NovelToon NovelToon
Om Dokter Sarang Hae

Om Dokter Sarang Hae

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Dokter / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alarice

Gadis ABG yang di dekati seorang dokter tampan berwajah bule asli Perancis tapi sayangnya dia adalah seorang Casanova.
Sebuah pernikahan yang terjadi karena kondisi yang tidak diinginkan sang gadis, membuatnya frustasi, merasa kehilangan masa depannya. Cintanya dengan laki-laki yang telah mengisi hatinya semenjak pertama bertemu harus kandas sebelum di mulai.
Bagaimana kisah mereka bertiga? Akankah si gadis bahagia dengan pernikahannya, atau ia akan memperjuangkan cintanya kepada laki-laki yang ia cintai semenjak awal???

Nantikan dan simak terus ceritanya di sini sampai tamat yah ...

jangan lupa untuk di share ke teman, di like, juga klik favorit...🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alarice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar bocah

" Lo cantik hari ini. " bisik Bryan di telinga Pipit, membuat Pipit sedikit menjauhkan tubuhnya karena terkejut.

" Om jangan macem-macem ya...."

" Siapa yang macam-macam. Orang cuma muji doang. Kalau di puji, seharusnya itu bilang makasih. " sahut Bryan sambil kembali memandang ke depan dan sedikit menarik Pipit supaya kembali berjalan.

" Ck. " Pipit berdecak.

Tak lama kemudian, mereka sampai di meja keluarga Adiguna.

" Kamu kemana aja tadi? Ibu cariin kok nggak kelihatan. " tanya ibu ke Pipit dengan sedikit berteriak.

" Dari tadi Pipit di sana Bu. " jawab Pipit sambil sedikit berteriak pula dan menunjuk tempatnya berdiri sedari tadi.

" Kok nggak langsung gabung di sini? " kali ini, nyonya Ruth yang bertanya.

" Tadi Pipit lihatnya, papa, mama, sama ibu masih sibuk menyapa tamu, jadi Pipit nunggu di sana aja dulu. "

" Ya udah, ayo duduk. " ajak nyonya Ruth.

Lalu Pipit menarik kursi yang berada di sebelah ibunya. Ia menghenyakkan pantatnya di sana. Kakinya terasa sakit dan pegal karena sedari tadi ia berdiri dengan sepatu high heels nya.

" Sit here, Bry. With us. " ucap nyonya Ruth ke Bryan.

" Thank you, tante. " jawab Bryan, lalu ia juga menarik kursi di sebelah Pipit, dan menghenyakkan pantatnya di sana.

" Kalian bareng-bareng, dari tadi? " tanya nyonya Ruth.

" Nggak ma. Barusan ketemu. Tadi Pipit sama bang Damar. Di temani dia, tapi terus dia di panggil ke depan. "

Nyonya Ruth manggut-manggut, " Terus kenapa kok jadinya sama si dokter mesum ini? "

Mendengar panggilan Nyonya besar Adiguna, Bryan memutar bola matanya malas.

" Tan, don't called me like that. Come on..." protes Bryan

" Iya, iya...I am sorry. Makanya kamu cepetan cari istri yang bener. Emang kamu nggak pengen kayak El? Punya keluarga, punya anak .."

" Take it easy, Tan. I'm waiting for right girl. Bryan pasti nikah nanti. "

Tak lama, tuan Adiguna mengajak sang istri untuk bertemu teman lamanya yang baru tiba di dalam hall.

" Sebentar ya jeng, saya kesana dulu. " pamit nyonya Ruth ke ibu Pipit. Ibu Pipit mengangguk sambil tersenyum.

Ibu Armell terlihat lelah. Sesekali beliau nampak menggeliat kecil karena merasa perutnya tiba-tiba kram.

" Pit, ibu capek banget. Ibu mau ke kamar dulu, istirahat sebentar. " pamit ibu ke Pipit.

" Pipit temani Bu. "

" Nggak usah. " sahut ibu sambil menepuk pelan punggung tangan Pipit yang ada di atas meja. " Kamu di sini aja. Nanti kalau mama Abang kamu tanya, bilang aja kalau ibu istirahat sebentar. "

" Ya udah, ibu hati-hati. "

Ibu mengangguk sambil berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan tempat resepsi itu. Sebelum benar-benar melangkah, ibu berpesan ke Bryan.

" Nak Bryan, ibu nitip anak bontot ibu ya. Kalau nakal di sentil aja. "

Pipit sedikit melongok, " Nggak salah nih ibu nitipin anak gadisnya ke laki-laki hidung belang kayak dia. " batin Pipit sambil menoleh ke arah Bryan.

Bryan menampakkan deretan gigi putihnya dan mengangguk menjawab permintaan ibu.

Pipit memperhatikan punggung ibunya sampai punggung itu tidak nampak lagi. Setelah ibu tidak terlihat, Pipit sedikit menggeser kursinya menjauh dari Bryan.

Bryan memperhatikan sambil menggelengkan kepalanya kecil. Pipit mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia hendak bermain daripada gabut bersama dokter mesum di sebelahnya ini.

Saat ia mengusap layar ponselnya, ia melihat beberapa panggilan tak terjawab, dan dua buah pesan. Pipit segera melihat siapa yang menelponnya hingga belasan kali. Setelah ia buka, ternyata semua panggilan itu dari Damar.

" Bang Damar, pasti nyariin aku. " gumam Pipit, lalu ia mengitarkan pandangannya ke tempat ia berdiri bersama Damar nanti. Tapi ia tidak menemukan Damar di sana. Lalu ia kembali fokus ke ponselnya lagi. Ia membuka pesan yang masuk. Pesan dari Damar.

📩Nona dimana? ( bunyi pesan pertama )

📩 Saya cari-cari nona kenapa tidak ketemu? Nona sebenarnya kemana? Bagaimana saya harus mempertanggungjawabkan ke tuan muda ini?

Pipit terkekeh geli membaca pesan Damar yang kedua.

📩 Kalau mau tanggung jawab, tinggal dilamar aja bang. balas Pipit.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponsel Pipit. Pesan balasan dari Damar. Sepertinya Damar menunggu Pipit sedari tadi.

📩 Jangan bercanda, nona. Nona ada di mana sekarang? Biar saya susul nona.

📩 Pipit serius, atuh bang. Pipit nggak bakalan nolak kalau di lamar sama abang. Pipit bentar lagi juga lulus SMA kok. Jadi bentar lagi Pipit udah punya KTP. 😊

📩 Nona, saya serius ini. Nona dimana???

📩 Bang Damar tenang aja, Pipit berada di tempat yang aman kok. Humaira'nya abang aman kok. 🤭 ... Pipit udah sama keluarga bang.

Di seberang sana, Damar membaca pesan dari gadis yang sedari tadi membuat hatinya kembang kempis, dengan terus tersenyum.

" Nona pintar sekali membuat hati Abang baper. " gumamnya sambil tersenyum.

Di seberang sana juga, Pipit membaca pesan dan menulis pesan untuk Damar dengan terus terkekeh.

📩 Baiklah, kalau nona sudah bersama keluarga. Saya kembali ke depan.

Pesan terakhir dari Damar. Bryan menjadi kepo melihat Pipit sedari tadi terlihat asyik dengan ponselnya. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Pipit.

" Apaan sih om? " protes Pipit sambil menjauhkan ponselnya karena Bryan berusaha melihat ke ponselnya.

" Anak kecil masih sekolah, nggak boleh chattingan mesum ya. "

" Iddih, siapa sih yang mesum. Om dokter tuh, yang sukanya mesum. "

Skak

Bryan menjadi salah tingkah. Senjata makan tuan itu namanya. Niatnya tadi hanya ingin menggoda gadis ABG itu, tapi malah dia skak mat.

" E hem. " Bryan berdehem. " Lo kenapa nggak bales pesan gue? "

Pipit mengernyitkan dahinya mencoba mengingat. " Pesan yang mana om? Emang om pernah kirim pesan ke Pipit? "

" Yang dulu. Udah lama, waktu Lo baru pulang dari sini. "

" Oh. "

" Cuman gitu? "

" Hem. Lagian nggak penting banget bales pesan om dokter. Siapapun yang ngelihat kejadian yang dulu, pasti mikirnya sama kayak Pipit. Nggak ada tuh yang namanya salah paham. Yang ada, namanya bener paham."

" Tapi gue bukan cowok yang seperti itu."

" Nggak seperti itu gimana om? Orang jelas-jelas Pipit lihat sendiri kok. Dua kali loh. " ujar Pipit sambil memperlihatkan dua jarinya.

" Dua kali? "

" Hem. " Pipit mengangguk pasti. " Dua kali. Dan dengan perempuan berbeda-beda. Pertama dengan dokter yang waktu itu kita bertemu di kantin rumah sakit, lalu esok harinya dengan dokter yang berbeda lagi. Hiiiihhh....om dokter ternyata buas ya. Suka sosor banyak perempuan. Nggak puas hanya satu perempuan saja. "

Bryan mengusap wajahnya kasar. Jadi bocah di sampingnya ini bahkan melihat kejadian yang tidak senonoh dua kali, dengan perempuan yang berbeda pula.

" Semua laki-laki juga seperti itu. " elaknya.

Pipit lalu memandang ke arahnya dengan pandangan meledeknya. " Abang ipar Pipit nggak tuh. Bang Damar juga nggak. Temen-temen Pipit di kampung juga nggak. Setahu Pipit cuma om dokter doang yang minus. "

" Dasar bocah. Kalau bicara suka blak-blakan, nggak di saring dulu. "

" Emang mau bikin cendol om, yang harus di saring dulu. "

Pipit mulai duduk dengan tidak nyaman. Ia terlihat resah.

" Kenapa lo? "

" Ssshhhh...." bukannya menjawab, Pipit malah menengok ke kiri dan ke kanan.

" Eh, gue tanya, Lo kenapa?"

" Pengen pipis. " jawab Pipit sambil tetap celingak-celinguk.

" Terus kenapa pakai celingak-celinguk gitu? Pengen buang air ya tinggal ke toilet. Nggak tahu toiletnya di mana? Tinggal tanya sama pelayan, gampang kan?"

" Ck. Pipit butuh teman, buat anter. Om tahu kan, Pipit susah jalannya pakai ini. " Pipit menunjukkan sepatunya. " Mana lecet lagi kaki Pipit. "

Bryan lalu berdiri, " Ayo. " sambil mengulurkan tangannya.

" Dianter sama om dokter? " tanya Pipit sambil menatap curiga ke arah Bryan.

" Kenapa? Lo takut sama gue? Ck. Dasar Lo, bocah. "

" Ih, wajar kali om, kalau Pipit takut di anter sama om dokter. Secara om dokter mesum gitu. Iya kalau om dokter waras. Nah, kalau tiba-tiba khilaf, gimana. "

" Eh, bocah ababil, gue nggak bakalan nafsu juga kali sama lo. Lo masih rata gitu. Mana asyik di grep*-grep*. " sahut Bryan asal sambil menoleh ke arah dada Pipit.

Pipit mengikuti arah pandang Bryan, " Ih, tuh kan...belum apa-apa matanya udah jelalatan. " ujar Pipit sambil menangkup menutupi dadanya dengan kedua tangannya.

" Ck! Jadi mau di anter nggak nih? Buruan deh. Jangan sampai lo kencing di sini. "

" Ck. " Pipit berdecak. Terpaksa deh Pipit menerima uluran tangan Bryan, kalau nggak, dia bisa-bisa beser di celana. Malu dong pastinya.

Bryan lalu menggandeng tangan Pipit dan di antarnya ke toilet. Sampai di depan toilet, Pipit melepas tangannya.

" Om tungguin loh. Awas aja kalau Pipit di tinggal. " ancam Pipit sebelum ia masuk ke toilet.

" Iya..iya ah bawel. "

" Ya siapa tahu aja, tiba-tiba ada cewek lewat terus om godain. "

" Perlu gue temenin Lo sampai dalam nih? "

Pipit langsung segera masuk saat mendengar omongan Bryan itu.

" Eh, bocah. Jangan panggil gue om dong. Nggak enak dengernya. " teriak Bryan dari luar.

" Pipit suka panggil om dengan panggilan om dokter kok. Biarin aja kenapa sih? Secara situ kan emang udah om-om. " teriak Pipit dari dalam toilet.

***

bersambung

...Double up, check ..........

...Gimana??? Puas nggak?? Jangan bilang belum puas yah.... soalnya othor hari ini udah kehabisan ide ......

1
M
damar sudah menikah dikampung atas paksaan ibunya
fajar Rokman.
mampir lagi AQ thor..UD lama bnget baca novel ini smpe lupa ap y judulnya eh ketemu juga akhirnya kangen sama dokter bryan
Sari Annissa
love u tooo om dokterrrr🤣🤣🤣
Riska Trisna
hahaha secuil,, sekedik thor
Surtinah Tina
tinggal bang Resky sama Ikke belum nikah...Rio dan indomi
Surtinah Tina
ternyata emang udah ada dedeknya di perut Amel itu..makanya Sena tadi senyum"
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Surtinah Tina
😂😂😂😂😂😂😂😂
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣. ngidam yg ektrim
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣😂. saling berlomba"ya mereka
Surtinah Tina
Kam Ike g keliatan. masih sama Resky apa tidak itu
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣. lucu juga Dion jadi bahan ledekan terus sama tuan Adiguna
Sulaiman Efendy
PASTI SERU NI CERITA ANAK2 MEREKA.
Sulaiman Efendy
WAHH DPT ANAK KEMBAR SEPRTI ANAK DHARA & JULIO...
Sulaiman Efendy
BETUL ITU,, TRUTAMA PEBINOR.. PALING BENCI AKU DGN LAKI2 YG TROBSESI SAMA BINI ORANG...
KARNA BIKIN TRAUMA RMH TANGGAKU YG PERTAMA.😡😡😡😡😡😢😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
JDI INCESS JUGA,, JODOHNYA ARVIN
Sulaiman Efendy
MAU DPT CALON DEDEKNYA DANI.....
Sulaiman Efendy
ANACONDA JDI KORBAN REMASAN PIPIT...🤣🤣🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
2X SENO DPT TENDANGN SAKTI SI ARMELL....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!