Diana wanita 24 tahun, harus rela menikah dengan orang yang sama sekali tak di kenalnya, Diana harus menikahi anak dari majikan ibunya, karna telah membayarkan semua pengobatan sang ayah ..karna membutuhkan banyak uang, untuk biaya pengobatan ayahnya Diana rela menikah,walau tak mencintai pria tersebut Diana harus berpasarah.
Davin laki-laki dingin yang selalu berkata ketus kepadanya,dia adalah calon suaminya" akankah Diana bahagia dengan menikahi pria dingin seperti Davin?atau ini penderitaan baru untuk Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nissa mpay sakhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Davin pulang
Dua hari berlau..Sesuai ke inginan sang mama, Davin pun pulang ke tanah air,dan meninggalkan negara yang sudah lima tahun menjadi tempat tinggalnya ..Davin melangkah keluar dari mansionnya.,Davin memandang rumahnya dari luar dan membuang kasar hembusan nafasnya...
"Huhh"
"Aku tidak tau kapan aku akan kembali lagi kesini. " Batinnya.
.
.
.
.
.
.
Bandar udara internasional changi singapore
(Changi Airport)
Setelah sampai di bandara Davin langsung melakukan chek in. Davin duduk di dalam pesawat, tak lama pengumuman yang mengingatkan agar penumpang bersiap_siap memakai sabuk pengaman, karna pesawat akan lepas landas.
.
.
.
.
........Bandara Soekarno Hatta........
Setelah memakan waktu satu jam tiga puluh menit di perjalanan, Davin pun sampai di bandara soekarno Hatta....Davin berjalan, mencari sosok wanita yg selalu menyayangi nya, setelah matanya mengitari seluruh tempat langsung tertuju pada orang yang sangat di kenalnya..
"Mama... "Davin memanggil sang Mama.
"Sayang akhirnya kamu sampai juga, Nyonya Jasmine pun langsung memeluk sang putra.."kamu apa kabar sayang? anak mamah ini tambah tampan saja..
"Kabar Davin baik mah..
"mama sendiri gimana?
"Seperti yang kamu lihat..Ya udah, ayo kita pulang mama sudah masakin makanan kesukaan kamu loh di rumah..
"Waah Davin udah gak sabar, ingin cepat sampai rumah, Davin udah kangen banget sama masakan mama..
"Ya sudah ayo, Nyonya Jasmine pun merangkul lengan sang putra menuju kendaraannya.
.
.
.
.
.
.........Kediaman Anggara.........
Setelah menempuh perjalanan enam puluh menit lamanya bertarung dengan kemacetan, akhirnya Nyonya Jasmine dan Davin sampai di kediamannya..
"Aku kangen banget mah sama rumah ini. sudah tiga tahun Davin tidak pulang kerumah ini. tidak ada yang berbeda dengan rumah ini, semuanya tetap sama..
"Iya mama sengaja tidak merubah apapun yang ada di rumah ini ,biar mama merasakan tetap ada kamu disini..dengan raut wajah sedikit bersedih mengingat masa lalu sang putra, yang ingin pergi karna hal pribadi yang menyakitkan.
.
.
..........**flasback.........
Lima Tahun yang lalu*
"Vin kapan kamu akan melamar ku? "Tanya Gisel arselia kekasih Davin..
"Nanti setelah aku sudah berhasil, aku janji akan segera melamar mu dan menikahi mu...kenapa kita harus terburu_ buru? kita masih muda, masih banyak yang ingin aku kejar. tapi aku janji, jika aku sudah berhasil aku janji akan segera melamar mu, tunggu aku sebentar lagi ya,? "Davin menggenggam tangan sang kekasih...
"Apa Vin?..kita ini sudah sama_ sama dewasa
dan orang tua ku sudah bertanya terus_terusan kapan kamu akan melamar ku..
aku sudah lelah menjawab pertanyaan mama papa ku...
"Apa orang tua mu mau menerima aku dengan keadaan ku sekarang? karna aku tidak ingin di saat kita sudah menikah, aku tidak ingin ada campur tangan kedua orang tua ku.apa kamu mau?
"Terus untuk apa orang tua mu punya segala nya, jika bukan untuk anaknya?
Untuk apa mereka memiliki semuanya jika tidak bisa membahagiakan anaknya sendiri..
"Aku tau sayang, tapi aku ingin melamar mu dengan hasil kerja keras ku sendiri, tanpa ikut campur mama dan papa ku..
"Bukan karna orang tua mu tidak menyuki ku ? makanya mereka tidak ingin memberi mu perusahaannya pada mu, karna kamu masih berhubungan dengan ku, begitukan Vin? "tuduh Gisel
"Aku kasih kamu waktu tiga minggu, jika kamu belum bisa melamar ku.aku akan menerima lamaran dari Bagas,
"Apa yg kau kata kan ? apa ini hanya alasan mu untuk meninggalkan ku?
"Vin orang tua ku ingin aku cepat menikah, jika kamu benar_benar sayang sama aku, segera kamu melamar aku, dan ingat aku tidak mau pesta sederhana, "Ujar Gisel tegas
"Baik_ baik aku akan datang melamar mu besok, aku akan mendatangi kedua orang tua mu, kamu tunggu aku besok yak..
.
.
.
Kesokannya Davin datang bersama Radit sahabatnya. ke kediaman Gisel.tanpa ke dua orang tuanya. Davin datang hanya ingin meyakinkan kedua orang tua Gisel, bahwa Davin benar _benar ingin serius dengan Gisel, namun Davin meminta waktu dua tahun lagi, sambil menunggu usaha yang di rintisnya berhasil.
Namun kedua orang tua Gisel menolak,karna ingin menikahkan Gisel dengan Bagas. Bagas dari keluarga terpandang dan saat itu kekayaannya melebihi orang tua Davin. Davin pun kembali meyakinkannya lagi, namun hanya penolakan yang di terima.pada akhirnya, Davin pun pulang dengan keadaan sedih karna harus kehilangan sang kekasih, Radit yg iba melihat sahabatnya sedih mengantarkannya pulang.,
.
.
.
.
.
.
............Kediaman Anggara..........
Dengan wajah marah dan sedih Davin melewati kedua orang tuanya..
"Nak kamu kenapa? "Tanya Nyonya Jasmine ..yg melihat keadaan putranya kacau.
Dengan tatapan marah, Davin memandang Mamanya,..lalu bicara. "Jika saja mama dan papa mau menerima Gisel, semua ini tidak akan terjadi, Gisel tidak akan meninggal kan Aku,..sekarang mama puas kan, karna Gisel udah ninggalin aku, mama udah puas sekarang "ucapnya berteriak..
"Sayang apa yang terjadi? tolong jangan seperti ini nak...
"Apa mah, semuanya sudah terlambat Gisel sudah meninggalkan aku, "dengan berurai air mata Davin menangis di depan mama dan papanya..
"Aku nggak bisa mah. aku nggak bisa kehilangan Gisel aku sayang padanya mah, aku mohon kembalikan dia padaku, Davin merosot kelantai memohon kepada sang Mama
..
Dengan anggukan, Nyonya Jasmine mengiyakan keinginan putranya..."Mama janji mama akan menemui kedua orang tua Gisel, mama janji, tapi mama mohon kamu jangan seperti ini,
Tuan Anggara (Gunawan) hanya diam mendengar anak dan istrinya menangis, rasa tidak suka kepada Gisel kalah dengan kesedihan sang anak ..dan tak lama Tuan Anggara pun berdiri menghampiri putra dan istrinya lalu memeluk istri dan putranya..
"Kapan Papa bisa menemui Gisel dan kedua orang tuanya,? "Tanya Tuan Anggara mengejutkan Davin.
Davin langsung mendongkakan kepalanya melihat sang papa,, "Apa papa serius?
"Tentu saja apa pun yang kamu mau..Papa sama mama akan berikan, Papa sama mama hanya punya kamu,apa pun yg kamu inginkan Papa akan berusaha mewujudkannya..
"Kenapa tidak sekarang saja pah?
aku takut Bagas akan datang sebelum kita..
"Baiklah rapihkan dirimu dulu ,mama sama Papa akan berganti pakaian, "Tuan Gunawan dan Nyonya Jasmine pun pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian..
.
.
.
.
.
............**Kediaman Gisel...........
Setelah sampai, dan di persilahkan duduk oleh keluarga Gisel,
Tuan Gunawan langsung memulai bercakap tanpa basa basi, Tuan Gunawan bicara pada kedua orang tua Gisel,
"Maksud Kedatangan kami kesini, ingin melamar Gisel, untuk putra kami.. "ujar Tuan Gunawan, to the point.
"Bagimana Gisel, apa kamu mau menerima lamaran putra saya ?, "Timpal Nyonya Jasmine,
Namun Gisel hanya diam tak menjawabnya.
"Maaf kan kami Nyonya Jasmine, "Ayah Gisel menyahut. saya sudah menerima lamaran dari orang lain yang lebih mampan dan sukses,dan yang pasti akan membahagiakan putri semata wayang saya..Bukan begitu Gisel? "Ucap Ayah Gisel.
Gisel pun mengangguk..membenarkan ucapan sang Ayah.
"Jadi dengan sangat menyesal kami menolak lamaran kalian, saya tidak ingin putri saya sengsara dengan menikahi putra anda. "ujar orang tua Gisel angkuh.
"Apa maksud anda bicara seperti itu ? "Tuan Anggara berdiri, mulai geram dengan kata kata orang tua Gisel, "saya punya apapun,yang saya punya adalah milik putra saya, siapapun yang akan menjadi bagian keluarga kami, kami pastikan tidak mendapatkan kekurangan apspun.
"Anda terlalu sombong Tuan Albert .saya sungguh menyesal telah menginjakan kaki datang kesini ,saya berjanji ini untuk yang terakhir kalinya saya menginjakan kaki saya kesini.."ujar Tuan Gunawan emosi
"Huh disaat seperti ini pun anda masih bisa sombong, saya pun berharap putra mu tidak mengganggu putri ku lagi, dan kalian boleh pergi dari rumah ku, silahkan, "usir Tuan Albert pada keluarga Anggara.
Tuan Anggara Nyonya Jasmine dan Davin pun meninggalkan kediaman Gisel..
Dan dari saat kejadian itu, Davin pun berubah menjadi dingin dan pendiam Davin hanya akan bicara di rasa itu penting..
Setelah kejadian itu Davin bertekad ingin menjadi lebih sukses dari keluarga Bagas, dan Davin pun meminta kepada ke dua orang tuanya, untuk mengembangkan perusahaan yang berada di singapore , Davin meminta singapore tempatnya memulai bisnis karna dengan pergi menjauh akan lebih memudahkannya melupakan semua kejadian yang membuatnya bersedih...kedua orang tua Davin pun mengiiyakan keinginan sang putra..
..........***flasback end***...........
"Ya udah mah, kalau gitu Davin mandi dulu, setelah itu kita makan.Davin pun berjalan menuju kamar nya yang tiga tahun ini tidak di huninya.karna selam tiga tahun belakangan Davin tidak pernah kembali ,Davin kembali jika ada hal yang sangat penting saja...
Kreeekk..
Davin membuka pintu ..
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya🤗🤗