Ya wan mau bertemu Evelyn . Aku ingin bicara sebentar padanya " kata Al yang rindu pada istrinya itu Karma sudah satu minggu ini mereka tak bertemu ..
" Kau yakin ingin bertemu dia " kata Iwan memastikan
" Ya aku hanya ingin memastikan dia masih mau bersama ku atau tidak " kata Al Sambil menguyah makanannya
" Mungkin dia tak mengharapkan mu Al Tadi siang aku melihat nya bersama pria lain pas pulang dari pasar " Kata Iwan
Al terdiam menatap Iwan Karna tidak aneh bila Evelyn cepat mendapatkan pria lain selain dirinya Karna selain cantik Evelyn juga dokter spesialis Yang membuat Al menarik nafas dalam Karna takut apa yang ia harapkan nanti Tak sesuai dengan hatinya
" Kalo ia ingin berpisah harusnya dia menemui ku " kata Al lirih
" Mungkin dia menganggap kau akan mencarinya Al Atau masih berharap kau mengemis cinta padanya Biasa kan kalo wanita bertingkah Al " kata Iwan
" Ya aku tahu " kata Al Yang tadinya mengira Evelyn yang akan mencarinya Namun rupanya dia hanya pria bodoh Yang berharap terlalu tinggi pada Evelyn
" Ya sudah , aku cuma pergi sebentar . Kalo dia memang punya pria lain Aku akan mundur Dan berpisah dengan nya " kata Al yang tadinya sengaja mengulur waktu untuk memberi waktu biar Evelyn berpikir. Tapi nyatanya dia salah Evelyn memilih mencari pria lain
Setelah makan Al pergi kerumah sakit di mana Evelyn bertugas Al berniat akan menyewa apartemen sebuah apartemen untuknya dan Evelyn Bila istrinya itu mau tinggal dengan nya Sambil menunggu masa tugas nya selesai Lalu melanjutkan kuliahnya lagi Untuk mengambil spesialis jantung Agar ia bisa menjadi dokter mapan Seperti harapan istrinya padanya .
Langkah Al gontai ketika menaikan lift Menuju lantai 2 di mana letak ruang Evelyn bertugas Untuk menemui Evelyn langsung ke ruangannya Agar Al bisa memberikan kabar gembira Karna sekarang ia sudah punya uang untuk membahagia kan istrinya itu . Supaya mereka tak perlu lagi tinggal di rumah mami dan papi mertuanya
Tap... tap .....tap ...
Al ingin mengetuk pintu ruangan Evelyn Ketika mendengar jelas tawa Evelyn bersama suara pria lain Yang membuat Al membuka pintu pelan dan ....
Hahaha ..... masa sih sayang Mungkin dia hanya bercanda " kata pria itu mencium mesra bibir Evelyn Karna mereka saling berpelukan
" Mhem ......... " dehem Al yang me mengejutkan keduanya .
" Al mau apa kesini ?" kata Evelyn
"' Siapa ?" kata Dev
" Bukan siapa siapa , dia hanya mau mengambil catatan medis istrinya iya kan " kata Evelyn cuek
" Oh gitu aku pikir mau periksa kantung kemih " kata Dev menyeringai sinis Meremehkan Al yang tampil sederhana Hanya pakai celana jins dan kaos biasa
" Maaf bila aku menganggu " kata Al lalu berbalik badan untuk pergi dari tempat itu
" Al ... Kau tak perlu mencari ku kita sudah selesai " kata Evelyn
" Ya selamat semoga kau bahagia Lyn " kata Al kecewa .Tadinya ia berharap Istrinya itu setia padanya Menunggu nya Dan memberikan nya waktu Tapi teryata ...perkiraan nya membuat Al kecewa Di satu sisi ia bahagia bisa mendapatkan rezeki Tapi di sisi lain ia kecewa mendapati istrinya bersama pria lain Yang tak mungkin Al toleran lagi Karna itu sudah di luar batas .
Lalu Al melangkah pergi dengan mata berkaca kaca Ia berharap Evelyn mengejarnya Dan menahan nya Namun itu hanya harapan kosong Al pulang dengan hati membawa luka
" Baik Lyn , aku akan urus semuanya " kata Al dalam hati Karna tak ada lagi alasan nya Untuk mempertahankan rumah tangga nya Ia memang salah meninggal kan rumah itu Tapi Evelyn lebih salah lagi dari nya padahal ia baru pergi seminggu dari rumah Untuk menata pikirannya Agar Evelyn bisa merenung juga introspeksi diri Tapi nyatanya itu memang takdir perpisahan nyata bagi Al Yang kini merasakan kecewa Saat ia baru saja ingin mulai menggapai impiannya menjadi seorang dokter spesialis Evelyn dengan tega mengabaikan nya
Tama