Diana harus menerima kenyataan pahit, kalau suami yang dia nikahi selama dua tahun ini sebenarnya telah menyembunyikan banyak rahasia darinya.
Di depan Diana, Rafli bersikap seolah dia suami yang baik dan setia. Tapi di belakang Rafli itu tukang selingkuh dan suka berjudi.
Hingga suatu ketika, Rafli kalah judi dan menjadikan Diana sebagai pelunas hutangnya. Diana di serahkan pada seorang pengusaha yang bersedia membayar hutang judinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Sakit hati Diana benar-benar tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Bagaimana seorang suami yang dia cintai bisa seperti itu. Diana bahkan sempat menyalahkan dirinya sendiri. Mungkin semua ini akibat dosanya di masa lalu, yang bahkan dia juga lupa apa itu.
Sebab Diana bukanlah tipikal orang suka berbaur dengan mudah di masyarakat. Diana cenderung tertutup, maka Diana tak punya banyak teman.
Diana kembali menunggu bis di halte yang sama, di mana kemarin saat dia menunggu bisa yang sama untuk ke rumah orang tuanya. Rafli datang padanya dan mengemis maaf padanya. Meski tak ingin kembali mengingat kejadian itu, tapi hati Diana merasa benar-benar sakit. Dia di permainan dengan begitu apik oleh Rafli.
Mau bicara tentang semua kebusukan Rafli pada kedua orang tuanya, Diana juga ragu. Masalahnya ayah dan ibunya sangat percaya pada Rafli. Entah apa yang harus dia katakan mengenai alasan perceraian nya dengan Rafli saat tiba di rumahnya nanti. Belum lagi, pekerjaannya yang sudah pasti terancam di pecat, karena kemarin dia tidak tahu meninggalkan ponselnya dimana, kemarin dan hari ini dia tidak masuk kerja. Sudah pasti dia akan kehilangan pekerjaannya.
Sementara uang yang dia punya di tabungan hanya beberapa juta saja. Tidak sampai lima juta rupiah. Semua perhiasannya sudah di jual untuk bayar cicilan rumah. Benar-benar sudah habis semua perhiasannya tak bersisa.
Diana menunduk sedih di depan halte. Dia sendiri juga tahu, kalau kehidupan kedua orang tuanya di desa juga tidak baik. Mereka hanyalah petani. Bahkan terkadang untuk sekolah kedua adiknya, ibunya masih menghubungi Diana untuk minta bantuan.
"Aku harus bagaimana?" gumam Diana bingung.
Tapi ketika Diana masih menunggu di halte, seseorang dayang ke rumah Rafli. Dia adalah Rey, asisten pribadi Andre.
Begitu Rafli membuka pintu, tanpa basa-basi Rey langsung bertanya tentang surat yang sudah di tanda tangani oleh Diana.
"Mana surat perjanjian nya!" Setu Rey dengan dingin.
Ekspresi wajah pria itu benar-benar sangat datar dan acuh. Rafli pun meraih dokumen yang berada di atas meja. Dia bahkan belum sempat memindahkannya kemana pun. Sebelum menyerahkan surat perjanjian itu pada Rey, Rafli mengambil surat perjanjian perceraiannya dengan Diana.
"Oh ya pak Rey, apa sih yang membuat bos Andre begitu tertarik pada Diana. Dia itu kaku, tidak agresif, hanya tahu diam tanpa membalas..!"
"Diam!" seru Rey membuat Rafli langsung bungkam.
"Tidak ada hubungannya denganmu lagi. Setelah ini jangan pernah temui Diana atau mengganggunya lagi. Mengerti!" Tegas Rey.
Meski bingung, tapi Rafli hanya bisa mengangguk paham saja. Badan asisten pribadi Andre itu lebih besar darinya. Nyali Rafli tidak sebesar itu. Jadi Rafli langsung diam.
Begitu mendapat apa yang dia butuhkan, Rey lantas meninggalkan Rafli. Pria bodoh yang menceraikan istrinya untuk uang 200 juta. 75 juta sudah dia pakai untuk operasi ibunya. Dan sisanya, Rafli bahkan sudah berencana pergi ke kasino lagi untuk mengundi nasibnya menjadi jutawan di meja judi. Benar-benar pria yang menyedihkan.
Mungkin benar kata orang, dengan siapa kita berteman. Maka sedikit banyak orang itu akan mempengaruhi kehidupan dan kebiasaan kita.
Seperti halnya Rafli, dulu dia tidak seperti itu. Pertama kali dia bertemu dengan Diana, dia adalah pria yang baik. Bertanggung jawab, rendah hati dan tidak pelit, sangat royal pada Diana, dan kedua orangtuanya.
Diana tak pernah mengeluarkan sepeserpun saat mereka menjalin hubungan pacaran, bahkan sampai menikah. Semua biaya dadu Rafli. Lalu beberapa bulan setelah menikah, Rafli bahkan naik jabatan. Hingga mereka memutuskan untuk membeli sebuah rumah secara kredit. Setahun berlalu, semua masih baik-baik saja.
Sampai Rafli bertemu dengan seorang teman bernama Doni, sejak itu dia menjadi seperti Doni. Pulang malam, sering ke tempat hiburan, main game hingga larut malam. Dan tak lagi membantu pekerjaan rumah tangga, padahal dulu Rafli suka membantu Diana meski hanya sekedar menyapu lantai.
Semakin parah lagi, beberapa bulan ini bahkan Diana tak pernah lagi mendapatkan gaji suaminya itu. Banyak alasan yang dia berikan Rafli. Dan bodohnya, Diana selalu percaya. Tak pernah curiga pada Rafli. Dan seperti inilah Rafli sekarang, pria itu sudah kecanduan judi dan bermain wanita.
Sementara itu Diana masih duduk di halte. Entah kenapa dia merasa suasana tempat itu sangat sepi, tidak seperti biasanya. Saat Diana menoleh ke arah kedatangan bus, Diana senang melihat bus yang sudah datang ke arah halte.
Diana lantas berdiri, tapi sebelum bus itu datang ke hadapannya. Sebuah mobil sudah lebih dulu berhenti di depan halte.
Rey dan seorang pria lagi keluar dari dalam mobil. Pria yang bersama Rey itu lantas mengangkat koper Diana dan mengangkatnya ke dalam mobil.
"Hei, koperku mau di bawa kemana?" tanya Diana bingung.
"Kalian siapa, kembalikan koperku!" pekik Diana yang memang tidak mengenal Rey dan anak buahnya itu.
"Nona Diana, kami anak buah bos Andre. Masuk ke dalam mobil sekarang, aku akan jelaskan di dalam!" kata Rey masih dengan wajah yang biasa.
Diana langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak mau, aku sudah tidak punya urusan lagi dengan bos kalian itu. Pergi dan kembalikan koperku!" kata Diana.
Rey lantas mengeluarkan secarik kertas yang tadi di tandatangani oleh Diana.
"Ini tanda tanganmu nona, kamu bersedia menjadi wanita bos Andre. Atau kamu akan di tuntut dengan jumlah yang kamu tidak akan pernah kira!" kata Rey yang kali ini wajahnya berubah menjadi tegas.
Diana benar-benar tak percaya. Rafli masih juga mempermainkannya. Rafli membuat hidupnya benar-benar berantakan. Rasanya Diana ingin berteriak, bagaimana bisa Rafli menganggap dirinya seperto barang yang bisa di oper sesuai kemauannya dan untuk keuntungannya.
"Silahkan nona, bus nya mau berhenti di sini. Jangan sampai aku berbuat kasar!" gertak Rey.
Diana yang tak mengerti harus apa, akhirnya hanya bisa masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh Rey itu. Begitu Diana masuk, dia sendirian di bagian kursi penumpang yang ada di tengah. Sementara Rey duduk di depan, dan anak buah Rey bersama koper Diana di bagian belakang Diana.
Mereka meninggalkan halte itu, bukan menuju klub malam tapi ke sebuah rumah, yang mungkin akan menjadi tempat tinggal Diana selama dia menjadi wanita bos Andre.
Diana hanya diam, tatapannya juga hanya bisa menatap nanar, kosong ke depan. Kenapa jadi seperti ini, sekarang Diana benar-benar merasa sudah tidak punya harga diri lagi. Di jadikan pelumas hutang oleh suaminya, setelah hutangnya lunas. Diana bahkan di ceraikan oleh suaminya. Betapa lengkap kesialan Diana.
***
Bersambung...
terimakasih author
👍👍👍👍