NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Keanu, si penarik perhatian

Anindia pun kembali ke meja kantin setelah cukup lama ia berada di dalam toilet. Ia pun langsung bergabung bersama ketiga temannya yang masih duduk santai di meja kantin.

"Ya ampun Dar, gak selesai-selesai makannya," ujar Anindia meledek Dara, pasalnya ada saja makanan di hadapan gadis itu.

"Yaelah Nindi, lo kayak gak paham aja. Dara kan si paling doyan makan di antara kita, tapi badannya kecil mulu gak nambah-nambah, haha!" Ujar Yudhi yang langsung meledak dalam tawa setelah mengatakan hal itu.

Dara hanya melontarkan tatapan tajam ke arah Yudhi, tapi ia tidak mengatakan apa-apa karena apa yang dikatakan oleh Yudhi memang benar adanya. Ia pun langsung kembali menikmati makanan di depannya. Sementara Edo, lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi antara Dara dan Yudhi.

"Hehe, laper Nindi. Lagian lo lama banget di toilet, kayak habis ketemu sama pangerannya aja." Ujar Dara asal-asalan, tapi langsung berhasil membuat Anindia tersipu.

"Apa sih, Dar. Orang aku beneran dari toilet kok," ujar Anindia yang langsung menyangkal.

"Eh, tapi kok muka lo merah gitu kayak tomat? Jangan-jangan bener nih, habis liatin crush. Btw, siapa sih orangnya?" Ujar Dara menggoda Anindia sembari menaik-naikkan alisnya.

Mendengar perkataan Dara, Anindia bisa merasakan pipinya yang semakin panas. Kulitnya yang putih membuat rona merah itu terlihat jelas di pipinya, jelas saja membuat Dara semakin penasaran dengan sahabatnya itu.

"Wah, Nindi udah main rahasiaan nih. Lagi suka sama siapa sih sampe malu-malu gitu? Ganteng gak orangnya? Tapi gue rasa lebih ganteng gue sih," ujar Yudhi dengan penuh percaya diri.

"Kepedean lo," ujar Edo yang sedari tadi diam sembari menepuk kuat pundak Yudhi yang langsung mendapat tatapan tajam dari pemuda itu.

"Apa sih kalian ini?" Ujar Anindia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan teman-temannya. "Enggak ada crush tau gak. Btw mumpung guru lagi rapat, kita jalan-jalan yuk. Ke perpus atau kemana gitu?"

"Hadeuh... Dasar si kutu buku!" Ujar Yudhi dengan tarikan nafas panjang.

Mendengar perkataan Yudhi, Dara pun memiliki kesempatan untuk mengganggu temannya itu. Ia pun menoleh ke arah Yudhi sembari beranjak dari duduknya.

"Nindi mah mending kutu buku, lo kutu apa Yudhi? Kutu kampret?" Ujar Dara yang langsung blak-blakan kepada Yudhi, diikuti dengan tawa karena geli dengan candaannya sendiri.

Anindia langsung terkekeh geli ketika mendengar candaan Dara. Seingatnya, kampret itu adalah kelelawar kecil pemakan serangga, serta hidungnya yang berlipat-lipat. Ia langsung membayangkan bahwa Yudhi yang dikatakan demikian, jelas saja membuat Anindia merasa geli.

Edo yang terkenal paling cool di antara mereka, kini juga terlihat tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya. Ia membayangkan hal yang sama dengan yang Anindia pikirkan.

"Yee ngasal aja lo kalo ngomong! Btw kampret itu bukannya yang untuk duduk ya?" Ujar Yudhi yang merasa kesal, tapi sempat-sempatnya bercanda juga.

"Itu mah karpet!" Ujar Anindia dan kedua temannya serempak.

Mereka pun tertawa bersama di dalam ruangan kantin itu, hingga membuat beberapa orang yang berada di sana langsung menoleh ke arah mereka. Anindia dan teman-temannya pun langsung beranjak keluar dari kantin, menuju ke perpustakaan.

"Eh, liat Keanu yuk! Katanya sih dia lagi main basket sendirian di lapangan. Duh, dia itu cool banget ya?"

"Iyalah! Udah ganteng, tinggi, keren lagi, siapa coba yang gak tergila-gila dengan pesona dia?"

Niat hati ingin pergi ke perpustakaan, namun mereka tidak sengaja mendengar perbincangan dua siswi dari kelas lain mengenai Keanu. Anindia memang mengetahui bahwa Keanu memang menjadi pusat perhatian di sekolah, bukan hanya karena tingkahnya yang terkenal badboy dulu, namun juga karena pesonanya yang menarik perhatian para gadis di sekolah itu.

"Gila ya, si Keanu itu bisa aja menarik perhatian cewek-cewek." Ujar Yudhi sembari menggelengkan kepalanya, merasa tidak habis pikir dengan pesona Keanu.

"Nindi, kita liat yuk! Gue pengen liat my crush yang lagi main basket. Aaaa dia tuh memang ya, bisa aja bikin gemes." Ujar Dara dengan antusiasnya ketika mengatakan itu, bahkan ia terlihat gemas sendiri ketika membahas tentang Keanu.

Anindia hanya terdiam tanpa kata, crush yang dimaksud oleh Dara merupakan suaminya sendiri. Anindia merasa serba salah, ia ingin memberi tahu bahwa Keanu adalah suaminya. Namun di sisi lain, Anindia tidak bisa mengatakannya sekarang kepada Dara dan kedua teman laki-lakinya itu.

"Ayo Nindi," ajak Dara yang tiba-tiba saja menarik tangan Anindia, membuat Anindia terhuyung sedikit dan terpaksa mengikuti sahabatnya itu.

Yudhi dan Edo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dara yang tidak ada habisnya. Tanpa kata, mereka pun akhirnya mengikuti Anindia dan Dara menuju ke arah lapangan basket sekolah.

Bung... Bungg... Bungg...

Benar saja, setibanya di lapangan basket, terlihat banyaknya siswi-siswi yang melihat Keanu sedang bermain basket di sana. Keanu sendiri terlihat sedang memantulkan bola basket itu ke lantai, membuat suara pantulan yang berulang-ulang. Bukan hanya itu, sorakan dan teriakan pun menghiasi lapangan itu. Tapi Keanu sama sekali tidak menghiraukan tatapan mereka, ia hanya fokus pada bola yang dipegangnya.

"Aaa Keanu! Semangat!!" Teriak Dara tak kalah antusiasnya.

Anindia yang berdiri tepat di sebelah Dara, langsung melirik sahabatnya itu dengan tatapan tajam. Ya, bisa dikatakan bahwa Anindia sedang merasa cemburu saat ini. Tapi Dara sama sekali tidak menyadari tatapan itu, ia terus bersorak bahkan bertepuk tangan memberikan dukungan kepada Keanu.

Anindia menarik nafas sejenak, lalu pandangannya tertuju pada Keanu yang belum menyadari kehadirannya. Anindia bisa melihat jelas bahwa Keanu dengan lincahnya memainkan bola basket itu sendirian. Rambut Keanu yang naik turun seiring pergerakannya, membuat Anindia terpesona dengan penampilan suaminya itu.

"Pantes aja kamu banyak yang suka, gantengnya kelewatan sih," batin Anindia di sela-sela kehebohan Dara dan murid lainnya.

Sementara Edo dan Yudhi, mereka hanya berdiri diam tanpa kata. Mereka yang berdiri di belakang Anindia dan Dara juga memperhatikan Keanu yang sedang bermain basket di lapangan.

"Aduh!"

Saat itu, tiba-tiba saja Anindia terdorong oleh siswi lain, membuatnya langsung terjatuh dan refleks berteriak. Keanu yang mendengar suara Anindia, kini langsung menghentikan kegiatannya. Ia pun langsung menoleh ke arah Anindia yang terjatuh di sana.

"Eh Nindi, lo gapapa?" Ujar Dara yang langsung membantu Anindia untuk berdiri, diikuti oleh Yudhi dan Edo yang juga melakukan hal yang sama.

Tanpa pikir panjang, Keanu pun langsung berlari ke arah Anindia. Saat itu, ia bisa melihat bahwa sikut Anindia sedikit terluka karena bergesekan dengan kerikil.

"Lo gapapa?" Ujar Keanu penuh perhatian kepada Anindia.

Keanu pun langsung mengunci pergerakan Yudhi dan Edo, seakan tidak rela jika istrinya itu disentuh oleh laki-laki lain. Bahkan, ia pun langsung merangkul pundak Anindia, membuat Anindia langsung terpaku di tempat.

Melihat itu, jelas saja membuat semua orang di sana terkejut. Tak terkecuali Dara yang langsung membulatkan matanya seakan tidak percaya apa yang dilihatnya.

"Kita ke UKS sekarang," ujar Keanu dingin tapi penuh perhatian.

Tanpa memikirkan tatapan dari mereka, Keanu pun langsung menuntun Anindia menuju ke ruang UKS. Anindia sendiri seakan tidak bisa berkata-kata. Ia merasa seakan kata-katanya itu tersekat di tenggorokannya saat ini. Anindia hanya menunduk mencoba untuk menenangkan debaran jantungnya, namun langkahnya tanpa sadar mengikuti Keanu menuju ke ruang UKS.

"Apa-apaan sih Keanu?! Gue gak salah liat kan?" Batin Dara yang masih terdiam di tempat.

"Yah... Udahlah, bubar-bubar," ujar seorang siswi yang merasa kecewa dengan perhatian Keanu untuk Anindia.

Semua murid di lapangan basket pun membubarkan diri, tak terkecuali Yudhi dan Edo. Dara merasa kesal dan hatinya terasa panas karena orang yang disukainya ternyata lebih memperhatikan Anindia daripada dirinya sendiri.

"Dar, ayo. Malah diem lo kayak patung!" Ujar Yudhi yang melihat Dara hanya terdiam di tempat.

"I-iya," ujar Dara, ia pun langsung mengikuti kedua temannya itu.

Sementara itu di UKS, Anindia yang duduk di tepi ranjang, langsung diobati oleh Keanu. Semua guru sedang rapat, bahkan petugas PMR (Palang Merah Remaja) pun tidak terlihat di dalam sana.

"Aww," ringis Anindia ketika obat merah itu tepat mengenai lukanya.

"Yaelah, luka dikit aja udah lebay," ujar Keanu masih terkesan blak-blakan dengan Anindia, meskipun ia mulai menunjukkan perhatiannya terhadap istrinya itu.

"Ihhhh! Nyebelin banget sih, Keanu!" Ujar Anindia yang merasa kesal, bahkan ia terlihat memanyunkan bibirnya.

Keanu tidak menanggapi perkataan Anindia, ia mengobati luka di sikut Anindia dengan hati-hati. Setelah ia menutup kotak obat itu, pandangannya pun langsung tertuju pada Anindia.

Anindia merasa serba salah dengan tatapan Keanu. Karena salah tingkah sendiri, Anindia pun hanya bisa menundukkan kepalanya. Keanu menatap Anindia sangat dalam, bahkan tidak berkedip sedikitpun. Tanpa sadar, seutas senyum pun terukir di wajahnya.

"Gak usah manyun kayak gitu, kayak bocil. Padahal mah nyatanya udah jadi istri orang," bisik Keanu tepat di telinga Anindia.

Mendengar hal itu, Anindia langsung memukul dada bidang Keanu. Ia merasa kesal tapi juga juga tidak bisa menyangkal apa yang dikatakan oleh suaminya itu.

"Ihhhh! Ngeselin tau gak!" Ujar Anindia yang masih memukul dada Keanu.

Keanu hanya menanggapinya dengan senyuman tipis, membiarkan Anindia memukulinya. Ia merasa senang karena Anindia meluapkan emosinya seperti ini. Keanu bukannya merasa sakit ketika dipukuli Anindia seperti itu, ia justru merasa bahwa pukulan Anindia hanya seperti gigitan semut saja.

"Hmph!" Ujar Anindia mengakhiri pukulannya, lalu ia langsung bersedekap dada.

"Udah marahnya?" Ujar Keanu singkat dengan seutas senyum tipisnya.

Hening, tidak ada jawaban dari Anindia. Tanpa aba-aba, tiba-tiba saja Keanu membenturkan keningnya di kening Anindia, membuat Anindia merasa gugup dan langsung membulatkan matanya.

"Jangan marah-marah terus, lucu liatnya," ujar Keanu dengan nada santainya tapi terdengar sangat tulus di telinga Anindia.

Kreeett...

Saat itu, tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka. Keanu pun langsung mengikis jarak dan mengembalikan ekspresinya menjadi datar, seakan tidak ingin orang lain tahu sisi lain yang Keanu punya.

"Nindi, udah diobati lukanya?" Tanya Edo ketika menghampiri Anindia, diikuti oleh Dara dan juga Yudhi.

"U-udah," ujar Anindia yang sedikit gugup.

Dara melirik Keanu sekilas, ia merasa bahwa Keanu menyukai Anindia. Namun ia berharap bahwa Anindia tidak menyukai pemuda itu, ia berharap bisa mendapatkan hati Keanu nantinya.

"Ya udah gue duluan ya," ujar Keanu yang langsung beranjak pergi tanpa menunggu jawaban dari mereka.

"Guys ke perpus yuk. Guru lagi rapat bosen banget kalo di kelas," ujar Anindia berusaha mengalihkan perasaan aneh karena ulah Keanu tadi.

"Ayo," ujar Dara dengan seutas senyum yang terlihat sedikit dipaksakan.

Mereka pun keluar dari ruang UKS menuju ke perpustakaan. Anindia merasa bahwa Dara pasti sedang cemburu pada dirinya saat ini. Anindia juga bingung bagaimana harus mengatakannya kepada sahabatnya itu.

Setibanya di perpustakaan, mereka berempat pun langsung mencari buku bacaan masing-masing. Lalu mereka duduk bersama di sebuah meja bundar dengan buku bacaan di tangan masing-masing.

Mereka membaca dengan fokus, tapi ekor mata Anindia tertuju pada Dara. Anindia menarik nafas lega untuk saat ini, karena ia bisa melihat bahwa ekspresi Dara terlihat lebih santai tidak seperti sebelumnya.

Anindia dan teman-temannya menghabiskan waktu di dalam perpustakaan, menunggu sampai rapat para guru selesai.

Sementara itu di kelasnya, Keanu sedang memainkan game di ponselnya. Matanya memang tertuju pada layar ponsel, tapi pikirannya justru melayang ke arah Anindia yang terlihat sangat menggemaskan saat berada di dalam UKS tadi.

Keanu pun tidak bisa menyangkal bahwa apa yang dikatakan oleh Niko dan Ariga ada benarnya. Dan gadis yang telah mengambil hatinya adalah musuhnya selama ini, siapa lagi kalau bukan Anindia.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!