Zendaya atau yang biasa di panggil Zee (22), seorang gadis biasa yang memiliki cita cita setinggi langit baik dalam karir maupun kisah asmara.
Berbagai cibiran ia dapatkan, entah karena penampilannya yang sederhana dan terkesan kampungan maupun karena tempat asal nya yang memang dari kota kecil.
Kecerdasan nya tak di lirik di karenakan penampilan nya yang tak menarik.
Hingga ia memilih mengubah takdir hidup nya, dengan menjadi apa yang paling di puja dalam sebuah penampilan. Yaitu menjadi seorang model...!!!
Dan semua itu Zee lakukan berkat motivasi dan inspirasi yang ia dapatkan dari Iblis tampan yang bernama Kenzo Alvian (29), iblis tampan yang menjadi pujaan hati seorang Zendaya.
Penasaran kisah nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 - Awal Perubahan
Zee turun dari mobil Nyonya Celine dengan membawa jas navy yang Ken minta.
Dan saat Zee memasuki kantor Ken, semua mata tertuju pada nya. Zee memaki rok Mini berwarna putih Gading yang di padukan dengan t-shirt abu abu, penampilan nya terlihat semakin keren dengan sepatu wedges yang berwarna senada dengan rok nya. Apa lagi rambut curly nya yang sebatas bahu itu memberikan kesan yang lebih fresh, sangat berbeda dengan Zee yang biasa nya hanya memakai jeans, kaos lusuh dan rambut yang di cepol asal. Belum lagi dengan wajah berminyak dan kusam karena terbakar matahari dan terkena polusi
"Itu si Zee pembantu nya Pak Kenzo?" salah seorang karyawan berbisik ke teman nya, merasa tak percaya jika yang mereka lihat itu adalah Zee.
"Rasa nya tidak mungkin, tapi memang iya sih. Kenapa dia berubah ya?" yang lain juga berbisik.
Sementara Zee berjalan lurus menuju lift tanpa tahu bahwa ia sedang di perhatikan, karena yang ia fikirkan saat ini adalah sampai ke ruangan Ken tepat waktu atau Zee akan di marahi lagi oleh Ken.
Zee masuk ke dalam lift, di sana ada beberapa karyawan pria yang langsung melotot sempurna saat melihat penampilan Zee dari ujung rambut hingga ujung kaki. Apa lagi rok Mini yang di gunakan Zee, memperlihatkan kaki jenjang nya dan membuat Zee tampak seksi. Meraka menatap Zee tanpa bisa berkedip.
Ting
Lift terbuka dan Zee pun segera berjalan keluar dengan terburu buru, dan saat hendak memasuki ruangan Ken, Zee berpapasan dengan Sabina yang membuat Sabina langsung melongo.
Sabina juga tercengang melihat perubahan Zee dan ia tidak percaya jika itu adalah Zendaya yang pernah ia tolak di perusahaan Ken. Mengabaikan tatapan semua orang termasuk Sabina, Zee bergegas ke ruangan Ken. Setelah mengetuk pintu, terdengar suara bass Ken yang memerintahkan nya masuk.
"Masuk..."
Zee pun langsung membuka pintu dan ia langsung melemparkan senyum manis nya pada Ken ketika Ken mendongak, Ken pun juga terpukau pada penampilan Zee yang kini beruang 180 derajat.
"Jas navy yang anda mau, Tuan Kenzo" kata Zee dengan lembut dan manis.
Ken segera tersadar dari lamunan nya karena terpana melihat penampilan Zee, dan lagi lagi Ken membuang muka dan seolah tak perduli pada Zee. Namun tiba tiba Zee justru menanyakan sesuatu yang membuat Ken tersedak ludah nya sendiri.
"Apa aku sudah cantik, Tuan Kenzo?" tanya Zee sembari memutar tubuh nya di depan Ken dan ia juga mengibaskan ujung rambut nya itu. Raut wajah Ken langsung berubah dingin, ia menyambar jas nya dan berkata.
"Tidak tahu.." dengan nada yang begitu dingin menusuk tanpa mau lagi menatap Zee, Zee yang mendengar jawaban tuan muda nya itu sama sekali tidak tersinggung dan ia justru merasa gemas.
"Masak tidak tahu? Kan kita bertemu setiap hari, apa perubahan penampilan saya tidak menarik, begitu?" tanya Zee lagi.
"Mana aku tahu, aku engga ada waktu untuk memperhatikan kamu yang kucel, engga pernah nyisir rambut, engga pernah pakek bedak, baju juga itu itu saja. Wajah merah terbakar matahari, kusam juga" jawab Ken panjang lebar yang tanpa sadar ia justru mengatakan secara detail penampilan Zee yang kata nya tidak di perhatikan begitu. Zee menahan senyum nya dan kembali mengajukan pertanyaan.
"Kalau penampilan yang sekarang bagaimana?" tanya Zee lagi dan seketika Ken langsung melemparkan tatapan dingin nya, bibir nya terbungkam rapat dan rahang nya mengeras yang membuat nyali Zee menciut dan ia langsung melarikan diri dari ruangan Ken. Ken menghela nafas kasar setelah Zee pergi kemudian geleng geleng kepala.
"Ada apa sih sebenarnya dengan wanita itu..."