NovelToon NovelToon
Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

"Kita tidak akan pernah berpisah," janji Damian.

Tapi janji tak semudah itu untuk ditepati, saat masih anak-anak dan sama-sama ditawan oleh penculik mereka saling memeluk erat.

Tapi beberapa tahun kemudian mereka kembali dipertemukan dan seperti orang asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WSTM Bab 9 - Apa Aku Boleh Menciummu?

"Apa bagi Tuan aku terlihat bisa diajak tidur bersama?" tanya Ainsley lagi.

Damian mengangguk tampan canggung, "Kamu bahkan memamerkan tubuhmu di hadapan semua orang," kata Damian.

"Pekerjaan ku adalah penari striptis, bukan pelacuur," jawab Ainsley, ini bukan pertanyaan pertama yang dia terima. Tiap klien yang ingin bersamanya pasti menanyakan hal serupa, karena itulah Ainsley tidak kaget, tidak pula tersinggung dengan pemikiran semua orang, dia justru senang karena bisa menjelaskan.

Sebuah penjelasan yang membuat Damian sontak terdiam, ternyata wanita itu tak separah yang ada di dalam benaknya. Otaknya lah yang salah karena terlalu berpikir berlebihan, masa lalu membuatnya selalu memandang buruk pada beberapa hal, lupa jika waktu telah berlalu, jika dunia telah banyak berubah.

Kini para wanita bisa melakukan pekerjaan apapun dengan tetap melindungi harga dirinya sendiri.

"Tuan tidak ingin minum?" tanya Ainsley, coba mencarikan suasana yang nyaris menegang.

"Kedua matamu sangat indah," balas Damian.

"Benarkah? Apa mantan kekasih Tuan matanya berwana biru?" tanya Ainsley lagi, dia mengedipkan matanya membuat gerakan yang menggemaskan. Tujuannya memang membuat semua kliennya merasa senang.

"Bukan mantan, tapi seseorang yang sangat berharga."

"Mata bermata biru tidak akan sulit untuk anda temui, karena mata berwarna biru ini termasuk populasi terbesar setelah warna coklat. Kecuali anda mencari mata berwarna hijau, itu adalah warna yang paling langka."

"Kamu tau banyak tentang mata?"

"Tidak juga, aku tau dari salah satu klien ku," jawab Ainsley dengan terkekeh pelan, dia sedang menjawab jujur.

"Kamu jadi banyak memiliki wawasan."

"Hem, tuan ingin tau apalagi? Mungkin aku bisa menjelaskannya," balas Ainsley.

Pembicaraan mereka tidak pernah putus, justru semakin lama terasa semakin intim karena mereka bicara dengan sorot mata yang saling mengunci. Ini adalah pertemuan pertama mereka, tapi seolah keduanya telah terhubung sejak lama.

Sampai membuat atmosfer di dalam ruangan ini terasa begitu nyaman.

"Apa tiap malam kamu selalu menari?" tanya Damian.

"Tidak, aku hanya menari 2 kali dalam seminggu, kemarin dan malam ini. Kata pak manajer agar menimbulkan kerinduan bagi para pelanggan, jadi antusiasnya makin banyak yang datang ke club," jawab Ainsley, dia menjawab seperti gadis polos yang selalu jujur. Sebuah sikap yang membuat Damian merasakan sesuatu di dalam hatinya. Tapi entah apa.

"Kamu memiliki kekasih?" tanya Damian lagi.

Ainsley tidak langsung menjawab, dia terkekeh pelan.

"Tuan tertarik padaku?" balas Ainsley dengan nada nakal.

Tapi Damian tidak menjawab, hanya menatap dengan lebih lekat.

"Aku tidak memiliki kekasih, tapi aku akan selalu bersama dengan klien yang membayar paling mahal," timpal Ainsley kemudian.

Sebuah jawaban yang kini membuat Damian tertawa. "Baiklah, Minggu depan aku akan datang lagi. Ku pastikan kita akan bertemu lagi," jawab Damian. Itu artinya dia akan membayar dengan jumlah yang paling banyak.

Saat ini waktu sudah menunjukkan jam 2 dini hari, sudah waktunya mereka untuk berpisah.

Damian tak bisa lebih lama lagi, sejak tadi ponselnya sudah bergetar. Pasti salah satunya adalah panggilan telepon dari sang mommy.

Ainsley pun mengangguk patuh, entah kenapa dari semua klien yang dia terima, Ainsley merasa berbeda saat bersama dengan pria tersebut. Tapi lidahnya kelu untuk mempertanyakan tentang siapa nama beliau. Ainsley sangat tau untuk tidak pernah melibatkan hati dalam pekerjannya ini.

Mereka berdua sudah sama-sama bangkit dari sofa tersebut, siap untuk keluar dan berpisah.

Tapi entah kenapa seperti ada yang kurang, mereka masih saling memandang dengan intens.

"Apa aku boleh menciummu?" tanya Damian.

1
Aysah Meta
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
apa sih ains..yg besar itu???
Lia Nurliana
ish si Aldian malah ember tuh mulut 😬
Lia Nurliana
akhirnya yaa Allah 😭😭
Lia Nurliana
sepertinya Ains tidak akan berterus terang untuk saat ini kalau dia adalah Ainsley nya Damian🤧
Lia Nurliana
damian sadar gak yaa kalau Ains ternyata masih perawan 😅💗
Lia Nurliana
waah bisa berpikir macam² nih kalo damian tahu🤧
Lia Nurliana
kenapa tidak dikasih tahu ke Damian kalau ada chat dari Helena
Lia Nurliana
Daaam 😬aku kecewa 🙂‍↔️
Lia Nurliana
kenapa yaa..rata² nama Helena jadi peran jahat
Lia Nurliana
kamu salah Helena,,,Damian belum sembuh dari bayang-bayang Ainsley
Lia Nurliana
si marcel mulutnya lemes banget 😬
Lia Nurliana
iish Ains kenapa belum dijelaskan statusmu 😀
Lia Nurliana
looh kejutan 🤧
Lia Nurliana
sekalinya suka sama wanita langsung tergila-gila 🙄😂
Monica Dewi Hartati
akhirnya aku tau apa arti singkat VVIP
ep_mygTHV
kek nya ini yg k2 x nya gua baca novel ini ,, suka sih SM ceritanya
arsita
duh duh duh
ada ulet bulu
Rahmi Mamimima
betul harus teges
Rahmi Mamimima
😍😍
Rahmi Mamimima
pihak sebelah ,apa g kepanasan tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!