"maaf,aku ga bisa ngejanjiin kapan aku bisa siap menikah dan saat ini pernikahan belum ada di rencana hidup aku"jawab Mita mantap
"jadi...???"
"kalo kamu emang ga bisa nunggu aku,kamu bisa cari wanita lain yang siap buat kamu nikahin kapan aja sesuai dengan permintaan Abang kamu itu"
Rasya yang di minta segera menikah oleh abangnya yang juga akan menikah harus menerima kenyataan pahit dengan penolakan dari sang kekasih yang malah pergi meninggalkannya demi mengejar karir.
namun beberapa Minggu sebelum abangnya menikah terjadi kehilangan kontak dengan pesawat yang di tumpangi oleh Safi,Abang Rasya.
amanah Safi yang meminta Rasya untuk dapat menjaga ibu dan Nissa calon kakak iparnya pun membuat Rasya terbebani.terlebih saat ibunya mengalami depresi karena kehilangan Safi dan membutuhkan perhatian dan perawatan intens dari keluarga
sanggupkah Rasya menjaga ibu terlebih menjaga calon kaka iparnya sesuai dengan permintaan sang abang dengan baik!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunchiez chie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
Rasya kini berada di rumah sakit tempat ibu Rita di rawat.bersyukur tidak ada penyakit yang serius dengan bu Rita.beliau hanya shock berat karena mendengar kecelakaan yang menimpa anak sulung kesayangannya. dokter menyarankan agar Bu Rita tidak di bawa kembali ke panti jompo dan di rawat di rumah oleh anggota keluarganya karena dapat memulihkan penyakit psikologis nya yang sekarang bisa lebih parah karena belum bisa menerima kenyataan dengan kecelakaan dan menyebabkan Safi belum dapat di temukan keberadaanya.tentunya dengan perawatan yang intens dari keluarga dan juga di bantu tim medis khusus yang bisa Rasya pekerjakan dirumah untuk dapat merawat ibu Rita secara medis.
Rasya yang ditemani Dion pun hanya bisa terdiam memikirkan bagaimana nasib keluarganya yang harus kehilangan Safi yang menjadi kepala keluarga selama ini.
"bagaimana ini mas Dion!?"tanya Rasya pelan den terdengar nada frustasi didalam nya
"ikuti saja anjuran dokter,mas Rasya bawa Bu Rita pulang ke rumah"
"tapi saya bingung, siapa yang merawat ibu di rumah sedangkan mas Dion tau,setelah ini saya akan semakin sibuk dan saya hanya bisa pulang menjelang petang dan siapa yang akan menemani ibu ketika saya bekerja!?"
"maaf mas Rasya,bagaimana jika meminta tolong mba Nissa saja, bukankah surat perjanjian pa Safi dan bapa Darsa di wakilkan kepada mas Rasya jadi mas Rasya berhak untuk meminta tolong pada Nissa tanpa harus izin dari pa Darsa"
"apa Nissa mau sedangkan bang Safi sendiri sekarang belum ditemukan keberadaannya!?"tanya Rasya ragu
"coba saja mas Rasya bicara pada mba Nissa,bagaimana jika hari ini kita pergi ke rumah bapa Darsa,selagi bu Rita sedang istirahat"
"ya sudah kita pergi sekarang dan apa mas Dion membawa surat perjanjian itu!?"
"ada mas,saya selalu bawa untuk berjaga jaga siapa tahu akan diperlukan mendadak"
sambil tersenyum Rasya menepuk pelan bahu Dion "beruntungnya bang Safi memiliki asisten cekatan seperti mas Dion,terima kasih mas karena sabar mendampingi saya"ucap Rasya bangga
"mas Rasya tidak perlu berterima kasih,ini sudah menjadi kewajiban saya,,,ya sudah bagaimana kalau kita pergi sekarang sebelum Bu Rita bangun"
"iya iya"
Rasya dan Dion pun langsung pergi menuju kediaman Darsa untuk menemui Nissa.
sesampainya di rumah Darsa,Rasya melihat ada sebuah mobil mewah terparkir di area rumah Darsa yang berada di sebelah minimarket yang selalu di jaga oleh Nissa.
Rasya yang memang memiliki maksud untuk bertemu dengan Nissa pun langsung turun dari mobilnya dan berjalan menuju rumah Darsa.
setelah sampai di depan rumah Darsa,Rasya pun mendengar percakapan Darsa dengan seseorang yang dari nada bicaranya terdengar logat Melayu yang sangat kental.dan Rasya pun mendengar Darsa memanggil orang tersebut dengan panggilan Datuk sepertinya orang tersebut memang berasal dari negara tetangga.
Rasya yang tak mau menunggu lama pun akhirnya mengetuk pintu dan terlihat seorang wanita yang dapat dilihat umurnya sekitar empat puluhan yang menyambut kedatangan Rasya dengan raut wajah yang kebingungan.
pasalnya,dia tidak tahu siapa yang ada di hadapan nya.tapi melihat dari perawakan Rasya yang memang proposional berwajah tampan,berpakaian rapi dan memiliki wibawa seorang pengusaha yang sukses wanita yang ternyata bernama Seni istri dari Darsa pun berfikir mungkin laki laki yang ada dihadapannya adalah teman dari Luna anaknya.
"maaf nak ganteng kesini mau cari Luna anak saya!?"dengan penuh percaya diri Seni pun langsung menebak kedatangan Rasya yang akan mencari anaknya dihiasi senyum ramah
"maaf Tante saya tidak kenal dengan Luna,saya kemari mau bertemu dengan Nissa."jawab Rasya datar
"oh Nissa,dia sedang menjaga mini market"mendengar nama Nissa raut wajah ramah yang awalnya diberikan untuk Rasya berubah menjadi wajah yang penuh dengan keangkuhan
Darsa yang penasaran dengan tamu siapa yang datang pun langsung meninggalkan tamunya sebentar lalu berjalan menuju pintu dimana Seni dan Rasya berdiri.
"tamu siapa ma!?"tanya Darsa pada Seni
"ini pa ada yang cari si Nissa"jawab Seni ketus
"oh kamu yang kemarin mengantarkan Nissa? mau apa kamu kesini?saya kan sduah bilang jangan dekati Nissa karena dia akan menikah!!!"ucap Darsa ketus
"saya Rasya adik dari Safi calon suami Nissa"
jawab Rasya dingin
mendengar Rasya menyebutkan nama Safi,Darsa pun tersenyum meremeh ke arah Rasya.
"mau apa kamu kesini,bukankah Abang mu itu sudah tidak ada,dia hilang bersama pesawat yang dia tumpangi dan sudah dipastikan dia sudah tidak bernyawa lagi jadi Nissa akan saya nikahkan dengan pria lain yang sudah pernah saya katakan padamu tempo hari dan hari ini calon suaminya sudah ada disini untuk membahas tentang pernikahan"ucap Darsa sombong
dasar manusia licik,segala cara kamu halalkan demi uang,,, sampai kecelakaan bang Safi pun bisa kau manfaatkan.bagaimana bisa Nissa hidup baik dengan manusia serakah seperti dia batin Rasya
"maaf tuan Darsa yang terhormat boleh saya masuk dan saya ingin bertemu dengan calon suami yang akan menggantikan posisi Abang saya"ucap Rasya penuh penekanan sambil mengepalkan tangannya yang berada di samping pahanya menahan emosi yang sudah ada di puncak ubun ubun nya.
"untuk apa!?"bentak Darsa
"karena ada yang harus kita bicarakan bersama sebagai seorang laki laki yang bertanggung jawab"ucap Rasya.
"pa sudah bawa masuk saja,malu di lihat tetangga kalo harus berbicara di luar seperti ini"bisik seni pada suaminya
akhirnya Rasya yang ditemani Dion pun masuk bersama Darsa dan istrinya bergabung dengan orang yang di panggil Darsa dengan panggilan Datuk Ramji.
Nissa yang hendak memberikan minum untuk Datuk Ramji pun terkejut melihat kedatangan Rasya dan Dion.
ya selain bertugas menjaga mini market bersama satu pegawai Darsa,Nissa pun bertugas selayaknya pembantu di rumah Darsa karena seni berfikir sangat rugi jika harus menyewa pembantu sedangkan dia sendiri sudah memberi makan Nissa jadi sebagai balasan Nissa yang sudah menumpang hidup di keluarganya Nissa diperlakukan seperti selayaknya pembantu di rumah mereka.
"mas Rasya sejak kapan ada disini mas!?"
"kita baru sampai,kamu sedang apa disini ? katanya kamu sedang menjaga mini market!?"
tanya Rasya yang benar benar kesal.melihat Nissa yang diperlakukan sepeti seorang pembantu oleh Darsa dan istrinya.
"kembalilah ke toko,disana tidak ada yang jaga"perintah seni pada Nissa Dengan ketusnya
"jangan, kamu disini saja,ada hal yang harus kita bicarakan"titah Rasya pada Nissa dengan menatap tajam kearah Seni.
Nissa yang merasa tak nyaman pun akhirnya menuruti permintaan Rasya untuk tetap berada di ruang tamu rumah Darsa bersama dengan Rasya,Dion dan Datuk Ramji tamu Darsa.
"mau apa kamu kemari!?"tanya Darsa pada Rasya to the poin
"saya kemari ingin bertemu Nissa,"ucap Rasya tegas
"bukankah saya sudah katakan bahwa Nissa sudah akan menikah dengan Datuk Ramji jadi kamu tidak boleh datang lagi menemui Nissa"ucap Darsa sinis
"maaf sebelumnya Datuk,Datuk bisa membaca ini!"Rasya memberikan surat perjanjian yang di bawa oleh dion yang sudah di tandatangani oleh Darsa diatas materai.
"apa ini!?"tanya Datuk Ramji bingung
"ini surat perjanjian yang dibuat oleh Abang saya dan sudah ditanda tangani oleh Darsa dan itu sudah di sahkan oleh hukum.dan saya selaku adik dari Abang saya memiliki hak penuh untuk mengambil alih atas perjanjian tersebut"ucap Rasya panjang lebar
Datuk Ramji pun membaca dengan seksama surat perjanjian yang diberikan oleh Rasya dan mempelajari kata demi kata dengan baik sehingga tidak ada satu kata pun yang terlewatkan.
Darsa yang saat itu ingat dengan surat yang pernah dia tanda tangani pun mukanya berubah menjadi pucat karena tidak menyangka surat yang dia tanda tangani secara asal dapat menjadi Boomerang untuk niatnya memberikan Nissa pada laki laki lain selain Safi.
-
-
-
jangan lupa like,komen dan vote nya juga yaaa
makasih yang udah mau mampir🤗🤗🤗
stop normalisasi kelakuan salah yang menguntungkan pemeran utama wanita(sudut pandang kalian pembaca wanita)
ELO SAPA BHEKTI, LO CMA ANAK SATU YG BRU KNL MA NISSA UDH JATUH CINTA, SBLM JATUH CINTA, LO CARI DLU INFORMASI SIAPA TU NISSA, MSH SINGLE ATAU UDH BRSUAMI, KLO MSH SINGLE WAJAR LO JATUH CINTA, INI ISTRI ORANG..
DN SI BHEKTI ITU DI PRESSURE SDIKIT AGAR JGN DEKATI ISTRI ORANG
INGAT NOVEL YG BERJUDUL DI KIRA SECURITY, TRNYATA SULTAN.. MNTAN PACAR SI SULTAN YG MODEL, TPI AKHIRNYA MNIKAH SAMA SANG ASSISTENT SULTAN, SI ASSISTEN JUGA DITINGGALKN SI MODEL UNTUK TRIMA TAWARAN MODEL LN, PDHAL ASSISTEN SDH MLARANG,, BIAR ISTIRAHAT BUAT PROMIL, TPI DIMODEL TTP NGOTOT, AKHIRNYA SI MODEL BRANGKAT KE LN, NAH DISANA MLH SLINGKUH DN HAMIL SMA LKI2 AGENSI YG MNAUNGINYA DI LN...