"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....
yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ke-satu
Plakkkk!
Bunyi tamparan itu begitu keras, memutus kesunyian di ruang kerja yang beraroma kayu jati dan cerutu tersebut. Napas Kakek Suhadi memburu, tangannya yang sudah mulai keriput gemetar hebat, bukan karena usia, tapi karena amarah yang meluap hingga ke ubun-ubun.
Afkar tersungkur sedikit ke samping, sudut bibirnya pecah dan mulai mengeluarkan darah. Ia hanya tertunduk, tak berani menatap mata elang ayahnya yang biasanya penuh wibawa, namun kini berkilat penuh kekecewaan.
"Sembilan belas tahun, Afkar..." suara Kakek Suhadi parau, bergetar menahan tangis. "Sembilan belas tahun kamu menyimpan bangkai ini di bawah hidungku!" ucap kakek Suhadi dengan nafas memburu...ia tidak menyangka akan di bohongi putranya selama bertahun-tahun.
Sudah beberapa hari, kakek Suhadi bermimpi bertemu dengan gadis cantik yang masih belia, tersenyum memanggilnya kakek, bukan hanya sekali dua kali, melainkan sangat sering, sehingga kakek Suhadi menyuruh detektif yang sangat berkompeten untuk menyelidiki, setelah beberapa hari, sebuah fakta terungkap, saat putranya afkar dan Monica bertengkar hebat, sebuah kebenaran yang tertutup rapat selama sembilan belas tahun akhirnya terungkap.
"Ayah, maafkan aku... aku hanya tidak ingin mengacaukan semuanya saat itu," rintih Afkar pelan, masih tanpa keberanian untuk mendongak.
"Mengacaukan apa? Reputasimu? Atau kenyamananmu sebagai suami Monica?!"
Brakkkkk .....
Kakek Suhadi menggebrak meja kerja, membuat vas bunga di sudutnya bergetar. "Kamu menikahi gadis desa, seorang guru, dengan identitas palsu. Kamu mengaku karyawan biasa demi mendapatkan cintanya, lalu kamu buang dia seperti sampah saat istrimu mengancammu?" kakek Suhadi tidak menyangka dengan pemikiran putranya....putra satu-satunya yang ia banggakan ternyata seorang pengecut.hanya demi reputasi rela membuat seorang gadis menderita.
Afkar memberanikan diri menatap ayahnya. "Aku mencintai Maryam, Yah! Tapi Monica... dia mengancam akan menghancurkan Maryam jika aku tidak meninggalkannya...bahkan Monica mengancam akan membeberkan pada dunia tentang prilaku aku itu. Walaupun poligami tetap diperbolehkan,tapi keluarga kita menjujung tinggi tentang kesetiaan, satu pria satu wanita....Aku hanya ingin melindunginya." jawab Afkar dengan tubuh bergetar.
"Melindunginya?" Kakek Suhadi tertawa getir, tawa yang terdengar menyakitkan. "Kamu membiarkan dia pulang ke desa dalam keadaan hamil, menanggung malu sendirian, hingga dia meregang nyawa saat melahirkan putri kalian! ITU YANG KAMU SEBUT MELINDUNGI?" teriak kakek Suhadi menggema.
Ruangan itu mendadak hening. Afkar tersedak oleh kata-katanya sendiri.
"Anak itu..." lanjut Kakek Suhadi dengan suara yang tiba-tiba merendah namun tajam. "Namanya Najwa. Dia tumbuh besar di pesantren tanpa pernah tahu siapa ayahnya. Dia dibesarkan oleh Kyai Rahman, sementara ayahnya yang asli hidup mewah di kota ini, berpura-pura menjadi suami teladan bagi Monica dan anak-anaknya." ucap kakek Suhadi tertawa sinis.
"Aku tidak tahu kalau Maryam hamil, Yah... Aku benar-benar tidak tahu," tangis Afkar pecah, bahunya berguncang. Ia menutupi wajahnya sendiri dengan kedua tangannya,ia tidak menyangka kalau Maryam sudah meninggal dan memiliki seorang putri, betapa jahatnya ia... karena rasa takut nya sehingga ia tidak pernah mencari tahu tentang istri keduanya itu yang ia kita , hidup dalam keadaan baik-baik saja, apalagi saat itu ia memberikan cek sebanyak lima milyar yang tanpa Afkar ketahui, cek itu di ambil paksa oleh Monica, sehingga Maryam kembali ke desanya tidak membawa apa-apa. Selain benih yang Afkar tinggalkan.
"Tentu saja kamu tidak tahu, karena kamu terlalu sibuk menjadi 'laki-laki normal' untuk Monica!" sindir Kakek Suhadi telak. "Kamu pengecut, Afkar. Kamu punya dua putra dari Monica yang kamu manjakan setiap hari, bahkan kau mengangkat seorang putri yang kau temukan di depan pintu rumah yang sifatnya benar-benar semena-mena.
sementara ada seorang anak perempuan di sebuah pesantren yang bahkan tidak tahu dia punya hak atas nama besar keluarga ini."
Kakek Suhadi berjalan menuju jendela besar, membelakangi putranya.
"Dengarkan aku baik-baik," ucap Kakek Suhadi dingin. "Darah Maryam dan penderitaan Najwa adalah hutang nyawamu. Jika dalam waktu satu minggu kamu tidak membawa cucuku ke hadapanku, jangan pernah menganggap diri sebagai putraku lagi. Dan jangan harap satu sen pun dari harta Suhadi akan jatuh ke tangan laki-laki yang meninggalkan darah dagingnya sendiri demi rasa takut pada istri."
Afkar tertegun, wajahnya pucat pasi. "Tapi Monica... dia tidak akan membiarkan ini, Yah."
Kakek Suhadi berbalik, menatap Afkar dengan sorot mata penuh hinaan. "Lalu pilihlah. Tetap menjadi budak ketakutanmu pada Monica, atau menjadi seorang ayah yang punya harga diri. KELUAR!" teriak kakek Suhadi yang sudah muak melihat wajah pengecut putranya.
***
Sedangkan di pesantren , Najwa gadis cantik yang baru lulus sekolah menengah atas kini sedang bermain dengan baby Fatih, anak pertama Zora dan Yusuf....
" Najwa... Kita jalan-jalan sore yuk" ajak Zora lembut.
" iya kak" sahut Najwa ,Najwa mengambil kunci mobil milik Zora yang berada di atas meja dekat lemari TV, sudah setiap hari setelah Najwa baru lulus,ia tinggal di rumah kyai Rahman yang berada di dekat rumah Zora, alhasil, setiap hari aktifitas Najwa membantu Zora merawat Fatih... sampai peresmian universitas milik Zora di buka dan rencananya... Najwa merupakan angkatan pertama yang akan kuliah di sana.
Zora menggendong Fatih sedangkan Najwa yang mengemudikan mobilnya.
Zora lah yang mengajari Najwa mengendarai mobil sport miliknya, sampai Najwa benar-benar mahir dan memiliki SIM sendiri.
Hampir setiap hari mereka bertiga berkeliling desa untuk mencari jajanan sore.
Najwa merupakan sosok yang ceria, santun , serta ramah pada semua orang. Otaknya yang jenius serta dari keluarga pemilik pondok pesantren tidak membuatnya besar kepala, Najwa tetap rendah hati dan berbaur dengan santriwati lainnya....semua orang menyukainya karena sifatnya yang baik dan ramah.
***
Langkah kaki Afkar terasa berat saat meninggalkan ruang kerja ayahnya. Tamparan Kakek Suhadi bukan hanya memecahkan bibirnya, tapi juga meruntuhkan topeng yang telah ia bangun selama hampir dua dekade. Di koridor rumah mewah yang dingin itu, bayangan Maryam, wanita lembut yang ia khianati, muncul kembali, menghantui setiap jengkal ingatannya. Dan yang membuat dirinya merasa sangat bersalah, ternyata Maryam sudah tidak ada di dunia ini setelah melahirkan buah hatinya.
Sesampainya di rumah pribadinya, Afkar disambut oleh Monica, wanita yang selama ini ia takuti. Monica berdiri di puncak tangga dengan balutan gaun sutra, matanya tajam menyelidik luka di bibir Afkar.
Monica tersenyum sinis sambil menuruni tangga "Luka yang menarik, Sayang. Apa Kakek tua itu akhirnya tahu kalau kau punya 'cacat' di masa lalu yang selama ini aku tutup-tutupi?" tanya Monica tersenyum remeh...
" Maryam sudah meninggal" balas Afkar dengan sendu....
Monica tersenyum puas" bagus kalau begitu....tanpa berbuat apa-apa, dia sudah tidak ada" .
Afkar menatap Monica dengan tatapan yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. " Namun ternyata Aku memiliki seorang putri dari Maryam..., Ayah memintaku membawanya ke sini dalam satu minggu."
Langkah Monica terhenti, wajahnya yang tadi tersenyum kini langsung mengeras seketika "Jangan harap! Kau gila? Jika anak haram itu datang ke sini, bagaimana dengan posisi putra-putraku?, bagaimana dengan putri angkat kita...? Bagaimana dengan reputasiku di kalangan sosialita? Aku sudah membayarmu dengan kesetiaanku setelah aku tahu kau bermain gila dengan guru desa itu!" balas Monica berapi-api, rasa sakit yang sudah ia kubur oleh pengkhianatan suaminya kini terbuka kembali, bahkan ternyata pernikahan kedua Suaminya menghasilkan seorang anak...dan itu membuat luka lamanya semakin menganga lebar.
"Dia bukan anak haram! Kami menikah secara siri yang sah di mata Tuhan! Dan kau... kau yang mengancam akan membunuhnya jika aku tidak pergi. Karena ketakutanku padamu, aku kehilangan Maryam selamanya. Dan Aku tidak akan kehilangan Najwa untuk kedua kalinya." sahut Afkar langsung memasuki kamarnya...
Brakkkkk...
Afkar membanting pintu nya dengan keras membuat Monica terperanjat,ia tidak menyangka, suami pionnya kini bisa berubah menjadi tegas seperti itu.
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong