NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Kecupan Tangan

"Neng Lyra, mau sarapan, Neng?" sapa tukang bubur seolah sudah biasa.

"Iya, Mang. Biasa ya," ucap Elyra duduk di dekat gerobak tukang bubur itu.

"Mas-nya mau bagaimana buburnya? Campur?" tanya tukang bubur lagi.

"Sama seperti calon istri saya, Pak," jawab Leon. Elyra menatap tajam pada Leon.

"Kenapa matanya melotot, mau dicium, Hem?" Elyra menginjak kaki Leon mendengar celotehan pria itu. Leon sungguh tak melihat tempat saat ingin mengatakan sesuatu.

"Ukh! Sakit…" Leon meringis, Elyra hanya tertawa melihat wajah Leon.

"Bukannya Neng Lyra masih sekolah ya?" tanya tukang bubur itu lagi.

"Iya, Pak," jawab Elyra singkat. Tukang bubur itu menyediakan pesanan Elyra dan Leon.

"Kapan lulus?" tanya Leon. Elyra terdiam dan tampak berpikir.

"Satu tahun lagi aku lulus. Nanti setelah kuliah dan aku punya pekerjaan layak, baru kita menikah. Oke?" Elyra menutup mulutnya kemudian, dia bicara ngawur apa barusan.

"Baiklah," jawab Leon sambil tertawa puas. Mereka sarapan berdua pagi itu. Mereka juga kembali sembari berpegangan tangan dan menikmati pagi lagi.

"Gak kerja, Le?" tanya Nuah yang saat itu sedang meminum teh bersama sang suami di taman kecil di samping rumahnya.

"Enggak, aku ingin melakukan misi," ucap Leon. Nuah terdiam menatap suaminya lalu menatap Leon lagi.

"Kalian merahasiakan sesuatu?" tanya Nuah. Tamam mengecup kening sang istri dan tersenyum.

"Nanti sore kita ada acara BBQ-an kan, Yank? Aku mengajak Leon," ungkap Tamam. Nuah pun hanya berucap oh saja.

"Sebenarnya ada apa?" tanya Elyra pada Leon. Leon tersenyum dan hanya mengusap kepala Elyra tanpa menjawab apa pun.

"Woy, kalian belum mandi? Lemot banget sih, aku janji jam delapan nih!" tampak Kyun berada di dalam mobilnya, dia siap pergi pagi itu.

"Kami bahkan belum mandi," Tamam protes. Kyun menghela napas kasar.

"Udah deh, nanti aja mandinya. Ayo berangkat!" paksa Kyun. Akhirnya keduanya ikut masuk ke dalam mobil Kyun tanpa bertanya apa pun lagi.

"Aku berangkat, sayang." Tamam mengecup kening Nuah, dan Nuah mengecup punggung tangan suaminya.

"Aku juga berangkat." Leon mengecup kening Elyra. Entahlah, nalurinya mengikuti Nuah, dia mengecup punggung tangan Leon.

Deg!

Perasaan nyaman menyeruak dalam hati Leon. Apa yang dia rasa barusan? Perasaan itu sangat asing bagi Leon, namun menggelitik, dan akhirnya Leon memeluk Elyra sejenak.

"Aku akan melakukan janji yang kuucapkan. Aku akan menjagamu, bersama denganmu, dan hidup bersama sampai akhir," gumam Leon. Elyra balik memeluk Leon.

Mereka berangkat. Elyra tersenyum pada Nuah dan duduk bersama. Nuah juga mengganti perban Elyra dan tampak sudah lebih baik. Kulit baru juga tampak sudah akan terbentuk dan pemulihan akan dilakukan.

"Mereka kenapa berangkat bersama?" tanya Elyra. Nuah tersenyum simpul.

"Entahlah, mungkin mereka harus melakukan sesuatu bersama," jawab Nuah. Elyra hanya mengangguk saja.

"Apa kamu tidak akan menyesal bila bersama Leon? Apa kamu sudah mengenalnya?" Nuah bertanya dengan serius.

"Iya, aku ingin bersamanya, Aunty," jawab Elyra. Nuah menghela napas.

"Leon itu pewaris keluarga Attahaya. Dia juga seorang maniac. Kamu tahu itu? Bukan hanya perempuan, dia juga pemain judi, penyuka minuman, dan tindakan yang dia lakukan seperti seorang pria gila saat marah," ungkap Nuah. Elyra terdiam.

"Seperti apa keluarga Attahaya? Apa lebih besar dari keluarga Ghiffari?" tanya Elyra. Nuah menggeleng.

"Mereka besar di bidang masing-masing, Neng. Orang tua Leon penyetok anggur sampai ke seluruh dunia. Dan Leon adalah pewarisnya. Bila Leon melangkah jauh bersamamu, maka semua itu hanya akan jadi sengketa di keluarga Attahaya. Meski saat ini toko perhiasan Leon lebih besar dan sudah menyebar di berbagai penjuru dunia," jawab Nuah. Elyra tertegun.

"Dan apa ada kemungkinan di masa depan dia kembali bermain perempuan?" tanya Elyra lagi. Nuah tersenyum menepuk pundak Elyra.

"Itu tidak bisa dinilai, Neng. Yang membuat seseorang adalah prinsip orang itu sendiri. Apa dia sanggup atau tidak. Dan seandainya kamu memiliki madu di masa depan, apa yang akan kamu anggap? Cobalah berpikir sampai ke sana. Karena hidup itu memiliki banyak kemungkinan," Nuah menjelaskan lagi. Elyra terdiam dan pikirannya kian melayang.

"Apa dia akan berubah?" Elyra teringat dengan banyaknya bir, anggur, dan berjenis-jenis minuman beralkohol di rumah Leon. Tangannya mengepal lagi, antara kesal dan kembali melihat jurang di antara keduanya yang terlalu lebar itu.

"Itu tergantung padamu juga. Apa kamu bisa membawanya lebih baik. Kiblatnya saat ini adalah kamu, maka apa yang akan dia lakukan tergantung apa yang kamu lakukan, Neng." Elyra tertegun. Nuah mengatakan banyak hal menyakitkan sebelumnya, namun seketika juga Nuah memberikan semangat yang sulit sekali Elyra bantah.

"Aku ingin dia berubah, Aunty," jawab Elyra. Nuah mengangguk dan memberi semangat.

Sedangkan di sisi lain, Leon tampak tersenyum sendiri dan terkekeh setelahnya.

"Kenapa aku menampung OGB di sini?" Kyun menatap Leon aneh.

"Orang gila baru?" tanya Tamam. Kyun terkekeh merasa singkatannya dapat ditebak oleh Tamam.

"Iya, kenapa dia senyum-senyum gak jelas gitu? Dia pasti gila," gumam Kyun. Leon menatap dua orang di depan dan sampingnya bergantian.

"Kenapa Elyra sangat cantik? Aku sampai rela meski dikutuk jadi orang gila sekalipun. Aku sungguh gila memang. Aku tergila-gila padanya," jawab Leon sambil tertawa. Kyun merinding mendengarnya, termasuk Tamam.

"Bagaimana, apa kemarin lancar?" tanya Tamam. Leon mengangguk.

"Begitulah. Ayahku memang sedikit keras kepala, tapi aku ini anak kesayangannya, jadi dia terima saja keputusanku," jawab Leon. Tamam mengangguk.

"Jadi, siapa yang jadi pewaris ayahmu sekarang?" Kyun ikut menyahut, karena panjang pendeknya dia juga tahu. Pembicaraan itu pernah terdengar sebelumnya dan Leon sendiri yang meminta bantuan Kyun secara pribadi.

"Pamanku. Aku sudah tidak tertarik lagi dengan semua urusan itu. Ayah juga mengerti, dan perjodohan yang ditetapkan juga akhirnya kini terikat dengan paman," jawab Leon. Kyun mengangguk beberapa kali.

"Jadi kamu mau jadi mualaf karena Elyra atau karena keinginanmu sendiri?" tanya Kyun lagi. Leon menghela napas.

"Karena keinginanku dan Elyra juga. Tapi aku memang tulus," jawab Leon. Tamam mengangguk dan mereka akhirnya sampai di depan sebuah pondok pesantren.

"Bang Kyun." Santriwati tampak terpesona dengan kedatangan tiga pria tampan yang datang bersamaan.

"Assalamu’alaikum," salam Kyun saat menemui sang guru. Dia menunduk dan mengecup punggung tangan gurunya, diikuti salam Leon dan Tamam.

"Wa’alaikumsalam. Kita bicara di sana ya. Bu, siapkan teh hangat dan makanan kecil ya," ucap kiai yang merupakan guru Kyun. Wanita yang dipanggil ibu itu mengangguk dan masuk ke dalam rumahnya.

Sedangkan Kyun, Leon, dan Tamam mengikuti Pak Kiai itu menuju sebuah gazebo yang terletak di atas kolam ikan mas. Para santri menyapa Kyun dengan senang dan menunduk pada sang guru dengan hormat.

Lee Joong Kyun

Dia memiliki darah campuran Indonesia, Korea dan Saudi Arabia. Dia sudah tinggal di Indonesia sejak dia masuk sekolah dasar, dan setelah ibunya meninggal. Dia tinggal bersama sang Nenek pada awalnya namun setelah sang Nenek meninggal dia akhirnya tinggal sendiri dan tidak pernah mau ikut dengan sang Ayah karena berbagai alasan.

Kyun juga memilki dua orang kakak laki-laki kakak terbesarnya adalah ayah Sofia. Jadi Sofia itu keponakan Kyun, tapi Sofia jarang memanggilnya Om.

Kyun sangat suka bunga kertas, dia juga sangat suka kosplay jadi orang lain. Di dunia sosial media tak ada yang tahu bagaimana rupa aslinya, tapi sekarang aku Spil deh. 😘

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!