NovelToon NovelToon
Kebetulan Menjadi Legenda Murim

Kebetulan Menjadi Legenda Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Antagonis
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Drunk Cats

Geun hanya ingin cepat kaya dan hidup nyaman.

Tapi setiap kebohongan kecil dan pertarungan nekat demi uang justru melahirkan legenda baru.

Saat dunia bela diri mulai menyebutnya monster dan iblis, Geun sendiri hanya sibuk mencari kerja dengan bayaran tinggi.

Geun yang awalnya hanyalah pemuda gelandangan yang ingin hidup bebas dan nyaman, namun tanpa sadar meninggalkan jejak yang mengubah dunia bela diri selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drunk Cats, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #35: Judi

Golden Dragon Casino.

Bangunan itu berdiri dengan megah di jantung Distrik Timur Nanjing, terpisah dari kekumuhan pasar malam oleh tembok-tembok tinggi berukir naga. Lampion-lampion raksasa berlapis emas menggantung di setiap sudut bangunan, menerangi malam seolah menantang cahaya bulan.

Di sinilah uang orang-orang kaya Nanjing berpindah tangan. Dan di sinilah Klan Namgoong, salah satu dari Empat Klan Agung yang termasyhur menunjukkan wajah asli mereka di balik topeng kesatria "Pedang Petir Biru".

Di dalam aula utama, suasananya bising, panas, dan berbau uang.

Para pelayan wanita berpakaian minim mondar-mandir membawa nampan arak. Para penjaga berbaju biru dengan lambang petir di dada berdiri di setiap sudut, menatap para penjudi dengan tatapan merendahkan. Bagi Klan Namgoong, orang-orang ini hanyalah serangga yang membawa kantong uang.

BRAK!

Pintu masuk kasino terbuka kasar.

Geun melangkah masuk, masih membawa aroma Arak Nada Cahaya dan sedikit sisa "kesegaran" dari gas racun yang baru saja dia hisap di gang gelap.

Matanya yang merah menyala menyapu ruangan.

"Baunya enak," gumam Geun, hidungnya kembang-kempis mencium aroma logam perak dan emas. "Bau kemenangan."

Geun berjalan menuju meja dadu terbesar di tengah ruangan.

Dia tidak perlu menukar chip. Dia langsung meletakkan satu kantong berat berisi 100 tael perak di atas meja "Besar/Kecil".

"Besar," kata Geun singkat.

Bandar di meja itu, seorang pria muda dengan seragam Murid Luar Klan Namgoong, tersenyum sinis melihat Geun.

"Pasang taruhan! Tutup!"

Bandar mengocok batok dadu dengan gerakan tangan yang terlatih, lalu menghempaskannya ke meja.

TAK!

Bagi orang biasa atau Geun di masa lalu, isi di dalam batok itu adalah misteri.

Tapi bagi Geun yang sekarang?

Pupil merahnya berdenyut pelan.

Dia tidak melihat batok kayu itu. Dia melihat Energi Materi.

Dia melihat tiga dadu tulang di dalamnya berhenti berputar. Angka 4, 5, 6.

Total 15. Besar.

"Buka," tantang Geun.

Bandar membuka batok.

"4, 5, 6. Besar! Pemenang!"

Geun menyeringai. "Lagi. Semuanya di Besar."

Putaran kedua. Menang.

Putaran ketiga. Menang.

Dalam sepuluh menit, tumpukan perak di depan Geun sudah berubah menjadi gunung kecil. Dia menang sepuluh kali berturut-turut tanpa meleset sekalipun.

Para penjudi lain mulai mengerumuninya, mengikuti taruhannya.

"Ikut Tuan Mata Merah ini! Dia sedang diberkati Dewa Judi!"

"Pasang Besar! Ikut dia!"

Wajah Bandar mulai pucat. Keringat dingin menetes di pelipisnya.

Malam ini dia bisa rugi ribuan tael. Jika itu terjadi, Manajer Kasino, seorang Murid Dalam Klan Namgoong akan mematahkan jarinya.

"Sialan bocah mata merah ini..." batin Bandar panik. "Dia tidak mungkin seberuntung itu. Dia pasti curang. Kalau begitu, aku juga akan curang."

Bandar itu adalah praktisi Second Rate. Dia menguasai dasar Blue Lightning Art milik Namgoong.

Saat dia mengocok dadu untuk kesebelas kalinya, dia diam-diam menyalurkan energj Qi tipis dari ujung jarinya.

BZZT.

Sebuah benang energi berwarna biru tipis, hampir tak kasat mata, dan tidak bisa dirasakan praktisi ramah Master sekalipun, merayap masuk menembus celah meja kayu, berniat menyentil dadu di dalam batok agar berubah menjadi "Kecil".

Geun yang sedang menguap bosan, tiba-tiba berhenti.

Geun memang tidak merasakannya, namun mata nya tidak bisa dibohongi. Matanya menangkap kilatan biru itu.

Di dunia yang saat ini tampak hitam-putih dimata Geun, benang Qi tipis itu terlihat sangat jelas seterang petir di malam hari.

Alis Geun berkerut sedikit.

Sifat gembel kikir nya tersinggung berat.

"Mau main curang, ya?! Itu uangku, brengsek! Kau mau mencuri uangku di depan mataku?!" batin Geun berteriak.

Tanpa pikir panjang, Geun bereaksi.

Dia tidak menggunakan teknik bela diri, karena dia memang tidak punya. Dia menggunakan Refleks Jalanan.

Dia mengangkat jari telunjuk kanannya, lalu menyentil udara ke arah batok dadu itu.

Niat Geun itu sederhana, geser balik dadunya biar tidak di curangi. Itulah yang dia pikirkan.

Hanya sebuah sentilan jari yang ringan.

Gerakan kecil yang biasa dia pakai untuk menyentil lalat atau kelereng.

Sentilan jari biasa.

Sentilan yang memang dibuat Geun terlihat biasa agar tidak mencolok dan tidak membuat dia ketahuan curang.

Tapi Geun lupa akan satu hal yang sangat krusial dan penting.

Dia bukan lagi sekedar gembel kurus.

Dia yang sekarang adalah Master dengan fisik yang diluar norma bela diri.

Dan dia baru saja minum "vitamin" gas racun yang membuat Chaos Qi nya sedang dalam kondisi melimpah.

Jari telunjuk Geun melenting.

CTIK!

Suara sentilan itu tidak terdengar seperti sentilan biasa sama sekali.

Itu lebih terdengar seperti ledakan dari meriam kecil.

BOOM!!

Tekanan udara yang tercipta dari ujung jari Geun memadat menjadi peluru angin yang tak terlihat.

Peluru angin itu menghantam batok dadu dan meja yang ada di bawahnya.

KRAAAAAAAK!

Meja judi yang terbuat dari kayu solid setebal lima inci itu terbelah dua seketika, seolah baru saja dihantam oleh kapak raksasa tak kasat mata.

Serpihan kayu meledak ke segala arah.

Tiga dadu yang ada di dalamnya tidak cuma pecah, tapi hancur menjadi debu.

"UWAAAH!"

Bandar yang berdiri di seberang meja terkena hempasan angin itu.

Tubuhnya terpental mundur beberapa langkah, menabrak dinding kasino dengan suara GEDEBUK yang sangat keras, lalu merosot jatuh sambil memuntahkan darah merah segar dari mulutnya. Dadanya amblas sedikit karena tekanan udara yang tiba-tiba.

Hening.

Sunyi dan senyap.

Musik berhenti. Pelayan menjatuhkan nampan arak.

Semua mata tertuju pada meja yang terbelah dua dan Bandar yang pingsan berdarah.

Lalu, semua mata beralih ke Geun.

Geun masih dalam posisi menyentil udara, jarinya teracung kaku.

Otak Geun seolah “loading” selama tiga detik.

Dia melihat meja yang hancur.

Dia melihat serpihan kayu.

Dia melihat Bandar yang sekarat.

Wajah Geun langsung pucat pasi.

Bukan karena dia kasihan pada si Bandar.

Tapi karena dia melihat ukiran naga emas di meja yang hancur itu.

"Mampus..." batin Geun horor. "Itu meja kayu hitam yang langka. Ukiran emasnya mungkin asli. Harganya pasti mahal."

"Ganti rugi... mereka pasti minta ganti rugi..."

Keringat dingin mengucur deras.

Geun panik. Lebih panik daripada saat dikepung serangga Gu.

Dengan gerakan secepat kilat yang memang benar-benar secepat kilat karena dia seorang praktisi ramah Master, Geun menyambar karung uang kemenangannya di atas sisa meja yang belum rubuh.

"WADUH! ADA GEMPA! MEJANYA PECAH SENDIRI!" teriak Geun asal-asalan, suaranya cempreng karena panik.

"KABUUUUR!"

WUSH!

Sebelum penjaga Namgoong sadar apa yang terjadi, Geun sudah melesat keluar pintu. Angin dari larinya membuat rok para pelayan wanita tersingkap.

1
Marthen
keren
̇
terus update tor
Marthen
/Doubt/
kirno
lanjutkan
Agen One
mantabbb🔥
Marsah Hayati
bisnis yang menjanjikan geun... 😄
Marsah Hayati
astaga... cicak sakit pinggang... gak kebayang🤣🤣
Aizam Kai
jalan cerita yang menarik harap diteruskan episodnya
kirno
lanjutkan
kirno
mntap,, lanjutkan
kirno
seru nih, lucu
Riduanmake
bau2 heavenly demon
Noman Me
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!